Melihat Keceriaan Bocah Penyandang Kelumpuhan saat Dikunjungi Polwan

 

Kiki tampak ceria ketika dikunjungi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan para Polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kiki tampak ceria ketika dikunjungi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan para Polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Raut ceria terpancar dari wajah Rahma Fariski (9), warga Dusun Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Hal ini terlihat saat bocah yang akrab disapa Kiki itu dikunjungi empat anggota Polwan Polres Grobogan, Kamis (4/8/2016). Keceriaan itu barangkali cukup wajar. Sebab, selama ini, cita-cita bocah yang mengalami kelumpuhan mendadak tersebut adalah menjadi seorang Polwan.

Kiki yang ditemani beberapa teman bermainnya bahkan ikut bernyanyi bersama polwan yang datang ke rumahnya. Kedua orang tuanya, Basrun dan Suharti juga terlihat haru melihat kunjungan yang dilakukan anggota Satlantas tersebut.Ikut hadir pula Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan Kaurbinops Iptu Afandi. Sejumlah anggota satlantas ikut pula dalam kesempatan tersebut.

Menurut Nur Cahyo, kunjungan itu dilakukan untuk memberikan motivasi pada Kiki dan keluarganya. Terlebih, dari pemberitaan media disebutkan kalau punya cita-cita jadi seorang polwan.

”Makanya, kami sengaja mengajak anggota polwan untuk ikut kesini biar anak ini merasa senang dan termotivasi biar bisa sembuh. Kami ikut prihatin dengan kondisinya saat ini. Semoga Kiki lekas diberikan kesembuhan agar bisa beraktifitas seperti teman lainnya,” ungkap Nur Cahyo.

Dalam kesempatan itu, Nur Cahyo juga sempat menyerahkan sebuah kendaraan milik Basrun yang sejak beberapa hari lalu sempat ditahan di Polres Grobogan. Hal ini lantaran Basrun terjaring operasi saat ada razia di bundaran Getasrejo.

Saat terjaring razia, Basrun terkena tindakan tilang. Sebab, dia tidak punya SIM dan kendaannya juga tidak dilengkapi spion dan kelengkapan lainnya. “Masalah tilangnya sudah kita selesaikan dan hari ini kendaraan bapak kita antarkan sekalian ke sini. Tolong, nanti dilengkapi kelengkapan kendaraannya,” lanjut Cahyo.

Saat ada razia, Basrun ketika itu hendak membelikan obat buat anaknya. Sampai beberapa hari lamanya, tilang kendaraan itu belum diurus karena dia belum memiliki uang.“Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Semoga dengan adanya kunjungan ini, anak saya makin bersemangat,” kata Basrun.

Editor : Kholistiono

 

Mengharukan! Bocah Ini Harus Rela Pendam Cita-citanya jadi Polwan Karena Alami Kelumpuhan

Setiap hari, Suharti  harus mengantar dan menjemput Kiki dari sekolah dengan mendorongnya menggunakan kursi roda (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setiap hari, Suharti harus mengantar dan menjemput Kiki dari sekolah dengan mendorongnya menggunakan kursi roda (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk sementara, Rahma Fariski (9), warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan harus memendam cita-citanya menjadi seorang polwan. Hal ini setelah siswa kelas V SDN 01 Getasrejo itu mendadak terserang kelumpuhan.

Musibah yang menimpa Kiki (nama panggilannya) itu berawal saat ia bermain di rumah saudaranya, hari Minggu, 8 Mei lalu. Saat itu, Kiki yang bermain balon dengan mengenakan sandal hak tinggi tiba-tiba terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan. “Ketika itu, anak saya tidak merasakan keluhan apa-apa. Jadi kami tidak merasa khawatir,” cerita Basrun, ayah kandung Kiki.

Namun, selang empat hari setelah peristiwa itu, Kiki tiba-tiba merasa nyeri di bagian punggungnya ketika masih mengikuti pelajaran di sekolah. Lantaran tidak kuat menahan sakit, Kiki sempat menangis hingga akhirnya diantarkan pulang oleh gurunya.

Sesampai di rumah, Kiki merasakan mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Kedua orang tuanya kemudian langsung membawanya ke RSUD dr. Raden Soedjati Purwodadi. Kiki pun langsung diperiksa dan dilakukan rontgen pada bagian yang sakit. Namun, hasil foto tersebut tidak bisa menunjukan gejala yang menjadi penyebab kelumpuhan.

Oleh pihak rumah sakit, Kiki disarankan dirujuk ke rumah sakit yang punya peralatan medis lebih lengkap. Kedua orang tua Kiki diberi pilihan rumah sakit di Solo dan Semarang. Namun, karena terbentur biaya, saran dari pihak RSUD itu belum dilakukan.

”Kalau biaya pengobatan, mungkin bisa diatasi, karena kami sudah punya BPJS. Kami bingung, untuk bisa dibawa ke sana. Seperti biaya transportasi dan lainnya. Kami berharap bantuan dari pemerintah, agar Kiki ini bisa sembuh dan mewujudkan cita-citanya untuk menjadi seorang polwan,” lanjut Basrun yang bekerja sebagai buruh bangunan serabutan itu.

Akibat mengalami kelumpuhan tersebut, hampir seluruh aktivitas keseharian Kiki hanya dilakukan dengan tiduran dan duduk. Saat duduk, dia harus dijaga dengan pengaman di samping kanan-kirinya agar tidak terjatuh.

Meski mengalami kelumpuhan, Kiki sampai saat ini tetap sekolah. Setiap hari, Kiki diantarkan ke sekolah oleh ibunya Suharti yang mendorongnya di kursi roda.

Kursi roda ini merupakan hasil sumbangan berbagai pihak yang digalang oleh Komunitas Wisata Grobogan. Dengan kursi roda inilah Suharti mengantarkan anak keduanya ke sekolahan yang berjarak sekitar 2 km dari rumahnya.

Sementara itu, menurut guru kelasnya Aji Putra, Kiki merupakan siswa yang cukup pintar. Selama ini, dia mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Namun, Kiki memang sifatnya pendiam.

”Kami ikut prihatin dengan kondisinya saat ini. Semoga Kiki lekas diberikan kesembuhan agar bisa beraktifitas seperti teman lainnya. Selama ini, Kiki nilainya bagus-bagus,” katanya.

Editor : Kholistiono