Baruklinting dari Karangturi Ini Bendung Sungai Agar Desa Tak Kebanjiran

banjir menggenangi jalan menuju ke dukuh karangturi, desa setrokalangan, kaliwungu kudus pada Bulan Pebruari 2016 silam. (Istimewa)

banjir menggenangi jalan menuju ke dukuh karangturi, desa setrokalangan, kaliwungu kudus pada Bulan Pebruari 2016 silam. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski akses jalan menuju Dukuh Karangturi Setrokalangan, kecamatan kaliwungu pada bulan Pebruari 2016 kemarin terendam banjir se lutut orang dewasa.

Namun dukuh karangturi yang berpenduduk sekitar 1.200 jiwa tersebut tidak terendam air sedikitpun. Sehingga warga setempat hanya bisa melakukan aktivitas keseharainnya tidak jauh dari pemukiman rumahnya.

Salah satu warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan yang bernama Sunari (57) mengatakan, memang bulan Pebruari 2016 kemarin akses jalan menuju dukuh karangturi terendam banjir.”Namun didalam Pedukuhan sendiri tidak apa apa bahkan aktivitas warga biasa biasa saja,” paparnya.

Dia melanjutkan, dukuh ini tidak terendam air itu lantaran ada yang menyebut daerah ini dilindungi ular. Namun ular itu tidak terlihat secara kasat mata.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada seorang warga yang melihat sesosok ular yang panjangnya hingga 7 meter membujur ke timur hingga kebarat.

“Pas saya mau ke jalan raya Lingkar Kudus Jepara pada Jumat sore (12/2/2016) disaat menjelang magrib, sempat melihat sesosok ular sekitar 7 meter panjangnya. Namun barang itu tidak mengganggu. Nah anehnya, ular itu malah melintang di sebelah utara jembatan menuju dukuh karangturi ini. Mungkin ular itu membendung jembatan atau tanggul. Sehingga genangan banjir tidak masuk ke pemukiman warga,” ujarnya.

Hal serupa diiyakan oleh seorang warga Garung Kidul yang bernama Suwandi (61). Dia mengatakan, disaat akan menjenguk keluarganya di Dukuh karangturi tersebut, dirinya sempat melihat pusaran air di tengah perjalanan.

“Pas saya akan ke Karangturi menjenguk saudara bernama Manto pada Jumat malam (12/2/2016) seusai Isyak, ditengah perjalanan saya melihat pusaran air. Nah disitu saya kaget. Apakah itu memang pusaran air banjir secara alami atau memang ada sesuatu?. Setelah itu saya cuma berdiam dan tidak berani lari. Sebab disaat itu genangan air itu se paha orang dewasa. Semisal lari, saya juga tidak kuat. Sebab berat bila berlari didalam air,” imbuhnya.

Editor : Merie

Banjir Karangturi Kudus, Warga Ini Malah dapat ‘Berkah’

Wasiah mengolah tanaman kangkungnya di Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Wasiah mengolah tanaman kangkungnya di Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski banjir masih menggenangi akses jalan perdukuhan Karangturi, Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, tapi salah satu warga setempat Wasiah malah dapat berkah. Yaitu dapat mengantongi pemasukan ratusan ribu rupiah.

Ya, pemasukan tersebut didapatnya dari hasil panen kangkung bangkok yang sudah ditanamnya semenjak satu bulan yang lalu. “Syukurlah, permukiman Karangturi ini tidak terendam air. Sehingga saya bisa memanen kangkung ini. Meskipun kangkung ini tahan air, akan tetapi bila terkena banjir, maka rasanya akan berubah saat disamak,” kata Wasiah.

Tanaman kangkung yang sudah ditanamnya di area persawahan kini sudah ditunggu tengkulak untuk dibeli seharga Rp 650 ribu.”Ya nanti ada tengkulak yang akan mengambil. Kalau dijual eceran sih seharga Rp 1.500 per ikat. Namun bila ditebas, maka akan bisa laku Rp 500 ribu hingga Rp 650 ribu,” ujarnya.

Dia menilai, panen kangkung di saat musim banjir ini merupakan berkah tersendiri. Yakni bisa mencukupi kebutuhannya saat sandang pangan sulit didapat. “Setidaknya bisa dibuat membeli sembako dan kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Selain itu, kangkung yang ditanamnya juga bukan jenis sembarangan. Yakni kangkung berjenis bangkok. Yang memang bibitnya dibeli secara khusus di toko pertanian.

“Untuk kangkung ini kita beli bibitnya di toko pertanian seharga Rp 50 ribu per kg. Sedangkan untuk perawatannya sendiri juga cukup mudah. Yakni tinggal diberi pupuk 2 kali dalam satu bulan. Yakni minggu pertama dan ketiga. Setelah minggu ke empat atau satu bulan maka kangkung ini bisa dipanen,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Banjir, Aktivitas Warga Karangturi Kudus Belum Maksimal

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Setrokalangan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, masih belum bisa beraktivitas dengan maksimal meski banjir sudah agak surut.

Seperti halnya, warga belum bisa menggunakan kendaraannnya untuk aktivitas. Mereka terpaksa berjalan kaki hampir 1 km menuju jalan raya.

Salah satu warga Dukuh Karangturi RT 5 RW 3 Desa Setrokalangan Purwanto mengatakan, air masih menggenangi jalan Dukuh Karangturi menuju Jalan lingkar Kudus-Jepara ini.

“Tinggi air masih selutut orang dewasa. Sehingga jarang warga yang beraktivitas menggunkan kendaraan,” kata Purwanto.

Dari pantauan MuriaNewsCom, banjir menggenangi jalan dukuh itu sedikit berkurang.
Kepala Desa Setrokalangan Edi Siswanto berharap warga Karangturi tidak terus-menerus mengalami hambatan akibat dampak banjir.

“Mudah-mudahan saja, warga kami bisa beraktivitas dengan baik. Baik itu sekolah dan bekerja di pabrik atau sejenisnya,” kata Edi.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Meski Rumahnya Nyaris Roboh dan Dikepung Banjir, Maji Enggan Mengungsi

5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Meski Rumahnya Nyaris Roboh dan Dikepung Banjir, Maji Enggan Mengungsi

Rumah Maji warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu nampak hampir roboh dan dikepung banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Rumah Maji warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu nampak hampir roboh dan dikepung banjir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Maji (55) Warga Dukuh Kacurejo RT 5 RW 3, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu yang berprofesi sebagai tukang rosok ini enggan mengungsi ke rumah tetangganya disaat banjir. Pasalnya, rumah yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut merupakan harta benda satu satunya.

”Saya tidak mau mengungsi. Sebab inilah rumah saya satu-satunya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan aktivitas seperti biasa. Baik itu memasak dan tidur yang dilakukannya di atas meja. ”Kalau memasak atau tidur saya meninggikan meja saja. Supaya air ini tidak mengenai nasi atau tempat tidur,” paparnya.

Baca juga : 5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Rumah yang ditempatinya memang sudah tidak layak huni. Terlebih bahan bangunannya hanya menggunakan kayu serta bambu yang kini sudah rapuh dan terendam banjir.

Salah satu tetangga Maji, Sulasih mengatakan, kondisi rumah Maji sudah dilaporkan ke pihak desa dan RT untuk segera mendapat bantuan. ”Namun sampai sekarang belum ada bantuan juga,” paparnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Kepala Desa Banget Suyadi mengutarakan, laporan terkait kondisi rumah warganya itu sudah diterima. Akan tetapi pengajuan perbaikan rumah itu harus satu kelompok yang berisi 10 orang.

”Sebenarnya pengajuan bantuan rumah layak huni itu harus satu paket. Yakni harus 10 orang. Oleh sebab itu, untuk yang ke 9 rumah itu, kita akan mencarinya lagi. Supaya bisa satu paket atau 10 orang. Sehinga bisa diusulkan ke tingkat provinsi tahun ini,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Satu Dukuh di Kaliwungu Kudus Dikepung Banjir, Lumpuhkan Aktivitas Ribuan Warga

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah di Kaliwungu Kudus

5 Rumah di Banget Kaliwungu Kudus Masih Terendam Banjir

Rumah warga di RT 5 RW 3 Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kaliwungu yang saat ini masih terendam banjir setinggi 1 meter. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Rumah warga di RT 5 RW 3 Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kaliwungu yang saat ini masih terendam banjir setinggi 1 meter. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski luapan Sungai Wulan berangsur surut, namun beberapa rumah yang berada di Dukuh Kacurejo, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu masih terendam banjir. Sebanyak lima rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter.

Kepala Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu Suyadi mengatakan, untuk Desa Banget ada beberapa rumah yang terendam air. Ke enam rumah itu berada di Dukuh Kacurejo. ”Di Dukuh Kacurejo sejak Jumat (12/2/2016) kemarin itu ada 6 rumah yang terendam banjir. Yakni di RT 5 RW 3 rumah milik Kusmani, Maji, Suhartono, dan Sukadi. Sedangkan di RT 3 RW 3 ada rumah milik Agus Sunarto dan Kusmin yang terendam banjir,” katanya.

Dia melanjutkan, namun untuk hari ini Sabtu (13/2/2016) rumah yang terendam banjir berkurang satu rumah. Yakni milik Kusmin di RT 3 RW 3.

Dari pantauan MuriaNewsCom, banjir yang melanda di RT 5 RW 3 memang masih terbilang tinggi. Sebab kelima rumah tersebut masih tergenang air setinggi 1 meter. Akan tetapi di RT 3 RW 3 air sudah surut hingga setinggi pergelangan kaki orang dewasa.

Hal serupa diiyakan oleh Sulasih istri dari Sukadi warga RT 5 RW 3. Ia mengatakan air masuk ke pemukiman warga mulai Sabtu (6/2/2016) pekan lalu. Namun itu masih se lutut orang dewasa dan pihaknya masih beraktivitas di rumahnya.

”Ketinggian air mulai 1 meter mulai Kamis (11/2/2016). Sehingga kami mengungsi di rumah tetangga. Namun khusus pak Maji enggan mengungsi meskipun rumahnya hampir roboh,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Satu Dukuh di Kaliwungu Kudus Dikepung Banjir, Lumpuhkan Aktivitas Ribuan Warga

Dikepung Banjir, Warga Karangturi Kaliwungu Kudus Pasrah

Banjir Rendam Puluhan Hektare Sawah di Kaliwungu Kudus