Lagi Asyik Main Hujan-hujanan, Bocah di Banjarejo Grobogan Temukan Potongan Tulang Purba di Lapangan Bola

Salah satu bocah di Banjarejo sedang menggali fosil yang ada di lapangan bola menggunakan tangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu bocah di Banjarejo sedang menggali fosil yang ada di lapangan bola menggunakan tangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Keasyikan sejumlah bocah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang sedang main hujan-hujanan di lapangan bola mendadak terhenti. Ini setelah salah satu kaki bocah tersebut tertusuk benda cukup tajam dari dalam tanah.

Setelah digali dengan tanah, benda yang menusuk kaki itu ternyata potongan fosil hewan purba. Benda yang ditemukan ukurannya tidak terlalu besar, panjangnya sekitar 20 cm dan lebar 7 cm. Bentuknya seperti lempengan tulang. Selanjutnya, benda tersebut diserahkan pada Kades Banjarejo Ahmad Taufik untuk dikumpulkan dengan fosil yang sudah ditemukan sebelumnya.

“Benda yang ditemukan anak-anak saat main dilapangan bola hari Rabu (28/09/2016) kemarin memang potongan fosil hewan purba. Hanya saja, saya belum bisa memastikan jenis hewannya apa. Nanti, akan saya koordinasikan lebih lanjut pada pihak terkait,” kata Taufik.

Menurutnya, kedatangan bocah ke rumahnya untuk menyerahkan fosil memang bukan suatu hal yang mengejutkan. Sebab, selama ini sudah ada beberapa bocah yang datang sambil menyerahkan benda temuan.

Taufik menjelaskan, selama ini, anak-anak di desanya memang cukup akrab dengan benda purbalaka yang tersimpan di rumahnya. Kebetulan, persis di depan rumahnya ada SDN 2 Banjarejo. Ketika waktu istirahat atau pulang sekolah, anak-anak sering mampir melihat koleksi benda bersejarah yang tersimpan di rumahnya.

“Selama ini, saya juga sering melibatkan anak-anak untuk membersihkan fosil yang baru ditemukan. Langkah ini sebagai salah satu upaya edukasi pada mereka agar peduli dengan benda bersejarah di desanya. Barangkali dari sini mereka akhirnya bisa membedakan benda yang termasuk fosil atau sekedar batuan biasa,” imbuh Taufik.

Taufik pun mengaku sangat bangga dengan langkah anak-anak yang mau menyerahkan benda purbakala yang ditemukan. Sebagai bentuk penghargaan, anak-anak yang menemukan benda purbakala itu diberi hadiah khusus. “Hadiahnya tidak istimewa kok. Cuma saya belikan bakso kelilingan saja,” cetusnya sembari tertawa.

Selama ini, dia pun sudah menghimbau kepada semua warganya agar bersedia menyerahkan benda bersejarah yang ditemukan untuk dikumpulkan jadi satu di “Museum Purbakala Banjarejo”.“Kesadaran warga untuk menyerahkan benda temuan sekarang ini makin meningkat dan ini sangat membanggakan,” pungkas Taufik.

Editor : Kholistiono

Gading Gajah Sepanjang 3 Meter jadi Idola Baru Pengunjung Museum Banjarejo

gading gajah purbaaa e

Warga melihat fosil gading gajah di Banjarejo Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu koleksi benda purbakala yang ada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus menjadi idola pengunjung yang datang. Yakni, gading gajah purba yang panjangnya hampir mencapai 3 meter.

Gading gajah purba ini ditemukan tim ahli dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (22/3/2016) saat melakukan observasi di Banjarejo. Saat diangkat dari dalam tanah, gading itu patah menjadi 10 potongan.

“Karena patah, gading ini kemudian dibawa ke Sangiran untuk direkonstruksi. Sekarang, gading ini sudah berhasil disatukan lagi. Ukurannya memang istimewa, panjangnya mencapai 2,83 meter, dengan lebar bagian bawah 15 cm dan ujungnya 5 cm,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, sebelumnya sudah ada satu gading yang ditemukan. Ukurannya lebih pendek, sekitar 2,17 cm. Sedangkan satu gading terakhir yang ditemukan ukurannya hanya sekitar 70 cm.

Yakni, hanya bagian ujungnya saja yang utuh. Sementara bagian tengah hingga pangkal sudah lapuk jadi tanah.

“Jadi koleksi gadingnya sekarang ada tiga. Dua gading bentuknya utuh dan satu lagi cuma sepertiga bagian saja. Ketiga gading gajah purba ini usianya sudah jutaan tahun,” cetusnya.

Adanya gading tersebut memang makin mengundang daya tarik para pengunjung. Rata-rata para pengunjung pasti menyempatkan foto dan menanyakan soal gading tersebut.

Sebelumnya, benda purbakala yang jadi andalan untuk dilihat pengunjung adalah fosil kepala kerbau raksasa. Selain usianya sudah mencapai jutaan tahun, ukuran fosil kepala kerbau yang ditemukan Rabu (9/9/2015) lalu, juga sangat besar.

Dimana, panjang antar ujung tanduk mencapai 170 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 60 cm dengan lebar 25 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 115 cm.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Wow, Mendikbud Anies Baswedan Takjub Lihat Fosil Kerbau Raksasa dari Grobogan

Mendikbud Anies Baswedan saat berkunjung ke stan pameran Kabupaten Grobogan dan melihat koleksi benda purbakala dari Desa Banjarejo.

Mendikbud Anies Baswedan saat berkunjung ke stan pameran Kabupaten Grobogan dan melihat koleksi benda purbakala dari Desa Banjarejo.

 

MuriaNewsCom, Grobogan  – Fosil kepala kerbau raksasa yang jadi salah satu koleksi benda Purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, ternyata tidak hanya mengundang decak kagum warga.

Bahkan, Mendikbud Anies Baswedan juga terlihat takjub setelah melihat langsung fosil kepala kerbau raksasa tersebut.

Menteri dan rombongan melihat fosil kepala kerbau saat mengunjungi stan Kabupaten Grobogan dalam Pameran Arsip dan Perpustakaan se-Jawa Tengah yang dilangsungkan di Benteng Vastenburg Solo, Selasa (3/5/2016).

Kunjungan ke stan itu dilakukan setelah Anies membuka secara resmi acara pameran dengan tema ‘Jawa Tengah Membaca’ tersebut.

“Cukup lama tadi Pak Menteri singgah di stan Grobogan. Beliau cukup kagum dengan koleksi fosil yang kita pajang. Terutama dengan fosil kepala kerbau dan gading gajah purba,” ungkap Kades Banjarejo Ahmad Taufik yang ikut jadi penjaga stan pada hari pertama pameran tersebut.

Taufik menyatakan, fosil kepala kerbau raksasa itu memang sangat istimewa. Selain usianya sudah mencapai jutaan tahun, ukuran fosil yang ditemukan Rabu (9/9/2015) lalu, juga sangat besar.

Panjang antarujung tanduk mencapai 170 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 60 cm dengan lebar 25 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 115 cm.

“Fosil kepala kerbau raksasa seperti ini selain istimewa juga sangat langka. Jadi, banyak orang yang langsung takjub ketika melihatnya,” cetusnya.

Menurut Taufik, stan Grobogan tadi juga dijadikan lokasi konferensi pers Menteri Anies Baswedan dengan awak media yang meliput pameran. Selain menteri, ada pula presenter kondang Najwa Shihab yang ikut melihat stan pameran.

Editor : Akrom Hazami

Mulai 3 Mei, Koleksi Fosil Banjarejo Akan Dipajang di Benteng Vastenburg Solo

Aneka koleksi benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus akan disertakan dalam pameran di Benteng Vastenburg Solo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aneka koleksi benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus akan disertakan dalam pameran di Benteng Vastenburg Solo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Mulai besok, Selasa (3/5/2016) ratusan koleksi benda purbakala yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus akan ditaruh di Benteng Vastenbur Solo.

Namun, jangan salah koleksi benda bersejarah ini tidak akan ditaruh di benteng peninggalan Belanda untuk selamanya. Tetapi hanya sepekan saja, mulai 3-9 Mei nanti.

”Ceritanya, selama sepekan nanti ada kegiatan pameran arsip dan perpustakaan se Jawa Tengah di Benteng Vastenburg. Kita diminta ikut berpartisipasi disitu sebagai wakil dari Kabupaten Grobogan. Tema pamerannya Jawa Tengah Membaca,” terang Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, ada banyak koleksi fosil yang akan dibawa dalam pameran nanti. Hal itu dilakukan supaya masyarakat luas bisa tahu dan mengenal besarnya potensi benda purbakala yang ada di Banjarejo.

”Fosil dari sekitar 12 spesies hewan purba yang ditemukan akan kita bawa dalam pameran. Seperti, fosil gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, menjangan, hiu dan hewan laut lainya,” jelasnya.

Terkait dengan pemeran tersebut, Taufik mengaku sudah menggalang dukungan dan koordinasi dengan beberapa pihak. Seperti dengan anggota komunitas pecinta fosil, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni yang juga memberikan dukungan penuh dibawanya koleksi fosil Banjarejo dalam pameran tersebut.

”Selain itu, kami juga koordinasi dengan BPSMP Sangiran terkait keikutsertaan dalam pameran dan arsip se Jawa Tengah ini. Pihak BPSMP juga ikut memberikan suport pada kami dalam pameran ini. Mohon doanya agar pameran nanti berjalan lancar,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Fosil, Kades Banjarejo Grobogan jadi Pemandu Dadakan

uplod jam 21 kades dadi pemandu foisl (e)

Para pelajar dari sedang berkunjung ke Banjarejo untuk melihat koleksi benda purbakala dan cagar budaya yang ada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kades Banjarejo, Kecamatan Gabus Ahmad Taufik seharian ini, Selasa (26/4/2016) terpaksa harus bertugas jadi guide atau pemandu. Karena seharian, ada ratusan pelajar yang bertandang ke rumahnya. Tujuannya, untuk melihat ratusan koleksi benda purbakala maupun cagar budaya yang untuk sementara memang disimpan di rumahnya.

Ada dua rombongan pelajar dari dua sekolah yang datang. Pagi harinya, ada puluhan siswa SDN 02 Bendoharjo, Kecamatan Gabus yang berkunjung ditemani beberapa guru.

Beberapa saat setelah rombongan ini pulang, giliran siswa dari MA Al Mubarok, Kecamatan Ngaringan yang datang. Jumlah rombongannya sekitar 50 orang termasuk guru dan kepala sekolahnya.

Adanya kunjungan ini sudah pasti bikin Taufik lumayan sibuk. Soalnya, dia harus memberikan penjelasan pada berbagai pertanyaan yang dilontarkan pada siswa tersebut.

“Semaksimal mungkin, saya jelaskan pada mereka apa yang tadi sempat ditanyakan. Karena memang bukan ahlinya maka saya hanya bisa menjelaskan secara umum saja. Untungnya, berbagai benda purbakala ini sudah banyak dikasih label oleh tim dari BPSMP Sangiran saat melangsungkan penelitian bulan Maret lalu,” jelas pria yang punya hobi mendaki gunung itu.

Menurutnya, pada pertengahan bulan Maret lalu, ada kunjungan ratusan siswa SMPN 2 Ngaringan. Selain melihat koleksi benda bersejarah, mereka ini sengaja datang ke Banjarejo untuk merayakan dies natalis ke-14 SMPN 2 Ngaringan. Di samping itu, juga ada siswa dari beberapa sekolah baik dari Grobogan dan luar kota yang sudah datang ke desanya.

“Selama ini, memang sudah banyak pengunjung dari rombongan siswa sekolah. Saya selaku kepala desa, mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dari semua pihak yang sudah bersedia datang ke Banjarejo. Terus terang, kepedulian mereka kesini sudah membuat kami bahagia,” terang Taufik.

Editor : Akrom Hazami

Kepala Kerbau Raksasa Kuno Bikin Pelajar Banjarejo Grobogan ‘Ndomblong’

uplod jam 18 kepala kerbau fosil (e)

Siswa melihat benda purbakala di rumah Kades Banjarejo, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, jumlah koleksi benda bersejarah yang tersimpan di rumah Kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus Ahmad Taufik memang terus bertambah.

Dari jumlah segelintir, sekarang sudah mencapai ratusan. Kondisi inilah yang menjadikan salah satu daya tarik orang untuk berkunjung.

Di antara benda yang ada, fosil berupa kepala kerbau purba memang bikin kagum banyak orang yang sempat melihatnya. Namun, ada juga yang agak takut-takut untuk mendekat.

“Fosil kepala kerbau berusia jutaan tahun ini memang jadi primadona pengunjung, selain gading purba. Selain ukurannya memang jumbo, jumlahnya juga cuma ada satu,” kata Taufik, saat menerima kunjungan siswa MA Al Mubarok, Kecamatan Ngaringan.

Lebih lanjut Taufik menyatakan, fosil raksasa itu ditemukan Rabu (9/9/2015) lalu. Setelah diukur, panjang antar ujung tanduk mencapai 170 cm. Kemudian tinggi tulang bagian kepala mencapai 60 cm dengan lebar 25 cm. Sedangkan panjang tiap tanduk sekitar 115 cm.

“Saat ditemukan, bentuk tulang itu masih utuh. Yakni, tulang kepala dan tandung masih menyatu. Saya tidak bisa membayangkan, ketika hidupnya dulu, kerbau ini pasti gede sekali ukurannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Al Mubarok Ahmad Muhtar menyatakan, sengaja dia membawa murid-muridnya ke Banjarejo untuk melihat dan belajar mengenai benda bersejarah yang ada. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka memberikan edukasi pada siswa soal kehidupan masa lampau.

“Dalam kunjungan perdana ini hanya siswa kelas XI yang kita bawa. Ke depan, nanti akan kita agendakan rutin kunjungan kesini buat seluruh siswa. Setelah melihat langsung, saya menilai koleksi yang ada sudah luar biasa,” katanya.

Editor : Akrom Hazami