Siswa SMA dari Bandung Ini Nekat Bolos Sekolah Setengah Bulan demi Jualan Bendera di Kudus

Salah satu penjual bendera, Asep, menata bendera dagangannya di depan Makodim Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Asep (16) warga Bandung, Jawa Barat, nekat bolos sekolah hampir setengah bulan demi menjual bendera. Hal ini tampak saat MuriaNewsCom menemuinya di tempat jualannya di bilangan Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Rabu (2/8/2017).

“Lumayan dapat belasan juta, jadi sekolah di SMA libur dulu. Barulah nanti setelah selesai jualan baru melanjutkan sekolah kembali,” kata Asep.

Apa yang dilakukannya juga sepengetahuan orang tuanya. Diketahui, orang tuanya dulu juga menjual bendera merah putih saat momen HUT RI.

Dia baru kali ini berjualan bendera di Kudus. Tahun sebelumnya, dia menjual bendera di Papua. “Kalau di sana banyak juga yang memalak, sementara di Kudus lebih aman. Kayaknya ke depannya nanti akan lebih sering di Kudus saja jualannya,” ungkap dia.

Dia mengaku, soal tidak dan laku jualannya, Kudus dan Papua hampir serupa. Yang jelas, di Kudus lebih aman dan lebih dekat jaraknya dari Bandung.

Dalam berjualan, dia melakukannya secara kelompok. Per kelompok ada delapan orang. Tiap kelompok, satu sama lain berjualan berdekatan dan saling mengawasi serta saling membantu.

Editor : Akrom Hazami

Penjual Bendera Mulai Ramai di Kudus 

Salah satu penjual bendera, Asep, menata bendera dagangannya di depan Makodim Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Para penjual bendera musiman mulai ramai bermunculan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-72 tahun di Kabupaten Kudus.

Seperti di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (2/8/2017). Di titik itu terlihat bendera merah putih dan umbul – umbul berkibar menghiasi pusat kota ini.

Satu dari sejumlah penjual yang berjualan bendera adalah Asep (16), pria asal Bandung, Jawa Barat ini mengaku rutin berjualan bendera pada momen seperti sekarang. Pada tahun ini, dia berjualan mulai akhir Juli hingga 16 Agustus nanti. “Biasanya kan saat-saat ramai ya pas dekat-dekat tanggal 17 Agustus,” kata Asep ditemui di tempatnya berdagang di depan Makodim Kudus.

Bendera yang dijual ada berbagai ukuran dan jenis. Seperti bendera sepanjang satu meter harganya Rp 25 ribu, kemudian bendera kecil Rp 15 ribu. Selain bendera biasa, Asep juga menjual bendera dengan panjang sekitar 5 meter dengan gambar burung Garuda di tengah dengan harga Rp 90 ribu.

Dia juga menjual jenis umbul-umbul dengan harga Rp 25 ribu untuk satu buahnya dengan panjang sekitar 1 meter.

Biasanya, kata Asep, dia mampu mendapatkan uang sekitar Rp 16 juta. Jumlah itu dikantonginya selama dia menjual bendera dari 31 Juli-16 Agustus.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Perempuan Asal Ciamis Jabar Ini Sudah 15 Tahun Jualan Bendera di Grobogan

Bu Yayah, salah satu penjual bendera dan atribut merah putih musiman di Kota Purwodadi sedang merapikan barang dagangannya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Penjual bendera dan atribut merah putih musiman mulai bermunculan di kawasan Kota Purwodadi menjelang momen Agustusan. Di sejumlah ruas jalan protokol, sudah terlihat penjual bendera yang menggelar dagangannya di pinggir jalan di bawah pohon peneduh.

Hampir semua pedagang musiman ini berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Salah satunya adalah Bu Yayah, yang mangkal di pinggir jalan Gajah Mada dengan hutan kota.

“Saya sudah sampai Purwodadi dua hari lalu. Setelah sampai sini langsung jualan,” katanya, Sabtu (29/7/2017).

Yayah mengaku tiap tahun selalu ikut berjualan bendera. Selama 15 tahun pekerjaan itu digeluti tiap mendekati bulan Agustus.

“Tiap tahun saya jualan di sini. Kalau saya hitung sudah 15 kali ini saya ke Purwodadi. Kami jualan ke sini dengan banyak kawan atau rombongan,” jelasnya.

Yayah mengaku senang jualan bendera di Purwodadi. Selain omzetnya selalu bagus, suasana Purwodadi dinilai tidak terlalu bising seperti kota besar lainnya.

Di samping itu, biaya hidup di Purwodadi dinilai cukup murah sehingga bisa menekan pengeluaran.“Saya kerasan jualan disini. Semoga tahun ini dagangan saya laris,” harapnya.

Selain menjual bendera berbagai ukuran, pedagang musiman ini juga menyediakan umbul-umbul dan atribut lainnya. Harga barang yang dijual itu bervariasi, mulai Rp 10-50 ribu.

Editor : Kholistiono

Demi Merah Putih, Pemuda Jabar Harus Jauh dari Keluarga untuk ke Blora

Penjual bendera merah putih di salah satu jalan di Blora. (Setda Humas Pemkab Blora)

Penjual bendera merah putih di salah satu jalan di Blora. (Setda Humas Pemkab Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Penjual bendera nasional Indonesia, Merah Putih, mulai bermunculan di pinggir jalan Kabupaten Blora. Ini bertepatan dengan kian dekatnya perayaan HUT Kemerdekaan ke 71.

Salah satunya Ohim (37) yang menjual berbagai jenis bendera dan umbul-umbul di pinggir Jalan Gunandar, Kecamatan Blora.

“Saya baru datang tiga hari yang lalu,” ujar Ohim, Rabu (01/8/2016), dikutip dari ww.blorakab.go.id.

Menurutnya, harga bendera dan umbul-umbul dibanderol dari Rp 25 ribu hingga Rp 70 ribu per lembar.

“Ini umbul-umbul yang ada gambarnya Presiden Sukarno, harganya 65 ribu, untuk bendera mulai dari 25 ribu hingga 70 ribu, tergantung ukuran yang diminati,” katanya

Ohim berasal dari Tasikmalaya Jawa Barat sengaja datang ke Kabupaten Blora hanya untuk menjual bendera dan umbul-umbul.

Tidak hanya Ohim, beberapa penjual yang sama juga nampak mangkal dan menyebar di sejumlah tempat di kecamatan. Seperti di Kecamatan Kunduran, Randublatung dan Kecamatan Cepu.

“Alhamdullilah, ini berkah kami, sudah ada yang membeli baik perorangan atau dari kantoran,” kata Asep, pedagang bendera yang mangkal Jalan Diponegoro, Kecamatan Cepu.

Pemerintah Kabupaten Blora mengajak masyarakat untuk memasang umbul-umbul mulai tanggal 1 Agustus 2016 hingga akhir bulan.

“Silakan, begitu masuk bulan Agustus, umbul-umbulnya bisa dipasang lebih dahulu. Pemkab juga mengupayakan agar jalan utama seperti Jalan Pemuda akan dipasang umbul-umbul yang seragam sehingga lebih rapi dan tertata. Sedangkan untuk bendera merah putih bisa dikibarkan di masing-masing rumah mulai 14 Agustus hingga 18 Agustus,” jelas Sutikno Slamet, Plt Sekda Kabupaten Blora.

Setda, kata Sutikno, telah mengedarkan surat ke jajaran SKPD, Camat dan Lurah/Kades agar menginstruksikan kepada seluruh warganya untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 dengan bersih-bersih dan menghias lingkungan.

Editor : Akrom Hazami