Ribuan Bibit Kopi Arabika Siap Ditanam di Pegunungan Muria

ilustrasi

ilustrasi

 

KUDUS – Sedikitnya 1.200 bibit kopi arabika siap untuk di taman di kawasan Pegunungan Muria. Penanaman bibit kopi tersebut, dilakukan sebagai upaya mencegah gundulnya Pegunungan Muria, khususnya di kawasan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

Hardi Cahyana, Perwakilan PT Djarum mengungkapkan, bibit pohon yang siap untuk ditanam tersebut sudah berumur satu tahun. Hal itu untuk mempermudah agar warga untuk menanamnya. Penanaman sendiri bakal berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu besok.

“Kalau lokasi penanaman berada di sekitar lahan milik warga. Bibit kopi yang kami tanam besok, juga berdasarkan dari kesepakatan warga,” katanya.

Sebelum penanaman, pihaknya katanya, sudah melakukan komunikasi dengan masyarakat. Dalam hal ini Gapoktan yang berjumlah 14 kelompok yang sepakat untuk menanam kopi.

1.200 bibi kopi tersebut memang dinilai masih sedikit,namun, pihaknya tidak mencari kuantitas melainkan mencari kualitas. Sebab, jika jumlah sedikit namun lebih terurus akan lebih bagus ketimbang jumlah banyak namun terabaikan.

“Jika nantinya berhasil, maka akan dilakukan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar. Kali ini juga sebagai uji coba dalam penghijauan di Rahtawu,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, pihaknya juga mengajak siswa untuk berpartisipasi. Selain itu, petugas dari TNI dan Polri juga dilibatkan dalam penanaman nanti. Untuk jarak tanam, satu pohon dengan lainnya berjarak tiga meter, karena jarak tersebut dianggap pas untuk melakukan penanaman. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bisnis Bibit Jambu di Pati Prospeknya Luar Biasa, Ini Buktinya!

Bisnis Bibit Jambu (e)

Abdul Kalim, petani jambu asal Desa Kuryokalangan tengah menghidupkan pompa air untuk menyirami bibit jambu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui. Begitu bisnis yang dilakoni Abdul Kalim, petani jambu asal Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus.

Tak hanya budidaya jambu, Kalim juga membuat sepetak lahan untuk mengembangkan bibit dan dijual kepada petani jambu dari berbagai daerah. Beragam jenis bibit jambu unggulan pun ia tanam, mulai jambu citra, jambu madu, dan banyak lagi lainnya.

”Dalam bisnis, jika permintaan banyak dan ketersediaan sedikit pasti menjanjikan. Di Pati, bibit jambu yang disukai pasaran masih minim. Ini menjadi peluang yang menjanjikan. Hanya butuh keterampilan cangkok tanaman dan ketelitian, kita bisa kembangkan bisnis ini,” ujar Kalim kepada MuriaNewsCom, Sabtu (31/10/2015).

Ia mengatakan, satu bibit jambu ia hargai dengan murah. Ukuran 60 hingga 70 cm saja, ia hanya mematok Rp 20 ribu saja.

Salah satu keuntungan yang luar biasa, kata dia, ketika ada petani jambu yang membuka lahan baru dan membutuhkan ratusan bibit jambu cangkokan. ”Per seratus bibit jambu saja, kita sudah bisa mengantongi Rp 2 juta,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)