Monyet Liar Ditembak Mati Usai Serang Nenek di Karanggede Boyolali

Warga melihat monyet yang ditangkap warga di Desa Sendang, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. (Facebook)

MuriaNewsCom, Boyolali – Warga Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, berang dengan ulah monyet. Sebab, monyet telah menyerang nenek, Wagiyem (7) warga Dukuh Gunungsari, Desa Karangkepoh, Kamis (24/8/2017) pagi. Akibat serangan monyet, Wagiyem mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Hal itu membuatnya dilarikan ke RS Karima Utama Kartasura.

Warga pun ramai-ramai memburu monyet tersebut. Warga bersama Polsek Karanggede, Koramil, Perbakin serta komunitas penembak, ikut serta memburu monyet. Setelah beberapa lama melakukan perburuan, monyet pun muncul. Warga melihat monyet di salah satu rumah warga. Aksi kejar monyet pun berlangsung panas.

Para pemburu melihat monyet di kolong tempat tidur salah satu rumah warga. Akhirnya, mereka bisa menangkap monyet setelah sebelumya berhasil menembak monyet. Akibat tembakan itu, monyet langsung mati. Warga, kemudian, membawa monyet dari rumah tersebut. Warga terpaksa menembak monyet karena tak ingin ada warga yang terkena serangan monyet lagi. 

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Surakarta, BKSDA Jateng, Titi Sudaryanti, dikonfirmasi membenarkan bahwa seekor monyet yang menyerang warga di Karanggede, sudah tertangkap.

“Iya. Petugas sedang meluncur ke Karanggede. Satu ekor (yang tertangkap), mati,” kata Titi dikutip dari detik.com.

Kepala Desa (Kades) Sendang, Sukimin, mengatakan, warga berhasil tangkap monyet sekitar pukul 14.00 WIB. Monyet ditangkap dalam kondisi mati ditembak. Mereka tidak mau mengambil riosiko jika harus menangkap hidup-hidup, karena monyet itu ganas dan sudah sering menyerang warga. “Monyetnya mati, ditembak menggunakan senapan gas,” jelas dia.

Warga sejumlah desa di Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali sejak beberapa bulan lalu memang telah diresahkan dengan kemunculan monyet liar yang serang menyerang dan melukai warga. Monyet itu telah melukai belasan warga di sejumlah desa, antara lain warga Desa Sendang, Desa Bangkok, Desa Dologan di Kecamatan Karanggede dan beberapa warga Kecamatan Kemusu.

Editor : Akrom Hazami

Boyolali Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban 

Hewan ternak disiapkan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha yang tiba beberapa hari lagi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Mengantisipasi antraks, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memantau hewan ternak warga di daerah endemis antraks di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego dan Kecamatan Ampel.

Kabid Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Uspet Kesmavet), Disnakan Boyolali, Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau daerah endemis antraks. Setidaknya, pihak dinas melakukannya tiga bulan sekali. 

“Daerah endemis antraks dipantau terus. Setiap tiga bulan sekali petugas selalu datang ke sana dan melakukan vaksin ke hewan ternak milik warga,”ungkapnya dikutip dari detik.com

Pihaknya juga menyiapkan hewan kurban sehat dengan intensif memantau dengan membentuk tim, untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pihaknya membentuk tiga tim untuk memantau di 21 lokasi penyembelihan di wilayah Boyolali Kota. Sedangkan untuk wilayah kecamatan lainnya diserahkan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Selain itu, juga akan melangsungkan patroli ke masjid yang jadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Tim tersebut juga memeriksa daging usai disembelih. Gunanya memantau kondisi daging, apakah sehat atau sebaliknya. 

Seperti cacing hati, yang biasa ditemukan pada hewan yang sekilas tampak sehat. Hati yang mengandung cacing itu menurut dia, masih bisa dikonsumsi. Asalkan cacingnya sedikit. Namun cacing-cacing itu harus dihilangkan terlebih dulu. Selain itu juga harus dimasak benar-benar matang. 

Sebelum Idul Adha, dinas juga akan melakukan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sosialisasi meliputi tanda-tanda hewan sehat, teknik penyembelihan yang benar, teknik merebahkan hewan dan cara penanganan daging.

Editor : Akrom Hazami 

Populasi Sapi di Boyolali Tertinggi Se-Jawa Tengah

Warga melakukan ternak sapinya, beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali menyatakan saat ini jumlah populasi sapi di Boyolali tertinggi se-Jawa Tengah. Boyolali masih di puncak dengan diikuti Rembang, Blora, dan Purwodadi.

“Selama ini jumlah populasi sapi per wilayah yang dihitung hanya sapi potongnya saja. Sedangkan sapi perahnya tak masuk hitungan,” kata Kasi Perbibitan Ternak Disnakkan Boyolali, Sugiyarto, Jumat (18/7/2017) dikutip dari krjogja.com.

Menurutnya, saat ini, populasi sapi potong di Boyolal‎i ada 85 ribu ekor, sedang jumlah sapi perah mencapai 80 ribu ekor. Apabila populasi sapi perah dihitung, maka jumlah populasi sapi di Boyolali mencapai 160-an ribu ekor. Selain itu, Boyolali juga menjadi barometer transaksi pasaran sapi di Jateng. Dengan pasar ternak Sunggingan Boyolali yang menjadi pasar hewan terbesar di Jateng.

Sedangkan untuk menjaga populasi sapi tetap tinggi, pihaknya mengimbau para pemilik sapi tak memotong sapi betina yang masih produktif. Namun untuk transaksi sapi yang dijual ke luar Boyolali, pihaknya tak bisa melarang sebab itu hak pemilik sapi. Ada berbagai model pedagang sapi, yakni ‎pedagang sapi, baik perah maupun potong, yang menjual anaknya, pedagang yang membeli sejak kecil yang dijual saat siap kawin, pedagang yang jual beli sapi bunting dan sebagainya.

“Tak ada regulasi larangan transaksi sapi bunting. Yang penting jangan memotong sapi betina produktif atau sedang bunting sebab sekarang upaya meningkatkan populasi sapi sedang gencar-gencarnya digalakkan,” tambahnya.

Dia menambahkan, salah satu program peningkatan populasi sapi yang dilakukan yakni Program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab)‎ yang digalakkan secara nasional.Untuk Boyolali ditarget sebanyak 50.062 ekor sapi perah maupun sapi potong akan dibuntingi dengan inseminasi buatan (IB). Dalam program ini, sapi yang diinseminasi seluruhnya gratis. Tak ada biaya apapun yang ditarik dari pemilik ternak.

“Sudah dilakukan sejak April lalu dan sampai bulan juni sudah 24.768 ekor sapi yang sudah diinjeksi IB,” ‎pungkas Sugiyarto.

Editor : Akrom Hazami

150 Pelaku IKM di Kudus Timba Ilmu ke Boyolali

Sejumlah pekerja industri rumahantengah menjahit bahan kain untuk membuat celana. (MuriaNewsCom)

Sejumlah pekerja industri rumahantengah menjahit bahan kain untuk membuat celana. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kudus mengajak 150 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) ke Boyolali. Ratusan pelaku usaha tersebut ditujukan untuk belajar lebih serius tentang pengembangan produk.

Kabid Industri Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Koesnaeni mengatakan, Boyolali merupakan kabupaten yang memiliki pengembangan usaha cukup bagus. Karena itu pelaku usaha diharapkan bisa menimba ilmu untuk membuat usahanya laris manis.

”Rencananya selain pelatihan, para pelaku usaha akan melakukan kunjungan sesuai dengan bidang usahanya masing-masing. Misalkan, pengusaha tahu ya mereka kunjungannya ke IKM yang mengolah tahu. Begitupun yang lainnya,” katanya

Ia mengatakan, acara nimba ilmu ke Boyolali ini, merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan Dinas. Sebelum diajak ke sana, peserta dilatih terlebih dahulu guna mendapatkan bekal, barulah diajak studi lanjut.

”Pelatihan dimulai Senin (9/5) sampai kemarin. Para pelaku diberikan materi teori mulai Senin (9/5) sampai Rabu (11/5),” ungkapnya.

Ia mengakui, dengan adanya kunjungan IKM ke Boyolali untuk mengetahui kreasi dan inovasi pengusaha di sana. Sehingga, peserta pelatihan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Harapannya, dengan adanya studi banding mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Yang nantinya akan membuat produk semakin menarik dan berkembang.

Editor: Supriyadi