Penyelundupan BBM Subsidi ke Pabrik Teh di Pekalongan Terbongkar

Warga melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Kasus penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Pekalongan, terbongkar, Rabu (23/8/2017) siang. BBM subsidi itu dipakai untuk operasional salah satu pabrik minuman teh besar yang terdapat di kota tersebut.

Info yang dihimpun, kasus penyelundupan terbongkar usai adanya laporan warga kepada polisi. Yaitu, ada seorang warga yang curiga dengan satu unit truk yang tengah mengisi BBM di SPBU Medono, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Truk bernopol G 1402 LA diketahui kerap mengisi solar hingga berjam-jam lamanya di SPBU Medono.

Atas laporan warga, polisi dengan mengenakan pakaian preman, tiba di SPBU Medono, guna memastikan. Polisi melakukan pemantauan hingga berjam-jam lamanya. Karena curiga, polisi segera mendatangi truk itu. Betapa kagetnya polisi tersebut. Polisi mendapati truk itu memiliki tangki bahan bakar yang besar. Tangki modifikasi tersebut mampu memuat hampir satu ton bahan bakar.

Polisi meminta keterangan sopir truk, SC (37) warga Podosugih, Pekalongan. SC mengaku jika solar dalam jumlah besar itu digunakan untuk operasional mesin genset pabrik minuman teh.

Keterangan SC, masuknya solar ke tangki truk tetap melalui lubang tangki biasa. Hanya di tangki telah dilngkapi pipa tambahan. Pipa itu menghubungkan ke beberapa bak penampungan, yang letaknya di bawah truk. Maka jadilah truk yang normalnya mampu memuat 100 liter, kini bisa lebih dari itu. Bahkn sekitar 1000 liter.

Di bawah truk rupanya juga terpasang 3 bak. Kapasitas masing-masing bak bisa mencapai ratusan liter. Modifikasi itu ditutupi dengan aksesoris fiber, yang fungsinya menutupi bak.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Silalahi mengatakan, polisi akan memanggil pihak terkait, seperti pemilik pabrik minuman teh, dan pemilik SPBU.

Editor : Akrom Hazami