Semua Pihak Harus Cegah Upaya Pelanggaran Cukai Ilegal

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus adalah salah satu daerah penghasil rokok terbesar di Indonesia. Itu sebabnya, daerah ini menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dari Pemerintah Pusat.

Namun, pelanggaran terhadap ketentuan atau aturan cukai itu, selalu saja muncul. Pelanggaran terhadap ketentuan atau regulasi mengenai cukai, masih banyak ditemukan di kalangan masyarakat.

Karena itu, sosialisasi regulasi soal cukai adalah satu hal yang penting dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Bagian Hukum Setda Kudus terus menggencarkan sosialiasi regulasi cukai ini.

Sebab, salah satu faktor masih banyaknya kasus pelanggaran cukai berupa praktik pembuatan rokok ilegal, salah satunya disebabkan kurang pahamnya masyarakat atas regulasi tentang cukai.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kudus Suhastuti mengatakan, pihaknya sudah memiliki program-program sosialisasi regulasi tentang cukai ke masyarakat.

”Sebab, Kudus yang dikenal sebagai produsen rokok, tentunya banyak industri-industri kecil yang berkaitan dengan cukai. Ada banyak regulasi yang harus dipahami,” katanya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Salah satu sosialisasi yang dilakukan adalah tentang syarat pemberian Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Untuk memperoleh NPPBKC, pengusaha harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Antara lain, syarat bangunan atau tempat usaha untuk pabrik harus memenuhi ketentuan sebagai berikut seperti tidak berhubungan langsung dengan bangunan, halaman atau tempat-tempat lain yang bukan bagian pabrik yang dimintakan ijin, tidak berhubungan langsung dengan rumah tinggal, berbatasan langsung dan dapat dimasuki dari jalan umum, dan memiliki luas bangunan paling sedikit 200 meter persegi.

”Inilah yang kemudian kita sering sosialisasikan. Sehingga pengusaha memahami bagaimana ketentuan untuk usaha yang berhubungan dengan cukai ini. Jika pengusahanya paham, maka adanya peredaran cukai ilegal, akan semakin bisa diminimalisasi,” tuturnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Dirjen Cukai Lihat Proses Produksi Rokok SKT

Direktur Cukai Direktorat Jendral Bea Cukai M Purwantoro menyematkan pin kepada perwakilan PR Sukun Dodiek Tas’an Wartono, dalam kunjungannya ke perusahaan itu, Kamis (28/1/2016). (ISTIMEWA)

Direktur Cukai Direktorat Jendral Bea Cukai M Purwantoro menyematkan pin kepada perwakilan PR Sukun Dodiek Tas’an Wartono, dalam kunjungannya ke perusahaan itu, Kamis (28/1/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus-Direktur Cukai pada Direktorat Jendral Bea Cukai M Purwantoro mengadakan kunjungan ke PR Sukun, Kamis (28/1/2016). Yang bersangkutan melihat langsung proses produksi rokok, baik itu sigaret kretek mesin (SKM), maupun sigaret kretek tangan (SKT).

Sepanjang kunjungan tersebut, memang diperlihatkan secara langsung bagaimana proses produksi pembuatan SKM, proses penempelan pita cukai, dan proses produksi pembuatan SKM.

PR Sukun sendiri mendapat penghargaan istimewa dari dirjen. Yakni menerima pin penghargaan dari direktur Cukai Direktorat Jendral Bea Cukai atas partisipasinya dalam pencapaian target bea cukai.

Pin penghargaan ini diterima langsung perwakilan PR Sukun, yang diterima Dodiek Tas’an Wartono. Pada kesempatan itu juga, PR sukun juga menyerahkan souvenir kepada yang bersangkutan.

Sebelumnya, pada Selasa (26/1/2016), PR Sukun juga sudah menerima nominasi istimewa yang diberikan kepada perusahaan tersebut. Yakni meraih nominasi untuk kategori pengusaha pabrik hasil tembakau yang melestarikan produk warisan hasil budaya 2015, dan nominasi kategori pembayar cukai terbesar golongan 2 tahun 2015.

Pengumuman nominasi itu, dilakukan pada acara evaluasi dan apresiasi kepada beberapa perusahaan yang bekerja sama dalam bidang cukai maupun kepabean, di Hotel Griptha Kudus.

Pada kunjungan ke PR Sukun itu, direktur Cukai didampingi para pejabat dari Kantor Pusat dan Wilayah Jawa Tengah dan DIY serta. Turut menyambut dari PR Sukun selain Dodiek Tas’an Wartono, juga terlihat Oemi Belinda Tas’an Wartono, dan Lilik Riyanto.

Editor: Merie

Bea Cukai Kudus Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Ratusan ribu batang rokok ilegal yang diamankan Bea Cukai Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ratusan ribu batang rokok ilegal yang diamankan Bea Cukai Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Jajaran Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tiper Madya Kudus berhasil menggagalkan peredaran ratusan ribu batang rokok ilegal. Potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan dari praktek rokok ilegal ini sebesar Rp 62.690 juta.

“Totalnya mencapai ratusan ribu batang rokok. Dengan jenis sigaret kretek mesin (SKM) sejumlah 211 ribu batang dan sigaret kretek tangan (SKT) sebanyak 36 ribu batang,” ujar Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan pada KPPBC Kudus Titis Argo Viatmokokepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, rokok ilegal yang berhasil disita tersebut, terdiri dari berbagai jenis, seperti 10 bal rokok SKM merk BOSS mild atau sebanyak 40 ribu batang, SKT Labumas 36 ribu batang dan sebagainya. Ratusan ribu batang rokok bodong ini, disita petugas di Lingkar Selatang Kudus, setelah petugas melakukan pengejaran terhadap salah satu mobil yang diduga membawa rokok ilegal, pada Rabu (30/9/2015) malam.

Selain itu, petugas juga menyita satu buah handphone merk Nokia Dab Cross milik sopir dan rekannya, yakni A dan AS. Petugas juga mengamankan mobil pelaku yang digunakan dalam aksinya.

“Katanya mau dikirim ke Jakarta dengan paket di Demak. Namun, itu jawaban sopirnya saja, sehingga ini masih jawaban sementara,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Mau Berikan Informasi Adanya Rokok Ilegal? KPPBC Kudus Bakal Beri Reward

Kepala KPPBC Kudus menunjukkan bukti penindakan rokok ilegal (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala KPPBC Kudus menunjukkan bukti penindakan rokok ilegal (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – KPPBC Kudus berharap peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi mengenai keberadaan rokok ilegal. Karena, KPPBC memiliki personel yang tidak banyak dalam hal penindakan.

Kepala KPPBC Kudus Suryana mengatakan, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menindak perkara tersebut. Selama ini, banyak informasi yang dihimpun dari masyarakat tentang adanya rokok ilegal.

“Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk dapat memberikan informasi kepada kami mengenai keberadaan rokok ilegal. Jangan khawatir, karena pasti ada reward dari kami,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dalam upaya mengejar target, pihak KPPBC juga terus mengupayakan secara maksimal. Pihak kantor terus berupaya mengejar target meski sulit terpenuhi sepenuhnya.

“Kami terus mengupayakan mencapai target cukai, meskipun sulit mencapai angka 100 persen, tapi setidaknya kami bakal mengejar hingga mendekati, minimal dapat mencapai 90 persen,” katanya.

Untuk itu, pihaknya bakal terus mengupayakan mengejar target tersebut, terlebih untuk pabrikan ilegal kelas besar. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Bea Cukai Kudus Gerebek Pabrik Rokok di Mayong Jepara

Kepala KPPBC Kudus menunjukkan bukti penindakan rokok ilegal (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala KPPBC Kudus menunjukkan bukti penindakan rokok ilegal (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Tim Intelejen dan Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, melakukan penggerebekan tempat yang diduga digunakan untuk memproduksi rokok tanpa izin.

Penggerebekan dilakukan di sebuah bangunan yang berada di Desa Pelang RT 4 RW 2 Kecamatan Mayong, Jepara. Akibat produksi rokok ilegal tersebut, negara mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 277. 677. 106.

”Kami mendapatkan informasi mengenai rokok ilegal di Jepara. Kemudian tim kami melakukan pengamatan terhadap hal ini. Pada 2 September 2015 sekitar pukul 09.30 WIB, kami berhasil melakukan pemeriksaan di tempat itu,” kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi pada KPPBC Kudus Aries Widjanarko, kepada MuriaNewsCom, Jumat (4/9/2015).

Menurutnya, dari hasil penindakan yang dilakukan, petugas menyita berbagai barang bukti. Di antaranya rokok jenis sigaret kretek 511.780 batang, pita cukai sejumlah 2.275 keping, etiket 109 gram dan alat pemanas satu buah.
Petugas juga berhasil meringkus pelaku, dan sekarang masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap kejadian tersebut.

”Modusnya dengan menjalankan usaha tanpa memiliki izin dan tidak memiliki NPPBKC, sehingga dalam hal ini, pelaku dijerat dengan pasal 50 UU Nomor 11 tentang Cukai sebagaimana diubah dengan UU Nomor 30 tahun 2007,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

KPPBC Yakini Hanya Capai 90 Persen Dari Target

Suryana, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai menunjukkan hasil penindakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suryana, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai menunjukkan hasil penindakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Target cukai yang terus meningkat, membuat KPPBC sulit mencapainya. Bahkan, diyakininya KPPBC hanya mampu menembus angka 90 persen saja dari total target yang diberikan.

Kepala KPPBC Suryana mengatakan, dalam mengejar targetnya, paling banyak bakal mencapai 90 persen. Jumlah tersebut merupakan jumlah maksimal yang bakal terkumpul hingga akhir tahun mendatang.

”Kami terus mengupayakan mencapai target cukai, meskipun sulit mencapai angka 100 persen. Tapi setidaknya kami bakal mengejar hingga mendekati, minimal dapat mencapai 90 persen,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom, Rabu (19/8/2015).

Untuk itu, pihaknya bakal terus mengupayakan mengejar target tersebut, terlebih untuk pabrikan ilegal kelas besar. Meskipun tidak menutup kemungkinan menindak yang kecil juga.

”Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat. Saya harap masyarakat dapat memberikan info kepada kami mengenai keberadaan rokok tersebut. Dan jangan khawatir karena pasti ada reward dari kami,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Target 34 Triliun Lebih, Bea Cukai Kudus Pesimis Realisasi Terpenuhi

Suryana, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai menunjukkan hasil penindakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suryana, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai menunjukkan hasil penindakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Realisasi dari target yang dibebankan kepada Bea Cukai Kudus, nampaknya sulit tercapai. Hal itu disebabkan hingga kini yang sudah memasuki bulan ke 8, realisasi yang di dapat belum sampai separuhnya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Suryana mengatakan, tahun ini target penerimaan cukai sejumlah Rp 34.586.998.276.521, jumlah tersebut sangat banyak sehingga sulit untuk mencapainya hingga 100 persen.

”Jumlahnya masih kurang, dan kami akan terus mengejar target yang diberikan kepada kami mengenai cukai tersebut,” kata Surya kepada MuriaNewsCom, Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, target setiap tahun selalu bertambah. Seperti halnya tahun kemarin di 2014 yang memiliki target penerimaan cukai sebesar Rp 27.883.565.000.000. Tingginya target pada tahun kemarin , juga mengakibatkan gagalnya pencapaian dalam realisasi. Lantaran tahun kemarin hanya terpenuhi sejumlah Rp 11.361.889.795.620 saja.

Selama 2015, dari semua penindakan yang berjumlah 27, paling banyak di Jepara. Yaitu sebanyak 20 penindakan. Sedangkan sisanya merupakan penindakan dari Kudus dan juga dari Pati.

Dia menambahkan, meski waktu yang tersisa tidak lagi banyak dalam mencapai target, namun tim dari KPPBC terus menggalakkan razia dan operasi penindakan. Dan harapannya tidak akan ada lagi rokok ilegal dan tanpa pita cukai yang beredar. (FAISOL HADI/TITIS W)