Kisah Brigadir Wiwik, Polisi di Rembang yang Nyambi jadi Tukang Sedot WC

Brigadir Wisnu Santoso saat menjalani pekerjaan sampingan sebagai tukang penyedot WC (Dok Humas Polres Rembang)

Brigadir Wisnu Santoso saat menjalani pekerjaan sampingan sebagai tukang penyedot WC (Dok Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah ada polisi nyambi jadi pemulung di Malang, dan polisi yang juga nyambi jadi tukang tambal ban di Makassar, kini ada juga polisi yang nyambi jadi tukang sedot WC di Rembang. Ia adalah Brigadir Wisnu Santoso, yang bertugas di Polsek Lasem.

Saat jam dinas, Brigradir Wisnu Santoso atau yang akrab dipanggil Wiwik siaga di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Lasem. Mulai dari mengecek buku laporan, menulis daftar anggota yang piket, maupun berkoordinasi dengan sesama anggota lainnya, terkait kondisi Kamtibmas.

Kemudian, di luar jam kerjanya sebagai polisi, pria yang tinggal di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem ini nyambi sebagai tukang penyedot WC. Tiap kali ada orderan menyedot WC, praktis Wiwik tak punya banyak waktu untuk istirahat. Tak berselang lama, baju seragamnya berganti kaos.

Bapak tiga anak ini memiliki semangat menjaga profesionalitas yang patut diapresiasi. Brigadir Wiwik dianggap pandai memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pendapatan lebih di luar pendapatan pokok di kepolisian.“Saya melakukan itu sebagai upaya mencari uang tambahan guna keperluan keluarga. Selain itu, dengan cara seperti ini, waktu juga tak terbuang percuma,” ujarnya.

Katanya, ia akan terus melanjutkan profesi ganda ini dengan tetap bertugas di kepolisian dan sisa waktunya untuk penyedot WC. Pekerjaan sampingan ini, katanya, sudah lebih 6 tahun digelutinya.

Ia tegaskan, pekerjaan tambahan itu tidak sampai mengganggu tugas utamanya sebagai anggota Polri. Sebab, ia hanya menerima job menguras WC setelah lepas piket dari Mapolsek Lasem. Biasanya saat menjalankan pekerjaan sebagai tukang sedot WC, Brigadir Wiwik dibantu dua orang pekerjanya. Bau menyengat dari tinja tidak dihiraukan, karena yang terpenting adalah mencari penghasilan yang halal buat istri dan tiga putranya.

Brigadir Wisnu Santoso sedang bertugas di SPK Polsek Lasem (Dok Humas Polres Rembang)

Brigadir Wisnu Santoso sedang bertugas di SPK Polsek Lasem (Dok Humas Polres Rembang)

Menurutnya, ide awal sebagai penyedot WC yakni pada tahun 2010 lalu. Saat itu, Brigadir Wiwik sering melihat mobil tinja yang melintas di depan rumahnya. “Nah, lantaran sering mondar-mandir, terlintas di pikiran saya untuk merintis usaha sebagai penyedot WC, dan setelah terjun, ternyata usaha sampingan itu berjalan lancar. Sekali order biasanya dapat penghasilan Rp 500 ribu,” katanya.

Bahkan karena pekerjaan sampingannya tersebut, Brigadir Wiwik mendapatkan julukan di masyarakat dan teman-teman sejawatnya sebagai Wiwik Septc Tank.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Santoso menganggap Brigadir Wisnu sebagai sosok polisi pekerja keras. Aktivitas kedinasan tak pernah diabaikan. Ia pribadi sempat kaget, ketika mengetahui anggotanya tersebut juga merangkap menjadi tukang sedot WC.

“Tentunya kami memberikan dorongan semangat bagi Brigadir Wisnu Santoso. Dia memiliki semangat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, sekaligus semangat mencari tambahan penghasilan halal, demi menghidupi keluarga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono