Bidan PTT Grobogan yang Lolos Pengadaan CPNS Waspadai Aksi Penipuan

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi jajaran FKPD memberikan ucapan selamat pada bidan PTT yang lolos dalam pengadaan CPNS. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para bidan pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017 agar mewaspadai aksi penipuan terkait momen tersebut. Yakni, terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang sebelumnya menjajikan bisa membantu kelulusan dalam seleksi CPNS tersebut.

“Kalau ada oknum yang menjajikan bisa membantu kelulusan jadi CPNS, saya pastikan itu penipuan. Jadi, harap waspada jika ada yang modus seperti itu,” tegasnya saat menghadiri acara registrasi bidan PTT yang lolos CPNS di pendapa kabupaten, Sabtu (25/2/2017).

Sri Sumarni meminta agar agar pola pikir masyarakat harus diubah dalam pengadaan CPNS tersebut. Masyarakat diminta tidak mudah tertipu dan percaya dengan ulah oknum itu. Sebab, dalam setiap proses pengadaan CPNS dijamin tidak ada pungutan biaya sama sekali.

“Tidak ada yang bisa meloloskan dalam seleksi kecuali kemampuan diri sendiri. Jadi, pola pikir seperti itu harus dihilangkan,” cetusnya.

Jumlah bidan PTT keseluruhan di Grobogan ada 237 orang. Dari jumlah ini hanya 221 orang yang dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017 yang dipasang di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017).

Sebanyak 16 orang tidak lulus karena usianya lebih dari 35 tahun. Tes pengadaan CPNS bagi bidan PTT sudah dilangsungkan bulan Juli tahun 2016 di Semarang.

“Mereka yang tidak lulus dalam pengadaan CPNS tersebut nantinya akan ditampung sebagai pegawai pemerintah perjanjian kontrak (P3K). Meski demikian, kami akan memperjuangkan nasib mereka supaya sama-sama bisa diangkat jadi CPNS,”  kata Koordinator Bidan PTT Grobogan Muji Dwi Rinawati. 

Editor : Akrom Hazami

 

Cipika-Cipiki, hingga Foto Selfie Warnai Pengumuman Ratusan Bidan PTT Grobogan Lolos Pengadaan CPNS

Para bidan PTT Dinas Kesehatan Grobogan sedang melihat pengumuman di depankantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 237 bidan pegawai tidak tetap (PTT) Dinas Kesehatan dinyatakan lulus dalam pengadaan seleksi CPNS tahun 2017. Hal itu tertuang dalam keputusan Bupati Grobogan Nomor 810/1173/2017 yang dipasang di kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat, Jumat (24/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, sejak pagi, banyak orang berdatangan ke kantor BKPP untuk melihat pengumuman tersebut. Tidak hanya para bidan tetapi juga ada anggota keluarganya yang datang untuk melihat pengumuman.

Begitu namanya tercantum dalam daftar lampiran yang juga terpasang, wajah para bidan PTT yang sudah mengabdi cukup lama terlihat sumringah. Beberapa bidan tampak saling berpelukan setelah namanya sama-sama tercantum dalam daftar kelulusan.

“Alhamdulillah. Selamat, ya,” kata para bidan tersebut sambil bercipika-cipiki dan berselfie ria di depan papan pengumuman.

Beberapa bidan juga terlihat sempat memotret keputusan yang ditempel dalam papan pengumuman tersebut. Tujuannya untuk dikirimkan pada rekan lainnya yang belum sempat berdatangan atau dikabarkan pada keluarganya di rumah.

Meski demikian, ada juga beberapa orang yang beraut wajah sedih usai melihat pengumuman. Pasalnya, namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan tersebut.

Koordinator Bidan PTT Grobogan Muji Dwi Rinawati menyatakan, dalam pengumuman tersebut memang ada sejawatnya yang namanya tidak tercantum. Jumlahnya ada 16 orang.

“Jumlah bidan PTT keseluruhan ada 237 orang. Yang dinyatakan lulus tes ada 221 orang. Sebanyak 16 orang tidak lulus karena usianya lebih dari 35 tahun. Tes pengadaan CPNS bagi bidan PTT sudah dilangsungkan bulan Juli tahun 2016 di Semarang,” jelasnya.

Informasi yang didapat, mereka yang tidak lulus dalam pengadaan CPNS tersebut nantinya akan ditampung sebagai pegawai pemerintah perjanjian kontrak (P3K). Meski demikian, pihaknya akan memperjuangkan nasib mereka supaya sama-sama bisa diangkat jadi CPNS.

Setelah pengumuman, mereka yang dinyatakan lulus tersebut diwajibkan mengikuti registrasi. Jadwalnya, pada hari Sabtu 25 Februari besok di pendapa kabupaten.

Editor : Akrom Hazami