Petani Bawang Merah Grobogan Dibikin Melek Metode Soil Block

Petani bawang merah dari Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu mendapat pembelajaran cara membuat persemaian biji menggunakan soil block, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Inovasi untuk mempermudah pembuatan benih bawang merah melalui sistem true seed shallot (TSS) atau tanam biji dikenalkan pada petani di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Grobogan, Kamis (27/7/2017). Yakni, melalui metode persemaian biji menggunakan soil block.

Pengenalan metode melalui kegiatan temu lapang ini diberikan tim ahli dari Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah yang dipimpin Profesor Agus Hermawan. Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pertanian Grobogan Ahmad Zulfa Kamal dan sejumlah pegawai di bidang hortikultura.

TSS merupakan cara penanaman dengan menggunakan biji bawang merah. Selama ini, penanaman yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah.

Pada penanaman bawang merah sistem TSS, biji disemai di lahan dan butuh areal cukup luas. Dengan metode soil block, biji bawang merah cukup ditempatkan pada media tertentu yang dipadatkan dan membentuk media padat.

Saat proses pembuatan soil block, di tengah media sudah otomatis terdapat lubang untuk menaruh biji bawang merah yang akan disemai. Melalui metode ini, memungkinkan petani untuk menghasilkan bibit bawang merah dengan perakaran yang bagus dan bisa tumbuh dengan baik ketika nantinya dipindah tanam ke lahan.

Dengan metode ini, petani tidak perlu butuh lahan luas untuk membuat bibit lewat TSS. Tetapi, bisa memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah dengan diberi peneduh.

Selain dikenalkan, tim ahli juga mengajari langsung para petani cara membuat soil block. Kemudian, pihak BPTP Jateng juga memberikan peralatan untuk membuat soil block bagi petani. Diharapkan, nantinya petani dari Desa Kandangrejo bisa menjadi penangkar benih TSS lewat metode soil block tersebut.

Profesor Agus Hermawan menyatakan, tujuan temu lapang tersebut di antaranya adalah untuk menyebarluaskan inovasi pengembangan produksi umbi benih bawang merah asal biji (TSS). Yakni, melalui metode tanam benih langsung (tabela) dan pindah tanam dari media soil block pada petani.

“Melalui kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat alih inovasi pengembangan produksi umbi benih bawang merah asal biji (TSS). Pada tahun 2017 ini, BPTP Jateng bekerjasama dengan Dinas Pertanian Grobogan serta petani kooperatif  membuat demplot percontohan di Kandangrejo,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, sejauh ini, penamanan bawang merah dengan TSS sudah cukup familiar dengan petani. Setidaknya, petani di tiga kecamatan sudah berhasil membudidayakan bawang merah dengan TSS. Yakni, Kecamatan Klambu, Tanggungharjo, dan Penawangan

 

Editor : Akrom Hazami

 

Hasil Panen Bawang Merahnya jadi Juara di Aceh, Begini Respons Tri Joko Purnomo

Tri Joko Purnomo menunjukkan hasil panen bawang merah miliknya yang sebagian diantaranya disertakan dalam kontes hortikultura Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV di Aceh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Komoditas bawang merah dari Grobogan berhasil meraih juara dalam Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV di Aceh. Bawang merah yang meraih juara dalam kontes hortukultura itu ditanam oleh Tri Joko Purnomo dari kelompok tani Niaga Tani Desa/Kecamatan Penawangan.

Joko mengaku tidak menyangka jika hasil jerih payahnya bakal jadi juara dalam kontes tingkat nasional tersebut. “Terus terang saya kaget dan tidak percaya saat dapat kabar ini,” kata Joko ditemui di rumahnya, Senin (9/5/2017).

Menurut Joko, bawang merah varietas Bima Brebes yang disertakan dalam lomba ditanam 22 Februari lalu. Kemudian, bawang merah itu dipanen pada 18 April dalam usia 55 hari. Usai dipanen, bawang merah sempat dijemur selama 14 hari sebelum dibawa ke ajang Penas KTNA tersebut.

“Sebenarnya, saya diajak untuk hadir ke acara Penas. Namun, karena kesibukan bersamaan, saya tidak bisa ikut,” jelas Joko yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Penawangan tersebut.

Menurut Joko, saat kontes digelar pada 6 Mei lalu, dia sempat dapat SMS dari pihak panitia Penas untuk menghadiri acara pengumuman pemenang. Karena tidak ikut ke lokasi, informasi itu kemudian diteruskan pada pegawai Dinas Pertanian Grobogan yang hadir dalam acara Penas.

“Waktu itu pihak panitia tidak mengabarkan kalau saya dapat juara. Hanya memberitahukan untuk datang ke lokasi kontes karena bakal dilakukan pengumuman pemenangnya,” katanya.

Kabar kalau bawang merahnya menjadi juara dalam kontes hortukultura itu didapat dari staf dinas pertanian melalui WhatsApp. Setelah itu, datang ucapan selamat dari berbagai pihak.

“Beberapa pegawai dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng juga mengucapkan selamat. Kemudian dari rekan kelompok tani juga banyak yang memberikan ucapan selamat,” imbuhnya.

Joko tidak mengira jika hasil panennya bakal bisa jadi juara tingkat nasional. Sebab, banyak petani lain yang dinilai lebih dulu punya nama dalam urusan bawang merah. Salah satunya dari Brebes.

Editor : Akrom Hazami