Bantuan Terpotong Rp 3 Juta, 11 Warga Pati Tolak Bantuan Rumah Tak Layak Huni

Kabid Pemukiman Disperkim Pati Febes Mulyono menjelaskan persoalan bantuan RTLH yang semula bernilai Rp 15 juta menjadi barang material yang nilai Rp 12 juta. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak sebelas warga Pati menolak bantuan rumah tak layak huni (RTLH). Salah satu penyebabnya, bantuan yang mestinya bernilai Rp 15 juta ternyata terpotong Rp 3 juta saat diterimapenerima.

Selain itu, bantuan tersebut, penerima bantuan tidak menerima uang tunai, tetapi berupa material yang akan digunakan untuk membenahi rumah agar menjadi layak huni. Jika dihitung-hitung, material yang diterima nilainya hanya Rp 12 juta.

Kepala Bidang Pemukiman Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pati Febes Mulyono membenarkan adanya sebelas warga yang mengundurkan diri dari program bantuan RTLH. Mereka beralasan tidak mampu melakukan swadaya untuk membenahi rumah menggunakan material yang diberikan dari program RTLH.

Febes menjelaskan, nilai bantuan RTLH dari APBN memang senilai Rp 15 juta. Namun, bantuan itu harus diberikan kepada penerima bantuan berupa material, sehingga kena pajak dan keuntungan dari pemborong.

“Kenapa bantuan yang nilai Rp 15 juta, material yang disalurkan jadi sekitar Rp 12 juta? Kan ada pajak dan keuntungan pemborong, sehingga barangnya tidak bernilai Rp 15 juta,” ucap Febes kepada MuriaNewsCom, Kamis (24/8/2017).

Masalah itu, kata Febes, sebetulnya sudah disampaikan dalam sosialisasi kepada masyarakat. Hanya saja, sebagian masyarakat ada yang masih belum memahami sehingga sosialisasi dilakukan hingga dua kali.

Sampai saat ini, masih ada empat warga yang mempertanyakan persoalan tersebut. Keempatnya memutuskan untuk mengambil atau menolak program RTLH, setelah sosialisasi yang dilakukan untuk ketiga kalinya.

Sementara sebelas warga yang sudah menolak program bantuan RTLH, antara lain dua warga di Semampir, empat warga Puri, satu orang di Bajomulyo, dua orang di Bulumanis, satu orang di Margomulyo dan Sambiroto. Dengan demikian, hanya ada 420 warga Pati yang akan menerima bantuan tersebut dari jatah 431 orang.

Editor: Supriyadi