Hore….Ribuan Guru Madrasah dan GTT Terima Bantuan Sosial

f-guru

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan guru madrasah dan guru tidak tetap (GTT) di sekolah swasta mendapatkan bantuan sosial tahun ini. Berbeda dari tahun sebelumnya yang pencairannya dilakukan dua tahap pada pertengahan tahun dan akhir tahun, pada tahun ini pencairan dilakukan sekaligus sebelum lebaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, bantuan sosial tersebut diambilkan dari APBD Kabupaten. Pencairan dimulai pada hari ini sebagai tahap awal, dan besok untuk tahap kedua.”Bapak Bupati menghendaki pencairan dilakukan sekaligus. Jadi kami bagi pencairan dalam dua tahapan di Juni ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pencairan bantuan sosial ini dilakukan di Pendapa Kudus mulai siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, dan dilanjutkan besok di tempat yang sama.

Ia katakana, untuk guru swasta, total yang mendapatkan adalah 3.876 guru. Mereka semuanya adalah pengajar di madrasah, mulai dari RA, MI, MTs dan MA. Jumlah bantuan yang diterima tiap guru adalah Rp 1,5 juta yang dibagikan hari ini dan besok.Sedangkan untuk GTT, jumlah yang menerima adalah sebanyak 1.295 dengan nominal yang sama, yakni Rp 1,5 juta.

Editor : Kholistiono

 

Lega, Bantuan untuk Lembaga Pendidikan Keagamaan Masih Dikucurkan

Kabag Kesra Pemkab Grobogan Moh Arifin menyampaikan pengarahan bantuan sosial untuk lembaga pendidikan keagamaan nonformal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Kesra Pemkab Grobogan Moh Arifin menyampaikan pengarahan bantuan sosial untuk lembaga pendidikan keagamaan nonformal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan pada tahun 2016 ini masih akan menyalurkan bantuan buat lembaga pendidikan keagamaan nonformal.

Hal itu terungkap dengan adanya sosialisasi bantuan sosial bagi lembaga pendidikan keagamaan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (14/4/2016).

”Bantuan ini memang kita salurkan buat lembaga pendidikan keagamaan nonformal. Seperti madin, ponpes, TPQ, dan sekolah minggu. Oleh lembaga penerina, bantuan ini nantinya akan diberikan pada guru pengajar di sana,” kata Kabag Kesra Setda Grobogan Moh Arifin pada wartawan, usai membuka dan menyampaikan pengarahan dalam sosialisasi tersebut.

Menurutnya, tahun sebelumnya bantuan itu disalurkan dalam bentuk dana hibah. Tetapi, sekarang bentuknya berupa bantuan sosial.

Jika berbentuk dana hibah, maka penyaluran akan terbentur pada peraturan yang berlaku. Di mana penerima dana hibah harus punya badan hukum. ”Kemudian, penyaluran dana hibah tidak boleh dilakukan tiap tahun secara berurutan,” jelasnya.

Dijelaskannya, jumlah penerima bantuan sosial nanti ada 2.134 lembaga yang tersebar di semua kecamatan. Adapun besarnya bantuan yang didapat tiap lembaga berbeda-beda.

Besarnya nominal yang didapat berkisar Rp 750 ribu sampai Rp 5 juta. Hal ini tergantung dari jumlah guru dan muridnya.

”Saat ini, penerima bantuan kita minta mempersiapkan berkas yang diperlukan. Nanti dananya akan langsung ditransfer ke rekening lembaga tersebut,” imbuh mantan Camat Ngaringan, Purwodadi dan Pulokulon itu.

Editor: Merie

Siswa Jepara Bantu Kawan Miskin dengan Sisihkan Uang Rp 500 Per Hari

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

JEPARA – Setiap siswa diharapkan dapat menyisihkan sebagian uang saku Rp 500 setiap hari dan selanjutnya dikumpulkan bersama.

Hal itu dilakukan dalam rangka pelaksanaan Pekan Peduli Sosial (PPS) tahun 2015 oleh Pemkab Jepara dalam hal ini Baznas Kabupaten Jepara selama sepekan (6 hari).
Yakni terhitung mulai 31 Agustus 2015-Sabtu-05 September 2015. “Hasilnya untuk membantu kawan sekolah yang membutuhkan, membantu usaha para fakir miskin dan anak-anak panti asuhan di seluruh Kabupaten Jepara,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

PPS merupakan ajang kegiatan yang positif. Utamanya dalam rangka menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada anak-anak atau sejak dini..

“Di samping itu kehadiran PPS juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan terhadap kepedulian dan keiklasan dalam berbagi serta membantu sesama. Sehingga harapannya ke depan akan lahir kesadaran dan kebiasaan semangat kepedulian sosial oleh setiap generasi bangsa,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Ini Rahasia Biar Anakmu Berjiwa Sosial

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi membuka secara simbolis PPS di SMK Islam Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Pekan Peduli Sosial (PPS) dicanangkan di Kabupaten Jepara. Tahun ini, pencanangan tersebut digelar di SMK Islam Jepara, dengan ditandai secara simbolis memasukkan dana sumbangan ke kotak amal oleh Bupati Jepara diikuti jajaran pejabat dan pengajar di sekolah tersebut, Senin (31/8/2015).

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengemukakan, PPS ini merupakan ajang kegiatan yang positif. Utamanya dalam rangka menanamkan jiwa kepedulian sosial kepada anak-anak atau sejak dini.

Kebiasaan ini penting dan perlu sekali dilakukan di tengah- tengah era kehidupan materialistis yang dipacu nafsu dan egoisme saat ini, yang berimbas pada menurunnya semangat kebersamaan dan gotong-royong.

“Di samping itu kehadiran PPS juga sebagai wahana pendidikan dan pelatihan terhadap kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi serta membantu sesama. Sehingga harapannya kedepan akan lahir kesadaran dan kebiasaan semangat kepedulian sosial oleh setiap generasi bangsa,” ujar Marzuqi.

Dengan kata lain, lanjutnya, muncul generasi bangsa yang bersifat dermawan dan tidak mudah tergerus era globalisasi. Karena bagaimanapun dan kapanpun sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. Bekerjasama serta tolong menolong adalah suatu keharusan. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)