DKK Klaim Sudah Memiliki Data Penyakit Bocah Lumpuh Asal Mejobo Kudus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) mengklaim sudah memiliki data terkait penyakit yang menyerang Muhanmad Febri Rizki Prayogo, warga Desa Golan Tepus, RT 5 RW 1 Mejobo yang diduga terserang Polio. Ini lantaran sudah ada petugas yang sempat menanganinya.

Hal itu diungkapkan Kepala DKK Kudus Maryata. Menurutnya petugas khusus terkait pengendalian penyakit sudah bertugas dengan baik. Bahkan petugas khusus tersbeut dinilai sangat aktif dan terjun langsung.

”Kami pasti sudah ada, tapi sekarang saya tidak bawa karna dibawa bidang dan petugas yang menangani,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, petugas selalu mendatangi langsung lokasi. Bukan hanya pengidap polio, namun juga penyakit lain yang terdapat di Kudus.

Selain itu, petugas dari Puskesmas juga dinilai aktif kepada masyarakat. Sehingga jika ada kasus semacam Febri, dianggap sudah tahu dan menindaklanjuti kepada dinas yang terkait yakni DKK.

”Apalagi itu sampai umur sembilan tahun, jadi pasti kami sudah mengetahui akan hal tersebut,” ujarnya

Sayangnya,  diusia yang sembilan tahun ini, ia yakin penanganannya akan lebih sulit. Karena itu, ia berharap masyarakat dan desa lainya dapat lebih aktif lagi untuk memberikan penanganan polio.

”Dengan begitu, tidak ada keluhan tentang kesehatan. Kalau jauh dari DKK bisa lapor kepada puskesmas,”imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Selain Lumpuh, Bocah di Kudus Ini Juga Miliki Riwayat Bibir Sumbing

Muhanmad Febri Rizki Prayogo dipangku sang paman karena mengalami kelumpuhan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Muhanmad Febri Rizki Prayogo dipangku sang paman karena mengalami kelumpuhan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muhanmad Febri Rizki Prayogo, bocah lumpuh warga Desa Golan Tepus, RT 5 RW 1 Mejobo, ternyata memiliki riwayat penyakit bibir sumbang. Meski kini sudah diobati dengan operasi, namun masih membuatnya susah berbicara.

Paman Febri, Deni Novianto (18) mengatakan, operasi bibir sumbing dilakukan di RS Karyadi. Meski operasi sudah lama dilakukan, namun pasca operasi bocah berusia sembilan tersebut masih susah berbicara dan lebih sering menangis.

”Sekarang kondisinya seperti itu, meski sudah baikan dengan bibir sumbang, tapi kondisi fisik masih lemas dan tidak bisa berjalan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dia menjelaskan, semenjak operasi bibir sumbang, pihak keluarga jarang membawanya untuk terapi. Pihak keluarga hanya beberapa kali membawa Febri berobat ke RSUD Kudus. Itupun beberpa tahun lalu setelah operasi dilakukan.

”Di RSUD tidak ditarik biaya. Sebab keluarga sudah memiliki kartu Jamkesmas yang diberikan pemerintah. Tapi mungkin sudah lama sekali, jadi sudah sulit ditangani,” ungkapnya.

Ia berharap ada perhatian lebih pemerintah. Apalagi, usia keponakan yang terbilang masih anak-anak masih memiliki masa depan panjang.

”Tidak ada petugas pemerintah yang datang kemari, bahkan petugas desa juga tidak ada yang datang untuk melihat kondisi keponakan saya ini. Saya harap pemerintah bisa peduli,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Video – Lumpuh, Bocah 9 Tahun di Kudus Ini Diduga Kena Gizi Buruk