Ambulans Gratis Disiapkan Bazda Grobogan

Mobil ambulans baru yang dibeli Bazda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Mobil ambulans baru yang dibeli Bazda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah mobil ambulans gres, Kamis (9/6/2016) terlihat di halaman depan Setda Grobogan. Dilihat dari tulisan yang ada pada bodi kendaraan, bisa diketahui jika ambulans itu adalah milik Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Grobogan.

“Ya, ini adalah mobil ambulans baru milik Bazda. Kendaraan ini baru saja datang,” kata Sekretaris Bazda Grobogan Moh Arifin.

Menurutnya, satu unit ambulans tersebut dibeli dari dana infak yang dihimpun melalui Bazda. Besarnya dana untuk membeli mobil ambulans jenis APV tersebut sekitar Rp 189 juta.

Dipilihnya pengadaan mobil ambulans itu salah satu tujuannya adalah untuk membantu meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya, bagi warga yang sakit ketika akan menjalani perawatan di tempat pelayanan kesehatan namun terkendala masalah transportasi.

“Teknis penggunaan ambulans bagi yang membutuhkan sedang kita siapkan. Nantinya, keberadaan ambulans gratis ini akan kita launching dalam waktu dekat,” imbuh Kabag Kesra Pemkab Grobogan itu.

Ditambahkan, selain infak, sejauh ini dana yang masuk ke Bazda juga berasal dari zakat profesi PNS dan pegawai BUMD. Jumlah instansi keseluruhan ada 65 unit termasuk tingkat kecamatan.
“Kinerja Bazda sejauh ini saya nilai cukup bagus. Meski baru dimulai tahun 2015 namun jumlah uang dikelola mencapai Rp 2 miliar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mantap, Dalam Setahun Bazda Grobogan Berhasil Himpun Dana Rp 2 Miliar

Para pengurus UPZ mengikuti sarasehan dan pelatihan di Gedung Riptaloka. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para pengurus UPZ mengikuti sarasehan dan pelatihan di Gedung Riptaloka. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski baru terbentuk awal 2015, namun kinerja Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Grobogan dinilai cukup berhasil. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto saat membuka sarasehan dan pelatihan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Rabu (1/6/2016).

”Kinerja Bazda saya nilai cukup bagus. Meski baru dimulai tahun 2015 namun jumlah zakat dan infak uang dikelola mencapai Rp 2 miliar,” katanya.

Selain itu, Sugiyanto juga mengapresiasi banyaknya program pendistribusian zakat yang sudah dilakukan Bazda sejauh ini. Seperti, rehab rumah tidak layak huni, rumah pelajar, bantuan panti asuhan, bantuan mahasiswa berprestasi dan ambulans gratis yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan itu, Sugiyanto juga meminta pada pengurus Bazda supaya saling berkoordinasi dengan lembaga amil zakat (LAZ) lainnya yang ada di Grobogan. Hal itu perlu dilakukan agar terjadi sinergi dan integrasi antara Bazda dan LAZ tersebut.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 150 orang tersebut ada dua narasumber yang dihadirkan. Yakni, Sekretaris Baznas Jateng Ahyani dan Ketua Bazda Jepara Ali Irfan.

Sementara itu, Sekretaris Bazda Grobogan Moh Arifin menambahkan, untuk saat ini, dana yang didapat berasal dari zakat profesi PNS dan pegawai BUMD. Jumlah instansi keseluruhan ada 65 unit termasuk tingkat kecamatan.

”Yang kita undang mengikuti sarasehan ini adalah ketua dan pengurus 65 UPZ yang ada. Kita harapkan melalui kegiatan ini para pengurus UPZ bisa memiliki kemampuan manajemen pengelolaan dana yang dihimpun,” katanya.

Editor: Supriyadi

Biar Sukses UN, Ini yang Dilakukan Bazda Grobogan terhadap Puluhan Siswa

bazda (e)

Puluhan siswa dari keluarga kurang mampu sedang mengikuti bimbingan belajar yang diselenggarakan Bazda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada hal baru yang dilakukan Bazda Grobogan untuk membantu siswa SD dalam menghadapi ujian nasional (UN). Caranya, dengan memberikan bimbingan belajar agar siswa tersebut nantinya bisa lolos UN yang akan digelar dalam waktu dekat.

Sekretaris Bazda Grobogan Moh Arifin menyatakan, ada 20 siswa SD kelas VI yang dapat bimbingan belajar sejak beberapa bulan lalu.  Mereka ini berasal dari keluarga kurang mampu yang sekolah pada dua SD di Kota Purwodadi.

“Pemberian bimbingan belajar ini dilangsungkan di Taman Cerdas Purwodadi di Jalan Untung Suropati. Untuk tahap awal, baru 20 anak yang kita sertakan dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Setiap minggu, anak-anak tersebut mendapat bimbingan belajar secara gratis. Untuk pengajar diambilkan dari tenaga profesional yang sudah berkompeten di bidangnya.

Menjelang pelaksanaan UN, materinya ditambah dengan latihan ujian atau try out. Hasil try out langsung dievaluasi untuk mengetahui kekurangan dari siswa tersebut.

Dia menyatakan, bimbingan belajar itu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu pemerintah dalam bidang pendidikan. Terutama, bagi keluarga kurang mampu yang kemungkinan terbentur kendala untuk memberikan bimbingan belajar pada anaknya.

“Sejauh ini, ada perkembangan yang baik dari pelaksanaan bimbingan belajar ini. Kita harapkan, anak-anak ini nanti bisa dapat nilai yang bagus dalam UN,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

BAZDA Grobogan Luncurkan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni

Sekretaris Daerah Sugiyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Bazda Grobogan menyerahkan dana rehab rumah pada warga Boloh, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekretaris Daerah Sugiyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Bazda Grobogan menyerahkan dana rehab rumah pada warga Boloh, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah program baru diluncurkan Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Grobogan. Yakni, program rehab bagi rumah tak layak huni (RTLH) buat warga kurang mampu.

Peluncuran program baru ini ditandai dengan penyerahan dana rehab rumah milik Darso, warga Desa Boloh, Kecamatan Toroh. Dana rehab yang diserahkan besarnya Rp 15 juta.

Penyerahan dana rehab dilakukan Sekretaris Daerah Sugiyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Bazda Grobogan, Rabu (2/3/2016). Pelaksanaan rehab rumah nanti dilakukan warga sekitar dan dibantu para taruna Akmil yang saat ini tengah melangsungkan kegiatan latihan praja bakti di Grobogan.

”Tahun ini baru kami anggarkan untuk empat rumah. Dua rumah di Kecamatan Toroh dan dua lagi di Pulokulon. Rehab rumah tidak layak huni ini merupakan program baru dari BAZDA,” kata Sugiyanto didampingi Sekretaris BAZDA Grobogan Moh Arifin.

Menurutnya, para penerima nanti mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Besaran anggaran tersebut tergantung dari kondisi riil yang dibutuhkan.

Bantuan yang diberikan juga tidak diperbolehkan untuk dialokasikan pada selain bahan bangunan atau material. Sedangkan dalam pelaksanaan RTLH melibatkan masyarakat guna menumbuhkan semangat gotong-royong.

Ditambahkan, untuk mekanisme pengajuan bantuan, diusulkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan. Setelah diusulkan, tim dari BAZDA kabupaten akan meninjau lokasi yang diusulkan. Setelah dilakukan suvey, tim melakukan skoring data untuk menentukan calon penerima bantuan.

”Setelah dinilai, akan dapat diketahui perbandingannya mana yang harus diutamakan,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni