Tergiur Bunga Tinggi, Puluhan Warga Pati Kehilangan Uang Miliaran

Sumiyati, nasabah asal Desa Gabus menunjukkan sertifikat penyertaan modal yang ditandatangani General Manager PT BIG, Novi Natalia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sumiyati, nasabah asal Desa Gabus menunjukkan sertifikat penyertaan modal yang ditandatangani General Manager PT BIG, Novi Natalia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan warga Pati yang menginvestasikan uangnya di PT Berjaya Indah Guna (BIG) menggeruduk kantor tersebut, lantaran uangnya tidak bisa ditarik kembali. Mereka berbondong-bondong menduduki kantor PT BIG di Jalan Kyai Saleh Nomor 32-D, Pati, Rabu (31/8/2016).

Susilowati, nasabah asal Desa Puri, Kecamatan Pati mengaku menginvestasikan uangnya di PT BIG, karena tergiur bunga yang sangat tinggi. Bila sejumlah koperasi di Pati memberikan bunga satu persen setiap bulan, PT BIG berani memberikan bunga, antara 3-4 persen setiap bulan.

Dengan modal Rp 200 juta saja, nasabah sudah mendapatkan bunga Rp 5 juta setiap bulan. Sementara itu, penyertaan modal senilai Rp 50 juta bisa menikmati bunga Rp 1,5 juta per bulan. Tak ayal, banyak nasabah yang berbondong-bondong menyertakan modal di sana sebagai investasi.

“Awalnya saya sudah berinvestasi di Koperasi PENI, sudah aman dan baik. Namun, ada orang yang memberi tahu bila investasi di PT BIG bunganya besar. Saya akhirnya tergiur, karena untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak tahunya, uang saya tidak bisa kembali,” kata Susilowati.

Dia menuturkan, Direktur PT BIG Denny Adi Saputro sudah berjanji uang penyertaan modal sudah bisa dikembalikan, setelah uang dari Jakarta cair karena akan jual properti. Selain itu, Denny sudah memberikan pesan singkat kepada Susilowati bahwa deviden akan dibagikan paling lama Agustus 2016.

“Dia juga bilang kalau surat resmi dari pusat terkait dengan deviden dan pengambalian uang sudah ada di kantor, tapi saya cek ternyata tidak ada surat resminya. Teman-teman nasabah lain banyak yang tertipu, mulai angka kecil sampai Rp 750 juta. Ada pula teman yang hanya bisa menangis, karena harta satu-satunya yang diinvestasikan raib dan tidak bisa kembali,” ungkap Susilowati.

Saking tergiurnya, Susilowati sempat memperpanjang investasi kendati sudah jatuh tempo. Kecurigaan Susilowati mulai muncul, ketika uang investasinya itu akan diambil untuk keperluan hajatan mantu, tetapi tidak bisa dicairkan. Puncak kemarahan nasabah meluap, setelah berbulan-bulan tidak menerima bunga dan uang tidak bisa ditarik.

Sumiyati, warga Desa Gabus yang menginvestasikan uangnya senilai Rp 200 juta hanya bisa pasrah uangnya tidak bisa kembali. Rencananya, para nasabah akan melaporkan PT BIG kepada polisi dalam waktu dekat. Dari informasi yang dihimpun, jumlah total uang para nasabah yang diinvestasikan di PT BIG mencapai Rp 26 miliar.

Editor : Kholistiono

Tertipu Investasi Bodong, Puluhan Warga Pati Geruduk Kantor Berjaya Indah Guna

Puluhan nasabah menduduki Kantor PT Berjaya Indah Guna di Jalan Kyai Saleh No 32-D, Pati, Rabu (31/08/2016).Dedangkan direktur lembaga keuangan tersebut diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan nasabah menduduki Kantor PT Berjaya Indah Guna di Jalan Kyai Saleh No 32-D, Pati, Rabu (31/08/2016).Dedangkan direktur lembaga keuangan tersebut diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan nasabah menggeruduk Kantor Lembaga Keuangan PT Berjaya Indah Guna (BIG) di Jalan Kyai Saleh Nomor 32-D, Pati, Rabu (31/08/2016). Mereka ingin uang puluhan juta yang diinvestasikan di BIG bisa dikembalikan.

Sayangnya, aksi mereka tidak berhasil, karena Direktur PT BIG Denny Adi Saputro diamankan petugas kepolisian di Mapolres Pati. Karena itu, tuntutan mereka gagal. Sementara itu, kantor PT BIG kosong saat diduduki massa.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, jumlah total kerugian nasabah yang berinvestasi di PT BIG mencapai Rp 26 miliar. Rencananya, para nasabah akan melaporkan pimpinan PT BIG kepada polisi. Namun, mereka sebetulnya ingin uangnya kembali.

Sumiyati, warga Desa Gabus mengaku menginvestasikan uangnya di PT BIG sebesar Rp 200 juta. Dia sempat menikmati deviden sebanyak Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, uang Sumiyati kini terancam raib lantaran lembaga keuangan tersebut diakui mengalami kolaps.

“Usia saya sudah tua. Itu harta satu-satunya yang saya investasikan untuk masa tua. Namun, PT Berjaya Indah Guna ternyata mengalami kolaps dan tidak bisa mengembalikan uang saya. Jangankan uang, deviden saja tidak dibagikan,” ujar Sumiyati sembari menunjukkan sertifikat penyertaan modal yang ditandatangani General Manager PT Berjaya Indah Guna, Novi Natalia.

Senada dengan itu, Susilowati yang merupakan warga Desa Puri, Kecamatan Pati juga sudah tidak menerima deviden sejak Mei 2016 lalu. Dia mulai curiga bila lembaga keuangan tersebut bodong. Setelah mencoba untuk meminta uang yang disertakan, Direktur PT BIG mengelak.

Susilowati sendiri menyertakan modal di lembaga keuangan tersebut sebanyak Rp 50 juta, sedangkan anaknya berinvestasi senilai Rp 25 juta. Susilowati sempat menikmati deviden sebesar Rp 1,5 juta selama setahun, sebelum uangnya tersebut tidak bisa ditarik.

Editor : Kholistiono