Tiap Bulan 1,2 Juta Kilogram Beras Didistribusikan untuk Keluarga Miskin di Jepara

Salah seorang perangkat Desa Plajan Jepara menunjukkan beras raskin yang diterima dari pemerintah (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang perangkat Desa Plajan Jepara menunjukkan beras raskin yang diterima dari pemerintah (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom,Jepara – Tahun 2016 ini, pemerintah kembali memberikan bantuan bagi warga kurang mampu. Sedikitnya ada 85.595 rumah tangga di Kabupaten Jepara yang mendapatkan jatah menerima beras untuk keluarga miskin (Raskin). Tiap bulannya, pemerintah menyediakan 1,2 juta kilogram untuk mereka.

“Jumlah tersebut untuk sementara masih sama dengan jumlah di tahun 2015 lalu,” ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Jepara Adi Nugroho kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, data tersebut berdasarkan data yang disetorkan oleh masing-masing desa. Hanya saja, data tersebut bisa saja berubah sesuai dengan hasil pendataan lanjutan oleh pihak desa. Jika ada penggantian penerima, lanjutnya, tetap harus lapor kepada pihak KKP. Sebab nantinya hal itu akan dilaporkan kepada pusat. Hal ini untuk mengantispasi kesimpangsiuran data.

“Dalam pembagiannya, masing-masing keluarga penerima berhak menerima 15 kilogram beras dengan menebusnya senilai Rp 1.600/kilogram,” ungkapnya.

Untuk distribusi Raskin, pihaknya masih bekerjasama dengan Bulog. Penyalurannya sesuai dengan jadwal yang ada untuk tiap kecamatan. Saat distribusi, Raskin sementara ditampung di balai desa, yang selanjutnya disalurkan ke penerima oleh pihak desa.

Untuk menjamin tidak adanya keluhan dari masyarakat mengenai kualitas beras, lanjut Adi, pihaknya memiliki tim khusus untuk melakukan pengawasan terhadap kondisi bantuan dan proses penyalurannya. Tim tersebut terdiri dari tim pemantau dari kabupaten, satuan kerja tingkat kecamatan, dan tim distribusi di tingkat desa.

“Ketiganya akan melakukan kordinasi secara intensif. Khususnya saat proses distribusi. Dari KKP sendiri turun ke lapangan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono 

Musim Baratan di Jepara Diprediksi Mundur

Gelombang air laut nampak masih stabil. Diperkirakan musim baratan dimulai pada akhir Desember. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gelombang air laut nampak masih stabil. Diperkirakan musim baratan dimulai pada akhir Desember. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Beberapa tahun terakhir musim Baratan yang ditandai dengan ombak besar di perairan laut Jawa termasuk di Jepara, terjadi pada pertengahan bulan Desember. Tetapi, seiring dengan molornya musim hujan, musim Baratan pun ikut mundur. Diprediksi musim Baratan dimulai sekitar akhir bulan Desember nanti.

Hal itu seperti yang dikatakan Kepala Syahbandar Jepara, Suripto. Menurutnya, hingga memasuki pekan kedua Desember saat ini belum nampak tanda-tanda datangnya musim Baratan. Saat ini ketinggian gelombang laut di wilayah perairan laut Jepara di bawah satu meter.

”Melihat kondisi yang ada, diperkirakan musim Baratan tahun ini mundur. Meski sudah memasuki pekan kedua, ketinggian gelombang riil masih bagus di bawah satu meter,” ujar Suripto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, mundurnya musim Baratan disebabkan anomali perubahan cuaca yang terjadi tahun ini. Diperkirakan, musim Baratan akan melanda wilayah perairan Jepara pada akhir tahun.

”Jika biasanya pertengan Desember hingga Februari, tahun ini belum bisa diprediksi apakan baratan apakah akan berlangsung lebih lama atau cepat,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Jelang Musim Baratan, 9,5 Ton Beras Dikirim Ke Karimunjawa

asih ada stok beras di salah satu gudang penyimpanan beras di Jepara. Menjelang musim Baratan, Karimunjawa disuplai beras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

asih ada stok beras di salah satu gudang penyimpanan beras di Jepara. Menjelang musim Baratan, Karimunjawa disuplai beras. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Memasuki musim hujan menjadi momen bersiap-siap sejumlah warga untuk menghadapi musim Baratan di perairan Jepara. Sebab, biasanya ketika musim Baratan aktivitas perairan laut Jepara menjadi mandek. Akibatnya, wilayah terluar Kabupaten Jepara yakni Kecamatan Karimunjawa menjadi terisolir.

Untuk menghadapi musim Baratan, Pemkab Jepara menyalurkan sedikitnya 9,5 ton beras untuk mencukupi kebutuhan pangan di sana. Terutama selama musim baratan yang berdampak keterisoliran Karimunjawa nanti.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Jepara, Adi Nugroho mengemukakan, beras sebanyak itu merupakan stok dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Semua beras itu sudah dikirimkan pada akhir November lalu, melalui Dermaga Kartini Jepara.

”Semua beras dikirim sekaligus dalam sehari melalui Dermaga Kartini. Saat ini sudah tersimpan di dalam gudang beras di Karimunjawa,” ujar Adi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (12/12/2015).

Menurut dia, diperkirakan beras sebanyak itu diproyeksikan akan cukup dikonsumsi warga selama musim Baratan yang dipresiksi berlangsung mulai akhir Desember hingga April. Kemungkinan sampai saat ini beras tersebut belum digunakan lantaran distribusi logistik dari Jepara ke Karimunjawa masih lancar, sejalan dengan masih lancarnya arus transportasi. (WAHYU KZ/TITIS W)