Gadis Cantik Ini Foto Selfie saat Banjir Kudus

Warga melakukan foto selfie di saat Waduk Lawang Songo meluap, Jumat (12/2/2016) mendapatkan tanggapan beragam dari warga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melakukan foto selfie di saat Waduk Lawang Songo meluap, Jumat (12/2/2016) mendapatkan tanggapan beragam dari warga. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait adanya pengunjung yang melakukan foto selfie ditepi sungai Wulan yang meluap pada Jumat (12/2/2016), hal tersebut membuat warga sekitar Waduk Lawang Songo Kalirejo, Undaan, Kudus, bereaksi.

Salah satu warga Kalirejo RT 4 RW 3 yang berada di sekitar Waduk Lawang Songo, Hadi menyayangkan adanya aksi foto selfie di saat banjir melanda. “Itu berarti tertawa di atas penderiataan orang lain. Sebab wilayah sini kerap kena luberan banjir sungai Wulan, kok malah gadis itu melakukan foto selfie,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan para petugas, bahwa darurat banjir ini harus ada larangan atau pengawasan ketat untuk tidak mendekat ke tepian sungai.

“Setidaknya ada petugas terkait yang melarang pengunjung untuk berfoto-foto. Itu bukan tempat piknik. Waduk Lawang Songo sedang banjir,” ujarnya.

Hal serupa juga diiyakan oleh petugas pengairan yang enggan menyebutkan namanya. Dia mengatakan bila warga atau pengunjung ingin melihat ke waduk, hendaknya jangan terlalu dekat.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Banjir, Aktivitas Warga Karangturi Kudus Belum Maksimal

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, masih belum bisa beraktivitas dengan maksimal meski banjir sudah agak surut.

Seperti halnya, warga belum bisa menggunakan kendaraannnya untuk aktivitas. Mereka terpaksa berjalan kaki hampir 1 km menuju jalan raya.

Salah satu warga Dukuh Karangturi RT 5 RW 3 Desa Setrokalangan Purwanto mengatakan, air masih menggenangi jalan Dukuh Karangturi menuju Jalan lingkar Kudus-Jepara ini.

“Tinggi air masih selutut orang dewasa. Sehingga jarang warga yang beraktivitas menggunkan kendaraan,” kata Purwanto.

Dari pantauan MuriaNewsCom, banjir menggenangi jalan dukuh itu sedikit berkurang.
Kepala Desa Setrokalangan Edi Siswanto berharap warga Karangturi tidak terus-menerus mengalami hambatan akibat dampak banjir.

“Mudah-mudahan saja, warga kami bisa beraktivitas dengan baik. Baik itu sekolah dan bekerja di pabrik atau sejenisnya,” kata Edi.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Meski Rumahnya Nyaris Roboh dan Dikepung Banjir, Maji Enggan Mengungsi

5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Meski Rumahnya Nyaris Roboh dan Dikepung Banjir, Maji Enggan Mengungsi

Rumah Maji warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu nampak hampir roboh dan dikepung banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Rumah Maji warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu nampak hampir roboh dan dikepung banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Maji (55) Warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu yang berprofesi sebagai tukang rosok ini enggan mengungsi ke rumah tetangganya disaat banjir. Pasalnya, rumah yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut merupakan harta benda satu satunya.

”Saya tidak mau mengungsi. Sebab inilah rumah saya satu-satunya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan aktivitas seperti biasa. Baik itu memasak dan tidur yang dilakukannya di atas meja. ”Kalau memasak atau tidur saya meninggikan meja saja. Supaya air ini tidak mengenai nasi atau tempat tidur,” paparnya.

Baca juga : 5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Rumah yang ditempatinya memang sudah tidak layak huni. Terlebih bahan bangunannya hanya menggunakan kayu serta bambu yang kini sudah rapuh dan terendam banjir.

Salah satu tetangga Maji, Sulasih mengatakan, kondisi rumah Maji sudah dilaporkan ke pihak desa dan RT untuk segera mendapat bantuan. ”Namun sampai sekarang belum ada bantuan juga,” paparnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Kepala Desa Banget Suyadi mengutarakan, laporan terkait kondisi rumah warganya itu sudah diterima. Akan tetapi pengajuan perbaikan rumah itu harus satu kelompok yang berisi 10 orang.

”Sebenarnya pengajuan bantuan rumah layak huni itu harus satu paket. Yakni harus 10 orang. Oleh sebab itu, untuk yang ke 9 rumah itu, kita akan mencarinya lagi. Supaya bisa satu paket atau 10 orang. Sehinga bisa diusulkan ke tingkat provinsi tahun ini,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Satu Dukuh di Kaliwungu Kudus Dikepung Banjir, Lumpuhkan Aktivitas Ribuan Warga

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah di Kaliwungu Kudus

5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Rumah warga di RT 5 RW 3 Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kaliwungu yang saat ini masih terendam banjir setinggi 1 meter. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Rumah warga di RT 5 RW 3 Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kaliwungu yang saat ini masih terendam banjir setinggi 1 meter. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski luapan Sungai Wulan berangsur surut, namun beberapa rumah yang berada di Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu masih terendam banjir. Sebanyak lima rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter.

Kepala Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu Suyadi mengatakan, untuk Desa Banget ada beberapa rumah yang terendam air. Ke enam rumah itu berada di Dukuh Kacurejo. ”Di Dukuh Kacurejo sejak Jumat (12/2/2016) kemarin itu ada 6 rumah yang terendam banjir. Yakni di RT 5 RW 3 rumah milik Kusmani, Maji, Suhartono, dan Sukadi. Sedangkan di RT 3 RW 3 ada rumah milik Agus Sunarto dan Kusmin yang terendam banjir,” katanya.

Dia melanjutkan, namun untuk hari ini Sabtu (13/2/2016) rumah yang terendam banjir berkurang satu rumah. Yakni milik Kusmin di RT 3 RW 3.

Dari pantauan MuriaNewsCom, banjir yang melanda di RT 5 RW 3 memang masih terbilang tinggi. Sebab kelima rumah tersebut masih tergenang air setinggi 1 meter. Akan tetapi di RT 3 RW 3 air sudah surut hingga setinggi pergelangan kaki orang dewasa.

Hal serupa diiyakan oleh Sulasih istri dari Sukadi warga RT 5 RW 3. Ia mengatakan air masuk ke pemukiman warga mulai Sabtu (6/2/2016) pekan lalu. Namun itu masih se lutut orang dewasa dan pihaknya masih beraktivitas di rumahnya.

”Ketinggian air mulai 1 meter mulai Kamis (11/2/2016). Sehingga kami mengungsi di rumah tetangga. Namun khusus pak Maji enggan mengungsi meskipun rumahnya hampir roboh,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Satu Dukuh di Kaliwungu Kudus Dikepung Banjir, Lumpuhkan Aktivitas Ribuan Warga

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah di Kaliwungu Kudus

Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah di Kaliwungu Kudus

Warga tampak berada di salah satu sawah di Kecamatan Kaliwungu Kudus yang terendam banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga tampak berada di salah satu sawah di Kecamatan Kaliwungu Kudus yang terendam banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Argo Sunanto mengatakan puluhan sawah warga Kecamatan Kaliwungu terendam air, pada Jumat (12/2/2016).

“Sawah itu terletak di tiga desa. Selain itu, dari kriteria usia tanaman hingga ketinggain air juga berbeda beda,” katanya, saat ditemui di Kantor Kecamatan Kaliwungu, Jumat (12/2/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, memang rata rata sawah warga yang berada di Selatan Jalan Lingkar Kudus-Jepara ini terendam air luapan dari sungai Wulan.

Untuk ketiga desa itu yakni Desa Garung Kidul sebanyak 7 hektare dari usia padinya mulai dari 15 hingga 20 hari, serta ketinggian airnya 50 hingga 70 cm. Yang kedua Setro Kalangan yakni seluas 20 hektare usia padi mulai dari 7 hingga 40 hari dan tinggia air 70 hingga 100 cm. Sedangkan yang terakhir yakni Desa Banget seluas 70 hektare usia padi mulai dari 40 hingga 78 hari serta ketinggian air 1 hingga 2 meter.

Dia menambahkan, luas lahan sawah dan ketinggian air di saat kebanjiran itu bisa bertambah atau berkurang. Namun itu juga tergantung dari kiriman debit air. Bila wilayah selatan hujannya reda maka lahan sawah itu bisa dipanen.

Namun bila masih hujan, maka secara otomatis lahan sawah ini masih terandam dan tidak bisa dipanen. Khususnya bagi Desa Benget. Sebab desa itu usia padinya 40 hingga 78 hari.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Debit Air Sungai di Tanggulangin Kudus Tetap Wajib Diwaspadai

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Satu Dukuh di Kaliwungu Kudus Dikepung Banjir, Lumpuhkan Aktivitas Ribuan Warga 

Debit Air Sungai di Tanggulangin Kudus Tetap Wajib Diwaspadai

TNI, Polisi beserta warga masih mengerjakan peninggikan tanggul dengan menggunakan tanah atau batu yang dibungkus dengan karung di Tanggulangin, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

TNI, Polisi beserta warga masih mengerjakan peninggikan tanggul dengan menggunakan tanah atau batu yang dibungkus dengan karung di Tanggulangin, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah debit air meninggi sekitar 800 meter kubik per detik pada Kamis (11/2/2016), kini debit air sungai Wulan di Tanggulangin, Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, sudah menurun drastis.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi. Dia mengatakan per Jumat (12/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB, debit air di Tanggulangin, turun hingg 542 meter kubik per detik.
“Penurunan debit air itu dimulai pukul 10.00 WIB. Sebab sebelum itu masih di sekitar 800 meter kubik per detik,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk penurunan debit air di Tanggulangin juga harus selalu diwaspadai. Yakni dengan cara menambah atau peninggian tanggul lagi. Supaya saat meluap, air itu tidak sampai meluber ke pemukiman warga.

Dari pantauan MuriaNewsCom, peninggilan tanggul dilakukan dengan menggunakan tanah dan batu yang dimasukkan ke dalam karung tersebut kini masih dilakukan.

“Kami beserta TNI, dan satpam perusahaan yang ada di Jati Wetan, banser serta warga Tanggulangin ini masih mengerjakan peninggian tanggul. Sebab kewaspadaan harus bisa terjaga,” ujarnya.

Pihaknya berharap warga yang berada di wilayahnya dapat meningkatkan kewaspadaan. Khususnya saat meluapnya air. Selain itu, warga hendaknya mempunyai kesadaran untuk melakukan kerja bakti meninggikan tanggul.

Editor : Akrom Hazami

Camat Jati Sebut Proliman Tanjung Biang Kerok Banjir Jati

Pengguna kendaraan melintasi banjir beberapa waktu lalu di jalan sekitar Kecamatan Jati. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pengguna kendaraan melintasi banjir beberapa waktu lalu di jalan sekitar Kecamatan Jati. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Beberapa daerah di Kecamatan Jati selalu menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba. Menyikapi hal itu, Camat Jati meyakini kalau sumber dari malapetaka itu adalah dari Proliman Tanjung.

Camat Jati Harso Widodo mengatakan, banjir yang menimpa Jati, khususnya Jati Wetan dan Tanjung Karang, disebabkan oleh saluran gorong-gorong Proliman yang tidak normal. Akibatnya, aliran airnya tidak bisa lancar sehingga airnya muntah hingga ke pemukiman warga.

”Sebenarnya kalau arusnya di Proliman lancar tidak akan terjadi bencana seperti itu. Namun karena tidak begitu lancar, karena sampah dan lainnya, maka banjir terjadi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk itulah dibutuhkan normalisasi gorong-gorong itu. Hanya untuk melakukannya pemkab tidak bisa melakukannya, sebab itu masuk wilayah Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Untuk itu, pihak kecamatan sudah beberapa kali mengusulkan adanya normalisasi. Usulan dilakukan tiap tahun. Seperti pada 2014 dan 2015 kemarin. Dia berharap dapat segera direspon untuk kemudian dibenahi, agar masyakat tidak lagi was-was dengan banjir.

”Kalau normalisasi yang dibutuhkan itu, mulai dari pembongkaran, kemudian dikeruk untuk di dalam kan, kemudian juga dilebarkan. Sekian itu, arus menuju sungai juga harus ditinggikan untuk menampung lebih banyak air,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Banjir Hantui Kudus, Ini 39 Desa yang Diintai

banjir

Warga bermain di jalan yang terendam banjir di Desa/Kecamatan Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

KUDUS – Kini, musim hujan telah tiba. Hampir setiap saat wilayah di Kudus diterpa hujan dengan intensitas tinggi. Biasanya, setiap musim hujan tiba ada sejumlah daerah yang kena banjir. Rata-rata sebagian besar karena meluapnya sungai.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat ada beberapa titik desa dan kecamatan yang jadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Antara lain:

Kecamatan Undaan yakni

  1. Lambangan
  2. Kalirejo
  3. Medini
  4. Sambung
  5. Glagahwaru
  6. Kutuk
  7. Undaan Kidul
  8. Undaan Tengah
  9. Undaan Lor
  10. Karangrowo
  11. Wates
  12. Ngemplak
  13. Terangmas
  14. Berugenjang
  15. Wonosoco

 

Kecamatan Mejobo

  1. Gulang
  2. Kirig
  3. Temulus
  4. Kesambi
  5. Jojo
  6. Payaman
  7. Hadiwarno
  8. Mejobo

 

Kecamatan Jati

  1. Jetis Kapuan
  2. Tanjungkarang
  3. Jati Kulon
  4. Jati Wetan
  5. Pasuruhan Lor
  6. Pasuruhan Kidul
  7. Loram Kulon
  8. Loran Wetan
  9. Ngembal Kulon

 

Kecamatan Jekulo

  1. Pladen
  2. Sido Mulyo
  3. Bulungcangkring
  4. Bulung Kulon
  5. Sadang

Kecamatan Kaliwungu

  1. Setrokalangan
  2. Banget.

Jadi, tetaplah waspada terhadap tingginya curah hujan yang terjadi. Semoga, banjir tidak melanda Kudus lagi. (AKROM HAZAMI)

Banjir Wonosoco, Satu Rumah Nyaris Roboh

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Banjir bandang yang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Senin (14/12/2015). Banjir nyaris menghancurkan satu rumah. Banjir yang datang dengan tiba tiba, membuat warga tidak bisa bersiap-siap.

Kepala BPBD Kudus Bergas C Penanggungan mengatakan, banjir yang menerjang desa tersebut sangat kencang arusnya. Sehingga satu rumah nyaris ambruk akibat derasnya arus air.

“Kalau informasinya satu rumah warga hampir roboh. Namun itu kondisi Senin sore, kalau hujan serupa atau lebih kencang lagi datang, mungkin dapat roboh,” katanya kepada MuriaNewsCom.
Rumah yang hampir roboh hanyalah milik satu warga saja. Untuk itu. Pihaknya meminta kepada kades untuk lebih berhati-hati kalau banjir susulan datang.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan tiga buah mobil yang dipenuhi dengan relawan. Lebih dari 20 relawan dipersiapkan untuk membantu warga yang menjadi korban banjir.
“Kalau banjir itu biasanya penuh lumpur, kami membantu warga dengan relawan dan juga alat penyedot guna membersihkan lumpurnya,” ujarnya.

Bergas juga meminta kades untuk bersiap evakuasi agar masyarakat lebih aman lagi. Khususnya bagi mereka yang terendam air banjir. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Lagi, Banjir Bandang Terjang Wonosoco Kudus

Ilustrasi

Ilustrasi

 

KUDUS – Bencana banjir bandang, kembali menimpa Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Senin (14/12/2015) seore. Berbeda dengan banjir sebelumnya, air bah kali ini semakin besar.

Hal itu diungkapkan Kepada BPBD Kudus Bergas C Penanggungan kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, banjir terjadi sejak pukul16.00 WIB. Banjir tersebut bermula dari hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

“Sore tadi Desa Wonosoco sudah terendam air. Itu informasi yang saya terima,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, banjir kali ini lebih besar daripada sebelumnya. Sebab dengan curah hujan yang tinggi, maka merendam sebagian besar kawasan Wonosoco.

Dia menambahkan, Banjir tersebut, menenggelamkan tiga RT. Yakni di RT 1, 2 dan 4. Akibat banjir bandang itu, daerah Wonosoco porak poranda.

“Kami masih rutin melakukan komunikasi dengan warga Wonosoco. Rencananya nanti kita akan datang langsung ke sana, seperti waktu itu,” imbuhnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Warga Wonosoco Kudus Khawatirkan Banjir Susulan

Banjir yang melanda Desa Wonosoco mengakibatkan beberapa fasiltias umum rusak (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Banjir yang melanda Desa Wonosoco mengakibatkan beberapa fasiltias umum rusak (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Banjir bandang yang melanda Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Selasa (8/12/2015) malam, membuat warga trauma. Karena sebagian rumah warga ada yang rusak, bahkan beberapa fasilitas umum juga ikut rusak. Warga juga khawatir jika ada banjir susulan.

Sutini, warga Desa Wonosoco mengatakan, banjir yang melanda desanya tadi malam juga menimpa rumahnya. Air, katanya, masuk hingga ke dalam rumah yang bercampur dengan lumpur.

“Ya takut kalau banjir datang lagi. Terlebih semalam banjir sangat deras sehingga, airnya cepat memenuhi rumah saya dan tetangga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, banjir yang melanda desanya kali ini adalah banjir terbesar. Sebab arus yang deras dan lamanya banjir, membuat warga semalam cemas kalau banjir tidak juga surut.

Sukarsi, warga lain juga mengungkapkan ketakutan akan bencana banjir. Meski tidak terkena banjir, namun dia khawatir jika nanti ada banjir susulan yang datang dan sampai ke rumahnya.

“Semalam saja sampai datang dua kali. Jadi ada kemungkinan ada banjir susulan lagi, terlebih musim hujan juga baru datang di awal,” imbuhnya.

Untuk membersihkan dan membereskan sisa banjir, warga menggunakan sistem kerja bakti. Hal itu untuk mempercepat pembangunan warga, khususnya fasilitas umum. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Banjir Bandang di Wonosoco Kudus Porak-porandakan Fasilitas Umum

Tembok lokasi wisata di Desa Wonosoco ambruk akibat banjir (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tembok lokasi wisata di Desa Wonosoco ambruk akibat banjir (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Banjir yang menerjang Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus tadi malam, mengakibatkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum di tempat tersebut rusak.

Kades Wonosoco Setyo Budi mengatakan, jika banjir yang terjadi di desanya semalam membuat beberapa tembok rumah warga retak, jembatan rusak dan tembok lokasi wisata di desa setempat juga ambruk total karena diterjang air.

“Bajir juga merusak fasilitas umum, seperti beberapa  jembatan  yang terdapat di desa. Jembatan rusak total akibat derasnya arus banjir. Selain itu, pipa aliran air untuk warga juga ikut rusak karena banjir,”  ujar ujarnya.

Menurutnya, setidaknya ada tiga RT di desanya yang mengalami banjir cukup parah, yakni di RT 1, 2 dan 4. Sedangkan untuk kerugian, untuk saat ini masih belum bisa ditaksir.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warga masih membersihkan rumah mereka dari lumpur. Bahkan, di beberapa lokasi juga masih ada yang terendam lumpur dan untuk membersihkan warga menggunakan alat seadanya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Banjir Bandang Terjang Wonosoco Kudus

Warga membersihkan lumpur akibat banjir bandang yang melanda Desa Wonosoco tadi malam (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga membersihkan lumpur akibat banjir bandang yang melanda Desa Wonosoco tadi malam (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Hujan yang mengguyur wilayah Kudus kemarin sore hingga malam, mengakibatkan sebagian wilayah di Kabupaten Kudus diterjang banjir. Kondisi ini terjadi di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.

Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi mengatakan, banjir yang melanda desanya kali ini sangat parah. Bahkan jika dibandingkan dengan banjir yang tahun sebelumnya, banjir semalam termasuk yang paling besar.

“Kalau musim hujan, di sini memang kerap banjir, namun bukan banjir bandang seperti tadi malam. Dan tahun ini merupakan banjir bandang, itupun terparah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Akibat banjir bandang tersebut, bahkan ada sebuah rumah warga yang tergenang air hingga setinggi satu meter. Bukan hanya ketinggian air saja yang membuat banjir kali ini lebih besar, namun juga arus yang sangat deras.

Dia menjelaskan, kejadian banjir  pertama dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 18.30 WIB. Banjir datang dengan sangat cepat dari permukaan Gunung Kencang yang dekat dengan desa tersebut. Setelah hujan reda dan air surut, warga bergegas membersihkan rumah yang dipenuhi dengan lumpur.

“Namun belum selesai membersihkan rumah, banjir bandang susulan kembali datang dengan skala yang tidak kalah besar, yakni sekitar pukul 19.00 hingga 19.30 WIB. Disini aneh, tiap mendung sebentar saja hujan sudah sangat deras. Seperti halnya yang terjadi semalam,” kata Kades. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ternyata Ini yang Menyebabkan Jalan di Kawasan STAIN Kudus Sering Banjir

 Kondisi jalan di depan STAIN Kudus yang banjir, karena kondisi gorong-gorongnya tersumbat sampah plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi jalan di depan STAIN Kudus yang banjir, karena kondisi gorong-gorongnya tersumbat sampah plastik (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Hujan deras yang mengguyur sebagian daerah di Kudus pada Rabu siang tadi ternyata sudah menimbulkan genangan air di sebagian jalan. Di antaranya, di jalan sekitar kampus STAIN Kudus. Setidaknya, air yang menggenangi jalan setinggi 15 cm.

Toyo, salah satu pemilik toko burung yang berada di depan kampus STAIN Kudus mengatakan, jika hujan deras, maka di kawasan tersebut sering terjadi banjir. Kondisi seperti ini, katanya, berbahaya bagi pengguna jalan maupun mahasiswa.

Dari informasi yang dihimpun oleh MuriaNewsCom, genangan air di sepanjangjalan yang berada di depan STAIN tersebut lantaran tersumbatnya gorong-gorong oleh plastik bekas pedagang.

“Kalau mahu kroscek penyebab banjirnya bisa dilakukan mulai dari depankampus STAIN yang bagian barat. Sebab gorong-gorongya banyak sampahplastik.Sehingga air muntah ke jalan dan tidak bisa mengalir denganbaik pada gorong-gorong,” ujar Toyo.

Hal senada juga disampaikan warga Ngembalrejo, Kecamatan Bae bernamaSurinah. Rata-rata sampah tersebut berasal dari bekas bungkus makanan yang dijajakan pedagang kaki lima. Sebab, disepanjang jalan itu banyak sekalipedagang keliing atau sejenisnya. Sehingga para pembelimembuang sampah secara sembarangan. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

11 Perahu Siaga di Lokasi Rawan Banjir Kudus

Perahu karet telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi datangnya bencana saat musim hujan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Perahu karet telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi datangnya bencana saat musim hujan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD), Kudus tengah berbenah menghadapi bencana yang dimungkinkan akan terjadi. Pada musim hujan kali ini, BPBD menyiasati perbaikan fasilitas perahu dan mesin untuk menghadapi musibah banjir.

Yanto, relawan perawat alat kesiapan banjir di BPBD Kudus menjelaskan, BPBD memiliki 11 perahu yang siap beroperasi. Jumlah tersebut merupakan sembilan perahu karet dan dua perahu fiber yang berada di kantor BPBD Kudus.

”Ada dua perahu fiber yang kami punya, itu berasal bantuan dari luar,” kata Yanto, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jenis perahu yang tepat yakni yang terbuat dari karet. Sarana tersebut dapat dengan lancar digunakan pada banjir yang berkedalaman kurang dari tiga meter.

Dia menambahkan, dasar perahu relatif tidak terantuk sesuatu di genangan. Dan dengan kondisi perahu semacam itu, akan mudah mengangkat korban banjir jika memang nantinya bakal terulang.

Sedangkan perahu berbahan dasar aluminium relatif akan tenggelam dan susah beroperasi bila kedalaman genangan tidak terlalu dalam. Akibatnya, perahu jenis tersebut justru akan lebih sering terantuk material di dalam genangan.

”Banyak anggota BPBD yang terampil untuk mengoperasionalkan perahu yang karet ini. Khusus untuk perawatan dan pemeliharaannya memang diserahkan kepada saya, dan tentu dibantu anggota yang lain,” ujarnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Masih Ingat Ngerinya Banjir Kudus? Ini Antisipasinya

Perahu karet telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi datangnya bencana saat musim hujan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Perahu karet telah disiapkan sebagai bentuk antisipasi datangnya bencana saat musim hujan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersiap menyiagakan alat evakuasi bencana. Hal itu sebagai langkah antisipasi seiring masuknya musim hujan.

Kepala BPBD Kudus Bergas, C Penangguangan mengatakan, persiapan alat sudah disiapkan secara khusus. Sedikitnya sudah disiagakan sembilan perahu yang dapat digunakan untuk melakukan evakuasi bencana alam. “Sudah siap,” katanya.

Dia mengaku timnya siap mengatasi bencana jika terjadi. Selain menyiapkan beberapa perahu karet, pihaknya juga siap menggunakan perahu lainnya yang masih dalam perbaikan. Selain itu, pihaknya juga menggandeng beberapa perusahaan dan beberapa instansi seperti PMI, Kodim dan Polres.

”Kalau untuk menyiapkan musibah banjir, kita sudah siap. Ada perahu yang lebih dari cukup, logistik siap, lampu penerangan ready, mobil pengangkutpun dalam keadaan prima,” terang Bergas, kepada MuriaNewsCom. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)