Satpol PP Kudus Diprotes Gara-gara Tertibkan Baliho Cabup yang Melanggar

Petugas Satpol PP saat melakukan penertiban baliho cabup di Kudus yang melanggar. (FACEBOOK)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik baliho calon Bupati Kudus 2018, tidak sedikit yang protes, akibat Satpol PP melakukan penertiban baliho melanggar, beberapa waktu terakhir.

Seperti diketahui, Satpol PP Kudus gencar menertibkan baliho milik bakal calon bupati, karena melanggar aturan seperti tak berizin hingga menyalahi tempat pemasangan. Hal ini disampaikan Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah, kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Jumat (4/8/2017).

“Ada perwakilan dari pemilik baliho cabup yang protes. Bentuknya macam-macam. Mulai dari yang komplain ke kantor Satpol PP, atau menghubungi nomor saya secara langsung,” kata Djati.

Biasanya, dia atau petugasnya, memberikan alasan kenapa penertiban dilakukan. Pihaknya berpatokan pada aturan yang berlaku. Jadi, aksi penertiban tidak dilakukan semena-mena.

Kendati demikian, tidak sedikit yang tetap kesal. Sampai, ada pula dari perwakilan salah satu cabup yang berkata kasar kepadanya dan mengklaim telah mengantongi surat izin. Begitu, Satpol PP mengecek ke bagian perizinan, baliho yang berizin hanya beberapa saja.

Misalnya, ada salah satu baliho terpasang di Jalan UMK. Di izinnya hanya untuk satu baliho. Tapi yang terpasang lebih dari satu baliho. “Ada juga yang izinnya memasang di jalan apa, malah dipasang di jalan apa. Tidak sesuai izin. Hal demikian juga kami tertibkan, karena jelas melanggar,” ungkapnya.

Selain tak berizin, lokasi pemasangannya juga melanggar Perda nomor 8/2015 tentang Perubahan Atas Perda Tingkat II Kudus nomor 10/1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban Dalam Wilayah Kabupaten Kudus.
Ada baliho yang dipasang melintang di jalan, ditempelkan pada pohon penghijauan, pada tiang listrik serta tiang lampu pengatur lalu lintas.

Akibat tindakannya, Satpol PP sempat dicap memihak ke salah satu calon bupati, oleh calon lain. Pihaknya menegaskan akan tetap melakukan penindakan terhadap baliho yang ilegal.

Editor : Akrom Hazami

Ternyata Ini tho Modus Pemasang Baliho Ilegal Kudus, Pura-pura Tertib, Padahal..

Tumpukan baliho ilegal yang ditertibkan Satpol PP Kudus, selama 2 pekan terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tumpukan baliho ilegal yang ditertibkan Satpol PP Kudus, selama 2 pekan terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Para pelaku pemasang baliho ilegal memiliki segudang cara guna mengelabui petugas Satpol PP Kudus. Bahkan, ketika pelaku berhasil diketemukan, ada saja alasan untuk berkelit kepada petugas.

Kasi Ketertiban Umum (Tibum) pada Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto mengatakan, sebenarnya modus yang dilakukan oleh pelaku pelanggaran perda tersebut beragam. Di antaranya, pelaku yang tidak mendaftarkan semua baliho yang dipasang.

“Misalnya saja ada 30 yang diizinkan, namun pemilik memasang 50 buah. Hal itulah yang juga kadang kami temukan dalam menertibkannya di lapangan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, kata dia, dalam memasang juga sering kali dijumpai kesalahan. Umumnya, dalam memasang baliho menggunakan media paku untuk menempelkan dengan pepohonan. Padahal, cara demikian juga disalahkan dalam menempelkan baliho.

“Meskipun berizin, namun jika caranya menempelkan menggunakan paku, kami akan ambil. Sebab itu juga melakukan kesalahan. Kasihan pohonnya juga,” ujarnya.

Meski diambil oleh petugas, namun baliho tetap akan dikembalikan kepada pemilik aslinya jika diambil kembali. Sebab bagaimanapun juga baliho yang diamankan juga masih milik pemasangnya.

Namun Satpol tidak mengembalikan begitu saja. Namun pemilik juga diberikan pembinaan agar tidak melakuan hal yang serupa kembali nantinya.

“Itu pun kadang mereka beralasan kalau izinnya tidak kunjung keluar, jadinya baliho ditempelkan lebih dulu sambil menunggu strikernya diberikan,” ungkapnya.

Hanya, tidak semua baliho diambil kembali oleh pemilik. Sedangkan kebanyakan malahan dibiarkan saja oleh yang bersangkutan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Duh, Baliho Ilegal di Kudus Kok Marak 

Duh, Baliho Ilegal di Kudus Kok Marak

Tumpukan baliho ilegal di kantor  Satpol PP Kudus yang dirazia, selama 2 pekan terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tumpukan baliho ilegal di kantor Satpol PP Kudus yang dirazia, selama 2 pekan terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak membutuhan waktu yang lama jika hendak mengumpulkan baliho ilegal atau baliho tanpa izin di Kudus. Seperti yang dilakukan Satpol PP Kudus. Hanya dalam dua pekan penertiban dilakukan, ratusan baliho ilegal tersita.

Hal itu diungkapkan Kasi Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto. Menurutnya, pelanggaran yang banyak ditemukan adalah adanya baliho ilegal. “Sangat mudah mendapatkan pelanggaran semacam itu. Jadi sekali kami melakukan penertiban, puluhan baliho bisa kami amankan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pelanggaran jenis tersebut masih kerap dijumpai dalam operasi rutin yang dilakukan. Bahkan, untuk lokasi yang banyak dilakukan untuk pemasangan baliho hampir menyeluruh di sembilan kecamatan di Kudus.

“Dalam melakukan penertiban, kami tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Melainkan juga kami mengarahkan anggota untuk berkeliling di semua kegiatan di Kudus,” ujarnya.

Razia penertiban baliho kerap kali dilakukan. Namun banyak yang tak mengindahkan. Petugas juga kerap menemukan pelanggaran spanduk. Sama halnya baliho, spanduk yang diambil juga spanduk yang tidak berizin.

“Semoga ke depan, masyarakat mematuhi aturan. Sehingga tidak ada lagi pemasangan baliho atau spanduk yang tidak berizin,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Bakal Lakukan Penertiban Baliho Rusak di Jepara Pekan Depan

Salah satu baliho rusak yang terdapat di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu baliho rusak yang terdapat di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara mengakui ada sejumlah baliho yang rusak dan membahayakan. Rencananya, Satpol PP bakal melakukan razia dan penertiban baliho pada pekan depan.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa. Menurutnya, pihaknya memang sudah merencanakan akan melakukan operasi penertian baliho di Jepara, setelah berkordinasi dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Jepara.

“Rencananya, operasi akan dilaksanakan pada pekan depan,” ucap Trisno kepada MuriaNewsCom, Selasa (17/11/2015).

Lebih lanjut dia mengatakan, koordinasi dengan instansi perizinan itu dilakukan untuk mengetahui baliho yang habis masa izinnya, dan yang masih memiliki izin, hingga yang ilegal.

“Dimungkinkan baliho rusak karena izinnya sudah habis dan tidak diperhatikan oleh pemiliknya. Jadi harus kami cari tahu dulu melalui bidang perizinan,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa baliho di Jepara memang mengkhawatirkan. Baliho banyak bertebaran di ruas jalan di Jepara. penertiban dilakukan agar mengurangi dampak yang membahayakan dari baliho, karena sebentar lagi musim hujan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Satpol PP Akui Banyak Baliho di Jepara Rusak dan Membahayakan

Salah satu baliho di Jepara yang rusak dan membahayakan bagi warga. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu baliho di Jepara yang rusak dan membahayakan bagi warga. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara mengakui, saat ini terdapat sejumlah baliho yang mengalami kerusakan parah, sehingga membahayakan keselamatan jika sampai roboh. Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santoso.

Menurut dia, salah satu penyebabnya masa izin baliho sudah habis, sehingga kerap tak lagi diperhatikan kondisinya oleh pengelola. Sehingga kondisinya rusak, apalagi memasuki musim hujan ini, angin kencang dan rentan roboh.

“Kami sudah berencana melakukan operasi penertiban. Kami juga melakukan kordinasi dengan pihak perizinan dalam hal ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT).” Kata Trisno kepada MuriaNewsCom, Selasa (17/11/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, pembongkaran baliho akan dilakukan jika izinnya sudah kedaluarsa, dan habis masa tenggang untuk melakukan kembali perpanjangan perizinan. Adapun baliho yang rusak tapi izinnya masih berlaku, pihaknya akan berkordinasi dengan pengelola agar segera dilakukan perbaikan.

Seperti diberitakan MuriaNewsCom, salah satu baliho raksasa yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto Jepara, persis di depan Sanggar Pramuka Kwarcab Jepara sangat membahayakan. Pasalnya, baliho yang berada di sebuah trotoar jalan tersebut rusak dan kondisinya miring. Keamanan pengguna jalan terancam.

Argo Widiyatmoyo (26), warga RT 02 RW 1 Kelurahan Kauman, Kecamatan Jepara mengatakan, bahilo tersebut memang sudah lama rusak. Hanya saja, selama ini belum ada tindakan, baik dari pengelola maupun dari instansi terkait. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Tempat Pemasangan Baliho Perlu Dibatasi

Pengendara melintasi sejumlah baliho yang terpasang di pusat kota. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengendara melintasi sejumlah baliho yang terpasang di pusat kota. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski disatu sisi bisa mendatangkan pendapatan, namun sejumlah pihak meminta agar pemasangan baliho di kawasan kota perlu dibatasi. Sebab, jika tidak ada pembatasan maka dikhawatirkan disepanjang jalan protokol akan penuh baliho. Selain membahayakan, maraknya baliho dinilai bisa merusak keindahan kota.

“Setiap tahun, baliho-baliho berukuran besar bermunculan. Kalau tidak dibatasi, lama-lama sepanjang jalan penuh baliho,” ungkap Nurdin, warga di Jalan A Yani Purwodadi.

Dari pengamatan yang dilakukan koranmuria.com, apa yang dicetuskan beberapa pihak itu barangkali ada benarnya. Sebab, jumlah tempat pemasangan baliho di kawasan perkotaan itu sudah ada puluhan.

Salah satu tempat pemasangan baliho yang cukup banyak berada di sekitar perempatan bekas bisokop Kencana. Disini, ada sekitar 10 baliho berukuran cukup besar. (DANI AGUS/SUWOKO)

Awas ! Tempat Baliho di Jalan A Yani Purwodadi Membahayakan

f-baliho (e)

Tempat baliho yang terdapat di Jalan Ahmad Yani Purwodadi yang dinilai membahayakan (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Sejumlah warga dan pengguna jalan berharap agar keberadaan salah satu tempat pemasangan baliho di jalan A Yani Purwodadi ditertibkan. Bahkan, bila perlu dibongkar, lantaran kondisinya dinilai cukup membahayakan. Lanjutkan membaca