Ini Kisah Mariatun, Perempuan Bersemangat Baja demi Kesejahteraan Keluarganya

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

Sosok Mariatun yang kini sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang diterima di BLK, ke kehidupan sehari-hari.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Potensi perempuan memang luar biasa. Seperti itu juga yang dimiliki seorang perempuan bernama Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Apa yang dilakukannya demi membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru. ”Saya melalui perjalanan hidup yang memang tidak mudah. Bermula dari ketidakmampuan saya untuk mewujudkan keinginan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi,” katanya.

Bisa dibayangkan bagaimana keinginan kuat Mariatun untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, memang sangat kuat. Apalagi mengingat dirinya sekolah mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), tidaklah mudah.

”Soalnya saya sekolah dari SD sampai SMA itu dengan beasiswa. Semuanya dari beasiswa. Hanya saja, karena sudah tidak ada biaya lagi dari orang tua, maka terpaksa harus berhenti sampai SMA saja,” paparnya.

Kondisi ekonomi orang tuanya, memang membuat Mariatun harus mengubur impiannya untuk kuliah layaknya teman-temannya yang lain. Usai menikah dan memiliki satu anak, keinginannya untuk meningkatkan kemampuan dirinya agar bisa menyejahterakan keluarga, semakin meningkat.

Peluang yang ada, selalu diambilnya. Berbagai kesempatan untuk bisa membangun sebuah keluarga yang sejahtera, juga diambilnya. Kemauannya untuk belajar memang sangat tinggi.

”Namun belum mencukupi juga. Sampai akhirnya, saya menemukan peluang itu di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus. Sebenarnya sudah sejak anak saya usianya dua tahun saya ikut BLK. Tapi karena waktu itu tidak bisa saya tinggal, akhirnya saya berhenti ikut pelatihan,” tuturnya.

Baru saat anaknya berusia tujuh tahun, keikutsertaannya di BLK berlanjut. Dia memilih untuk mengikuti pelatihan menjahit, yang mengajarkannya ilmu dan praktik dari awal sampai akhir. ”Diajari semua. Mulai dari nol sampai akhirnya benar-benar bisa. Dan saya berpikir, kenapa tidak dari dulu saja saya ikut kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” katanya.

BLK adalah salah satu bentuk dari program kegiatan yang dibuat Pemkab Kudus, dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima setiap tahunnya. Pelatihan di BLK ini sebagai salah satu dari amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kini, saya sudah bisa mengaplikasikan ilmu yang saya terima di BLK, ke kehidupan sehari-hari. Manfaatnya sangat besar ikut pelatihan di BLK ini. Dan saya juga ingin menambah ilmu dengan mengikuti pelatihan lainnya di sana,” imbuh Mariatun.

Editor: Merie

Jika Sudah Banyak Kesempatan Kerja di Kudus, Kenapa Harus Merantau

iklan-cukai-kudus-munyus-merantau-tyg-8-nov-2016

Peran seorang suami memang masih sangat vital. Namun, istri juga memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Keinginan untuk memperbaiki nasib, adalah satu hal yang wajar dilakukan seseorang. Bahkan, rela untuk merantau ke luar kota agar nasib menjadi lebih baik.

Termasuk dalam satu keluarga. Peran seorang suami memang masih sangat vital, untuk membangun sebuah keluarga yang sejahtera. ”Namun, istri juga memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga juga. Jadi memang harus saling mendukung,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Keinginan kuat untuk memperbaiki nasib itu, biasanya akan memaksa seseorang untuk pergi ke luar kota atau merantau, guna mendapatkan pekerjaan yang baik. Sehingga ketika suaminya merantau, istrilah yang harus berurusan dengan kondisi dan situasi di rumah.

Namun, ada hal yang harus diingat warga Kabupaten Kudus. Bahwa kesempatan untuk memperbaiki nasib, juga ada di kota ini. Tidak perlu jauh-jauh sampai harus ke luar kota.

”Melalui aneka kegiatan yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, warga bisa mendapatkan berbagai macam ketrampilan. Nah, dari ketrampilan itu, bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang nantinya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan,” tutur Win.

Dikatakan Win, kegiatan di BLK antara lain pelatihan tata busana, mesin, tata boga, dan beragam pelatihan lain. Ada kurang lebih 20 jenis pelatihan yang bisa diikuti warga. ”Dan semua dilaksanakan dengan gratis. Silakan warga Kudus yang memiliki potensi di berbagai bidang itu, untuk mengasah ketrampilannya di BLK,” jelasnya.

BLK sendiri hadir sebagai bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kesempatan untuk bekerja akan menjadi sangat luas, apabila kita memiliki kemampuan atau skill tersendiri. Tentu saja pelatihan di BLK itu, diselaraskan dengan kebutuhan yang ada di dunia kerja. Sehingga akan sangat berguna nantinya, bagi upaya meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Win.

Sosialisasi bagaimana pentingnya BLK tersebut, memang harus terus dilakukan. Supaya warga bisa mendaftarkan diri ke sana, dan mendapatkan pelatihan dengan baik. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Semangat Mariatun Ini Dapat Menjadi Teladan untuk Dirimu Bisa Sukses

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Namanya Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Apa yang dilakukannya demi membuat hidupnya lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru.

Ibu satu anak tersebut, mengatakan jika perjalanan hidupnya memang tidak mudah. Keinginannya untuk meraih pendidikan tinggi layaknya teman-temannya yang lain, terhalang kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.

Namun, Mariatun tidak menyerah. Setelah menikah, dia berpikir untuk ikut membantu keluarganya, meningkatkan taraf kesejahteraan. Caranya, dia mendaftar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, dan mendapat beragam pelatihan.

Itulah yang membuatnya bersyukur sekarang ini, karena sudah memiliki usaha sendiri. Bahkan, sangat terbantu dengan segala bentuk pelatihan dan fasilitas yang didapatnya dari BLK Kudus.

Cerita selengkapnya Mariatun ini, bisa disaksikan di video yang satu ini. Sebuah video yang mengungkap bagaimana bermanfaatnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dari Pemerintah Pusat.

Video ini adalah video Bagian Humas Setda Kudus, yang dibuat sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Jadi, inilah kisah Mariatun yang begitu tangguh menjalani hidup, dan terbantu dengan dana cukai. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Fahturozi Minta Anak Muda Kudus Bisa Tonton Videonya

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Namanya Fahturozi, salah seorang warga Kabupaten Kudus. Anak-anak muda yang ada di wilayah ini, harusnya bisa mencontoh apa yang dilakukan Fahturozi.

Pasalnya, Fahturozi adalah salah satu contoh anak muda yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang wirausahawan muda. Semuanya, berkat kerja kerasnya untuk berusaha, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Mau tahu bagaimana Fahturozi memulai usahanya sehingga bisa menekuni pekerjaan yang sesuai keingiannya? Ada baiknya, Anda saksikan video yang memperlihatkan bagaimana Fahturozi bisa mendapatkan aneka pelatihan, berkat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Video cukai ini dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Ada banyak hal yang dipelajari Fahturozi saat mengikuti kegiatan di BLK. Karena dana cukai memang dipergunakan untuk siapa saja anak muda di Kudus, yang menginginkan bisa berwiraswasta dengan usahanya sendiri.

Penasaran dengan apa yang dialami dan diikuti Fahturozi, ada baiknya untuk menyimak video ini. Pastinya, akan sangat menginspirasi. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

300 Lulusan BLK Kudus Dapat KUP

Plt Kepala UPT BLK Dinsosnakertrans Kudus Sajad. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Plt Kepala UPT BLK Dinsosnakertrans Kudus Sajad. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan kerja setiap tahunnya melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) memang bukan tanpa alasan.

Sebab pelatihan kerja di segala bidang, baik itu mulai dari pelatihan menjahit, merias, salon kecantikan, tata boga dan lainnya tersebut supaya bisa menciptakan kreativitas warga Kudus. Termasuk, mereka saat lulus pelatihan  bisa mandiri mendirikan usaha.

Plt Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinsosnakertrans Kudus Sajad mengatakan saat ini sebanyak 300 lulusan pelatihan sudah mendapatkan program Kredit Usaha Produktif (KUP).

Dia menilai, sekitar 30 ribu peserta pelatihan BLK dari tahun 2009 hingga 2016, ke 300 lulusan tersebut sudah dianggap mampu untuk mandiri mendirikan usaha. Baik itu di bidang menjahit, tata boga (warung) atau sejenisnya.

“Dari ke 300 orang yang mendapatkan KUP itu, rata rata mendapat pinjaman uang mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 15 Juta. Supaya mereka bisa memajukan usahanya. Mereka berniat dan berusaha untuk bisa meningkatkan taraf hidup dengan cara mendirikan usaha kecil,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

40 Persen Lulusan BLK Kudus Belum Mandiri

Kegiatan pelatihan kerja di BLK Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan pelatihan kerja di BLK Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Plt Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus Sajad mengatakan, sekitar 30 ribu peserta pelatihan dari mulai tahun 2009 hingga 2016 ini, sekitar 40 persennya masih dalam bimbingan pihak dinas.

“Dari ke-30 ribu lulusan pelatihan kerja di BLK, 30 persennya sudah bisa mendirikan usaha secara mandiri, 30 persennya lagi sudah dapat bekerja di tempat kerja sesuai dengan keahlian dan sisanya 40 persen masih dalam bimbingan,” papar Sajad.

Dia melanjutkan, bimbingan itu berupa arahan, maupun konsultasi mengenai kreativitas yang sudah dimiliki oleh orang tersebut. Supaya lulusan dari pelatihan BLK juga bisa bekerja maupun mendirikan usaha kecil dengan lancar sesuai dengan keahliannya.

Dengan adanya bimbingan atau arahan lantaran ke-40 persen lulusan dari BLK belum mempunyai usaha, maka lulusan tersebut bisa memanfaatkan kreativitasnya untuk bisa berusaha mendirikan usaha kecil atau melamar pekerjaan sesuai dengan keahliannya.

“Ya mereka bisa melamar kerja di suatu tempat atau mendirikan usaha kecil sesuai dengan keahlian yang diberikan oleh BLK. Selain itu, mereka juga bisa meminta arahan kepada pihak BLK untuk bisa selalu mengasah ketrampilannya sebelum mempunyai usaha,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Wirausahawan Didikan BLK Mampu Bersaing di Dunia Usaha

iklan cukai kds tyg 8 april 2016 pkl 1300 wib (e)

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

MuriaNewsCom, Kudus – Pemaksimalam penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang di alokasikan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, ternyata mampu mencetak wirausahawan handal. Mereka juga mampu bersaing di dunia usaha.

Kepala BLK Kudus Sajad mengatakan, alumni dari BLK sudah banyak yang mampu bersaing di dunia kerja. ”Ini semoga bisa menjadi inspirasi bagi warga lain, untuk ikut menimba ilmu secara gratis di BLK,” katanya.

Dalam mencetak wirausahawan tersebut, BLK menciptakan beragam program yang kemudian bisa diserap dengan baik oleh warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jurusan pelatihan yang di buka BLK Kabupaten Kudus bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Yang setiap tahunnya selalu ada penambahan jurusan.

Jurusan pelatihan di BLK Kudus sangat beragam yang mampu menampung minat masyarakat, yang terdiri dari kejuruan Bahasa Korea, Bahasa Jepang, Bubut, Bordir Kayu, Stir Mobil, Desain Grafis, Operator Komputer, Pelatihan Web dan Internet, Las Listrik, Menjahit Busana, Otomotif Motor, dan Otomotif Mobil. Selain itu, masih ada jurusan trampilan Tata Boga, Tata Kecantikan Rambut, Tata Rias Manten, Pertukangan Kayu, serta Teknologi Mekanik.

Pada 2016 BLK Kudus juga melakukan pelatihan berbasis masyarakat atau pelatihan keliling sebanyak 9 kejuruan, pelatihan intitusional atau tempat latihan di BLK Kudus terdapat 19 kejuruan, pelatihan intitusional kerjasama dengan lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) terdapat 15 kejuruan.

Seluruh kegiatan yang digelar di BLK mengacu pada dua regulasi yang mengatur tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cu kai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Men te ri Keuangan Nomor 84/PMK. 07/ 2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampi lan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT).

Selain itu, juga berpedoman pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Ia mencatat, terdapat sekitar 35.000-an peserta yang sudah mengikuti pelatihan BLK dari tahun 2009 hingga 2015 ini. Bahkan dari jumlah tersebut sudah banyak yang menjalankan usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan. ”Sebanyak 60 persen sudah berwirausaha dari semua jurusan. 30 persen dipakai perusahaan dan 10 persen lainnya dalam pembinaan kita,” tegasnya. (ads)

Wirausahawan Muncul di Kudus Berkat Pelatihan Intensif

kudus-iklan cukai-tyg 30 maret 2016-pkl 13.00 wib

 

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagai lembaga atau instansi yang dipercaya mengelola Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Balai Latihan Kerja Kudus (BLK) terus memacu diri untuk bisa bekerja secara efektif.

Aneka program yang diberikan di BLK Kudus dinilai sangat efektif. Terbukti banyak yang kemudian menjadi wirausahawan mandiri, dari hasil mengikuti kegiatan tersebut.

BLK memang saat ini semakin mudah melaksanakan kewenangannya, dalam menyerap anggaran DBHCHT. Dari program-program yang digelar, banyak sekali lulusan BLK yang sukses meniti karir sebagai wiraswasta.

Apalagi, mereka yang merupakan lulusan BLK mendapatkan pendampingan dari Pendamping Wira Usaha (PWU), dalam upaya mengembangkan kemampuan menjadi wirausaha. ”Karena kita melihat bahwa PWU ini memang telah berhasil menjalankan fungsinya. Mendampingi lulusan BLK untuk terus berkembang,” terang Kepala BLK Kudus Sajad.

Kegiatan ini juga sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.07/2009 misalnya. Pada pasal 7 ayat 1 huruf a disebutkan, pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dan/ daerah penghasil bahan baku IHT. Selain itu, juga disesuaikan dengan Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2013. Pada lampiran III.A.3 disebutkan, program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Sajad mengatakan, BLK memang terus berupaya memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat. Sebab, alokasi DBHCHT dari tahun ke tahun, memang diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kudus.

Keberadaan PWU ini sendiri, menurut Sajad, tidak hanya melakukan pendampingan saja. Melainkan juga menjadi agen wirausaha. Sehingga makin banyak warga yang kemudian berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi wirausaha.

”Karena PWU memang sangat berperan untuk bisa mewujudkan hal ini. Dengan cara yang jitu dan bisa ,berhasil adalah dengan mencari kawan sebanyak mungkin guna membentuk jaringan. Semakin banyak kawan, maka secara otomatis bisa memperluas jaringan,” katanya.

Lulusan dari BLK memang banyak yang kemudian menjadi wirausaha. Mereka mengembangkan apa yang kemudian didapatnya dari pelatihan, menjadi suatu usaha tersendiri.

Selama mereka berusaha mengembangkan usahanya, maka ada PWU yang terjun langsung di desa. Di mana mereka terus berkomunikasi dan koordinasi dengan kepala desa.

”Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, PWU diharapkan bisa memfasilitasi. Jika ini berjalan dengan baik, nantinya semua SKPD terkait akan siap berkoordinasi. Sehingga usaha masyarakat bisa berkembang,” imbuh Sajad. (ads)

Usai Kursus di BLK Kudus, Banyak yang Sudah Miliki Usaha Mandiri

BLK-kudus

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau,Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Manfaat kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus benar-benar dirasakan oleh para peserta terutama buruh pabrik rokok yang sudah mengikuti pelatihan. Dengan keahlian yang dimiliki sekarang, mereka para alumni banyak yang sudah memiliki usaha mandiri dan menekuni usaha baru.

Rangkaian pelatihan di BLK Kabupaten Kudus memang diprioritaskan untuk warga di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Sebab, biaya yang di gunakan untuk menggelar pelatihan ini merupakan alokasi dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan dua regulasi tentang penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Berkat kemauan keras para peserta dan dengan arahan pendamping dari BLK, kini banyak lulusan yang sekarang sudah memiliki usaha mandiri, dan beberapa diantaranya masih bekerja sebagai buruh rokok, tapi kini juga memmiliki usaha sampingan.

Selain buruh rokok, warga di sekitar Industri Hasil Tembakau (IHT) juga diperbolehkan mendaftar sebagai peserta pelatihan keterampilan di BLK. Hasilnya, banyak dari mereka yang awalnya hanya menjadi ibu rumah tangga, kini bisa membantu perekonomian keluarga dengan keahlian yang mereka kuasai.

Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan, pelatihan di BLK tersebut, dibiayai dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Untuk pelaksanaannya, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 20/PMK.07/2009 dan Perbub No 22 Tahun 2010.

”Pelatihan yang diberikan BLK merupakan stimulan. Dengan demikian, para peserta pelatihan  akan lebih tergerak untuk maju dan mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilannya masing-masing,” terang Sajad.

Sajad menyebutkan bahwa alumni dari BLK Kudus sudah banyak yang mampu bersaing di dunia kerja. Ia berharap kesuksesan para lulusan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut menimba ilmu secara gratis di BLK Kudus.

Ia mencatat, terdapat sekitar 35.000an peserta yang sudah mengikuti pelatihan di BLK dari tahun 2009 hingga 2015. Bahkan dari jumlah tersebut sudah banyak yang menjalankan usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.

”Sebanyak 60 persen sudah berwirausaha dari semua jurusan. 30 persen dipakai perusahaan dan 10 persen lainnya dalam pembinaan kita,” terangnya.

Sedangkan pada 2016 ini kuota yang dibuka sebanyak 5.232 peserta mulai Februari 2016 sudah dimulai dan masing-masing kejuruan sebagian besar sudah memenuhi kuota. (ads)

BLK Kudus Berinovasi dengan Buka Pelatihan Ketrampilan Keliling

 

BLK Kudus-2

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus terbukti sebagai lembaga yang mampu untuk mengembangkan ketrampilan bagi warganya. Sehingga banyak warga yang kemudian tertarik untuk mengikuti pelatihan di sana.

Besarnya minat masyarakat itu, membuat BLK menempuh inovasi terbaru untuk makin banyak menjangkau warga. Dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, UPT BLK Kudus rata-rata membuka jurusan baru setiap tahunnya.

Termasuk juga di tahun 2016 ini. Kepala UPT BLK Kabupaten Kudus Sajad menjelaskan, ada yang baru di BLK Kudus tahun ini. Yakni adanya pelatihan berbasis masyarakat atau pelatihan keliling/MTU.

Meski dilakukan secara keliling, pelatihan ini juga masih tetap menghadirkan peralatan dan bahan, serta instruktur yang berkualitas dari BLK. Untuk mengasah keterampilan para peserta sesuai dengan kejuruan yang dipilih.

Sajad mengatakan, pPelatihan jenis ini dilaksanakan berkeliling dari desa ke desa. Dengan peralatan dan bahan pelatihan serta instruktur dari BLK Kudus. ”Untuk dapat mengakses jenis pelatihan MTU ini, masyarakat harus memiliki sebuah kelompok dan mengajukan proposal ke BLK. Tim BLK akan mengunjungi kelompok tersebut untuk menilai kelayakan diadakanya pelatihan mereka,” kata Sajad.

Kegiatan yang digelar BLK Kudus ini sudah sesuai regulasi tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pen gurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Sajad menyebutkan dengan adanya pelatihan keliling ini, semakin mempermudah msyarakat dalam mengikuti pelatihan yang diadakan UPT BLK tanpa harus datang ke BLK Kudus. Namun, harus ada kelompok dan mengajukan proposal ke BLK. Jika layak akan dilakukan pelatihan ditempat kelompok tersebut berada.

”Kejuruan untuk pelatihan keliling/MKU ini pun cukup banyak yang sesuai dengan minat masyarakat. Yakni, dari kejuruan tata boga, tata boga lanjutan, tata kecantikan rambut, tata rias manten, otomotif motor, las listrik, pertukangan kayu, menjahit busana, serta baki lamaran,” tuturnya.

Untuk mengoptimalkan pelatihan keliling, BLK Kudus juga sudah menyiapkan sarana pelatihan masing-masing bidang kejuruan. Termasuk peralatan yang lengkap miliki BLK Kudus seperti alat kecantikan yang tidak kalah dengan milik salon-salon kecantikan.

”Kami juga mendatangkan pakar di masing-masing bidang kejuruan. Sehingga, para peserta benar-benar menguasai ilmu sesuai bidang mereka yang langsung dari ahlinya,” terang Sajad.

Dia berharap, dengan adanya pelatihan keliling ini, akan semakin banyak menarik minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh BLK Kudus. Apalagi, semua pelatihan yang digelar BLK diselenggarakan secara gratis.

”Berbekal keterampilan yang memadai, para peserta akan semakin mudah mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri,” terangnya.

Pelatihan-pelatihan yang ada di UPT BLK dibagi menjadi beberapa kategori. Yakni pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja dan calon tenaga kerja, pelatihan untuk menanggulangi pengangguran, dan pelatihan untuk meningkatkan mutu dan produktivitas tenaga kerja di perusahaan.

Selain itu, juga ada pelatihan untuk penyesuaian teknologi, pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri, dan tak ketinggalan pelatihan untuk alih teknologi. Kesemuanya merupakan pelatihan yang berkualitas namun tetap gratis. (ads)

2016, Jurusan Favorit BLK di Kudus Bakal Dibuatkan Tingkat Lanjut

Kepala Dinsosnakertrans Ludhful Hakim (kiri) didampingi kepala BLK Sajad memberikan penjelasan terkait pelatihan lanjutan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinsosnakertrans Ludhful Hakim (kiri) didampingi kepala BLK Sajad memberikan penjelasan terkait pelatihan lanjutan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selama 2016 ini, Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus tengah mempersiapkan adanya pelatihan keterampilan lanjutan. Meski demikian, jurusan yang dipilih untuk pelatihan lanjutan adalah jurusan yang menjadi favorit atau banyak peminat.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Kudus Ludhful Hakim didampingi kepala BLK Sajad mengungkapkan, pelatihan lanjutan sedang dipersiapkan oleh pihak BLK. Namun untuk jurusan yang kurang banyak peminat, tidak disiapkan adanya pelatihan lanjutan.

”Kami lakukan berdasarkan dari permintaan para peserta BLK. Mereka menginginkan adanya pelatihan tingkat lanjutan untuk jurusan yang diambil mereka,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Mengenai materi yang diberikan, katanya adalah materi lanjutan dari yang pernah diberikan pada tingkat dasar. Dengan demikian, otomatis peserta yang dapat mengikuti materi pelatihan adalah mereka yang sudah memiliki sertifikat pelatihan sebelumnya.

”Ada beberapa jurusan yang menjadi favorit, yaitu pelatihan menjahit, bengkel motor, tata rias salon, kecantikan rambut, kecantikan kulit, rias pengantin serta tata boga,” ujarnya.

Baca juga : Sesuaikan Tuntutan Zaman, BLK Kudus Tambah Jurusan Keterampilan

Dia mencontohkan, materi untuk tata boga bukan hanya mengajarkan cara membuat kue saja. Melainkan juga mengajarkan cara membuat masakan lain. Misalnya bakso, serta kuliner lainnya.
Mengenai instruktur yang terdapat pada BLK, kata dia adalah sebagian besar sudah ada. Namun beberapa di antaranya kerja sama dengan bimbingan belajar atau kursus yang terdapat di Kudus.
”Untuk instruktur sebagian besar sudah ada. Namun yang belum adalah jurusan tata boga dan salon kecantikan,” ungkapnya.

Selain itu, instruktur las dan otomotif juga sangat dibutuhkan di sini. Sebab banyaknya peminat yang mengambil jurusan tersebut.

Baca juga:

Tak Ada Bantuan Alat, Peserta Pelatihan di BLK Kudus Tetap Membeludak

Begini Cara Menyulap Alumni BLK Jadi Pengusaha Sukses

Ribuan Warga Terserap Bekerja di Sektor Formal dan Mandiri Usai Mengikuti Pelatihan di BLK

Berkembangnya Pabrik Garmen di Blora, BLK Menjahit Paling Diminati

Editor : Titis Ayu Winarni

Ini Trik Bupati Kudus Biar Pengusaha dapat Modal

Bupati Kudus Musthofa saat hadir dalam acara BLK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat hadir dalam acara BLK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Bupati Kudus Musthofa mengatakan dalam membangun usaha menang membutuhkan modal. Dan di Kudus, hal itu sudah dilakukan dengan progam KUP.

“Silakan bagi yang menggunakan progam KUP. Itu akan sangat membantu dalam menjalankan usahanya,” kata Musthofa.

Bahkan, dia berharap semua alumni BLK dapat meminjam KUP. Dengan demikian, maka dapat membantu mengembangkan usahanya. Terlebih sekarang alumni BLK yang baru sudah tidak mendapatkan batuan alat.

Sebagai bupati, dia sepakat kalau alat tidak ada. Sebab banyak yang salah menggunakan fasilitas itu, sehingga bagi dia lebih baik dihapus.

Dia menjelaskan, banyak dari alumni BLK yang sudah mendapatkan alat malah menjualnya dan pindah tangan. Padahal cara tersebut juga tidak benar karena tujuan alat adalah membuat usaha.
“Saya juga tidak percaya kalau 60 persen alumni yang berhasil. Pasti tidak ada segitu. Saya yakin,” ujarnya ragu. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Ribuan Warga Terserap Bekerja di Sektor Formal dan Mandiri Usai Mengikuti Pelatihan di BLK

f-iklan cukai blk (e)

Salah satu pelatihan yang dilakukan oleh BLK Kudus (BLK Kudus)

KUDUS – Alokasi program dan kegiatan yang dibiayai dari DBHCHT tersebut penggunaannya harus sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK/07/2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan DBHCHT dan Sanksi Atas Penyalaggunaan Alokasi DBHCHT. Berdasarkan aturan tersebut, penggunaan DBHCHT difokuskan hanya untuk lima kegiatan, yaitu peningkatan kwalitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal.

Dari lima kegiatan yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) salah satunya dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau. Oleh Pemerintah Kabupaten Kudus, aturan pemanfaatan DBHCHT yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 84/PMK.07/2008 ini salah satunya dialokasikan dalam bentuk pelatihan keterampilan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK).

Hal ini juga mengacu kepada Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang pedoman pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

Menurut Kepala UPT BLK Sajad, sejak tahun pertama pencairan DBHCHT hingga 2015 ini tidak kurang dari 25 ribu masyarakat Kudus telah mengikuti pelatihan keterampilan kerja di BLK. Dari peserta yang mengikuti pelatihan kerja tersebut setidaknya 65 persen telah terserap bekerja di sektor formal maupun mandiri.

”Dari data yang kami miliki, ada 65 persen peserta pelatihan kerja di BLK yang telah bekerja di sektor formal maupun mandiri,” jelas Sajad beberapa waktu lalu.

Bagi peserta pelatihan yang belum terserap, yang diperkirakan mencapai 35 persen, pihaknya berupaya melakukan pendampingan agar segera mendapatkan pekerjaan. Ditanya soal prioritas peserta pelatihan, pihaknya menjawab, buruh di sektor rokok menjadi target pertama perekrutan guna mendapatkan pelatihan kerja.“Pelatihan kerja kami prioritas buruh rokok, terutama yang bekerja di perusahaan rokok yang hampir kolaps atau tutup,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, masyarakat Kudus yang ingin mengikuti pelatihan kerja di BLK dapat mendaftarkan diri secara langsung secara gratis. Tempat pelatihan diselenggarakan sesuai bidang ketrampilan yang diambil.

”Pelatihan untuk tata boga, kuliner, salon kecantikan dan lainnya dapat dilaksanakan di luar BLK. Sementara pelatihan yang sarananya tidak memungkinkan dibawa keluar tentu harus dilaksanakan di BLK,” imbuhnya. (Ads)

Karena Pengangguran adalah Masalah Besar, maka Upaya 3.500 Orang di Kudus Diajak Latihan Kerja Patut Diacungi Jempol

adv DBHCHT foto (e)

Peserta mengikuti pelatihan kerja di BLK Kudus. (FOTO BLK)

 

KUDUS – Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pembinaan lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) terus dimaksimalkan. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus dengan menyelenggarakan pelatihan kerja bagi masyarakat di lingkungan IHT.

”Jenis pelatihan ketrampilan kerja disesuaikan dengan pangsa kerja yang ada. Perencanaan dan penentuan pangsa kerja berdasarkan Muskerbang sesuai dengan aspirasi masyarakat,” jelas Sajad, Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Conge Ngembal Rejo Bae Kudus.

Ia menuturkan, tahun 2015 BLK telah merekrut peserta sebanyak 3.500 untuk mengikuti pelatihan kerja. Sementara kejuruan yang tersedia sebanyak 25 jenis pelatihan kerja sesuai minat peserta pelatihan.

”Masing-masing peserta pelatihan hanya boleh mengikuti satu pilihan jurusan,” ujarnya.

Kegiatan berdasarkan Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang pedoman pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus

Dalam menyelenggarakan pelatihan kerja, pihaknya mengatakan terus melakukan evaluasi sesuai perkembangan pasar kerja. Hal ini dibuktikan dengan semakin bertambahnya pilihan kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

”AC mobil dan kecantikan kulit menjadi salah satu pelatihan ketrampilan kerja baru yang diajarkan di BLK,” ujarnya. (ADV)

Tak Ada Bantuan Alat, Peserta Pelatihan di BLK Kudus Tetap Membeludak

3-8-21-blk pelatihan tanpa alat (e)

Dengan ditunjang sarana yang memadai, para peserta pelatihan bisa langsung mengaplikasikan materi dari instrukstur.

 

KUDUS – Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada pelatihan di Balai Latihan Kerja Kabupaten Kudus tahun ini, peserta pelatihan tidak mendapatkan bantuan alat produksi. Meski demikian, hal itu tidak menurunkan animo masyarakat. Setiap jurusan pelatihan yang dibuka BLK selalu dipadati para pendaftar.

Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan, penghapusan bantuan alat produksi menyesuaikan regulasi baru yang diterbitkan Kementrian Dalam Negeri. ”Kalau tahun-tahun lalu, setelah mengikuti pelatihan para peserta mendapat bantuan alat sesuai jurusan yang diambil. Tahun ini, tidak lagi. Para peserta murni mendapatkan ilmu dan keterampilan dari pelatihan di BLK. Syukurlah, peserta pelatihan tidak menurun. Mereka tetap antusias mendaftar,” kata Sajad.

Kebijakan menghapus pemberian bantuan alat ini juga memberikan dampak positif. Sebab, pihaknya menjadi lebih tahu, bahwa para peserta memang murni ingin menimba ilmu dan keterampilan. Bukan semata-semata ingin mendapatkan bantuan sarana usaha dari pemerintah.

”Sejak awal sudah kami sampaikan dalam pengumuman. Kalau kegiatan yang dibiayai oleh dana DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, red) ini memang tidak menyediakan lagi bantuan sarana usaha. Artinya, pelatihan yang digelar seratus persen berisi materi dan praktik keterampilan,” jelasnya.

Apalagi, sarana dan alat praktik yang dimiliki BLK Kabupaten Kudus sudah tergolong canggih dan lengkap. Setiap jurusan yang dibuka, telah disiapkan tempat praktik dan lengkap dengan alat-alat penunjang kerja. Selain itu, BLK juga menggandeng tenaga ahli di masing-masing bidang untuk menjadi instruktur.

Hal ini sudah sesui dengan regulasi yang mengatur tentang dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT). Selain itu, juga Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Program pelatihan yang digelar BLK Kudus tahun ini menyangkut berbagai bidang keterampilan. Mulai dari kejuruan Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bordir, Bubut Kayu, Stir Mobil, Desain Grafis, Operator Komputer, pelatihan Web dan Internet, serta Las Listrik. Di samping itu, juga masih ada jurusan Menjahit Busana, Otomotif Mobil, Otomotif Motor, Pertukangan Kayu, Tata Boga, Tata Kecantikan Rambut, Tata Rias Manten, Tata Kecantikan Kulit, dan Teknologi Mekanik. (ADV)

Sesuaikan Tuntutan Zaman, BLK Kudus Tambah Jurusan Keterampilan

3-6-19-BLK-jurusan-baru (e)

Peserta pelatihan di BLK Kudus saat mengikuti kontes Hari Kartini 2015. Mereka dibekali berbagai keahlian tentang ilmu kecantikan.

 

KUDUS – Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kabupaten Kudus langsung mendapat merespon positif. Memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, UPT BLK Kudus membuka jurusan baru.

Kepala UPT BLK Kabupaten Kudus Sajad menjelaskan, tahun 2015 ini, pihaknya membuka jurusan baru, yakni Tata Kecantikan Kulit. ”Saat ini, perawatan kulit sudah menjadi tren tersendiri di masyarakat, khususnya wanita. Hal ini tentu menjadi peluang usaha jika memiliki ketrampilan di bidang tersebut. Karena itulah yang membuat kami membuka jurusan Tata Kecantikan Kulit,” kata Sajad.

Sajad menambahkan, kegiatan yang digelar BLK Kudus ini sudah sesuai regulasi tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Peserta di jurusan Tata Kecantikan Kulit ini, rata-rata mereka yang sudah mengikuti pelatihan lainnya, misalnya Tata Kecantikan Rambut dan Tata Rias Manten. Di jurusan Tata Kecantikan Kulit, peserta dibekali dengan berbagai keahlian. Mulai teknik merawat kulit hingga teknik facial wajah.

”Setelah menguasai ilmu tata rambut dan tata rias, mereka ingin menambah keterampilan tentang kencantikan kulit. Sehingga, saat membuka salon kencantikan nanti, banyak layanan yang bisa diberikan kepada konsumennya,” lanjut dia.

Untuk mengoptimalkan pelatihan, BLK Kudus juga sudah menyiapkan sarana pelatihan di bidang Tata Kecantikan Kulit. Alat-alat yang dimiliki BLK Kudus terbilang lengkap dan tidak kalah dengan salon-salon kecantikan.

”Kami juga mendatangkan pakar di bidang kecantikan kulit sebagai instruktur pelatihan. Sehingga, para peserta benar-benar menguasai ilmu kecantikan kulit, langsung dari ahlinya,” imbuh Sajad.

Dia berharap, dengan adanya jurusan pelatihan baru ini, akan semakin banyak menarik minat masyarakat untuk berlatih di BLK. Apalagi, semua pelatihan yang digelar BLK diselenggarakan secara gratis.

”Dengan bekal keterampilan yang memadai, para peserta akan semakin mudah mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri,” terangnya.

Pelatihan-pelatihan yang ada di UPT BLK dibagi menjadi beberapa kategori, yakni pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja dan calon tenaga kerja, pelatihan untuk menanggulangi pengangguran, dan pelatihan untuk meningkatkan mutu dan produktifitas tenaga kerja di perusahaan. Selain itu, juga ada pelatihan untuk penyesuaian teknologi, pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri, serta pelatihan untuk alih teknologi. (ADV)

Sesuaikan Tuntutan Zaman, BLK Kudus Tambah Jurusan Keterampilan

SIAP KERJA: Peserta pelatihan di BLK Kudus saat mengikuti kontes Hari Kartini 2015. Mereka dibekali berbagai keahlian tentang ilmu kecantikan.

SIAP KERJA: Peserta pelatihan di BLK Kudus saat mengikuti kontes Hari Kartini 2015. Mereka dibekali berbagai keahlian tentang ilmu kecantikan.

 

KUDUS – Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kabupaten Kudus langsung mendapat merespons positif. Memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, UPT BLK Kudus membuka jurusan baru.

Kepala UPT BLK Kabupaten Kudus Sajad menjelaskan, tahun 2015 ini, pihaknya membuka jurusan baru, yakni Tata Kecantikan Kulit. ”Saat ini, perawatan kulit sudah menjadi tren tersendiri di masyarakat, khususnya wanita. Hal ini tentu menjadi peluang usaha jika memiliki ketrampilan di bidang tersebut. Karena itulah yang membuat kami membuka jurusan Tata Kecantikan Kulit,” kata Sajad.

Sajad menambahkan, kegiatan yang digelar BLK Kudus ini sudah sesuai regulasi tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Peserta di jurusan Tata Kecantikan Kulit ini, rata-rata mereka yang sudah mengikuti pelatihan lainnya, misalnya Tata Kecantikan Rambut dan Tata Rias Manten. Di jurusan Tata Kecantikan Kulit, peserta dibekali dengan berbagai keahlian. Mulai teknik merawat kulit hingga teknik facial wajah.

”Setelah menguasai ilmu tata rambut dan tata rias, mereka ingin menambah keterampilan tentang kencantikan kulit. Sehingga, saat membuka salon kencantikan nanti, banyak layanan yang bisa diberikan kepada konsumennya,” lanjut dia.

Untuk mengoptimalkan pelatihan, BLK Kudus juga sudah menyiapkan sarana pelatihan di bidang Tata Kecantikan Kulit. Alat-alat yang dimiliki BLK Kudus terbilang lengkap dan tidak kalah dengan salon-salon kecantikan.

”Kami juga mendatangkan pakar di bidang kecantikan kulit sebagai instruktur pelatihan. Sehingga, para peserta benar-benar menguasai ilmu kecantikan kulit, langsung dari ahlinya,” imbuh Sajad.

Dia berharap, dengan adanya jurusan pelatihan baru ini, akan semakin banyak menarik minat masyarakat untuk berlatih di BLK. Apalagi, semua pelatihan yang digelar BLK diselenggarakan secara gratis.

”Dengan bekal keterampilan yang memadai, para peserta akan semakin mudah mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sendiri,” terangnya.

Pelatihan-pelatihan yang ada di UPT BLK dibagi menjadi beberapa kategori, yakni pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kerja dan calon tenaga kerja, pelatihan untuk menanggulangi pengangguran, dan pelatihan untuk meningkatkan mutu dan produktifitas tenaga kerja di perusahaan. Selain itu, juga ada pelatihan untuk penyesuaian teknologi, pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri, serta pelatihan untuk alih teknologi. (ADV)

Usai Kursus di BLK Kudus, Para Buruh Pabrik Rokok Siap Tekuni Usaha Baru

Peserta pelatihan keterampilan jurusan tata kecantikan rambut sedang melakukan praktik bersama rekan-rekannya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus. BLK KUDUS

Peserta pelatihan keterampilan jurusan tata kecantikan rambut sedang melakukan praktik bersama rekan-rekannya di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus. BLK KUDUS

 

KUDUS – Manfaat kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus benar-benar dirasakan oleh para buruh pabrik rokok yang sudah mengikuti pelatihan. Dengan keahlian yang dimiliki sekarang, mereka siap mandiri dan menekuni usaha baru.

Rangkaian pelatihan di BLK Kabupaten Kudus memang diprioritaskan untuk warga di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT). Sebab, biaya yang digunakan untuk menggelar pelatihan ini merupakan alokasi dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan dua regulasi tentang penggunaan dana cukai. Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

Salah satu buruh pabrik PR Djarum di Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Emy Amalia menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti kursus menjahit busana. Warga Mijen RT 03/RW 04 Kecamatan Kaliwungu tersebut kini memiliki kesibukan baru. Sepulang dari brak PR Djarum, Emy disibukkan dengan order jahitan yang sudah menumpuk di rumahnya.

Ibu dari dua anak ini tidak hanya terampil dalam urusan bathil rokok. Emy sekarang memiliki keahlian di bidang menjahit. Awalnya, dia tidak berpikiran bisa membuka usaha jasa jahitan. Setiap hari, dari pagi hingga siang, waktunya habis untuk menyelesaikan pekerjaan di PR Djarum yang sudah dia geluti selama 15 tahun. ”Ketika ada informasi pelatihan di BLK, saya langsung mendaftar. Saya ikut pelatihan menjahit busana,” kata pemilik Amalia Taylor ini.

Berkat kemauan keras dan dengan arahan pendamping dari BLK, Emy sekarang sudah memiliki usaha sampingan, di samping kerja sebagai buruh rokok. Setiap hari, selalu saja ada orderan yang masuk.

Hal senada disampaikan buruh PR Djarum lainnya, Sri Andayani. Warga Kandangmas, Kecamatan Dawe bersyukur bisa mengikuti pelatihan di BLK. Banyak keuntungan yang bisa diambil dari pelatihan tersebut. Mulai dari menambah teman hingga memperdalam ilmu tentang rias kecantikan. ”Di BLK, kami diajari tata rias rambut, potong, rebonding, kriting, dan keterampilan lainnya. Seneng pokoknya, bisa nambah teman dan ilmu,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pelatihan di BLK, keinginan Andayani untuk membuka usaha sendiri semakin kuat. Dia mengikuti berbagai seminar tentang rias dan kencantikan. Setelah dirasa cukup, dia akhirnya memberanikan diri membuka salon di rumahnya.

Selain buruh rokok, warga di sekitar Industri Hasil Tembakau (IHT) juga diperbolehkan mendaftar sebagai peserta pelatihan keterampilan di BLK. Hasilnya, banyak dari mereka yang awalnya hanya menjadi ibu rumah tangga, kini bisa membantu perekonomian keluarga dengan keahlian yang mereka kuasai.

Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan, pelatihan di BLK yang diikutu Emy tersebut, dibiayai dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Untuk pelaksanaannya, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan 20/PMK.07/2009 dan Perbub No 22 Tahun 2010.

”Pelatihan dan bantuan alat yang diberikan BLK merupakan stimulan. Dengan demikian, para peserta pelatihan akan lebih tergerak untuk maju dan mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilannya masing-masing,” terang Sajad. (ADV)

BLK Kudus Maksimalkan Dana Cukai untuk Cetak Tenaga Terampil

Peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus melakukan praktik las listrik untuk meningkatkan kemampuannya. (BLK KUDUS)

Peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kudus melakukan praktik las listrik untuk meningkatkan kemampuannya. (BLK KUDUS)

 

KUDUS – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membina dan mendidik calon tenaga-tenaga terampil. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jurusan pelatihan yang di buka BLK Kabupaten Kudus bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT).

Di BLK Kudus, terdapat kejuruan Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bordir, Bubut Kayu, Stir Mobil, Desain Grafis, Operator Komputer, Pelatihan Web dan Internet, Las Listrik, Menjahit Busana, Menjahit Busana, Otomotif Mobil, dan Otomotif Motor. Selain itu, masih ada jurusan ketrampilan Pertukangan Kayu,Tata Boga, Tata Kecantikan Rambut,Tata Rias Manten, serta Teknologi Mekanik.

Kepala UPT BLK Kudus Sajad menjelaskan, seluruh kegiatan yang digelar di BLK mengacu pada dua regulasi yang mengatur tentang penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Yakni, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 ayat 1 huruf a Pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan Industri Hasil Tembakau (IHT) dan/ daerah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT).

Selain itu, juga berpedoman pada Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Lampiran III.A.3, Program pembinaan lingkungan sosial, pada kegiatan b.1) a) Pengurangan pengangguran di lingkungan IHT melalui pelatihan dan bantuan sarana usaha bagi pencari kerja.

”Sudah banyak alumni dari BLK Kudus yang sudah mampu bersaing di dunia kerja. Hal ini semoga menjadi pelecut semangat bagi warga lain untuk ikut menimba ilmu secara gratis di BLK,” ucapnya. (ADS)