Komunisme Mulai Muncul Lagi, Begini Kata Banser Pantura Timur

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib (kiri) berjabat tangan Provos Banser. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Paham komunisne saat ini dipandang oleh Banser Nahdlatul Ulama (NU) mulai dimunculkan kembali. Hal itu terbukti dari maraknya isu komunis di media sosial maupun upaya para komunis untuk meminta pemerintah melakukan permintaan maaf kepada mereka atas peristiwa pembantaian saat G30S PKI.

Hal disampaikan penasehat Banser pusat, KH Subakir Thoyyib. Menurutnya, pihak komunis yang meminta pemerintah untuk meminta maaf ke mereka merupakan kesalahan yang besar. Sebab, yang menjadi korban justru dari pihak pemerintah yakni para jenderal maupun para kiai dan tokoh masyarakat.

”Paham komunisme perlu diwaspadai, apalagi sekarang ini isu-isu komunisme lebih kental dengan paham sosialisme. Jadi harus lebih diwaspadai,” ujar Subakir kepada MuriaNewsCom, di Masjid Nahdlatul Bahri yang ia dirikan di kawasan pantai Empu Rancak, Mlonggo Jepara.

Menurut dia, dalam hal menghadapi komunisme, Banser siap menjadi garda terdepan. Banser yang notabene pasukan pemberani memiliki sikap melawan terhadap paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.

”Strategi kami sampai saat ini untuk membentengi masyarakat dari paham yang salah adalah dengan memperkuat paham Pancasila dan Ahlussunnah wal Jamaah,” terangnya.

Dia menambahkan, Pancasila merupakan paham yang mampu mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, ras, budaya bahkan agama. Sehingga Pancasila harus dijaga agar persatuan Negara Indonesia tetap utuh.

Editor: Supriyadi

Banser se-Pantura Timur Padati Pantai Empu Rancak Jepara, Ini Tujuannya

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Puluhan Banser saat menggelar apel di Pantai Empu Rancak Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) se-Pantura Timur menggelar apel kebangsaan di depan Masjid Nahdlatul Bahri yang berada di kawasan Pantai Empu Rancak Mlonggo, Jepara, Senin (16/5/2016) petang. Apel tersebut menekankan pada peningkatan kecintaan terhadap tanah air.

Pembina apel, Mustaqim mengatakan bahwa apel tersebut dikhususkan untuk kewaspadaan banser Nusantara terhadap ideologi baik dari luar Indonesia maupun dari dalam negeri.

”Kewaspadaan Banser Nusantara dalam meneguhkan kembali sikap Ansor dan Banser terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah menjadi harga mati,” ungkap Mustaqim.

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika ada elemen bangsa yang ingin membuat Indonesia menjadi negara yang tidak berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Maka Banser menjadi barisan terdepan untuk membela Indonesia.

”Aliran dan ideologi asing sudah banyak yang masuk ke dalam diri pemuda Indonesia. Meski sekilas dinilai baik, ternyata banyak yang jauh dari nilai-nilai Aswaja. Untuk itu harus diwaspadai karena bisa mengancam bangsa ini,” ungkapnya.

Apel dihadiri sejumlah Banser NU dari berbagai daerah, khususnya yang berada di Pantura timur. Selain itu juga ada tamu dari luar Pantura timur. Acara tersebut juga dilanjutkan pengajian umum dalam rangka Haul ke 2 nyai Umroh Subakir.

Editor: Supriyadi