Distribusi BBM ke Karimunjawa Akan Gunakan Kapal Tangker Khusus

Kapal kayu yang mengangkut BBM, KM Jasa Samudra, tiba di Karimunjawa, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapal kayu yang mengangkut BBM, KM Jasa Samudra, tiba di Karimunjawa, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – PT Pertamina memastikan bahwa Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Karimunjawa Jepara segera direalisasikan dan dapat beroperasi pada pertengahan Oktober 2016 nanti. Setelah APMS beroperasi, pengangkutan atau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Karimunjawa akan menggunakan kapal tangker khusus.

“Setelah APMS terbentuk dan beroperasi, pengangkutan dan distribusi BBM menjadi tanggung jawab PT Pertamina. Sehingga nanti pengangkutannya menggunakan kapal tangker khusus,” ujar Sales Eksekutif Retail (SER) Pertamina Jateng, Edwin Sabri RI kepada MuriaNewsCom.

Selama ini, pengangkutan BBM ke Karimunjawa menggunakan kapal kayu. Meski sempat ada layaran usai peristiwa kebakaran kapal pengangkut BBM, namun atas dasar darurat pengangkutan menggunakan kayu kembali diperbolehkan. Setelah APMS terbentuk, nanti pengangkutan ditanggung Pertamina menggunakan kapal tangker khusus tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, jika APMS itu memang akan segera beroperasi, pihaknya memastikan bahwa harga BBM di Karimunjawa bisa setara dengan yang lain. Kecuali ada harga lain yang harus dibayar.

“Ini seumpama saja. Tapi sejauh pengetahuan saya tidak ada. Sehingga harga BBM nanti kami pastikan sama. Selama ini harga BBM tinggi karena beban pengangkutan masih ditanggung agen. Kalau sudah ada APMS tidak ada alasan harga BBM masih mahal karena pengangkutannya sudah di tanggung pertamina,” katanya.

APMS tersebut diperkirakan bisa menampung 80 hingga 100 ton bensin dan solar. APMS itu nantinya akan melayani 13 pengecer. Lokasinya tersebar di kawasan Karimunjawa. APMS dibentuk untuk menormalkan harga BBM di Karimunajawa agar sama dengan daerah lain.

Editor : Akrom Hazami

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Mahal, Ini Solusi Pemkab

bbm-1024x609

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama PT Pertamina telah sepakat untuk membentu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) untuk mengatasi masalah distribusi BBM ke Karimunjawa. Jika APMS itu sudah beroperasi, maka harga BBM di Karimunjawa bisa seharga di daratan Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, APMS diharapkan segera beroperasi agar harga BBM di Karimunjawa jauh lebih murah dibanding harga BBM yang selama ini berlaku di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

“Diupayakan bisa sama harganya dengan di daratan Jepara. Kalau pun tidak, harganya tidak jauh berbeda. Selama ini harga BBM di sana sangat tinggi,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, selama ini harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp 10 ribu per-tabung ukuran satu liter. Itu jauh di atas harga normal di daratan Jepara yang hanya Rp 7 ribu untuk harga eceran, dan Rp 6.450 per liter untuk harga di SPBU.

“Jika APMS sudah beroperasi, biaya pengangkutan menjadi tanggung jawab Pertamina. Kalau sementara ini belum, sehingga biaya pengangkutan dibebankan pada pembeli. Itu yang membuat harga BBM di Karimunjawa jauh lebih mahal,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, APMS yang disetujui oleh Pertamina adalah pihak swasta, yang dimiliki oleh Gadang. Lokasinya dekat dengan pelabuhan Karimunjawa. Gadang diketahui telah memiliki peralatan yang lekap namun selama ini belum dimanfaatkan.

“Yang mengajukan ada dua, yakni Perusda dan swasta yakni Pak Gadang. Tetapi yang disetujui Pertamina yang swasta itu. Nantinya, APMS akan melayani 13 pengecer yang ada di Karimunjawa,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menentukan harga di tingkat pengecer. Pihaknya berjanji akan ikut campur agar harga yang dibebankan kepada masyarakat di Karimunjawa tidak terlalu tinggi lantaran biaya pengangkutan sudah ditanggung oleh Pertamina.

Editor : Akrom Hazami

 

Distribusi BBM ke Karimunjawa Jepara Kini Aman

karimunjawa

Sebuah kapal melaju menuju Karimunjawa, Jepara. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sempat terjadi gejolak pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Setelah sebelumnya terjadi kebakaran kapal berisi BBM di beberapa daerah. Sehingga berbuntut pelarangan penggunaan kapal biasa untuk mengangkut BBM.

Kini Pemkab Jepara memastikan pendistribusian BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu aman. Pendistribusian BBM dapat dilakukan seperti biasa yakni menggunakan kapal kayu. Hanya, kapal tersebut didesain dan diperuntukkan khusus pengangkutan BBM. Kepastian itu didapatkan setelah Pemkab Jepara datang mengadu ke Dirjen Perhubungan Laut.

“Awalnya pendistribusian BBM diharapkan menggunakan kapal khusus dari Pertamina. Tetapi ternyata Pertamina tidak punya. Kemudian kami sepakat membawa masalah ini ke Dirjen Perhubungan Laut, dan akhirnya kami mendapatkan dispensasi,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto kepada MuriaNewsCom Senin (8/8/2016).

Menurutnya, dispensasi itu berupa diberikan izin kapal kayu mengangkut BBM ke Karimunjawa. Dengan catatan memenuhi batas minimal syarat kapal yang diperbolehkan mengangkut BBM. Itu seperti yang selama ini dilakukan oleh daerah lain, yang memiliki wilayah pulau-pulau.

“Kita di Indonesia ini kan Negara kepulauan. Jadi banyak juga pulau yang sudah berpenghuni dan pendistribusian BBM menggunakan kapal kayu. Jadi tidak ada masalah asal kapal itu khusus untuk mengangkut BBM, bukan mengangkut penumpang atau barang-barang lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, lantaran persoalan distribusi ini sudah tidak ada masalah. Menurut dia, yang menjadi pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana harga BBM di Karimunjawa tidak jauh berbeda dengan harga pada umumnya.

“Diharapkan tahun ini rencana menyamakan harga BBM di Karimunjawa dengan di daratan Jepara bisa terealisasi. Sebab, pengurusan APMS sudah dalam proses. Kalau APMS sudah beroperasi maka biaya pengangkutan BBM menjadi tanggung jawab Pertamina, tidak lagi dibebankan kepada konsumen atau warga,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Soal Distribusi BBM dan Elpiji ke Karimunjawa Masih Perlu Dibahas Lebih Matang, Ini Rencana Pemkab Jepara

f-elpiji

  MuriaNewsCom, Jepara – Solusi mengenai persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji ke Karimunjawa masih belum sepenuhnya tuntas, sehingga masih perlu dimatangkan, agar tidak ada lagi persoalan di kemudian hari. Sampai saat ini upaya mendapatkan solusi yang final masih tengah diproses pihak pemerintah.

Kabag Perekonomian Setda Jepara Eriza Yulianto mengatakan, Pemkab Jepara masih akan membahas sistem pengangkutan ke Karimunjawa bersama pihak terkait. Pembahasan ini diarahkan pada masalah alat transportasi yang diperbolehkan dan sesuai dengan undang-undang yang mengatur masalah distribusi BBM dan gas elpiji.

“Distribusi BBM dan gas elpiji 3 kilogram rencananya akan melibatkan beberapa Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang selama ini sudah ada di Karimunjawa. Mereka akan diajak berembug untuk terlibat dalam sistem pendistribusian ke Karimunjawa.  Termasuk dengan adanya rencana dilibatkannya Perusda Jepara untuk masalah ini, juga masih terus dibicarakan,” terang Eriza kepada MuriaNewsCom, Sabtu (11/6/2016).

Menurutnya, Pertamina dalam hal ini sudah siap, jika sudah ada alat transportasi yang secara hukum tidak melanggar aturan. APMS, atau gabungan APMS, atau kerjasama gabungan APMS dengan Perusda, atau Perusda sendiri nantinya akan ditunjuk sebagai agen distribusi di Karimunjawa. Agen ini akan menjadi distributor BBM dan elpiji di Karimunjawa. Sehingga, nantinya harga BBM di Karimunjawa akan sama dengan yang berlaku di Jepara bagian daratan.

“Perbedaan harga BBM dan Elpiji 3 kg nantinya masih mungkin terjadi untuk wilayah-wilayah Karimunjawa di luar pulau Karimunjawa. Bisa jadi akan ada selisih harga untuk pulau-pulau di luar Karimunjawa. Namun yang jelas, proses ini masih akan kami lanjutkan, dan mudah-mudahan segera terwujud,” ungkapnya.

Berkaitan dengan masalah alat transportasi, Pemkab Jepara dalam hal ini masih akan membahasnya dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Pembahasan itu berkait dengan ketentuan-ketentuan alat transportasi yang bisa digunakan untuk membawa BBM dan gas elpiji ke Karimunjawa.

Editor : Kholistiono

BBM dan Gas Elpiji di Karimunjawa Dipastikan Aman Selama Ramadan

Salah seorang karyawan sedang menyusun tabung gas elpiji. Ramadan ini dipastikan stok BBM dan gas elpiji di Karimunjawa aman (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang karyawan sedang menyusun tabung gas elpiji. Ramadan ini dipastikan stok BBM dan gas elpiji di Karimunjawa aman (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

  MuriaNewsCom, Jepara – Meski persoalan distribusi gas elpiji maupun Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Karimunjawa belum sepenuhnya teratasi, namun, sampai pekan pertama bulan Ramadan ini, stok BBM dan elpiji di Karimunjawa masih aman. Bahkan, selama bulan suci ini nanti dipastikan masih aman.

Camat Karimunjawa M. Tahsin menyatakan, sejauh ini semua masih tercukupi. Meski harga BBM dan elpiji 3 kilogram di Karimunjawa lebih mahal, namun untuk ketersediaan sudah tidak ada masalah.

“Asalkan ketersediaan barang ada, meskipun harganya lebih mahal, tidak menjadi masalah bagi masyarakat Karimunjawa. Yang penting, kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan adanya stok,” ujar Tahsin kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut ia mengemukakan, masyaraat Karimunjawa sudah terbiasa dengan harga yang lebih mahal dibanding dengan harga di daratan Jepara. Hal itu, karena terkait dengan jarak yang memang jauh sehingga membutuhkan biaya dan tenaga yang lebih untuk mendistribusikan energi tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga Karimunjawa, Abdul Kholik mengatakan, kondisi di Karimunjawa berkait dengan kebutuhan energy, baik listrik, BBM maupun gas elpiji diharapkan dapat terpenuhi dengan maksimal. Dia mengaku sangat mengapresiasi upaya pemerintah untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Kami mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi bagi warga di Karimunjawa. Semoga saja, ke depan wilayah Karimunjawa bisa menikmati BBM, gas elpiji maupun listrik seperti masyarakat Jepara lainnya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Harga BBM di Karimunjawa Jepara Dijanjikan Bisa Normal

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan energi di Kepulauan Karimunjawa masih menjadi perbincangan yang hangat, baik listrik maupun Bahan Bakar Minyak (BBM). Selama ini, harga BBM di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut jauh diatas harga normal di daratan Jepara maupun harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Kali ini wilayah yang juga menjadi destinasi wisata Jawa Tengah tersebut dijanjikan oleh pemerintah bahwa nantinya harga BBM disana bisa sama dengan di daratan Jepara maupun di wilayah Indonesia sebagaimana harga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu sebagaimana hasil pertemuan yang digelar di Provinsi Jawa Tengah berkait dengan persoalan BBM di Karimunjawa.

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin menjelaskan, dalam rapat di Provinsi baru-baru ini disekapati bahwa Pertamina bersedia memberikan harga normal. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

”Salah satunya yang paling penting yang diminta Pertamina adalah disediakannya tempat untuk menyimpan BBM disana. Dalam sekali kirim setidaknya ada 3.000 liter BBM jenis premium dan 6.000 liter BBM jenis solar,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, jumlah tiap kali pengiriman tersebut didapatkan berdasarkan kebutuhan BBM di Karimunjawa selama satu sampai dua hari. Sehingga dalam jangka waktu dua hari bisa selalu dilakukan pengiriman BBM kesana menggunakan kapal yang nantinya akan disediakan secara khusus meski hanya kapal modifikasi.

”Selama ini harga BBM disana sangat mahal, jauh diatas harga normal. Dengan kebijakan kapal modifikasi diharapkan pendistribusian BBM kesana lancar dan untuk upaya penyetaraan harga BBM juga dapat meringankan beban masyarakat disana,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Antar BBM ke Karimunjawa, Pemprov Jateng Siapkan Kapal Modifikasi

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas ESDM Jepara, Ngadimin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kepulauan Karimunjawa mulai menemukan angin segar. Setelah ada pelarangan distribusi menggunakan kapal kayu serta surat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, kini pemerintah bakal membuatkan kapal modifikasi untuk mengangkut BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara itu.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara, Ngadimin. Menurut dia, baru-baru ini pihaknya mengikuti rapat di provinsi membahas mengenai masalah pasokan BBM ke Karimunjawa.

”Dalam rapat itu, semua pihak hadir termasuk dari Pertamina. Hasilnya, sisa waktu yang diberikan pak Gubernur ini nanti akan dibuatkan kapal modifikasi yang sesuai syarat minimal kapal boleh mengangkut BBM,” ujar Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Kamis (26/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sampai saat ini waktu tersisa sekitar lima bulan dari enam bulan waktu yang diberikan oleh Gubernur Ganjar Pranowo untuk mengatur pendistribusian BBM ke Karimunjawa agar sesuai dengan aturan. Waktu enam bulan tersebut masih diperbolehkan distribusi menggunakan kapal kayu karena dianggap kondisi darurat.

”Kalau untuk membuat kapal khusus untuk mengangkut BBM sebagaimana di wilayah lain, tidak memungkinkan. Selain dana juga waktu yang diperlukan lama. Jadi solusinya kapal kayu bisa dimodifikasi agar memenuhi batas minimal syarat untuk diperbolehkan mengangkut BBM,” terangnya.

Sedangkan untuk pengangkutan gas elpiji, dianggap tidak memerlukan kapal khusus seperti untuk pengangkutan BBM. Sebab, tabung gas elpigi sudah didesain sedemikian rupa agar tidak bocor dan meledak jika dalam kondisi terkena guncangan maupun gesekan.

”Kalau tabung kan masih sama seperti didarat. Bisa dibawa kemana saja, menggunakan kendaraan apa saja bisa. Untuk gas elpigi sampai saat ini tidak ada masalah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ini Tugas Perusda Jepara Jika Sudah Jadi Agen Distribusi BBM dan Elpiji ke Karimunjawa

ilustrasi BBM jenis solar dijual eceran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ilustrasi BBM jenis solar dijual eceran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemkab Jepara bakal menunjuk Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Jepara untuk menjadi agen distribusi BBM dan Elpiji ke Karimunjawa. Ada beberapa tugas Perusda tersebut jika sudah resmi menjadi agen tersebut.

Kabag Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto menjelaskan, beberapa tugas agen yang nanti ditunjuk atau dibentuk, yakni membuat tangki penampungan BBM dan mengurusi soal elpigi. Tangki yang dibuat minimal harus bisa menampung jumlah total kebutuhan premium dan solar warga Karimunjawa.

”Minimal, sesuai kebutuhan. Jika lebih malah lebih baik,” kata Eriza kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, kebutuhan BBM di Karimunjawa yakni sebanyak 144 ribu liter solar/bulan, dan Rp 59 ribu liter premium/bulan. Untuk Elpiji bersubsidi 3 kilogram, warga Karimunjawa membutuhkan pasokan sebanyak 4.380 tabung dan 301 tabung untuk Elpiji ukuran 12 kilogram tiap bulannya.

Dalam pendistribusian Elpiji di Karimunjawa, Eriza menjelaskan secara detail, pemilik pangkalan mengajukan ijin ke desa, pemerintah kecamatan Karimujawa dan Polsek setempat. Di tingkat Pemkab, pengambilan premium harus mendapatkan rekomendasi dari Dishubkominfo. Sedangkan solar harus mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

”Karena solar terkait dengan kebutuhan nelayan. Sedangkan dari Disindag, sebagai instansi penentu jumlah kuota,” tandas Eriza.

Khusus elpiji, pihaknya saat ini juga tengah dihadapkan pada rencana pemerintah pusat menarik subsidi. Jika diberlakukan, maka semua Elpiji bakal menjadi barang bebas, termasuk di Karimunjawa. Sementara ini, pihaknya baru melakukan pembicaraan soal ini di tingkat agen, termasuk agen Elpiji yang selama ini melakukan distribusi ke Karimunjawa.

Dalam jangka waktu enam bulan tersebut, hingga agen terbentuk, pengangkutan BBM dan Elpiji akan dilakukan dengan menggunakan kapal kayu sebagaimana sebelumnya. Itu juga sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah.

Editor: Supriyadi

 

 

Perusda Jepara Dapat Proyek Jadi Agen Distribusi BBM ke Karimunjawa

Puluhan kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM di salah satu SPBU di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Berdasarkan pertemuan dan rapat dengan pihak-pihak terkait di Semarang, termasuk dengan pihak PT Pertamina. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara akan menunjuk Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Jepara menjadi agen distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) baik jenis premium, solar maupun minyak ke Karimunjawa.

Agen tersebut bakal dibentuk sebagai salah satu solusi  persoalan distribusi BBM ke wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut. Sebab, selama ini persoalan distribusi kebutuhan BBM terhadap 10 ribu warga Karimunjawa tak kunjung terselesaikan.

Hal itu seperti yang disampaikan Kabag Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto. Menurut dia, dengan mempertimbangan beban biaya pengangkutan, Pertamina menginginkan BBM yang diangkut harus dalam jumlah yang cukup besar dan untuk keperluan yang cukup panjang.

“Mengenai biaya nanti juga akan ditanggung oleh Pertamina. Jika hanya sedikit, maka Pertamina enggan sebab keuntungan tak sebanding dengan biaya angkut,” terang Eriza kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Lebih lanjut Eriza menerangkan, mengenai teknis pengangkutan BBM ke Karimunjawa kedepan, dia belum bisa memastikan apakah dengan kapal pengangkut BBM milik Pertamina atau menyewa (carter) kapal. Sebab menurut Eriza, persoalan itu sudah ada dalam ranah internal dari PT Pertamina.

“Itu menjadi ranah Pertamina, bukan ranah kami soal itu,” katanya.

Yang jelas, lanjutnya, Pemkab diberikan tenggang waktu selama enam untuk menunjuk atau membentuk agen distribusi tersebut. Rencananya, memang Perusda Aneka Usaha yang merupakan perusahaan milik Pemkab yang akan ditunjuk sebagai agen tersebut.

Editor: Supriyadi

Darurat ! Distribusi BBM dan Gas Elpiji ke Karimunjawa Bakal Gunakan Kapal Kayu

Kapal kayu pengangkut barang. Nantinya, BBM dan gas elpiji akan diangkut ke Karimunjawa menggunakan kapal kayu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kapal kayu pengangkut barang. Nantinya, BBM dan gas elpiji akan diangkut ke Karimunjawa menggunakan kapal kayu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Krisis bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji di Karimunjawa sudah ‘menyiksa’ sedikitnya 10 ribu warga setempat, setelah adanya pelarangan distribusi BBM dan gas elpiji menggunakan kapal kayu.

Karena dinilai kondisi darurat, direncanakan dalam waktu dekat wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut akan dipasok BBM dan gas elpiji menggunakan kapal kayu lagi.

Hal itu bakal dilakukan, lantaran sejauh ini solusi yang sebelumnya diwacanakan Pemkab Jepara yakni pengangkutan menggunakan KMP Siginjai belum terlaksana. Hal itu dikatakan Camat Karimunjawa M Tahsinul Khuluq.

Menurut Tahsin, BBM dan gas elpiji akan kembali diangkut menggunakan kapal kayu, seperti sebelumnya. Satu atau dua hari kedepan akan ada lagi pengiriman BBM ke Karimunjawa dengan menggunakan kapal kayu.

“Kemungkinan sama dengan yang dilakuakn pada 12 April lalu.Karena kondisi darurat, pengiriman BBM akan menggunakan kapal kayu lagi,” ujar Tahsin kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/4/2016).

Selain BBM, kata Taksin, pengiriman gas elpiji juga dilakukan. Pengiriman dari Semarang juga dilakukan dengan menggunakan kapal kayu. Hanya saja tidak bercampur dengan BBM. Hari ini, sebanyak 1.500 tabung gas elpigi ukuran 3 kilogram berhasil didaratkan di Karimunjawa. Sehingga, untuk sementara kebutuhan gas elpiji sudah bisa dipenuhi.

“Dalam hal ini memang demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat Karimunjawa. BBM dan gas elpiji merupakan kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya serta instansi lainnya yang mengurusi pelayaran diminta mengizinkan kapal kayu untuk mengakut BBM. Sebab saat ini kondisinya darurat. Selain itu, belum ada solusi lain untuk mengangkut BBM.

Editor : Kholistiono

Harga BBM di Karimunjawa Sempat Capai Rp 13 Ribu per Liter

bbm

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah peristiwa kebakaran kapal Mangrove Jaya 01 yang memuat bahan bakar minyak (BBM), distribusi BBM ke Karimunjawa sempat terhenti. Bahkan mengakibatkan krisis BBM di wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

Dampak dari kelangkaan itulah, harga BBM di Karimujawa melambung tinggi. Bahkan hingga mencapai Rp 13 ribu per liter.

Pemkab Jepara melalui Sekretaris Camat Karimunjawa Budi Kristanto menyatakan, krisis BBM di Karimunjawa mulai teratasi. Lantaran pada Selasa (12/4/2016) tadi telah didistribusikan sebanyak 20 ribu liter BBM.

”Ya, tadi sudah didistribusikan 10 ribu liter BBM jenis premium dan 10 ribu liter jenis solar,” kata Budi kepada MuriaNewsCom, Selasa, (12/4/2016).

Namun, distribusi yang dilakukan tadi masih menggunakan kapal kayu Jasa Samudera. Sebab kebijakan distribusi BBM menggunakan kapal Siginjai, baru diambil tadi setelah distribusi menggunakan kapal kayu sampai di Karimunjawa.

Budi mengatakan, 20 ribu liter BBM tersebut diprediksi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM selama sepekan di Karimunjawa. Untuk itu, distribusi selanjutnya bakal menggunakan kapal Siginjai.

Selama ini di Karimunjawa mendapatkan pasokn BBM dari daratan Jepara. Distribusi kapal juga menggunakan kapal kayu. Setelah terjadi kebakaran hebat yang terjadi pada kapal Mangrove Jaya 01 beberapa waktu lalu, kini Pemkab Jepara mengambil kebijakan lain.

Pemkab Jepara mengeluarkan kebijakan bahwa distribusi BBM ke Karimunjawa tak akan lagi menggunakan kapal kayu, tetapi bakal menggunakan kapal Siginjai.

Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat yang dilakukan oleh Pemkab Jepara bersama instansi terkait pada Selasa (12/4/2016). Rapat dilaksanakan di ruang rapat wakil bupati.

Editor: Merie