Apel Seribu Banser dan Ansor Grobogan, Siap Lawan Ormas Pengusung Khilafah

Anggota Banser Grobogan mengikuti Apel Kebangsaan di Alun-alun Purwodadi, Minggu (26/2/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekitar 1.000 anggota Banser dan GP Ansor Grobogan mengikuti apel kebangsaan yang dilangsungkan di Alun-alun Purwodadi, Minggu (26/2/2017). Apel tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam apel itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak menjadi inspektur upacara. Ikut mendampingi, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Dandim 0717/Purwodadi Letkol Jan Peter Gurning.

Menurut Yaqut, apel tersebut digelar dalam rangka mengingatkan para sahabat Ansor dan Banser untuk tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kadernya akan terus memperjuangkan sistem pemerintahan saat ini dari wacana organisasi yang mengusung khilafah.

“Apel ini merupakan bagian dari kaderisasi anggota untuk tetap menjadi organisasi yang mendukung sistem pemerintahan berdasarkan demokrasi. Kami akan terus melawan dan berhadap-hadapan dengan organisasi seperti itu,” ujarnya.

Seusai kegiatan, peserta apel kemudian meunju pendapa kabupaten untuk menghadiri agenda lainnya. Yakni, pelantikan Penguris Cabang NU Grobogan dilanjutkan dengan pengajian.

Editor : Ali Muntoha

 

Banser dan Ansor Grobogan Siap Jaga Keutuhan NKRI dan Tolak Paham Radikalisme

Jajaran pengurus Banser dan Ansor Grobogan menyatakan kesetiaannya pada NKRI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Komandan Satkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin menegaskan, jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Cabang Grobogan menyatakan sikap menolak kilafah dan paham radikalisme.

Pernyataan sikap itu dicetuskan dalam acara Rijalul Ansor Pengurus Anak Cabang se-Kecamatan Purwodadi dan persiapan apel akbar yang dilangsungkan di Gedung PCNU Grobogan, Kamis (9/2/2017) malam.
Kedua lembaga itu juga menyatakan siap bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri untuk menangkal faham yang dinilai radikal .

“Kami menolak dengan tegas keberadaan faham radikal apapun yang masuk ke Indonesia. Kami siap bekerja sama dengan TNI-Polri untuk bersatu menangkal faham ini,” kata Sirajuddin yang diamini Plt Ketua PC GP Ansor Grobogan Fathoni.

Dia menegaskan, NU beserta organisasi yang dinaunginya berpegang teguh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pihaknya siap setiap saat jika dibutuhkan Negara untuk menjaga keutuhan NKRI.

Menurut Didin, mencermati fenomena yang terjadi saat ini, ditengarai ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk memecah belah NKRI dan kebhinnekaan. Hal itu harus selalu diwaspadai agar upaya pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI tidak bisa berkembang.

“Banser dan Ansor dengan tegas menolak keberadaan faham radikal apapun masuk ke Indonesia. Untuk itu kita perlu bersatu menangkal faham yang bisa memecah belah persatuan NKRI,” tegasnya.

Jajaran pengurus Banser dan Ansor Grobogan menyatakan kesetiaannya pada NKRI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Plt Ketua PC GP Ansor Grobogan Fathoni menambahkan, saat ini, jumlah personel Banser dan Ansor di Grobogan yang sudah berhasil terdata sekitar 1.700 orang. Mereka ini sudah diminta bersiap siaga jika tenaganya dibutuhkan setiap saat.

“Acara ini sekaligus kita pakai sebagai sarana penegasan bahwa Banser dan Ansor selalu berpegang teguh pada NKRI. Kami akan selalu bekerjasama dengan jajaran TNI dan Polri untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Banser dan Ansor Grobogan Siap Jaga Keutuhan NKRI

Anggota Banser dan Ansor Grobogan menegaskan sikap untuk ikut terlibat menjaga keutuhan NKRI saat menggelar rakor, Senin (21/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Banser dan Ansor Grobogan menegaskan sikap untuk ikut terlibat menjaga keutuhan NKRI saat menggelar rakor, Senin (21/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan-Komandan Satkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin menegaskan, pihaknya siap setiap saat jika dibutuhkan Negara untuk menjaga keutuhan NKRI. Hal itu ditegaskan Sirajuddin saat menggelar rakor Satkorcab Banser se-Kabupaten Grobogan, Senin (21/11/2016).

Menurut Didin panggilan akrab M Sirajuddin, mencermati fenomena yang terjadi saat ini, ditengarai ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk memecah belah NKRI dan kebhinnekaan. Hal itu harus selalu diwaspadai agar upaya pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI tidak bisa berkembang.

“Banser dan Ansor dengan tegas menolak keberadaan faham radikal apapun masuk ke Indonesia. Untuk itu kita perlu bersatu menangkal faham yang bisa memecah belah persatuan NKRI,” tegasnya.

Acara rakor sekaligus juga digunakan untuk peresmian markas baru Banser Grobogan di Desa Menduran, Kecamatan Brati. Dalam peresmian ini, hadir Ketua MUI Grobogan KH Hamzah Matni yang memimpin doa bersama. Terlihat pula Plt Ketua GP Ansor Grobogan Fatoni serta perwakilan dari Polres Grobogan.

Didin menegaskan, saat ini, jumlah personel Banser dan Ansor di Grobogan yang sudah berhasil terdata sekitar 1.700 orang. Mereka ini sudah diminta bersiap siaga jika tenaganya dibutuhkan setiap saat.

“Rakor ini sekaligus kita pakai sebagai sarana penegasan bahwa Banser dan Ansor selalu berpegang teguh pada NKRI. Kami akan selalu bekerjasama dengan jajaran TNI dan Polri untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

2 Kandidat Ketua Ogah Musyawarah, Konfercab PC Ansor Grobogan Akhirnya Deadlock

Salah satu Ketua PB NU KH Abdul Manan Gani menyampaikan ceramah dalam pembukaan Konfercab PC NU Grobogan, Sabtu (29/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu Ketua PB NU KH Abdul Manan Gani menyampaikan ceramah dalam pembukaan Konfercab PC NU Grobogan, Sabtu (29/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pelaksanaan Konfercab PC Ansor Grobogan yang sedianya digelar Sabtu (29/10/2016) malam dipastikan batal digelar. Hal itu terjadi lantaran terjadi deadlock sebelum pelaksanaan konfercab.

Penyebabnya, dua kandidat yang muncul tidak bisa mencapai kata musyawarah mufakat untuk menentukan posisi Ketua PC Ansor Grobogan. Kedua calon, yakni Fatoni dan Prihantono menghendaki proses penentuan calon dilakukan melalui pemilihan.”Upaya mediasi pada kedua calon sudah dilakukan. Namun, gagal mencapai kata sepakat untuk bermusyawarah,” kata Ketua Panitia konfercab Afrosin Arif.

Menurut Afrosin, sesuai ketentuan PP Ansor, proses pemilihan ketua harus ditempuh secara musyawarah mufakat. Tidak boleh lewat proses pemilihan. “Akibat kondisi ini, penentuan posisi Ketua PC Ansor Grobogan akan diambil alih PP Ansor. Nanti dari PP Ansor akan langsung memutuskan nama di antara kedua calon,” jelas Sekretaris PC NU Grobogan itu.

Afrosin menyatakan, selain PC Ansor, dalam waktu bersamaan juga akan digelar Konfercab PC NU Grobogan. Untuk konfercab NU tidak ada masalah. Proses pemilihan untuk Ketua PC NU dilakukan dengan pemilihan. Tidak ada aturan yang mengharuskan adanya musyawarah mufakat di antara calon ketuanya.

Sementara itu, pembukaan Konfecab PC NU dan Ansor Grobogan dilakukan bersamaan sore hari di Gedung NU yang ada di Kampung Jagalan, Purwodadi. Pembukaan konfercab dilakukan salah satu Ketua PB NU KH Abdul Manan Gani. Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto, Kapolres AKBP Agusman Gurning dan Ketua DPRD Agus Siswanto. Diperkirakan, pelaksanaan konfercab untuk menentukan Ketua PC NU Grobogan baru selesai menjelang dini hari.

“Harusnya malam ini ada dua konfercab yang digelar bersamaan. Yakni, Konfercab PC NU bertempat di Gedung NU dan Konfercab PC Ansor di Ponpes Manba’ul A’laa. Tapi berhubung yang Konfercab PC Ansor batal maka tinggal satu acaranya,” imbuh Afrosin.

Editor : Kholistiono

Turun ke Jalan, Banser dan Ansor Dukung Aparat Keamanan Sapu Bersih Perjudian di Grobogan

Ratusan Banser dan Ansor turun ke jalan. Mereka mendukung aparat untuk menyapu bersih praktik perjudian di Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan Banser dan Ansor turun ke jalan. Mereka mendukung aparat untuk menyapu bersih praktik perjudian di Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sedikitnya 500 anggota Banser dan Ansor Grobogan melakukan aksi jalan kaki sejauh 2 kilometer dari Gedung PC NU setempat hingga di depan pintu gerbang Pendapa Kabupaten, Sabtu (29/10/2016). Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka juga membentangkan poster berukuran cukup besar di barisan terdepan.

Poster tersebut bertulisan dukungan Banser dan Ansor kepada bupati, Polri dan TNI untuk menangkal ajaran radikalisme dan praktik perjudian. Aksi itu dilakukan disela-sela pelaksanaan Konfercab Pengurus PC Ansor dan PC NU Grobogan yang digelar hari ini.

Poster tersebut selanjutnya dipasang di pagar pengaman proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang berada persis di seberang pintu gerbang pendapa. Usai melakukan aksinya, ratusan orang ini kemudian berjalan lagi ke masjid Baitul Makmur untuk salat zduhur dan setelah itu kembali lagi ke arena konfercab di Gedung PC NU yang berada di Kampung Jagalan, Purwodadi.

“Momen konfercab pengurus PC Ansor dan PC NU Grobogan ini kita manfaatkan untuk melakukan aksi. Kebetulan, sebagian besar pengurus maupun anggota Banser dan Ansor hadir di sini,” Kata Komandan Satkorcab Banser Grobogan M Sirajuddin.

Menurutnya, sebelumnya pihaknya sudah seringkali menggelar aksi bersama menolak paham radikalisme. Kali ini, selain seruan menolak aliran keras ditambah dengan pemberantasan praktik perjudian.

Masalah ini perlu diangkat lantaran akhir-akhir ini, kasus perjudian mulai marak lagi di wilayah Grobogan. Bahkan, praktik judi ini kabarnya sudah menjamah daerah pinggiran.

“Adanya praktik perjudian ini sangat meresahkan sekaligus memprihatinkan. Soalnya, dalam sehari judi ini bisa buka beberapa kali. Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas pria yang akrab disapa Gus Didin itu.

Didin menyatakan, sejauh ini pihaknya sangat mengapresiasi upaya pihak keamanan yang sudah berhasil menangkap puluhan penjual judi. Pihaknya, juga mendukung upaya pihak keamanan untuk menghilangkan praktik perjudian. Salah satu caranya adalah menyampaikan informasi kepada pihak keamanan jika menemukan ada praktik perjudian.

“Anggota Banser dan Ansor sudah kita minta untuk memantau kondisi disekitar tempat tinggalnya. Jika menemukan indikasi adanya perjudian atau hal lain yang mencurigakan, langsung laporkan pada pihak keamanan,” cetusnya.

Editor : Kholistiono