Semalaman Terseret Arus, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Tajum Banyumas

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Banyumas – Bocah berusia delapan tahun, Bima, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, ditemukan tak bernyawa di Sungai Tajum, Desa Karanganyar, Kabupaten Banyumas, Selasa (15/8/2017) ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Tajum, desa setempat.

Bocah itu tenggelam setelah terseret arus pada Senin (14/8/2017) sore kemarin, saat bermain air bersama tiga temannya.

Kepastian ditemukannya tubuh Bima dikatakan Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono. Ia mengatakan, tubuh korban ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa.

”Kami melakukan penyisiran dengan perahu dan menyisir di pinggiran sungai, dan pukul 08.45 WIB tubuh korban ditemukan,” katanya kepada wartawan.

Tubuh korban ditemukan tak jauh dari lokasi pertama tenggelam. Setelah dievakuasi, tubuh korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Mulwahyono mengatakan, operasi SAR pencarian korban ini melibatkan banyak pihak. Seperti personel Tagana Banyumas, Polsek Jatilawang, Koramil Jatilawang, dan potensi SAR lainnya serta keluarga korban.

Korban tenggelam Senin kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama tiga temannya tengah mandi dan bermain di Sungai Tajum. Setelah beberapa saat korban langsung terseret arus dan hilang,

Oleh karena takut, ketiga teman korban baru menceritakan kejadian nahas itu kepada orang tua masing-masing sekitar pukul 18.00 WIB. Keluarga dan warga setempat segera mencari Bima namun hanya menemukan baju milik korban di sekitar lokasi kejadian.

Tagana Banyumas beserta personel Polsek Jatilawang dan Koramil Jatilawang yang menerima informasi tersebut segera mencari korban pada pukul 23.00 WIB dengan menyusuri alur Sungai Tajum sejauh 4 kilometer.

Namun setelah dilakukan pencarian hingga pukul 00.30 WIB, korban tidak ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Selasa (15/8) pagi.

Editor : Ali Muntoha

Terpeleset di Sungai Lusi, Bocah Berusia 11 Tahun di Kedungrejo Grobogan Dicari Tim SAR

Warga dan anggota Tim SAR gabungan berada di pingggir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, untuk mencari korban tenggelam Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Belasan anggota Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai Lusi di Dusun Kedungjago, Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Minggu (9/4/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Korban tenggelam seorang bocah berusia 11 tahun bernama Moh Multazam Arrsyad, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, pagi itu korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama tiga teman sebanya. Yakni, Kaidar, Moh Faruq, dan Rokhim.

Tenggelamnya korban terjadi saat hendak mengambil sebongkah tanah dipinggiran sungai. Usai mengambil tanah, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Salah seorang temannya yang berdiri di bibir sungai sebenarnya sudah berupaya menarik tangan korban. Namun, setelah pegangan tangan terlepas karena terhempas arus air.

Selanjutnya, rekan korban berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air.

Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hingga tengah hari hasilnya masih nihil.

“Kita masih melakukan pencarian bersama tim SAR. Semoga korban bisa cepat kita temukan,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Editor: Supriyadi

2 Bocah Sokopuluhan Pati Tewas Tenggelam di Sungai

tenggelam 1

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua bocah asal Dukuh Soko, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Savana (7) dan Kerinna (11) tewas di sungai desa setempat, Rabu (29/6/2016).

Kejadian bermula, ketika tiga bocah bernama Savana, Kerinna dan Alvian sedang bermain di pinggir sungai desa setempat. Tiba-tiba, Savana dan Kerinna terpeleset dan jatuh ke dalam sungai dengan kedalaman tiga meter.

“Satu anak melaporkan kejadian itu kepada ibunya, kemudian si ibu meminta tolong kepada warga. Namun, kedua bocah itu sudah meninggal di sungai,” ungkap Kapolsek Pucakwangi AKP Sumadi, Kamis (30/6/2016).

Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, yakni berjarak sekitar tujuh meter. Diduga keduanya terpeleset, karena medan pinggiran sungai licin mengingat kondisinya usai gerimis.

“Kami imbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anaknya saat bermain. Terlebih, lokasi dekat dengan sungai besar sehingga perlu pengawasan ketat,” imbau Sumadi.

Editor : Akrom Hazami