2 Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Singo Desa Surodadi Jepara

Korban yang tewas tenggelam dievakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korban yang tewas tenggelam dievakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

   MuriaNewsCom, Jepara – Kejadian nahas menimpa dua bocah yang merupakan warga RT 20 RW 6 Desa Surodadi, Kecamatan Kedung, Jepara. Mereka adalah Sueb (13) dan Ilham Pratama (10), yang ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di Sungai Singo desa setempat, Rabu (8/6/2016).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayetno menjelaskan, keduanya ditemukan sudah dalam kondisi tewas. Ilham ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB, sedangkan Sueb ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB.

“Mereka awalnya main berempat sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka semua tenggelam, tapi dua anak, yakni Alfian (10) dan Reza (9) bisa selamat. Sedangkan Ilham dan Sueb ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Lulus Suprayetno kepada MuriaNewsCom, Rabu (8/6/2016).

Menurutnya, pencarian awal dilakukan oleh warga sekitar. Kemudian dalam pencarian lanjutan dibantu tim penyelamat dari Jepara Rescue. Proses pencarian korban menjadi perhatian warga sekitar maupun yang melintas.“Korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka. Kedua korban merupakan tetangga. Rencananya, sore ini kedua korban langsung dimakamkan,” katanya.

Dia menambahkan, meskipun kondisi air nampak tenang, baik di sungai maupun di laut. Pihaknya mengimbau agar warga tetap lebih berhati-hati. Sebab, gelombang dan arus yang deras bisa datang kapan saja.

Editor : Kholistiono

Bocah 7 Tahun Tenggelam di Sungai Gelis Tulakan

bocah tenggelam (e)

Petugas BPBD Jepara berupaya mencari keberadaan bocah 7 tahun yang hanyut di Sungai Gelis, turut Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini, seorang bocah berusia tujuh tahun diketahui tenggelam di Sungai Gelis, turut Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara, Sabtu (30/5/2016).

Bocah tersebut diketahui bernama Alfin Fahmi Apifi. Bocah tersebut merupakan anak dari Jamil, warga RT 04/RW 05, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Jepara.

Korban diketahui tenggelam di Sungai Gelis, yang turut di RT 05/RW 02, Desa Tulakan itu juga. Korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya, kemudian hanyut tenggelam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengatakan, korban tenggelam tersebut mulanya bermain bersama teman-temannya dan mandi di Sungai Gelis tersebut.

Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB, korban diketahui terseret derasnya arus air sungai. ”Korban mandi di sungai bersama teman-temannya. Pada pukul 13.30 WIB, korban terseret arus sungai yang deras dan hilang,” ujar Pujo Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, petugas bersama relawan dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban. Sampai sore hari tadi, korban belum ditemukan. Pencarian menggunakan peralatan dan seragam lengkap. Lantaran saking derasnya arus, petugas juga harus menggunakan tali untuk melakukan pencarian korban.

Proses pencarian korban juga menyita perhatian masyarakat sekitar. Pihak keluarga dan warga sekitar berharap agar korban dapat segera ditemukan dan nyawanya masih dapat diselamatkan.

Editor: Merie

 

 

 

Ini Kronologi Tewasnya Bocah 2 Tahun di Saluran Irigasi Sawah di Jenggotan Jepara

bayi-tenggelam-ilustrasi-140610a

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bocah berusia 2 tahun bernama Muhammad Al Farizi, tewas di saluran irigasi area persawahan di Desa Jenggotan Kecamatan Kembang, Selasa (29/3/2016) sekitar pukul 08.15 WIB. Korban merupakan putra dari Ahmad Jamblon, warga RT 6 RW 01 Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara.

Camat Kembang Ahmad Syafi’i membeberkan kronologi peristiwa tersebut. Menurutnya, korban awalnya diajak kedua orangtuanya menggarap sawah, pagi tadi. Namun, saat kedua orang tuanya sibuk, korban asik bermain di dekat saluran irigasi.

“Ketika korban itu asik bermain, tiba-tiba terjatuh. Kemudian terseret arus sampai beberapa meter. Ketika itu, korban ditemukan warga setempat dalam kondisi tak bernyawa,” ujar Ahmad Syafi’i kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/3/2016).

Menurut dia, lokasi ditemukannya korban berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian terpelesetnya korban. Saluran irigasi tersebut dalam kondisi aliran air yang biasa saja, dengan ukuran lebar saluran sekitar 1,5 meter dan kedalaman air sekitar 0,5 meter.

“Airnya mengalir lumayan deras, tapi ya masih wajar. Hanya saja, karena korban masih kecil, dengan ukuran saluran seperti itu ya memang bisa terseret,” katanya.

Dia menambahkan, setelah diketahui korban tak bernyawa, selanjutnya korban langsung dibawa ke rumah duka. Peristiwa tewasnya bocah tersebut menyita perhatian warga sekitar dan menjadikan duka yang mendalam bagi pihak keluarga.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Bocah 2 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Desa Jenggotan Jepara

Bocah 2 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Desa Jenggotan Jepara

tenggelam

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bocah berusia 2 tahun bernama Muhammad Al Farizi, putra dari Ahmad Jamblon, warga RT 6 RW 01 Desa Kancilan, Kecamatan Kembang,Jepara tewas di saluran irigasi area persawahan di Desa Jenggotan, Kecamatan Kembang, Selasa (29/3/2016) sekitar pukul 08.15 WIB.

Camat Kembang Ahmad Syafi’i mengemukakan, korban tersebut tewas setelah terseret arus saluran irigasi persawahan di Desa Jenggotan. Korban terseret arus dan baru ditemukan sekitar 15 menit kemudian oleh warga setempat dalam kondisi tak bernyawa.

“Korban terseret arus di selokan air atau susukan, atau kalenan pinggir sawah pada pukul 08.15 WIB.Korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Syafi’i kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/3/2016).

Menurut dia, lokasi ditemukannya korban berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian terpelesetnya korban. Saluran irigasi tersebut dalam kondisi aliran air yang biasa saja, dengan ukuran lebar saluran sekitar 1,5 meter dan kedalaman air sekitar 0,5 meter.

“Airnya mengalir lumayan deras, tapi ya masih wajar. Hanya saja karena korban masih kecil, dengan ukuran saluran seperti itu ya memang bisa terseret,” katanya.

Dia menambahkan, setelah diketahui korban tak bernyawa, selanjutnya korban langsung dibawa ke rumah duka. Peristiwa tewasnya bocah tersebut menyita perhatian warga sekitar dan menjadikan duka yang mendalam bagi pihak keluarga.

“Kami turut berduka cita atas peristiwa ini. Mudah-mudahan pihak keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan menerima musibah ini,” katanya.

Editor : Kholistiono