LSM Kudus Rescue dan Relawan BPBD Kudus Gelar Sahur on The Road

 Para relawan dan LSM Kudus Rescue membagikan nasi untuk sahur (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Para relawan dan LSM Kudus Rescue membagikan nasi untuk sahur (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kudus Rescue dan Forum Relawan BPBD Kudus menggelar Sahur on The Road dengan berbagi nasi untuk keperluan sahur, pada Minggu (19/6/2016) sekitar pukul 01.30 WIB.

Panitia kegiatan, Khalimatus Sa’diyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan bakti sosial pada bulan Ramadan. Setidaknya, dalam kegiatan ini ada sekitar 550 bungkus nasi yang dibagikan. “Berbagi nasi untuk sahur ini, menyasar kepada kaum duafa dan fakir miskin yang membutuhkan keperluan sahur,” ujarnya.

Kegiatan ini, juga sekaligus diselingi dengan pemberian imbauan terkait penanggulangan bencana, yang sebelumnya juga telah dilakukan LSM Kudus Rescue. “Kegiatan ini merupakan kali keempat, dan untuk rutenya sendiri  mulai dari Kantor BPBD Kudus menju Alun-alun Simpang Tujuh hingga Mall Matahari. Sementara itu ada juga yang menuju Perempatan Jember, dan Jalan Lingkar Ngembal Kudus,” ujarya.

“Untuk 550 porsi nasi yang dikemas dengan strereovom tersebut dibagikan ke beberapa warga, di antaranya tukang becak, tukang sapu maupun dan lainnya yan ada jalan atau yang tidak sempat pulang lantaran kesibukan kerja,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan ini baik mulai persiapan, memasak dan lainya memang ditangani oleh LSM Kudus Rescue Kudus dan para relawan BPBD Kudus.”Namun keperluan tempat maupun fasilitas lainnya disediakan oleh intansi BPBD.Sedangkan untuk biaya kita menggandeng donatur. Baik perusahaan ataupun perorangan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

50 Anak Yatim, Duafa dan Disabilitas  Kudus “Tertawa” Riang

Sekda Kudus Noor Yasin memberikan sambutan dalam kegiatan sosial yang digelar para relawan dan LSM Kudus Rescue di gedung BPBD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sekda Kudus Noor Yasin memberikan sambutan dalam kegiatan sosial yang digelar para relawan dan LSM Kudus Rescue di gedung BPBD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 50 orang dari anak yatim piatu, kaum duafa dan penyandang disabilitas “tertawa” riang usai disantuni oleh LSM Kudus Rescue dan Relawan BPBD di kantor BPBD, Sabtu (18/6/2016).

Sekrertaris kegiatan Khalimatus Sa’diyah mengatakan, kegiatan santunan ini dilanjutkan denganbuka puasa bersama.”Juga diberikan dengan stiker yang bertuliskan imbauan untuk mencegah bencana. Sehingga  dengan kegiatan ini bisa memberikan pendidikan kepada mereka untuk bisa menjaga alam dari kebencanaan,” kata Khalima.

Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Sebab relawan Kudus bisa kompak. “Bila mengandalkan instansi BPBD juga mungkin sangat sulit, sebab PNS BPBD saja sekitar 13 orang. Sehingga saya menaruh hormat pada relawan dan LSM Kudus Rescue yang mengadakan sosial tersebut,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tanggap Bencana, BPBD Kudus Siapkan Latihan Gabungan

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam mempersiapkan kader untuk bisa diajak kerja sama dalam
menanggulangi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bakal menggelar latihan gabungan bersama tujuh organisasi yang ada di Kudus.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kudus Atok mengatakan, pihaknya akan menggelar latihan gabungan bersama tujuh oraganisasi. ”Dimana ke tujuh organisasi tesebut merupakan partner kita disaat penanggulangan bencana. Ke tujuh organisasi tersebut yakni Pencegahan Bencana Alam dari NU, PKPU, ORARI, RAPI, Satgas BPBD, Kudus Rescue, dan FKPPI,” paparnya.

Dia melanjutkan, untuk latihan tesebut nantinya setiap organisasi mengirimkan 10 orang. Nantinya disaat latihan atau penyampaian materi bisa berjalan maksimal. Latihan terhadap penanggulangan bencana tersebut akan digelar di Embung Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan pada April 2016 mendatang.

”Untuk penyampaian materinya, kita serakan kepada organisasi masing-masing. Sebab ke tujuh organisasi tersebut telah memahami tentang kebencanaan. Sehingga latihan ini dapat mempertajam kembali ilmu dan pengetahuannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, setelah latihan tersebut digelar, diharapkan ke 10 Anggota dari perwakilan organisasi masing-masing dapat menyalurkan ilmunya kepada anggota yang lain. Dan latihan tersebut difasilitasi penuh oleh BPBD Kudus.

Editor : Titis Ayu Winarni

BPBD Bakal Libatkan STIKES Cendekia Utama Kudus untuk Penanganan Bencana

Mahasiswa STIKES Cendekia Utama Kudus mengikuti latihan penanganan bencana (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Mahasiswa STIKES Cendekia Utama Kudus mengikuti latihan penanganan bencana (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kudus Atok memberikan apresiasi latihan tanggap bencana yang dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cendekia Utama Kudus.

Dengan adanya pelatihan seperti itu, katanya, mahasiswa nantinya dapat berperan serta dalam menyikapi bencana yang terjadi. Sehingga, potensi kerugian di masyarakat dapat diminimalisasi.

“Latihan seperti ini tentunya sangat bagus, diharapkan nantinya dapat membantu secara langsung kepada masyarakat. Selain itu, cara menanggulangi bencana yang cepat dan tepat tentunya bisa didapat dari latihan seperti ini,” ungkapnya.

Pada latihan yang digelar hari ini dengan menggandeng BPBD Kudus, setidaknya ada tiga poin penting materi yang diberikan kepada mahasiswa. Di antaranya, pengenalan fasilitasdan area wilayah air, kegunaan fasiltasdan pendalaman materi.

“Dalam latihan ini juga ada simulasi penanganan bencana khususnya banjr. Kemudian ada juga pertolongan pertama  kepada korban,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Puluhan Mahasiswa STIKES Cenut Kudus Dilatih Tanggap Bencana

BPBD Kudus, Hujan Tidak Hujan Tetap Siaga

Tim BPBD Kudus tengah mengecek kondisi perahu karet untuk disiagakan ketika bencana datang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tim BPBD Kudus tengah mengecek kondisi perahu karet untuk disiagakan ketika bencana datang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menghadapi musim hujan yang dimungkinkan terjadi bencana. BPBD Kudus juga mempersilakan logistik. Hal itu untuk menunjang jikalau terjadi bencana di Kudus.

Kepala BPBD Kudus Bergas C Penanggungan mengaku hujan tidak hujan tetap siaga, karena cuaca saat ini tidak menentu. Terlebih hujan kemarin yang dinilai tinggi membuat beberapa daerah tergenang air.

”Kalau untuk logistik saat ini sudah mulai diperbanyak yang disimpan BPBD, hanya beras dan air mineral. Karena yang tidak mudah busuk. Ini antisipasi untuk bantuan jika suatu saat ada bencana, karena sudah masuk dibulan-bulan rawan bencana atau masuk musim hujan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ditambahkan, persediaan logistik diupayakan tidak kosong. Sebab perut juga mejadi kendala jika terjadi bencana. Meskipun jika darurat banyak yang menyumbang, namum pemkab juga harus menyiapkan.

Selain itu, alat-alat seperti tenda darurat jika ada yang rusak diperbaiki. Bergas mengatakan, semua perlengkapan dilakukan pengecekan, setelah memasuki musim hujan atau rawan bencana sudah siap, tapi ada pemantauan terus.

Kapal-kapal karet yang rusak dalam artian sobek atau mesin macet, saat ini dalam proses perbaikan. Jadi tidak hanya orangnya yang siaga, tapi perlengkapan evakuasi juga tetap diperhatikan. (FAISOL HADI/TITIS W)

Intensitas Hujan Tinggi, BPBD Kudus Siapkan Perlengkapan dan Logistik

Tim BPBD Kudus tengah mengecek kondisi perahu karet untuk disiagakan ketika bencana datang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tim BPBD Kudus tengah mengecek kondisi perahu karet untuk disiagakan ketika bencana datang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Cuaca yang tidak bisa diprediksi membuat Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kudus selalu siaga. Terlebih hujan seharian kemarin membuat Kudus tergenang air dalam skala yang cukup besar. Hanya, meski sudah banyak air perlengkapan BPBD berupa perahu karet dan logistik masih belum difungsikan.

Hanya, BPBD juga tengah menyiapkan jikalau dalam waktu mendadak alat evakuasi itu dibutuhkan. Seperti perlengkapan evakuasi dan relawan disiapkan, jika suatu saat ada laporan bencana dari masyarakat.

Hal ini dijelaskan Kepala BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, bagi dia BPBD kini sudah siaga selama 24 jam. Dia mengaku ada delapan kapal karet yang ready dan perlengakapan evakuasi lainnya misalnya pelampung dan tenda darurat.

”Sekarang ini sudah masuk musim hujan, bahkan sangat deras sekali. Dan daearah-daerah rawan bencana terus dipantau. Kami sudah lakukan koordinasi di masing-masing kecamatan dan perangkat desa lainya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Bergas mengatakan, petugas BPBD memberikan pelatihan terkait dengan SAR perangkat desa. Jika ada kejadian di wilayahnya, tim tersebut menjadi pertolongan pertama sebelum petugas BPBD datang.

”Kejadian tidak bisa diprediksi, tim SAR di desa-desa itu sebagai upaya pertolongan pertama jika petugas BPBD kebetulan atau bertepatan ada kejadian lain yang bersamaan. Untuk antisipasi saja, tapi petugas tetap sigap langsung menuju ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Selain itu, komunikasi juga terus digalakkan guna mengetahui informasi terkini tentang kondisi yang terjadi di Kudus. Khususnya yang berpotensi bahaya. (FAISOL HADI/TITIS W)