Harap Sabar! Jepara Belum Dapat Jatah Blanko KTP Elektronik

ILustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Jepara nampaknya harus bersabar jika mau mencetak KTP Elektronik. Lantaran hingga saat ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara belum mendapatkan jatah blanko dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Susetiyo mengatakan menyampaikan hal itu, Senin (21/8/2017). Menurutnya, Jepara belum terjatah blanko KTP Elektronik, meskipun daerah lain di Jawa Tengah memperolehnya.

“Hal itu karena, Provinsi Jawa Tengah hanya mendapatkan sebanyak 6000 keping blanko KTP Elektronik. Sedangkan Jepara bukan termasuk kabupaten yang memeroleh jatah tersebut,” katanya. 

Menurutnya, dari 35 kabupaten atau kota di Jawa Tengah beberapa diantaranya telah dipilih untuk mendapatkan blanko. Namun hal itu tak berlaku bagi semua wilayah karena keterbatasan jumlah dari pemerintah pusat.

“Informasi terakhir yang kami dapatkan Jepara termasuk yang tidak mendapatkan jatah. Sebab droping blanko dilakukan berjenjang, dari kemendagri ke provinsi. Lalu selanjutnya sudah ditentukan (pemerintah provinsi). Kalaupun semua kabupaten atau kota mendapatkan, maka jumlahnya terlalu sedikit karena jumlah yang didroping hanya 6000 buah,” tuturnya. 

Oleh karena itu, ia mengharapkan warga Jepara untuk tetap bersabar karena pihaknya belum bisa melayani pencetakan KTP Elektronik. Namun demikian, untuk layanan kependudukan yang lain, pihaknya mengklaim masih dapat dilaksanakan dengan normal, termasuk pemberian surat keterangan telah rekam data KTP Elektronik.

Sebelum kehabisan blanko pada Rabu (9/8/2017), Disdukcapil Jepara memeroleh 26.000 keping KTP Elektronik, yang turun dalam tiga tahap.

Editor: Supriyadi

Droping Blangko E-KTP Tunggu Kemendagri

Proses perekaman E-KTP tetap berlangsung meski blangko E-KTP kembali habis. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Belum setahun puluhan ribu keping blangko KTP Elektronik (E-KTP) di Jepara tandas. Dari 26 ribu stok yang didapat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara dari pemerintah pusat saat ini ludes tanpa sisa. 

Padahal, droping terakhir yang dilakukan pemerintah baru dilakukan bulan Juli lalu. Hanya, jumlahnya tak sebanding dengan kebutuhan, yakni 4.000 keping. Sementara, untuk proses droping selanjutnya, Disdukcapil masih menunggu pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri. 

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara Susetiyo menyebutkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri. 

“Kita melalui kepala Disdukcapil Bu Alim tetap berusaha berkomunikasi dengan kementrian, supaya kita mendapatkan blangko KTP Elektronik. Dari PRR (print ready record) kita agar bisa ditambah beberapa ribu, agar siap dicetak. Karena kita masih memiliki tanggungan pada warga Jepara yang telah merekamkan datanya,” urai Susetiyo, Rabu (9/8/2017). 

Baca Juga: Duh, Blangko E-KTP di Jepara Habis Lagi

Ia menyebut, animo warga Jepara untuk mengurus dokumen kependudukan sangatlah besar. Hal itu karena, kebanyakan dari mereka sudah menunggu proses pencetakan KTP semenjak lama. 

Namun demikian, pihaknya tidak bisa menentukan berapa banyak atau kapan blangko yang akan didapat. Sebab semua bergantung pada kebijakan Dirjen Dukcapil Kemendagri. 

Dirinya mengungkapkan, Jepara pada tahun 2017 mendapatkan tiga kali gelontoran blangko KTP Elektronik. Pertama pada bulan April 2017 sebanyak 10 ribu keping, disusul bulan Mei 12 ribu lembar dan terakhir bulan Juli 4.000 lembar. 

Susetiyo menyebut dalam sehari pihaknya bisa mencetak 500 keping PRR. Hal itu belum ditambah layanan mobil Disdukcapil keliling yang bisa mencetak 100 keping.

“Droping pertama sebanyak 10 ribu dikirimkan langsung dari Jakarta, yang kedua kami ambil di Semarang dan ketiga diambil langsung oleh Kepala dinas kami di Jakarta sebanyak 4000,” tuturnya. 

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978.  Itu artinya, ada sekitar 6.416 warga yang telah merekam datanya belum mendapatkan haknya. 

Akan tetapi, dirinya menyebut ada sekitar 62 ribu warga yang telah merekam data untuk KTP Elektronik, hanya saja datanya belum terkonsolidasi. “Artinya begini, data mereka belum ditunggalkan, lantaran masih memiliki data ganda misalnya,” tambah Susetiyo. 

Meskipun tak ada blangko KTP Elektronik, namun proses pelayanan peminta KTP tetap berjalan. “Kalau warga saat ini masih bisa merekam datanya. Nanti sebagai buktinya mereka diberikan surat keterangan atau suket,” tegas dia. 

Editor: Supriyadi

Duh, Blangko E-KTP di Jepara Habis Lagi

Pengumuman dari Disdukcapil Jepara terkait habisnya blangko E-KTP beredar luas di masyarakat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Proses pembuatan KTP Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Jepara kembali tersendat. Ini lantaran blangko E-KTP yang ada di Disdukcapil Jepara kembali habis per Rabu (9/8/2017).

“Mulai kosong per hari ini (Rabu). Namun kami telah memasang pengumuman hari Selasa (8/8/2017) kemarin. Tujuannya agar masyarakat mengetahui informasi tersebut lebih awal,” kata Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara, Susetiyo.

Ditanya tentang penyediaan kembali blangko KTP, Susetiyo belum menerima informasi lebih lanjut. “Kami belum menerima informasi lagi mengenai kapan turunnya stok E-KTP dari pemerintah pusat ,” urainya. 

Meskipun stok E-KTP saat ini kosong, namun perekaman data warga masih bisa dilayani. Sebagai gantinya, warga akan diberikan surat keterangan atau suket sembari menunggu blangko dari pusat turun.

Dirinya menyebut, hingga saat ini total stok yang dihabiskan sejumlah 26 ribu keping. Sebanyak 22 ribu di antaranya didrop langsung dari pemerintah pusat, sementara 4.000 sisanya diambil langsung oleh Kepala Disdukcapil Jepara Sri Alim Yuliatun di Jakarta. 

Menurut catatannya, hingga akhir bulan Juli ada 855.666 orang yang telah merekamkan datanya. Sementara yang telah tercetak sebanyak 849.250, terdiri dari perekam laki-laki sebanyak 424.272 dan perempuan 424.978. 

“Artinya masih ada sejumlah 6.416 data orang yang telah merekam namun belum tercetak pada blangko E KTP,” tambahnya. 

Editor: Supriyadi

Duh, Blangko E-KTP di Jepara Terbatas

Warga memperlihatkan e_KTP. (MuriaNewsCom)

Warga memperlihatkan e_KTP. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ketersediaan blangko e-KTP di Jepara amat terbatas. Karenanya, pemohon e-KTP harus bersabar saat ingin mendapatkannya.

Kabid Kependudukan pada Dindukcapil Jepara, Subangun, Jumat (19/8/2016), mengatakan, sampai saat ini ketersediaan blangko e-KTP sangat terbatas. “Ketersediaan blangko E-KTP,  saat ini juga masih terbatas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pelayanan pencetakan di Disdukcapil terus berjalan. Sebab, sebelum blangko habis, pihaknya langsung ke pusat untuk mengajukan blangko.  “Saat ini juga kami melalui Kepala Dinas ke Jakarta untuk meminta blangko lagi karena sudah minim, ” imbuhnya.

Sementara itu, layanan masyarakat berupa pencetakan e-KTP tidak bisa langsung jadi. Dindukcapil beralasan bahwa permintaan banyak sedangkan ketersediaan barang dan tenaga yang minim.

“Permohonan cetak e-KTP terus berlangsung setiap hari. Kondisi ini membuat warga yang mengajukan E-KTP tak bisa langsung mendapatkan pada hari itu juga, karena harus mengantre,” ujar Subangun.

Menurutnya, warga yang mengajukan cetak dan masih menunggu jumlahnya masih ribuan orang. Bahkan sampai saat ini, jumlah antrean mencapai 4.500 orang. Warga yang baru mengajukan cetak e-KTP tidak bisa langsung mendapatkan e-KTP. Karena proses pencetakan dilakukan urut.

“Tidak bisa langsung terima e-KTP, karena harus menunggu sampai yang mengajukan lebih awal sudah tercetak. Kami cetak secara urut sesuai antrean,” ungkapnya.

Ia mengemukakan, lamanya menunggu cetak e-KTP sekitar satu pekan. Itu berdasarkan perhitungan jumlah pengajuan dan kemampuan Disdukcapil melakukan pencetakan setiap hari. Setiap hari warga yang mengajukan cetak e-KTP sebanyak 400 hingga 500 orang. Meliputi pelayanan di Disdukcapil sendiri dan pelayanan di setiap kecamatan.

“Kemampuan mesin pencetak E-KTP maksimal 600 E-KTP perharinya. Kami tidak bisa mencetak lebih dari itu karena keterbatasan alat cetak. Kami hanya punya empat mesin. Masing masing bisa mencetak 150 E-KTP setiap hari,”ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pelayanan E-KTP  di Blora Mendadak Berhenti, Ada Apa?

E-KTP_New

 

MuriaNewsCom, Blora – Kantor Dukcapil Blora menyatakan, pihaknya tidak lagi bisa melayani cetak KTP Elektronik (E-KTP).

Sebab, Dukcapil Blora kehabisan stok blangko E-KTP. Padahal saat ini, pemohon E-KTP masih tinggi. Terlebih, para perantau banyak yang mengurus E-KTP sebelum mereka kembali ke tanah rantau.

“PENGUMUMAN Kamis 14-7-2016 @dukcapil_blora tdk melayani cetak KTP-el, krn #BLANKO_KTP_el HABIS, sampai ada dropping dari pusat,” begitu dikutip dari akun media sosial Twitter @Dukcapil_Blora.

Warga pun berharap, agar persoalan itu bisa segera teratasi. Dukcapil Blora berjanji menyampaikan ke warga bila blangko sudah tersedia.

“Iya mas/mbak/pak/bu besok kalau sudah ada blanko akan kami umumkan di disini jg, saat ini khusus blora yg habis,” jawab akun Dukcapil tersebut saat menjawab pertanyaan warga melalui Twitter.

Editor : Akrom Hazami

Pemohon E-KTP di Grobogan Bakal Kecele

Pelayanan KTP di Kantor Dispendukcapil Grobogan terganggu karena blangko habis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelayanan KTP di Kantor Dispendukcapil Grobogan terganggu karena blangko habis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bagi warga yang mau mengurus KTP pascalebaran siap-siap untuk kecele. Sebab, proses pengurusan KTP dipastikan akan terhambat karena habisnya blangko untuk mencetak kartu identitas tersebut.

Informasi yang didapat menyatakan, habisnya blangko KTP itu sudah terjadi sejak pekan terakhir bulan Juni. Hingga awal Juli, blangko KTP tetap belum tersedia karena tidak ada drop dari pusat.

Akibat kosongnya blangko, warga yang sedianya hendak mengurus KTP baru hanya bisa melakukan perekaman data. Oleh petugas dijanjikan jika KTP nanti akan secepatnya dicetak setelah ada pasokan blangko.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo ketika dimintai komentarnya membenarkan habisnya blangko KTP tersebut. Menurutnya, sejauh ini pihaknya sudah berupaya minta kiriman blangko dari pusat. Tetapi, belum ada realisasinya sampai saat ini.

“Beberapa hari lalu, kami malah sempat pinjam blangko dari kabupaten tetangga. Tetapi hanya dapat 456 blangko dan sudah terpakai semuanya,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pasca lebaran biasanya banyak orang yang membutuhkan KTP. Kebanyakan mereka adalah para perantau yang pulang kampung dan orang yang akan ikut merantau pascalebaran.

“Kami sarankan mereka yang mau ngurus KTP agar ikut perekaman data lebih dahulu di kantor kecamatan. Nanti, kalau blangkonya sudah tiba maka petugas bisa langsung mencetakkan KTP-nya. Habisnya blangko KTP ini juga sudah kita umumkan di papan pengumuman,” tegasnya.

Susilo menjelaskan, selama tahun 2015 dan semester I tahun 2016, pihaknya mendapat jatah blangko KTP dari pusat sebanyak 150.557 lembar. Kemudian, ada pinjaman dari Provinsi Jateng 1.824 lembar dan kabupaten tetangga 456 lembar.

Jumlah blangko yang didapat sejauh ini belum sesuai dengan kebutuhan. Dimana, saat ini, masih ada sekitar 43 ribu warga yang sudah rekam data tetapi belum bisa tercetak KTPnya. Kemudian, sebanyak 76 ribu warga lainnya yang jadi wajib KTP belum melakukan perekaman data.

“Pengadaan blangko KTP ini dilakukan oleh pusat. Tetapi droping blangko selama ini belum sesuai permintaan. Terbatasnya blangko KPT merupakan salah satu kendala kita selama ini,” imbuh mantan kabag perekonomian itu.

Editor : Akrom Hazami