Kekeringan Grobogan, Warga Jual Bongkah Tanah Biar Punya Uang

Petani menjual bongkah tanah dari salah satu lahan sawah akibat kekeringan di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bencana kekeringan yang melanda wilayah Grobogan membawa kesedihan bagi sebagian petani. Sebab, kondisi ini menyebabkan mereka harus kehilangan penghasilan utama. Soalnya, tanah sawahnya tidak bisa ditanami apa-apa lantaran sulitnya mendapatkan air.

Menghadapi kondisi itu, sebagian petani ada yang menempuh jalan lain demi mendapatkan penghasilan. Yakni, dengan mengeduk tanah sawahnya dalam bentuk bongkahan untuk selanjutnya dijual kepada mereka yang memerlukan.

“Kondisi sawah di sini tidak bisa ditanami karena kering tanahnya. Dengan menjual bongkahan tanah bisa mendapatkan uang,” kata Sumarto, warga Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Sabtu (14/8/2017).

Bongkahan tanah itu biasanya dibeli orang untuk menguruk pekarangan atau fondasi bangunan baru. Harga tanah bongkahan itu juga cukup murah. Yakni, berkisar Rp 100 hingga 150 ribu per rit atau truk engkel. Harga ini tergantung jarak sawah dengan jalan raya.

 

Editor : Akrom Hazami