Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas
MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.
Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.
Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.
Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.
Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI. “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.
Editor : Akrom Hazami
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (NU Online)

MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal  Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.

Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.

Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.

Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.

Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI.  “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Banser Demo di Alun-alun Pati Tuntut HTI Dibubarkan

Aksi demonstrasi penolakan HTI di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan pemuda Ansor dan Banser NU menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). Mereka menolak kegiatan “Masirah Panji Rasulullah” yang diadakan di Semarang.

Selain itu, ada sejumlah pernyataan sikap yang diambil Ansor dan Banser terkait ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pertama, mereka menolak gagasan khilafah yang diusung oleh HTI, karena dianggap menyebabkan perpecahan dan mengancam keutuhan negara.

Kedua, mereka menolak seluruh kegiatan HTI yang menyebarkan propaganda khilafah yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara.

Ketiga, mereka menuntut pembubaran HTI di Indonesia, baik secara organisasi, paham maupun pola tindakan. Keempat, mereka mendesak aparat berwenang untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga keamanan nasional dengan menindak tegas organisasi atau perseorangan yang menyebarkan ideologi gerakan anti-NKRI.

“Kami mengimbau kepada pengikut HTI untuk kembali pada ajaran Ahlussunah wal jamaah yang sesuai dengan ideologi NKRI,” ucap Satkorcab Banser Pati Imam Ahmad Syafi’i.

Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan TNI. Lebih dari seratus personil dari Polres Pati, Polsek Pati Kota dan Kodim 0718/Pati dikerahkan untuk menjaga keamanan aksi demonstrasi.

Editor : Supriyadi

Komunisme Mulai Muncul Lagi, Begini Kata Banser Pantura Timur

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Paham komunisne saat ini dipandang oleh Banser Nahdlatul Ulama (NU) mulai dimunculkan kembali. Hal itu terbukti dari maraknya isu komunis di media sosial maupun upaya para komunis untuk meminta pemerintah melakukan permintaan maaf kepada mereka atas peristiwa pembantaian saat G30S PKI.

Hal disampaikan penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib. Menurutnya, pihak komunis yang meminta pemerintah untuk meminta maaf ke mereka merupakan kesalahan yang besar. Sebab, yang menjadi korban justru dari pihak pemerintah yakni para jenderal maupun para kiai dan tokoh masyarakat.

”Paham komunisme perlu diwaspadai, apalagi sekarang ini isu-isu komunisme lebih kental dengan paham sosialisme. Jadi harus lebih diwaspadai,” ujar Subakir kepada MuriaNewsCom, di Masjid Nahdlatul Bahri yang ia dirikan di kawasan pantai Empu Rancak, Mlonggo Jepara.

Menurut dia, dalam hal menghadapi komunisme, Banser siap menjadi garda terdepan. Banser yang notabene pasukan pemberani memiliki sikap melawan terhadap paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.

”Strategi kami sampai saat ini untuk membentengi masyarakat dari paham yang salah adalah dengan memperkuat paham Pancasila dan Ahlussunnah wal Jamaah,” terangnya.

Dia menambahkan, Pancasila merupakan paham yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, budaya bahkan agama. Sehingga Pancasila harus dijaga agar persatuan Negara Indonesia tetap utuh.

Editor: Supriyadi

Banser se-Pantura Timur Padati Pantai Empu Rancak Jepara, Ini Tujuannya

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) se-Pantura Timur menggelar apel kebangsaan di depan Masjid Nahdlatul Bahri yang berada di kawasan Pantai Empu Rancak Mlonggo, Jepara, Senin (16/5/2016) petang. Apel tersebut menekankan pada peningkatan kecintaan terhadap tanah air.

Pembina apel, Mustaqim mengatakan bahwa apel tersebut dikhususkan untuk kewaspadaan banser Nusantara terhadap ideologi baik dari luar Indonesia maupun dari dalam negeri.

”Kewaspadaan Banser Nusantara dalam meneguhkan kembali sikap Ansor dan Banser terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah menjadi harga mati,” ungkap Mustaqim.

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika ada elemen bangsa yang ingin membuat Indonesia menjadi negara yang tidak berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Maka Banser menjadi barisan terdepan untuk membela Indonesia.

”Aliran dan ideologi asing sudah banyak yang masuk ke dalam diri pemuda Indonesia. Meski sekilas dinilai baik, ternyata banyak yang jauh dari nilai-nilai Aswaja. Untuk itu harus diwaspadai karena bisa mengancam bangsa ini,” ungkapnya.

Apel dihadiri sejumlah Banser NU dari berbagai daerah, khususnya yang berada di Pantura timur. Selain itu juga ada tamu dari luar Pantura timur. Acara tersebut juga dilanjutkan pengajian umum dalam rangka Haul ke 2 nyai Umroh Subakir.

Editor: Supriyadi

GP Ansor Rembang Gelar Diklatsar untuk Calon Banser

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Pembukaan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon Banser di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Gerakan Pemuda Ansor Cabang Rembang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) untuk 100 calon Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (25/3/2016).

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro menjelaskan, diklatsar digelar untuk menangkal radikalisme agama yang menjalar sampai ke desa. Selain itu, diharapkan juga para peserta bisa memberikan pemahamankepada masyarakat tentang konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Banser baru yang dihasilkan lewat diklatsar, diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang Islam yang rahmatan lil’alamin, terutama di desa. Diharapkan, mereka mampu memberikan wawasan tentang NKRI,” terangnya.

Hanies menyebut, peserta diklatsar kali ini tembus hingga 100 orang. Peserta berasal dari banyak ranting atau desa dan kecamatan atau anak cabang. Sehingga, diklatsar ini diyakini efektif guna menangkal radikalisme di desa. “Karena banyaknya peserta yang notabene dari desa, kami yakin diklatsar ini efektif untuk menangkal radikalisme,” ujarnya.

Sementara, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser GP Ansor Rembang Zaenal Arifin menambahkan, kegiatan diklatsar semakin penting dilakukan karena banyak peristiwa yang berusaha merongrong Aswaja dan NKRI. Menurutnya, dengan diklatsar, segala informasi termasuk situasi nasional terkini bisa dibahas secara bersama.

“Banser perlu meningkatkan kewaspadaan di semua lini agar jangan sampai ada bibit terorisme di desa. Banser akan berusaha membatasi dan membentengi kader dari paham yang tidak jelas, yang merongrong agama dan NKRI,” katanya.

Rangkaian materi tersebut, kata Zaenal, akan diberikan dalam waktu tiga hari,yakni tanggal 25- 27 Maret 2016. Lokasi diklatsar kali ini dipusatkan di Madrasah Al Hidayah. Ia pun menyebutkan bahwa diklatsar kali ini adalah yang keempat sejak 2003. Namun, pendidikan dan pelatihan dasar ini menjadi yang pertama di masa khidmah PC GP Ansor 2015-2019.

Editor : Kholistiono

Banser Grobogan Gelar Apel Akbar

Bupati Grobogan Bambang Pudjiono tandatangani ikrar kesetiaan NKRI dalam apel akbar, Sabtu (13/6/2015). (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Ribuan anggota Banser se-Kabupaten Grobogan pagi tadi menggelar apel akbar yang ditempatkan di Alun-alun Purwodadi. Selain dari Banser, apel akbar juga diikuti unsur pelajar dan pengurus PC Ansor Grobogan.

Lanjutkan membaca