Nah Loh.., Bangunan Mess Bina Marga Provinsi Diminta Dibongkar

Sumiyatun, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus ketika meninjau proyek normalisasi saluran air (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sumiyatun, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kudus ketika meninjau proyek normalisasi saluran air (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan bangunan Mess Bina Marga Provinsi Jateng di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, terancam dibongkar. Hal ini, lantaran keberadaan bangunan menghambat proses normalisasi saluran air dan trotoar.Apalagi, bangunan itu dinilai sudah menyalahi aturan, karena berada di atas fasiltas umum.

Hal itu disampaikan Kepala Kelurahan Wergu Wetan Suroso. Dia mengungkapkan, kalau bangunan mess milik Bina Marga Provinsi dibangun di atas trotoar saluran air. Sehingga, pihaknya meminta agar bangunan tersebut dibongkar lantaran dapat mengganggu normalisasi.

“Bangunan itu juga berdiri diatas fasilitas umum. Hal itu mengganggu masyarakat lain yang hendak menggunakannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, Konsultan Pengawas Joni Aleksa dari CV Kendamel mengutarakan, sebenarnya komunikasi dengan pihak Bina Marga sudah dilakukan. Hanya jawaban yang didapat tidak memuaskan.

“Sudah pernah ketemu, saya minta izin untuk melakuan normalisasi disana. Jawabannya boleh, tapi jika sampai merusak bangunan harus ganti,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, ketika normalisasi dilakukan harus merobohkan sebagian dinding bangunan. Sebab, sebagian bangunan mess tersebut berdiri diatas saluran pengairan.

Editor : Kholistiono

Dapat Teguran Gubernur, Perbaikan Jalan Provinsi di Randublatung Langsung Dikebut

Pekerja sedang melakukan perbaikan di ruas Jalan Randublatung (MuriaNewsCom/PRIYO)

Pekerja sedang melakukan perbaikan di ruas Jalan Randublatung (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA- Usai mendapatkan teguran dari Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau kesiapan jalur mudik alternatif di ruas jalan provinsi yang ada di Randublatung, Blora, Jumat (3/7) lalu, Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Jawa Tengah wilayah Purwodadi nampaknya tidak mau menanggung resiko besar.Kerusakan jalan yang berada di depan Perhutani KPH Randublatung langsung dilakukan perbaikan.

”Setelah Jumat lalu ditegur Pak Ganjar, langsung pada hari Sabtu keesokan harinya material perbaikan jalan datang untuk memperbaiki kerusakan jalan yang parah di depan Perhutani KPH Randublatung,” ujar salah satu warga Kecamatan Randublatung Mahesa, Senin(6/7/2015) .

Menurutnya, setelah ditegur Gubernur karena perbaikan jalan yang tidak sesuai target dan masih banyak kerusakan di jalan provinsi, khususnya di ruas Cepu-Randublatung-Singget, kini Bina Marga Jateng kerja keras mempersiapkan jalur mudik.

”Alhamdulillah setelah ditinjau gubernur, kini kerusakan jalan yang sudah terjadi bertahun-tahun kini mulai diperbaiki oleh Bina Marga Jateng. Sebelumnya, kerusakan di ruas depan Perhutani KPH Randublatung sangat parah, bahkan setiap harinya warga sekitar sering menyirami untuk mengurangi debu,” katanya. (PRIYO/KHOLISTIONO)

Pejabat Bina Marga Rembang Jadi Tersangka Korupsi Infrastruktur

Raharjo, Kabid Bina Marga DPU Rembang. (KOMA / AHMAD FERI)

 

REMBANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menetapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Rembang Raharjo sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan pemeliharaan jalan pada ruas Sulang-Sumber-Kaliori tahun 2014. Raharjo yang juga  menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek senilai Rp 6 miliar tersebut dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka pada Selasa (5/5) mendatang.

Lanjutkan membaca