Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Embung

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Rembang – Nasib nahas menimpa Ahmad Fadholi (9) warga Desa Sampung, Kecamatan Sarang. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) tersebut tewas tenggelam di embung desa setempat, Minggu (7/5/2017) sekitar pukul 08.00 WIB.  Diduga ia tewas karena tidak bisa berenang saat mandi di embung tersebut.

Dari keterangan Kapolsek Sarang, AKP I Made Hartawan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kala itu korban bersama tiga orang temannya yakni Jati, Farouk, dan Arif mandi di embung. Namun, di saat mandi bersama-sama, korban tiba-tiba bergeser ke kolam tengah yang berkedalaman sekitar 2 meter.

Karena tidak bisa berenang, korban terlihat gelagapan. Beberapa kali korban melambaikan tangannya hingga akhirnya tenggelam. Melihat kejadian tersebut, ketiga temannya langsung ketakutan. Mereka pun lari dari embung dan meminta tolong kepada warga. 

Warga yang mendengar kejadian tersebut langsung menuju tempat kejadian. Namun, korban sudah tak terlihat si permukaan. Akhirya, beberapa warga dan perangkat langsung melapor polisi.

Warga bersama pihak kepolisian akhirnya melakukan pencarian hingga satu jam lamanya. Setelah susah payah, korban ditemukan berada di dasar embung dengan kondisi lemas.  Korban sempat diberikan pertolongan pertama, namun tidak berhasil.

“Korban meninggal dunia. Sementara itu, polisi bersama tim medis pun menjalanakan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, di tubuh koraban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan. Sehingga korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Keluarga Tolak Jenazah 2 Bocah Tewas di Sungai Sukopuluhan Pati Diautopsi

tenggelam

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua bocah warga Dukuh Soko, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, tewas tenggelam di sungai desa setempat, Rabu (29/6/2016). Keduanya adalah Savana (7) dan Kerinna (11).

Saat ditemukan, Savana menggunakan rok warna merah, tinggi badan 115 cm, dan mulut mengeluarkan busa. Sementara itu, Kerinna mengenakan baju warna merah dengan tinggi badan 120 cm. Kerinna juga mengeluarkan busa pada mulut.

“Saat diautopsi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh kedua bocah. Namun, saat akan diautopsi, keluarga korban menolaknya. Pihak keluarga sudah menerima kepergian anaknya,” ujar Kapolsek Pucakwangi AKP Sumadi, Kamis (30/6/2016).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, ketiga bocah tersebut awalnya nonton televisi di salah satu rumah korban. Orang tua meninggalkannya karena dikira sudah tidur.

Ketika orang tua masuk rumah, tiba-tiba saja ketiga anak tersebut sudah tidak di tempat. Setelah dicari, hanya ditemukan satu anak, sedangkan dua anak lainnya tidak ada.

Setelah dicari, ternyata keduanya tenggelam di sungai dan dalam keadaan kritis. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Editor : Akrom Hazami

2 Bocah Sokopuluhan Pati Tewas Tenggelam di Sungai