Tol Brebes-Gringsing Tak Bisa Dipakai untuk Pemudik pada Idul Adha 

Foto Ilustrasi (Tibratanewspolda Jateng)

MuriaNewsCom, Brebes – Polri menyatakan bahwa tol Brebes-Gringsing, yang menjadi jalur darurat saat libur Lebaran lalu, tidak akan bisa digunakan saat libur Idul Adha nanti. Sebab, ada perbaikan di jalan di tol tersebut.

“Karena kita sudah tidak bisa lagi lewat tol, jalannya sudah dikeraskan, jadi tidak bisa kita pakai lagi,” kata Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan di flyover Klonengan, Tegal, dikutip dari detik.com.

Ia mengatakan di libur Idul Adha ini, kenaikan volume kendaraan sekitar 20 persen atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan Lebaran. Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas sebelum keluar dari Tol Brebes.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyatakan jalur tol Brebes-Gringsing saat ini dalam proses perbaikan setelah digunakan untuk jalur darurat ketika arus mudik Lebaran. Perbaikan ini ditargetkan hingga 2018.

Iriawan meninjau tol darurat Brebes-Gringsing.”Saat ini saya berada di tempat yang disebut dulu pintu Tol Kaligangsa di mana ada tol dari sini ke Gringsing sejauh 110 km,” kata Iriawan di pintu Tol Kaligangsa, Brebes, Selasa (29/8/2017).

Iriawan mendapat penjelasan dari petugas bahwa tol ini yang menuju ke Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Terpantau jalanan di Kaligangsa belum sepenuhnya selesai lantaran masih banyak pasir-pasir di sekelilingnya.

 “Saat ini tidak bisa digunakan dulu tol fungsional karena situasional. Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian sehingga kira-kira akan selesai akhir tahun. Jadi masalah karena membantu sekali bagi pemecah atus lalin yang tidak stuck di Brexit,” kata Iriawan.

Meski begitu, dia berharap dengan skema-skema pengaturan lalu lintas yang telah direncanakan kepolisian dapat memecah kemacetan. Dia berharap tidak terjadi lagi macet horor di Brexit seperti sebelumnya. “Saya harapkan tidak terjadi permasalahan khususnya di Brebes Timur atau pintu keluar Brexit ini,” kata Iriawan.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Perempuan Penuh Tato Asal Cilacap Ditemukan di Paguyangan Brebes

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Mayat perempuan penuh tato ditemukan di pinggir jalan arah Tuk Sirah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (20/8/2017). Identitas mayat baru berhasil ditemukan Polres Brebes, Senin (21/8/2017). Perempuan tersebut diduga tewas karena dibunuh.

Data yang dikantongi Polsek Paguyangan, korban bernama Desti Pratika (27) warga jalan Salam RT 05 RW 03, Kelurahan Kepudang, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Korban saat ini diautopsi di RSUD Brebes. Dari tubuh korban, tampak darah keluar dari hidung, mulut berbusa dan lidah menjulur akibat cekikan serta luka memar di bagian ketiak.

Adapun ciri-ciri korban di antaranya bertubuh gempal, kulit putih dan rambut ikal panjang dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter. Ketika korban ditemukan mengenakan celana jeans biru dan kaos warna merah muda serta jaket jeans biru. Pada tubuh korban juga ada beberapa tato, di antaranya di lengan kanan bergambar kepala tengkorak dan tulisan warna “DESTY” serta di bawah perut bergambar Love bersayap.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Ciptohadi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Polisi mengungkapkan dari identitas yang ditelusuri diketahui korban merupakan ibu rumah tangga. “Untuk lebih lanjut, kita masih akan terus selidiki,” kata Bowo.

Sejumlah saksi mata yang melihat korban, Karso (30) warga Dukuh Benda Winduaji,  melihat hal yang mencurigakan sebelum korban dibuang. Pada Sabtu (19/8/2017)  sore, Karso melihat mobil Kijang warna gelap di lokasi penemuan mayat. Tak lama kemudian, Karso melihat mayat tersebut. Mulanya, Karso menganggap jika itu boneka bekas karnaval yang dibuang pemiliknya.

Editor : Akrom Hazami

Peserta Kemah Pramuka Tewas saat Main di Sungai Ciraja Brebes

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Ini menjadi pelajaran bagi pengawas kegiatan kemah. Terutama untuk mereka yang menggelar kemah di Hari Pramuka. Sebab akibatnya adalah akan berujung fatal. Seperti yang terjadi di Kabupaten Brebebs. Seorang peserta kemah meninggal dunia karena tenggelam di sungai.

Adalah Dani Azam (10) warga Dukuh Secang, Desa Terlaya, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, tewas setelah tenggelam di Sungai Ciraja, Senin 14 Agustus 2017 sekira pukul 11.30 WIB.

Dikutip dari Panturanews.com, informasi yang diperoleh, korban yang merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahus Salam tersebut tengah mengikuti kegiatan Perkemahan Pramuka yang dilaksanakan di Lapangan Garuda kecamatan setempat.

Kejadiannya bermula saat korban bersama empat temannya peserta kegiatan perkemahan Pramuka, pergi ke Sungai Ciraja tanpa sepengetahuan dari pembinanya. Kelima siswa tersebut tenggelam bagian kedung sungai yang cukup dalam dan tidak dapat berenang.

Warga setempat yang mengetahui peristiwa itu langsung memberikan pertolongan, namun Dani Azam tak dapat diselamatkan, sementara empat teman lainnya berhasil diselamatkan warga.

Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bantarkawung untuk mendapatkan pemeriksaan dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Bantrkawung, Aiptu Hasari membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas peristiwa yang merenggut nyawa anak peserta kegiatan Perkemahan Pramuka tersebut.

 

Editor : Akrom Hazami