Pembangunan Infrastruktur jadi Prioritas Pemkab Blora

Bupati Blora Djoko Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan,pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemkab Blora untuk memajukan Blora. Pembangunan infrastruktur, tahun ini sebagian besar di wilayah Blora Selatan.

Prioritas pembangunan tersebut diantaranya adalah pembangunan jalan Menden-Megeri dengan pagu anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas dengan pagu anggaran Rp 15 miliar.

Selanjutnya adalah peningkatan jalan Doplang-Kunduran dengan pagu anggaran Rp Rp 10 miliar, dan peningkatan jalan Ngliron-Kalisari dengan pagu anggaran Rp 14,85 miliar.

Sedangkan untuk peningkatan jalan Kalisari-Wulung, pihaknya memberikan pagu anggaran Rp 6,3 miliar. Lantas peningkatan jalan Kamolan-Klopoduwur dengan pagu Rp 8,55 miliar. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas jalan di Blora Selatan sehingga perekonomian Kabupaten Blora bisa merata, tidak hanya di wilayah utara, barat dan timur saja.

Prioritas pembangunan lainnya adalah Pembangunan Pasar Rakyat Kabupaten Blora dengan pagu anggaran Rp 25 miliar, kemudian pembanguan trotoar penataan kota dari pertigaan Wonorejo hingga persimpangan Bank BNI 46 Kecamatan Cepu dengan pagu Rp 9 miliar. Pembangunan trotoar Jalan Gatot Subroto dengan pagu Rp 6 miliar dan revitalisasi Pasar Rakyat Kecamatan Cepu sebesar Rp 26,5 miliar.

Ia juga meminta dukungan pendampingan kepada Gubernur agar bisa membantu pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas tersebut dan pengaktifan lapangan terbang di Ngloram,Kecamatan Cepu sebagai daya ungkit peningkatan ekonomi Kabupaten Blora.

“Terimakasih Pak Gubernur, sekarang sebagian besar jalan provinsi di Kabupaten Blora sudah dicor beton. Tinggal beberapa bagian akan dilanjutkan tahun 2017 ini,” ujar Bupati beberapa hari lalu.

Editor : Kholistiono

Bakti Sosial Kesehatan TNI di Blora Meriah

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri bakti sosial di makodim setempat. (Humas Pemkab Blora)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat menghadiri bakti sosial di makodim setempat. (Humas Pemkab Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho dan Wakil Bupati Blora Arief Rohman beserta istri menerima kunjungan Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi dan Danrem 073 Makutarama Kolonel Inf Joseph Robert Giri, beserta istri dan rombongan.

Kunjungan tersebut dalam rangkaian kegiatan bakti sosial kesehatan HUT TNI ke 71, HUT Kodam IV Diponegoro ke-66 di Kabupaten Blora. Rombongan diterima di makodim setempat, Senin (24/10/2016).

Komandan Kodim 0721 Blora Letkol Inf Susilo, S. Sos mengemukakan, ada sembilan item kegiatan baksos kesehatan yang dilaksanakan di empat lokasi. Yakni Donor Darah di Aula Makodim, Operasi Bibir Sumbing di RSU Blora, Pemeriksaan Gigi di Sasana Bakti, Pengobatan massal di Sasana Bakti, Pemeriksaan Mata di Sasana Cafe, Pembagian Kaca Mata di Sasana Cafe, Khitanan Massal di Gedung PKK Blora, Pelayanan KB Kes di gedung Darma wanita Blora dan Stan Pameran di pendapa rumah dinas Bupati Blora.

Bupati Blora mengapresiasi positif kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan TNI. “Terima kasih kepada Pangdam, Danrem beserta istri dan rombongan yang telah hadir di Blora. Semoga bakti sosial kesehatan ini terselenggara dengan baik dan lancar,” kata Bupati Blora saat menyampaikan sambutannya.

Kunjungan Pangdam IV Diponegoro yang diwakili Darem 073 Makutarama disambut grup seni barongan Seloganthi Blora dan tari kreasi. Acara baksos dibuka resmi dengan ditandai pemukulan gong.

Di sela-sela acara antara lain diserahkan piala dan piagam penghargaan dari Pangdam IV Diponegoro, Penghargaan dari BP3AKB atas diraihnya Juara III Lomba TNI Manunggal Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah, kepada Kodim 0721.

Hadir pada acara pembukaan bhaksos, unsur forkopimda Blora, pimpinan SKPD dan jajaran TNI Kodim, Yonif 410, Polri serta BUMN/BUMD.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Enggak Terima Jika Ikan di Waduk Tempuran Diracuni

tempuran

Kegiatan penyebaran benih ikan di Waduk Tempuran Blora. (Humas Protokol Kabupaten Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho enggak terima jika ikan di Waduk Tempuran Blora diracuni.

“Tolong ikan-ikan di Waduk Tempuran dijaga kelestariannya. Boleh dipancing seperlunya, tapi jangan dijaring, jangan diracun juga jangan disetrum, sehingga keberlanjutannya tetap terjaga”, kata Djoko.

Desa Tempuran merupakan salah satu desa di Kabupaten Blora yang memiliki potensi wisata. Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Blora memberikan dukungan penuh bagi kemajuan Desa Tempuran ke depannya, yang mana hal ini sejalan dengan program Visit Jawa Tengah 2016.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho menyatakan bahwa Desa Tempuran adalah sebuah desa yang tidak sulit air dan gemah ripah loh jinawi. Untuk itu, dia mengimbau kepada warga Desa Tempuran untuk menanam tanaman yang dapat dipetik hasilnya setiap bulan di halaman rumah masing-masing, dengan memanfaatkan ketersediaan air di Waduk Tempuran.

Berdasarkan laporan dari Kepala Desa Tempuran, Sri Hartini, Rangkaian kegiatan Bhakti Sosial ini meliputi pemberian bibit jambu kristal sebanyak 600 batang, bibit duku sebanyak 20 batang, bibit sirsat sebanyak 100 batang, pengobatan massal 100 ekor sapi, pembagian 50 paket sembako bagi warga yang kurang beruntung dan penebaran bibit ikan nila sebanyak 3000 ekor.

Kokok menekankan kepada warga Tempuran untuk memanfaatkan bantuan yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya.

“Ikan dilestarikan, bantuan bibit tanaman dirawat. Nanti jika bantuan ini hasilnya memuaskan, akan saya beri lagi bantuan lainnya”, ujarnya.

Lebih lanjut, Kokok meminta agar Kepala Desa Tempuran bersama para kelompok taninya untuk menimba ilmu tanam-menanam di Desa Tanggel. Desa Tanggel merupakan sebuah desa di Kecamatan Randublatung yang tidak memiliki banyak kandungan air, namun memiliki potensi jeruk siam yang luar biasa bahkan beberapa waktu yang lalu meraih Juara 3 nasional.

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Blora Pamer Goreng Telur saat City Gas Diluncurkan

city gas

Bupati Blora Djoko Nugroho menggoreng telur saat uji City Gas di Kecamatan Kradenan. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan uji coba City Gas yang diprogramkan Kementerian ESDM dan dioperatori PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.

Dengan demikian secara bertahap Blora bisa menikmati gas alam yang diproduksi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP). Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

”Alhamdulillah, akhirnya program City Gas bisa dilaksanakan. Masyarakat sudah lama menunggu realisasi progam ini,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho dikutip dari www.blorakab.go.id.

Pengelolaan jaringan gas (jargas) yang dibangun Kementerian ESDM mulai 2013 dilakukan oleh PT Pertamina EP melalui wilayah Asset 4 Cepu. Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Jumat (29/7).

General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Wisnu Hindadari mengemukakan, gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Tengah dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Untuk tahap awal, kata dia, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke-720 rumah di wilayah Desa Sumber. “Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga selama dua tahun mendatang,” kata Wisnu.

Blora merupakan kota selanjutnya di Jawa Tengah setelah jargas Kota Semarang yang menikmati fasilitas jargas kota dari sumur-sumur di wilayah Kedungtuban, Kedunglusi dan Randublatung.

Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy menuturkan, berbeda dari program City Gas yang sudah dilaksanakan di daerah lain di Indonesia. City Gas di Blora menyasar daerah pedesaan.

Direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) Ahmad Rifai menuturkan, uji coba kali ini baru dilakukan di lima rumah warga. Menurutnya, secara bertahap gas akan dialirkan pula ke rumah lain di Desa Sumber.

Jargas dan instalasi pipa sudah terpasang di rumah warga sejak beberapa tahun lalu. “Untuk menggunakan gas City Gas, kompor yang dipakai masyarakat harus dikonversi dulu. Kami sudah menyiapkan petugas yang akan melakukan konversi. Mereka akan datang ke rumah warga yang sudah sepakat menggunakan gas City Gas. Konversi kompor kami gratiskan,” kata Rifai.

Editor : Akrom Hazami

 

 

20 Siswa Blora Ini Bernasib Mujur

beasiswa

Bupati Blora Djoko Nugroho dan wakil bupati, Arief Rohman di Pendapa Pemkab Blora. (Twitter)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sekitar 20 siswa asal Blora bernasib mujur. Mereka mendapatkan beasiswa guna melanjutkan pendidikannya.

Pemkab Blora memberikan beasiswa sekolah gratis ke SMPIT-SMAIT Insan Mandiri Cibubur, Jawa Barat.

Mereka dilepas oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dan wakil bupati, Arief Rohman di Pendapa Pemkab Blora, Sabtu (16/7/2016).

Dalam kesempatan itu, Kokok, panggilan akrab bupati berpesan agar siswa memanfaatkan beasiswa dengan baik. Lantaran itu demi masa depan mereka yang lebih baik.

Siswa akan diantarkan dengan bus satu unit dari Blora ke Cibubur.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Blora Minta Perbedaan Disikapi Secara Bijaksana

 Pembukaan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Pembukaan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

  MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho berharap masyarakat dapat menyikapi perbedaan secara bijaksana. Hal ini, agar kehidupan dalam bermasyarakat juga bisa berjalan dengan damai dan hidup rukun.

Dirinya mencontohkan, dalam Islam terdapat berbagai organisasi Islam yang terkadang memiliki perbedaan dalam hal tertentu. Namun, jika itu disikapi dengan bijaksana, maka hal tersebut tidak akan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Keberadaan masyarakat Islam yang tergabung dalam berbagai organisasi, haruslah menjadikan kehidupan yang harmoni kehidupan dan saling bersinergi. Hal itu dikarenakan perpecahan hanya akan merugikan masyarakat sendiri,” ujar Bupati Blora saat pembukaan tarawih keliling (tarling) di Pendodpo Rumah Dinas Bupati, Kamis (9/6/2016) malam.

Lebih lanjut, dirinya juga mencontohkan mengenai pelaksanaan tarawih tadi malam. Dia katakan, bahwa dalam tarawih yang digelar itu terdapat keindahan. “Yang menjadi imam NU, Muhammadiyah ikut jadi makmum, MTA ikut jadi makmum, LDII juga ikut jadi makmum. Indah kan?,” kata Kokok.

Dalam pembukaan tarling tersebut turut hadir komponen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta pejabat dinas di lingkungan Pemkab Blora.Tarling ini sendiri juga merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan Pemkab Blora sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Tarling tahun ini akan digelar empat kali, yakni di masjid At-Taqwa Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban, Masjid Baitul Makmur Dukuh Wanutengah, Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo,Masjid Al-Muslimun Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, dan terakhir di Masjid Besar Miftahul Jannah sebelah barat Pasar Jepon.

 

Editor : Kholistiono

 

Kata Bupati Blora, KB Bisa Jadikan Ekonomi Keluarga Lebih Stabil

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Dukuh wadung Ngraho Kedungtuban (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menilai program Keluarga Berencana (KB) dinilai bisa menstabilkan ekonomi keluarga. Karena itu, ia menekankan kepada masyarakat agar bisa merubah pepatah lama, yakni banyak anak banyak rezeki menjadi keluarga berencana banyak rezeki.

”Dengan ikut KB, keluarga akan menjadi lebih stabil perekonomiannya,” kata Djoko Nugroho dalam agenda Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat di Dukuh Wadung Desa Ngraho Kedungtuban, Selasa (17/5/2016).

Selain program KB, ia juga meminta agar budaya gotong royong senantiasa dijaga oleh masyarakat. Menurutnya, hal itu sebagai poros dari pembangunan di semua lini. Mengingat masuknya arus teknologi yang tak terbendung, bukan tidak mungkin budaya lokal yang sarat akan kearifan akan luntur oleh terpaan modernisasi.

Ia juga menyinggung, agar setiap warga bisa menekan pengeluaran keluarga dengan cara yang sederhana. Ia mencontohkan, dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi di pekarangan rumah.

”Tentu dengan menanam, pengeluaran keluarga akan sedikit berkurang,” ujarnya.

Ia juga menekankan, dari segi pendidikan, setiap anak wajib yang di sekolah. Hal itu dinilai bisa meningkatkan sumber daya manusia. Senada dengan itu, Kokok juga berharap agar segera terbentuk relawan pemberantasan kekerasan pada anak.

Sumaji, Kepala Desa Ngraho, mengungkapkan saat ini di Desa tersebut terdapat 59 penggerak KB. Menurutnya, sampai saat ini masih dibalut dengan semangat dan aktif dalam meberikan penyuluhan. ”Dengan ini, kami berharap diberikan bantuan KB implant,” ujarnya.

Ia melanjutkan, mengenai potensi yang ada, yakni peternakan, bahwa sampai saat ini terhitung 96 KK yang ada di desa sebagai peternak sapi. Namun, dari Pemkab Blora masih terkesan tutup mata olehnya. Ia juga menyinggung mengenai infratsruktur penghubung antara Desa Ngraho menuju Kedinding agar segera difikirkan dan segera dibangun.

”Saat ini pembangunan jalan penghubung Ngraho-Kedinding baru 1,5 kilometer,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Jembatan Wadung Ngraho Blora Diresmikan Bupati

Peresmian jembatan Dukuh Wadung Desa Ngraho Kebungtiban Blora oleh Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Peresmian jembatan Dukuh Wadung Desa Ngraho Kebungtiban Blora oleh Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Jembatan penghubung Dukuh Wadung Desa Ngraho menuju Kecamatan Kedungtuban diresmikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, Selasa (17/5/2016). Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Dukuh Wadung menuju Kecamatan Kedungtuban, selain itu juga menjadi akses bagi warga Ngraho untuk menuju Kedungtuban.

Bupati Blora mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh warga Dukuh Wadung. Menurutnya, atas gotong royong dari warga jembatan penghubung tersebut bisa jadi dan kini diresmikan.

”Ini semua atas gotong royong warga Wadung dalam membangun jembatan,” ungkap Kokok, sapaan karib Djoko Nugroho.

Dengan adanya jembatan, lanjut Kokok, masyarakat Wadung bisa lebih meminimalisir biaya tranportasi atas hasil pertanian. Selain itu, setelah dibangunnya jembatan mobilisasi warga Wadung menjadi semakin lancar.

”Diharapkan, kesejahteraan masyarakat Wadung menjadi semakin meningkat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ngraho Sumaji mengakui, bahwa Jembatan tersebut dibangun atas keikhlasan dan kerjasama para warga dengan waktu sekitar tiga bulan. ”Selama ini belum pernah dibangun jembatan sejak tahun 1996,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan ini sengaja dilakukan oleh warga sebab bertujuan untuk mempercepat proses laju ekonomi dan transportasi warga yang akan menuju ke pusat pemerintahan kecamatan Kedungtuban.

Sekedar diketahui, sumber dana yang digunakan untuk membangun jembatan tersebut dianggarkan dari Dana Desa 2015 sebesar Rp. 195 juta. Dengan rincian panjang 60 meter lebar 2,1 meter dengan ketebalan 12 cm.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Ajak Warga Lestarikan Gotong Royong

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho mengajak masyarakat Kabupaten Blora agar senantiasa menjaga tradisi kearifan lokal berupa gotong royong. Hal itu dirasa bisa meningkatkan soiditas antarwarga dan mempererat persaudaraan dan kepedulian mesyarakat.

“Dengan gotong royong, dirasa tepat guna optimalisasi potensi lokal. Sehingga, cita-cita menuju Blora yang lebih sejahtera bisa tyerwujud,” ujar Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho saat acara Gebrak Gotong Royong di Desa Jepangrejo Blora, Jumat (13/5/2016).

Menurutnya, saat ini tardisi gotong royong mulai memudar. Hal itu disebabkan oleh maraknya arus budaya luar yang masuk. Sehingga, kepekaan terhadap sosial dan saling membantu sesama mulai berkurang.

”Gotong royong merupakan budaya bangsa kita. Lestarikan dan jangan ditinggalkan. Bangsa kita bisa merdeka juga karena gotong royong,” ujarnya.

Antusiasme warga tampak dalam kegiatan bersih-bersih desa. Mereka bergotong royong mensukseskan kegiatan ini dengan didukung oleh anggota TNI. Penebaran 5.000 bibit nila dilakukan di embung desa, yang dilanjutkan dengan penanaman pohon.

Dalam sarasehan yang dilaksanakan di Pendopo Kantor Desa Jepangrejo, Djoko Nugroho mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Ke-13.

Tak lupa, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, juga mengintruksikan agar selama Bulan Mei ini mengelar aksi gotong royong di desa-desa. Hal ini menurutnya sangat penting dan besar manfaatnya bagi masyarakat.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Gregeten Lihat Perhutani Cuek Urusi Infrastruktur di Hutan

Bupati Blora Djoko Nugroho saat memberikan sambutan kepada pengusaha ukir dan mebel, Kamis (12/5/2016).  (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Blora Djoko Nugroho saat memberikan sambutan kepada pengusaha ukir dan mebel, Kamis (12/5/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho mengaku gregeten dengan pihak Perhutani. Ini lantaran, instansi milik negara yang notabene sebagai pengelelola hutan yang ada di Blora terkesan cuek dengan kondisi infrastrukutur yang ada di kawasan tersebut.

”Saya gregeten dengan Perhutani. Infrastruktur jalan dan orang di sekitar tidak difikirkan,” ujarnya saat pertemuan bersama pengusaha ukir, akar dan meubel kayu jati di eks rumah dinas wakil Bupati Blora, Kamis (12/5/2016)

Padaha, dengan adanya infrstruktur yang layak, penjualan kayu jati yang merupakan bahan baku terbaik mebel bisa lebih tinggi. Ini lantaran akses masuk tertata. Karena itu, ia berencana melakukan koordinasi dengan Bupati lain yang kawasan kepemimpinannya berada dalam kawasan hutan Perhutani.

”Dalam hal ini, Blora sebagai daerah yang sangat terkenal akan kayu jatinya. Jangan sampai Blora sendiri tidak bisa memanfaatkan dengan maksimal. Kalian harus mampu memanfaatkan dengan baik,” ujarnya di hadapan 45 pengusaha.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho juga berjanjia akan mengupayakan bahan baku kayu jati bagi para pelaku usaha lebih mudah. Yang mana, para pelaku usaha bisa mendapatkan kayu dengan mudah dari wilayah Blora sendiri dan dengan harga lebih miring.

Ahmad Syaefuddin, salah satu pelaku usaha mengusulkan, agar Blora didatangkan investor. Menurutnya, dengan adanya investor di Blora sangat berdampak bagi industri kayu . ”Bahkan, perkembangan ekonomi akan merambah sampai pelosok,” ujarnya.

Mengenai usulan tersebut, Suwoko, pelaku usaha kayu yang lain, menyangkal bahwa sebaiknya Blora mengolah dan mampu dengan mandiri memproduksi kayu. Hal itu, menurutnya, dirasa bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Blora.

”Kita olah sendiri, kta mandiri, maka, hasilnya akan kita rasakan sendiri,” ujar dia.

Mengenai dua usulan tersebut, Kokok leboh memilih untuk mengkombinasikannnya. Yakni, dengan mendatangkan investor namun warga Blora juga dituntut untuk mandiri. ”Yang terpenting bagi kalian adalah bahan baku yang tersedia dengan harga yang miring,” pungkas Kokok.

Editor: Supriyadi

Pembangunan Infrastruktur Diyakini Bisa Naikkan Peringkat IPM di Blora

Caption: Seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Caption: Seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Blora memang menduduki urutan yang cukup buncit, yakni urutan 28 dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Tengah. Dengan membangun infrastruktur, Pemkab Blora meyakini, urutan IPM yang diperoleh oleh Blora dapat merangkak naik ke urutan yang lebih baik.

Hal itu seperti disampaikan oleh Bupati Blora Djoko Nugroho dalam seminar peningkatan IPM melalui pemanfaatn potensi lokal di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Blora, Rabu (11/5/2016).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan hutan diibaratkan sebagai jaring atau kail. Dengan infrastruktur jalan yang baik, dinyakini akan berdampak bagi seluruh sendi kehidupan masyarakat. Dan pada akhirnya bisa meningkatkan IPM.

”Ekonomi akan tumbuh dengan pesat. Dengan kondisi jalan yang bagus, masyarakat tidak akan segan beraktifitas kerja maupun sekolah. Derajat kesehatan masyarakat desa juga akan lebih meningkat. Kami tidak ingin memberikan ikannya tapi kail atau jaringnya. Dengan begitu, masyarakat akan bisa berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Bupati didaulat menjadi narasumber dalam seminar yang digagas KNPI bekerjasama dengan Bappeda. Selain Djoko Nugroho, narasumber lainnya yang mengisi seminar adalah Luhur Fajar Martha (Litbang Kompas) dan Kepala Bappeda Blora Samgautama Karnajaya.

Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho menambahkan, bahwa Blora sebagian merupakan kawasan hutan. Ia menegaskan, bahwa pihaknya akan mengambil alih perbaikan jalan yang melintasi kawasan hutan perhutani. Sampai saat ini, kondisi di kawasan hutan sangat jelek dan terkesan dibiarkan tanpa perbaikan. Padahal jalan tersebut menjadi jalur penghubung desa-desa di beberapa kecamatan.

”Kami akan mengajukan izin pinjam pakai kawasan hutan kepada Perhutani. Boleh tidak boleh, kami akan perbaiki jalan kawasan hutan agar lebih bagus,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Blora Ajak Siswa SMP Junjung Tinggi Kejujuran saat UN

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Djoko Nugroho, Bupati Blora, saat meninjau pelaksanaan UN di SMP N 1 Menden. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Hari pertama Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat menjadi momen tersendiri bagi Bupati Blora, Djoko Nugroho. Orang nomor satu di Blora tersebut menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri 1 Menden.

Dalam kesempatan tersebut Djoko menekankan, dalam mengerjakan soal saat UN yang terpenting adalah kejujuran dan percaya diri. Tanpa itu, tak ada gunanya UN digelar.

”Saya harap siswa bisa jujur dalam mengerjakan soal,” kata Djoko Nugroho (9/5/2016)

Selain itu, ia berharap, agar siswa yang saat ini sedang melaksanakan UN bisa lulus semua dengan hasil nilai yang memuaskan. ”Nilai yang mereka dapatkan saya harap dari hasil mereka sendiri, bukan dari hasil curang,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, bahwa UN merupakan evaluasi akhir yang harus dilalui setiap pelajar agar mengetahui sejauh mana kemampuan selama menempuh pendidikan formal. “Agenda tahunan ini saya harap siswa tidak menjadikannya momok. Namun, menjadi penyemangat dengan mensiasatinya dengan belajar yang giat,” pengkasnya.

Dalam tinjauan tersebut, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, didampingi oleh Achmad Wardoyo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Blora. Setelah meninjau pelaksaan UN di SMP Negeri 1 Menden Kokok juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan UN di  SMP Negeri Kedungtuban.

Editor: Supriyadi

Dialog Lucu Bupati Blora dan Gubernur

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Bupati Blora Djoko Nugroho (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengeluarkan celetukan spontan saat Bupati Blora Djoko Nugroho memaparkan berbagai persoalan yang ada di Blora pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang) se-Keresidenan Pati di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Dalam pemaparannya, Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, menjelaskan mengenai persoalan tentang masih buruknya infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. Mengingat hampir 50 persen wilayah yang ada di Blora masuk ke dalam kawasan hutan milik Perhutani. Ada juga pembangunan jembatan Medalem yang nantinya menghubungkan Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur.

“Nyuwun tulung pak Gubernur,” pinta Kokok kepada Ganjar atas persoalan yang ia paparkan

Ganjar pun menyahut dengan nada tanya “sek-sek, sing endi?”. “Mau lho, Perhutani, Jembatan,” sahut Kokok.

“Iki lho wes tak undangke Perhutani rene, kok cerigis (cerewet) terus. Sak mangkeh nopo sak niki?,” tandas Ganjar

“Sak mangkeh,” jawab Kokok yang sontak disambut gelak tawa audiens Musrenbang.

Kokok juga menjelaskan, sebelumnya Ganjar pernah ke Blora dan mendapatkan protes dari warga atas buruknya jalan yang ada di Blora. “Wonten warga yang meminta, jalannya diperbaiki, lha jalan buruk seperti itu di Blora banyak sekali,” ucap Koko dengan lantang.

Selanjutnya, Kokok juga menjelaskan bahwa pendapatan dari hutan selama ini hanya Rp 4 miliar kepada Blora yang masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD). Yang mana, uang itu, menurut Kokok tidak cukup untuk membenahi infrastruktur jalan yang ada di kawasan hutan. “Uang segitu buat membangun jalan tidak cucuk,” ujar Kokok.

Kokok merasa lega setelah mendapatkan tanggapan langsung dari gubernur. Pada akhir pemaparannya, ia mengharapkan agar Gubernur bisa langsung merealisasikan. “Alhamdulillah, matur suwun pak Gubernur,” pungkasnya.

Editor :Akrom Hazami

Pedagang Pasar Induk Blora Emoh Pindah, Ini Reaksi Pemkab

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Maskur, menyatakan, bahwa pihaknya memaklumi atas munculnya aksi penolakan yang dilakukan oleh pedagang, Kamis (31/3/2016).

“Kalau sudah satu dua tahun pindah, pedagang termasuk masyarakat akan terbiasa. Mereka bakal menyesuaikan dengan lokasi pasar yang baru,” ujar Maskur.

Ia juga menambahkan, bahwa berdasarkan rencana bupati, pasar yang baru nantinya akan terintegrasi sarana trasnportasi dengan mudah, yakni dengan pembangunan sub terminal di kawasan pasar yang baru.
“Sepengetahuan kami juga akan dilakukan penataan angkutan umum. Sehingga memudahkan masyarakat mengakses pasar baru tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan MuriaNewsCom, mengenai potensi penolakan pedagang yang nantinya akan dipindah, Maskur belum memikirkan dampak dari pemindahan tersebut dari pedagang berupa penolakan.
Saat itu, ia juga mengharapkan agar pemindahan pasar bisa berjalan dengan mulus tanpa ada penolakan dengan pedagang. “Ketika selesai proses pembangunan nantinya, semua pedagang bisa menerima dan tidak ada perlawanan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pedagang Pasar Induk Blora Protes

Bupati Blora Curhat, tapi Gubernur Cuek

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Gubernur Ganjar Pranowo saat hadir di Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak banyak komentar saat diwaduli Bupati Djoko Nugroho ihwal masalah yang prioritas untuk segera dipecahkan. Beberapa masalah diungkapkan oleh Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, saat sambutan selaku tuan rumah Musyawarah perencanaan Pembangunan (Musrenbang) se-Keresidenan Pati di Pendapa rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Beberapa persoalan yang dilontarkan Kokok tak mendapat banyak tanggapan dari orang nomor satu di Jawa Tengah, di antara persoalan tersebut adalah pembangunan infrastruktur jalan di kawasan hutan, pembangunan jembatan Medalem – Ngraho Bojonegoro dan sodetan Bengawan Solo yang dialirkan ke Randublatung dan Kecamatan Jati.

Satu persatu wadulan Kokok memang mendapatkan tanggapan dari Ganjar Pranowo. Misalnya, untuk persoalan infrastruktur jalan di kawasan hutan, Ganjar mendatangkan langsung Perhutani pada forum itu untuk memberikan pengarahan atas hak pinjam pakai lahan perhutani guna pembangunan jalan. “Iki tak tekakke Perhutani, nanti bisa kordinasi,” ujar Ganjar.

Sedangkan untuk pembangunan jembatan Medalem-Ngraho serta sodetan aliran Bengawan Solo ke Randublatung dan Jati, Ganjar tak berkomentar apapun. Dia hanya mengiyakan untuk ikut nyengkuyung atas wadulan Kokok itu.Atas tanggapan dari ganjar, Kokok merasa lega serta mengucapkan banyak terima kasih. “Matur nuwun pak Gubernur, mugi-mugi berkah,” pungkas Kokok.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Bupati Blora Curhat ke Gubernur Soal Listrik Belum Ngalir 

Pedagang Pasar Induk Blora Protes

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah pedagang menggelar aksi dengan membentangkan spanduk penolakan di pintu masuk Pasar Induk Blora (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Rencana Bupati Blora Djoko Nugroho untuk memindahkan pasar induk Blora ke wilayah Gabus rupanya menemui kendala. Hal itu dikarenakan sejumlah pedagang pasar induk yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Induk menolak rencana tersebut, dengan menggelar aksi penolakan pemasangan spanduk di pintu masuk pasar.

“Dengan tegas kami menolak Pasar Induk Blora dipindah di wilayah Gabus,” ujar Tarwa Saladin, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Induk Blora, Kamis (31/3/2016).

Prionggo, pengurus paguyuban pedagang lainnya menambahkan, secara historis di daerah mana saja, pasar induk kabupaten itu lokasinya berada di wilayah perkotaan dan tidak jauh dari alun-alun. Dia menyebut, dengan lokasi pasar induk Blora yang saat ini berada di wilayah perkotaan saja, kondisinya relatif sepi pembeli. “Kami khawatir jika pasar dipindah ke Gabus, justru akan lebih sepi pembeli. Apalagi wilayah Gabus itu berada bukan di jalur lalu lintas umum. Pembeli akan malas datang ke sana karena jauh,” ujar dia.

Sekadar diketahui, kawasan Gabus berada di wilayah Kelurahan Mlangsen. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari pasar induk Blora saat ini. Calon lokasi pasar baru itu berada di tepi jalan jalur Blora-Randublatung.
Prionggo juga menyoal kebijakan bupati yang ingin memindahkan pasar ke kawasan Gabus Mlangsen itu.

Ia membandingkan ketika Blora dipimpin oleh Ihwan Sudrajat sebagai Penjabat Bupati, merencanakan akan membangun pasar Blora menjadi lebih modern, bukannya dipindahkan. Atas rencana pembangunan pasar yang lebih modern itu, para pedagang menyetujui dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10 meter pada Desember 2015 silam.

“Tahu-tahu sekarang begitu terpilih kembali menjadi bupati, Bupati Djoko Nugroho justru akan memindah pasar induk,” pungkas Prionggo.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Curhat ke Gubernur Soal Listrik Belum Ngalir

Pemaparan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada acara Musrenbangwil eks Keresidenan Pati, yang dihadiri oleh masing-masing bupati di wilayah tersebut berserta Forkopimda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pemaparan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada acara Musrenbangwil eks Keresidenan Pati, yang dihadiri oleh masing-masing bupati di wilayah tersebut berserta Forkopimda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Djoko Nugroho, Bupati Blora, mengadukan beberapa persoalan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se-Keresidenan Pati di pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (31/3/2016).

Beberapa persoalan dilontarkan Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho. Yang merupakan persoalan klasik yang semula menjadi janjinya ketika kampanye. Ia menyinggung perihal masih adanya beberapa wilayah di kabupaten Blora yang masih belum teraliri listrik. Selain itu ia juga menyinggung perihal pembangunan infrastruktur di kawasan hutan, yang notabene milik Perhutani.

“Kami akan kordinasi dengan PLN, selain itu kami akan pinjem pakai kaleh Perhutani. Kersane masyarakat pinter-pinter lan sugih-sugih,” kata Kokok dalam Bahasa Jawa saat memaparkan di depan Ganjar.

Kokok minta Gubernur agar mendukung pula pembangunan jembatan antara Dusun Medalem, Desa Nglungger, dengan Ngraho Bojonegoro Jawa Timur.

Menurut Kokok, jika jembatan penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur itu terbangun, masyarakat bisa menghemat jarak sepanjang 40 kilometer.

Bukan tanpa alasan, jika jembatan terbangun, nantinya akan memudahkan mobilisasi petani yang ada di Kecamatan Kradenan dan Kedungtuban. “Jika jembatan antara Medalem sama Ngraho terbangun, pak Gubernur, alhamdulillah. Karena Kradenan dan Kedungtuban merupakan lumbung padi,” ujar Kokok.

Ada juga persolanan pengairan yang dipaparkan Kokok, yakni perihal Sungai Bengawan Solo yang rencananya alirannya akan disodet dan ditampung di kawasan Randublatung. Setelah itu, akan dialirkan ke Kecamatan Jati, sebagai wilayah Blora paling selatan dan berbatasan langsung dengan kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kokok, juga menuturkan Kecamatan jati merupakan daerah penghasil jagung tertinggi nomor dua di Jawa Tengah. “Kecamatan Jati sudah bagus, sebagai perwakilan Jawa Tengah dalam produksi pertanian berupa jagung,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Fakta tentang Bupati Blora yang Enggak Semua Orang Tahu

Bupati Blora Djoko Nugroho (jas hitam di tengah) saat pelantikannya beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Bupati Blora Djoko Nugroho (jas hitam di tengah) saat pelantikannya beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Letkol Inf (Purn) Djoko Nugroho diketahui merupakan Bupati Blora periode 2016-2021. MuriaNewsCom mengumpulkan fakta tentang sosok Kokok, panggilan akrabnya. Berikut fakta tentang orang nomor satu di kabupaten penghasil minyak itu.

1. Lahir di Blora, Jawa Tengah, 25 Mei 1963;
2. Adalah Bupati Blora yang menjabat pada periode 2010-2015 dan 2016-2021.
3. Ia menggantikan R.M. Yudhi Sancoyo.
4. Pasangan Djoko – Arief memperoleh suara terbanyak di Pilkada 2016. Mengalahkan pasangan Abu Nafi-M Dasum dan Kusnanto-Sutrisno
5. kakak dari Djoko Nugroho, yakni Basuki Widodo (almarhum) yang juga memimpin selama dua periode di Kabupaten Blora
6. Karir militer Djoko lulus dari Akademi Militer pada tahun 1988
7. Setelah itu ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton di Balikpapan
8. Pasi Intel Balikpapan
9. Dansat A Balakpam Pusintel AD Jakarta
10. Kasubdpmilum Pusdik Intel Kodiklat Bogor
11. Danyonif 113/JS, Bireun
12. Pabandya Kumtal Tibprod Spresdam IM Aceh
13. Katim Gumil Rindam IV/DIP Magelang
14. Kasiops Rem 072 PKM Yogyakarta
15. Dandim 072 Rembang
16. Ia juga pernah menjalani pendidikan di Seskoad pada tahun 2005

Demikian fakta tentang sosoknya yang memang sarat pengalaman. Silakan ditambahkan jika ada yang kurang.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Blora Minta Petani di Cepu Kelola Irigasi dengan Baik

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Panen raya di Desa Kentong, Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Petani di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora melakukan panen raya padi varietas ciherang pada Senin (29/02/2016).

Bupati Blora Djoko Nugroho yang hadir dalam kesempatan itu mengingatkan, agar petani bisa memanfaatkan pengairan yang ada. Pasalnya, air di daerah tersebut cukup lebih dibanding daerah lain.

“Kecamatan Cepu merupakan lumbung padi, selain Kecamatan Kedungtuban. Jangan menjual hasil panen padi kepada tengkulak,” kata bupati.

Di sisi lain, Reni Miharti, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora mengatakan, bahwa Blora akan melaksanakan pembangunan infrastruiktur irigasi sebagai upaya peningkatan produksi pertanian.

Reni juga menjelaskan, bahwa ada enam poin untuk meningkatkan produksi pertanian, yakni sarana irigasi, penyediaan benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian, penanggulangan organisme, pengganggu tanaman dan penyuluhan secara intensif. “Poin-poin ini sebenarnya sudah dilakukan oleh temen-teman babinsa di Jajaran Kodim 0721/Blora dan PPL selaku pendampingpetani,” jelas Reni.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Tanaman Padi Varietas Ciherang Milik Petani di Ngadipurwo Blora Diserang Hama Jamur

Usai Dilantik, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora Baru Belum Ada Agenda

Rumah dinas Bupati Blora. Saat ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora yang baru belum ada agenda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rumah dinas Bupati Blora. Saat ini pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora yang baru belum ada agenda. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pasangan Bupati dan wakil Bupati Blora seusai dilantik pada Rabu lalu, rupanya belum ada agenda. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Setda Blora Irfan A Iswandaru.
Ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada kegiatan ataupun agenda untuk pasangan Djoko Nugroho dan Arief Rohman. ”Belum ada agenda,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ajudan Bupati Djoko Nugroho masih dari anggota kepolisian sejak ditetapkan calon bupati. Sehingga, belum ada pergantian ajudan dari pemkab. Direncanakan agenda sertijab digelar pada 25 Februari mendatang. ”Jadi agenda belum bisa terpantau,” terangnya.

Sementara itu, Wabup Arief Rohman mengatakan saat ini dirinya masih berada di Jakarta. ”Seusai pelantikan saya harus kembali ke Jakarta,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Diketahui, saat pelantikan, Gubernur Ganjar Pranowo berpesan agar para kepala daerah membuka saluran komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kanal komunikasi yang dibuka oleh setiap kepala daerah itu bisa berupa pertemuan fisik, dialog interaktif, atau teknologi informasi seperti situs maupun akun media sosial berupa facebook dan twitter.

Dia meminta masyarakat juga harus memaksa para kepala daerahnya masing-masing untuk membuka kanal komunikasi. Selain mewajibkan membuka kanal komunikasi, Ganjar juga menginstruksikan kepala daerah turun langsung ke lapangan setelah resmi dilantik. Hal ini bertujuan agar pengambil kebijakan dapat merespons secara cepat berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Dua pasangan ini diusung oleh tiga partai yakni PKB, Partai Hanura, dan Partai Nasdem. Djoko-Arief unggul dari dua pesaingnya yakni Abu-Dasum dan Kusnanto-Sutrisno.

Editor : Titis Ayu Winarni

Sah! Jabatan Bupati Blora Resmi Diserahkan ke Djoko Nugroho

Djoko Nugroho dan Arief Rohman (MuriaNewsCom)

Djoko Nugroho dan Arief Rohman (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih Djoko Nugroho-Arief Rohman di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (17/2/2016). Pelantikan ini juga serempak bersama 16 kepala derah terpilih lainnya.

Atas nama Presiden, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengambil sumpah 17 bupati/wali kota beserta wakilnya yang dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyerahan petikan putusan Menteri Dalam Negeri.

Pada prosesi pelantikan kepala daerah tersebut, juga dilaksanakan pelantikan ketua tim penggerak PKK di 17 kabupaten/kota dan pemberhentian dengan hormat ke-17 penjabat kepala daerah yang telah bertugas selama beberapa bulan.

Editor : Kholistiono

Pelajar dan Tukang Becak di Blora Beri PR Bupati

Waluyo (49) warga Tegalgunung yang berprofesi sebagai tukang becak ikut menyuarakan harapan kepada pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman lewat selembar kertas. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Waluyo (49) warga Tegalgunung yang berprofesi sebagai tukang becak ikut menyuarakan harapan kepada pasangan Djoko Nugroho-Arief Rohman lewat selembar kertas. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah siswa ikut andil dalam menyuarakan harapannya kepada Bupati Blora pasangan Djoko-Arief. Salah satunya Vivi, siswi kelas 3 SMK PGRI Blora mengungkapkan keinginannya kepada pasangan Bupati Blora Djoko Nugroho-Arief Rohman untuk tanggap terhadap kebutuhan modernisasi dan kemajuan teknologi.

”Kami mohon Bapak Bupati yang dilantik bisa pasang wifi di daerah pelosok. Biar kami tidak gaptek. Harapan di kertas ini kami foto dan akan kami upload di media sosial, agar Bapak Bupati tahu,” harap Vivi.

Sementara, Ricky, siswi kelas XII SMK PGRI Blora berharap agar jalan di desa bisa segera diperbaiki. Pasalnya, sampai saat ini jalanan di desa masih banyak yang harus diperbaiki. Dalam aksi menyuarakan harapannya tersebut, mereka menggunakan selembar kertas yang bertuliskan harapan mereka kepada Bupati. ”Semoga aspirasi kami didengar Bapak Bupati,” katanya.

Waluyo (49), tukang becak yang biasa mangkal di sekitar Tugu Pancasila Blora pun ikut menyuarakan aspirasinya dengan menuliskan harapan pada selembar kertas. Ia berharap kepada pasangan Djoko-Arief bisa memperhatikan nasibnya sebagai tukang becak. Menurutnya, sampai saat ini tukang becak tidak pernah mendapatkan perhatian khusus dari pemangku kebijakan di Bumi Mustika itu. ”Semoga kami diperhatikan,” harapnya singkat.

Diketahui, tulisan harapan kepada Bupati itu mereka foto dan diunggah di media sosial. Dengan harapan Bupati Blora bisa membaca dan mewujudkannya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Masyarakat Blora Harapkan Bupati yang Akan Dilantik Besok Mampu Memanajemeni Pasar Tradisional dengan Baik

Rumah dinas Bupati Blora, sebentar lagi Djoko Nugroho kembali resmi menghuni rumah tersebut. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Rumah dinas Bupati Blora, sebentar lagi Djoko Nugroho kembali resmi menghuni rumah tersebut. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Masyarakat Blora sangat berharap kepada Bupati incumbent yang kembali menunjukkan taringnya pada Pilkada 9 Desember 2015 silam. Abdul hakim, ketua paguyuban pedagang pasar Jepon mengungkapkan, dirinya berharap agar Bupati yang jadi untuk kedua kalinya itu, mampu memanajemeni dengan baik perihal pasar tradisional yang ada di Blora.

Hal ini dikarenakan, pasar tradisional masih sangat dibutuhkan bagi masyarakat Blora dalam memenuhi segala kebutuhan. ”Mempunyai kebijakan yang pro rakyat, artinya, melindungi pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pasar modern,” jelas Abdul Hakim kepada MuriaNewsCom (16/02/2016)

Sementara, Heri Purnomo, warga kelurahan Kunden Blora berharap agar Bupati serta wakil Bupati Blora yang dilantik nantinya bisa menepati janji semasa kampanye. Seperti memprioritaskan infrastruktur akses jalan yang ketika kampanye menjadi janji pasangan Djoko-Arief.

”Yang pasti semua yang telah dijanjikan akan kita tagih, dan semoga Bupati dan wakil Bupati diberi kekuatan dan amanah dalam memimpin Blora dan mampu menjadikan Blora menjadi semakin baik,” harapnya.

Dijadwalkan, Rabu (17/02/2016) bersamaan dengan 17 kepala daerah baik Bupati maupun Walikota  se Jawa Tengah akan dilantik secara serentak secara bersamaan oleh Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Editor : Titis Ayu Winarni

PILKADA BLORA : Pj Bupati Ucapkan Selamat Cabup Menang di Tengah Makam

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pj Bupati Blora saat mengucapkan selamat di makam Basuki Widodo di Cepu, Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pj Bupati Blora Ihwan Sudrajat mengucapkan selamat kepada cabup yang menang di pilkada, Djoko Nugroho-Arief Rohman. Ucapan selamat dilakukan di tengah makam.

Ya, hal itu dilakukannya saat jajarannya berziarah ke makam Basuki Widodo, mantan Bupati Blora di Cepu, dalam rangka rentetan Hari Jadi Blora ke-266, Kamis (10/12/2015).

Sebagaimana diketuhui, pasangan Djoko Nugroho – Arief Rohman sampai saat ini unggul dalam penghitungan cepat. “Pilkada telah usai, siapa yang menangpun sudah diketahui meski belum ditetapkan” ujarnya.

Dia juga berharap lima tahun mendatang seluruh elemen masyarakat agar bisa mendukung jalannya pemerintahan bupati terpilih. “Mari bersama-sama kita dukung, agar Blora lebih maju” tuturnya.

Dalam ziarah tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Blora, yang semuanya mengenakan pakaian adat jawa.

Sementara, Djoko berharap bagi semua calon agar bisa menerima dengan legawa. “Harapan saya, siapa yang menang dan siapa yang kalah bisa menerima dengan baik. Kalaupun ada kekeliruan dalam penyelenggaraan silahkan diproses secara hukum yang berlaku,” tuturnya. (RIFQI GOZALI/AKROM HAZAMI)

PILKADA BLORA : Masing-masing Cabup di Blora Unggul di TPS Ia Mencoblos

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu Cabup Blora Abu Nafi sedang menggunakan hak suaranya di TPS 2 Kelurahan Kauman. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Masing-masing cabup unggul di masing-maaing TPS dimana ia mencoblos. Yaitu Abu Nafi di TPS 2 Kelurahan Kauman unggul dengan perolehan suara 220, sementara paslon nomor 2 mendapat 62 suara, paslon nomor 3 mendapat 21 suara. Sedangkan suara rusak 10 dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 401.

Djoko Nugroho mencoblos di TPS 1 Kunden mendapatkan suara 180, sementara paslon nomor 1 Abu Nafi mendapat 48 suara, paslon nomor 3 mendapat 13 suara dan 13 suara tidak sah.

Kusnanto mencoblos di TPS 12 Jiken memperoleh 246 suara, paslon nomor 1 mendapat 79 suara, paslon nomor 2 mendapat 45 suara dan 8 suara tidak sah. (RIFQI GOZALI/TITIS W)