Perempuan Asal Ciamis Jabar Ini Sudah 15 Tahun Jualan Bendera di Grobogan

Bu Yayah, salah satu penjual bendera dan atribut merah putih musiman di Kota Purwodadi sedang merapikan barang dagangannya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Penjual bendera dan atribut merah putih musiman mulai bermunculan di kawasan Kota Purwodadi menjelang momen Agustusan. Di sejumlah ruas jalan protokol, sudah terlihat penjual bendera yang menggelar dagangannya di pinggir jalan di bawah pohon peneduh.

Hampir semua pedagang musiman ini berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Salah satunya adalah Bu Yayah, yang mangkal di pinggir jalan Gajah Mada dengan hutan kota.

“Saya sudah sampai Purwodadi dua hari lalu. Setelah sampai sini langsung jualan,” katanya, Sabtu (29/7/2017).

Yayah mengaku tiap tahun selalu ikut berjualan bendera. Selama 15 tahun pekerjaan itu digeluti tiap mendekati bulan Agustus.

“Tiap tahun saya jualan di sini. Kalau saya hitung sudah 15 kali ini saya ke Purwodadi. Kami jualan ke sini dengan banyak kawan atau rombongan,” jelasnya.

Yayah mengaku senang jualan bendera di Purwodadi. Selain omzetnya selalu bagus, suasana Purwodadi dinilai tidak terlalu bising seperti kota besar lainnya.

Di samping itu, biaya hidup di Purwodadi dinilai cukup murah sehingga bisa menekan pengeluaran.“Saya kerasan jualan disini. Semoga tahun ini dagangan saya laris,” harapnya.

Selain menjual bendera berbagai ukuran, pedagang musiman ini juga menyediakan umbul-umbul dan atribut lainnya. Harga barang yang dijual itu bervariasi, mulai Rp 10-50 ribu.

Editor : Kholistiono

Demi Merah Putih, Pemuda Jabar Harus Jauh dari Keluarga untuk ke Blora

Penjual bendera merah putih di salah satu jalan di Blora. (Setda Humas Pemkab Blora)

Penjual bendera merah putih di salah satu jalan di Blora. (Setda Humas Pemkab Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Penjual bendera nasional Indonesia, Merah Putih, mulai bermunculan di pinggir jalan Kabupaten Blora. Ini bertepatan dengan kian dekatnya perayaan HUT Kemerdekaan ke 71.

Salah satunya Ohim (37) yang menjual berbagai jenis bendera dan umbul-umbul di pinggir Jalan Gunandar, Kecamatan Blora.

“Saya baru datang tiga hari yang lalu,” ujar Ohim, Rabu (01/8/2016), dikutip dari ww.blorakab.go.id.

Menurutnya, harga bendera dan umbul-umbul dibanderol dari Rp 25 ribu hingga Rp 70 ribu per lembar.

“Ini umbul-umbul yang ada gambarnya Presiden Sukarno, harganya 65 ribu, untuk bendera mulai dari 25 ribu hingga 70 ribu, tergantung ukuran yang diminati,” katanya

Ohim berasal dari Tasikmalaya Jawa Barat sengaja datang ke Kabupaten Blora hanya untuk menjual bendera dan umbul-umbul.

Tidak hanya Ohim, beberapa penjual yang sama juga nampak mangkal dan menyebar di sejumlah tempat di kecamatan. Seperti di Kecamatan Kunduran, Randublatung dan Kecamatan Cepu.

“Alhamdullilah, ini berkah kami, sudah ada yang membeli baik perorangan atau dari kantoran,” kata Asep, pedagang bendera yang mangkal Jalan Diponegoro, Kecamatan Cepu.

Pemerintah Kabupaten Blora mengajak masyarakat untuk memasang umbul-umbul mulai tanggal 1 Agustus 2016 hingga akhir bulan.

“Silakan, begitu masuk bulan Agustus, umbul-umbulnya bisa dipasang lebih dahulu. Pemkab juga mengupayakan agar jalan utama seperti Jalan Pemuda akan dipasang umbul-umbul yang seragam sehingga lebih rapi dan tertata. Sedangkan untuk bendera merah putih bisa dikibarkan di masing-masing rumah mulai 14 Agustus hingga 18 Agustus,” jelas Sutikno Slamet, Plt Sekda Kabupaten Blora.

Setda, kata Sutikno, telah mengedarkan surat ke jajaran SKPD, Camat dan Lurah/Kades agar menginstruksikan kepada seluruh warganya untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 dengan bersih-bersih dan menghias lingkungan.

Editor : Akrom Hazami