Mudahnya Narkoba Jawa Timur Masuk ke Jawa Tengah Lewat Blora

narkoba e

Sejumlah barang bukti kasus narkoba di Mapolres Blora. (Humas Protokol Kabupaten Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora rupanya tak luput dari peredaran narkoba. Bahkan, kabupaten yang jadi perbatasan Jateng dan Jatim itu diincar pengedar narkoba provinsi sebelah.

Seperti yang dilakukan, salah seorang pengedar narkoba. Vincentius Paulus Hendratmo, alias Kikik bin Suratmo. Kikik mengedarkan narkoba di wilayah Kabupaten Blora.

Menurut pengakuan beberapa warga di sekitar tempatnya tinggalnya di Balon, Cepu, Kikik memang sering mengedarkan barang haram. “Kikik sering mengedarkan narkoba di sekitar tempat tinggalnya,” kata seorang warga di Balon.

Tidak heran, jika aksinya membuat sejumlah warga beriman tipis tejerat. Kikik menjadi racun bagi warga yang ingin menjajal barang setan itu. Lama kelamaan, keresahan warga terasa.

Sejumlah warga melaporkan ke polisi setempat. Setelah polisi menyelidiki. Ternyata benar. Kikik menjadi pengedar narkoba di lingkungan tempatnya tinggal. Di sore yang berseri-seri, Kikik harus tersandung.

Ya, Selasa (9/8/2016), sejumlah polisi mendobrak rumah Kikik. Pemuda 33 tahun itu tak punya waktu untuk melarikan diri. Polisi mendapatinya di rumah. Para aparat itu segera menangkap Kikik.

Sejumlah polisi juga berhasil menemukan barang bukti dari dalam rumah. Berupa dua paket narkotika jenis sabu dengan berat 0,5 gram , 1 plastik klip warna bening sisa bungkus sabu, 1 buah pirek kaca, 1buah sendok sabu, 1 kertas grenjeng rokok warna merah untuk membukus sabu, dan 1 buah HP  warna putih.

Polisi berharap penangkapan sang pengedar bisa menyeret pengedar lainnya. Benar saja. Kepada polisi, Kikik mengaku barangnya didapat dari rekannya, warga provinsi lain. Yaitu HB (30), warga Bojonegoro, Jawa Timur.

Tanpa waktu lama, anggota Polres Blora berupaya mendatangi rumah HB. Tapi HB tak ditemukan. “Tersangka sudah kami amankan. HB kami masukkan dalam DPO,” kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Suparlan.

Suparlan menerangkan bahwa di wilayah hukumnya memang tak lepas dari peredaran narkoba. Data pengungkapan kasus narkoba mulai Mei-Agustus 2016 yaitu dua kasus narkoba dengan jumlah tersangka perempuan sebanyak satu), dan laki – laki sebanyak dua).

Tersangka dijatuhi pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) Junto Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba berkas perkara selesai P21.

Editor : Akrom Hazami

Pengguna Narkoba Pemula Banyak yang Meringkuk di Rutan Jepara

Rumah Tahanan Jepara.

Rumah Tahanan Jepara.

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Kabupaten Jepara selama ini didominasi narapidana maupun tahanan kasus narkotika.

Meski begitu, dipastikan bahwa penghuni Rutan tersebut belum pada level pencandu narkoba berat apalagi sampai level gembong narkoba.

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan upaya penyelundupan barang narkotika. Hal itu diduga karena para tahanan maupun narapidana kasus narkoba belum masuk pada level pecandu berat.

“Kalau sudah pecandu berat dan sakau, dimungkinkan upaya penyelundupan barang narkoba pasti ada. Tetapi beruntung di sini semuanya pemula, tidak pecandu berat, jadi tidak ada upaya penyelundupan narkoba,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, ketika para penghuni rutan belum pada level pecandu berat maka lebih mudah untuk disembuhkan. Salah satu cara yang telah dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan keterampilan sesuai dengan bakat dan minat tahanan maupun narapidana.

“Misalnya keterampilan menjadi tukang, membuat beberapa keterampilan tangan seperti keset, dan yang lainnya. Selain itu kami juga memberikan ilmu agama kepada mereka,” terangnya.

Lebih lanjut ia mngemukakan, tidak hanya sekadar memberikan ilmu agama saja. Para penghuni rutan, khususnya narapidana diwajibkan menghafal ayat-ayat pendek dalam Alquran dan bacaan salat ketika bebas atau selesai menjalani masa tahanan mereka,.

“Itu salah satu cara kami membuat agar Rutan Jepara ini tetap kondusif, tidak ada konflik. Kami memberikan materi keagamaan yang lebih dengan cara mewajibkan para narapidana untuk menghafalkan ayat pendek. Minimal, ketika mereka bebas, bisa dan bersedia untuk salat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Siap-siaplah, Satpol PP Kudus Bakal Ikut Perangi Narkoba

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam waktu dekat ini, Satpol PP bakal mendapatkan tugas baru dalam menegakkan perda. Hal itu sesuai dengan kebijakan Pemkab Kudus, yang sedang menggagas adanya perda baru tentang Narkotika.

Kepala Kesbangpol Kudus Djati Sholechah mengungkapkan, perda tersebut merupakan Amanat UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, perda tersebut juga terusan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 tahun 2013 tentang fasilitasi pencetakan penyalahgunaan narkotika.

”Jadi nanti satpol PP dalam menindaklanjuti perda yang dibuat. Sehingga ketika ada hal yang bersangkutan dengan narkotika, dapat dilakukan penindakan sesuai perda ini,” kata Kepala Kesbangpol Djati Sholechah, kepada MuriaNewsCom

Dia membocorkan, perda tersebut bukan hanya pada penindakan semata. Melainkan pula pada pencegahan dan pengobatan. Sehingga juga melibatkan instansi lainnya dalam menerapkannya.

Ia menambahkan, dalam perda juga membahas fasilitasi pencegahan dan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkotika, serta psikotropika dan zat lainnya.

”Selama ini Polres Kudus sudah menjalankan tugas dalam bidang narkotika. Ke depan, dapat dilakukan kerja sama dalam penanganannya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Bekuk 7 Penyalahgunaan Narkoba, Polres Pati Amankan 4,4 Gram Sabu-sabu

uplod jam 17 narkoba (e)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho menandatangani dokumen pakta integritas untuk menyatakan tidak pada narkoba. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil membekuk tujuh penyalahguna narkoba dalam kurun waktu sebulan sejak 21 Maret 2016. Ketujuh penyalahguna tersebut, dua orang diketahui pengedar dan lima orang di antaranya merupakan pemakai.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/4/2016) mengatakan, ketujuh pelaku itu saat ini dalam penyidikan. Mereka dibekuk dalam operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar).

“Dari hasil operasi, kami juga amankan sejumlah barang bukti. Salah satunya, kami mengamankan 4,4 gram sabu-sabu yang disalahgunakan pengedar dan pemakai,” ujar Kompol Sundoyo.

Ia mengatakan, tren penyalahgunaan narkoba tak hanya meningkat di Indonesia, tetapi juga Pati. Bahkan, tren penyalahgunaan narkoba di Pati meningkat dari tahun ke tahun yang melibatkan tak hanya orang tua, tetapi juga anak muda.

Karena itu, pihaknya tidak segan untuk memecat dan memproses secara hukum bila ada anggota polisi yang ketahuan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Komitmen itu sudah tercatat dalam dokumen pakta integritas yang disertai dengan ucapan sumpah dari anggota polisi.

“Sumpah untuk tidak mengatakan pada narkoba sudah kita ucapkan bersama-sama. Tak hanya kata-kata, sumpah itu ditulis dan ditandatangani dalam dokumen pakta integritas. Kami tidak main-main pada narkoba. Siapapun yang terlibat harus diproses secara hukum, karena Indonesia sudah darurat narkoba,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Polres Pati Tandatangani Pakta Integritas Antinarkoba

Ribuan Stiker Antinarkoba untuk Warga Pati Dibagikan Polisi

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang polwan tengah membagikan stiker antinarkoba kepada pelajar SMA. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Komitmen Polres Pati untuk memerangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan operasi kepada pelaku, pengedar dan produsen, tetapi juga dengan melakukan langkah antisipatif dengan membagikan ribuan stiker berisi ajakan untuk menghindari narkoba kepada warga Pati.

Stiker itu dibagikan kepada pelajar, anggota polisi, masyarakat umum, hingga tukang mi ayam. Gerakan kampanye antinarkoba itu dilakukan agar masyarakat sadar betapa narkoba yang mulai mengintai setiap lapis sendi kehidupan harus dihindari dan diberantas.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (9/4/2016) mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah giat melakukan kampanye antinarkoba dalam rangka Operasi Bersih-bersih Narkoba (Bersinar) Candi 2016 dengan dua cara, yaitu kampanye langsung dan tidak langsung.

“Kampanye langsung dilakukan dengan penyuluhan di sekolah, kampus, dan masyarakat. Kampanye tidak langsung dilakukan melalui media, spanduk, dan pembagian stiker. Hal ini sebagai upaya preventif supaya warga sadar bahwa penyalahgunaan narkoba itu sangat berbahaya,” kata Sundoyo.

Kepada anggota polisi, stiker itu ditempel di berbagai tempat seperti bagian belakang mobil. Harapannya, orang yang membaca dari belakang bisa terketuk hatinya untuk ikut bergerak melawan penyalahgunaan narkoba.

“Kami ajak warga untuk menjauhi narkoba, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Jaga anak cucu kita dari jajahan sindikat narkoba. Narkoba itu sudah dipastikan membawa pada jurang kematian. Siapapun yang mengonsumsi narkoba pasti sengsara. Mari kita bersatu melawan narkoba,” ajaknya kepada warga.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : 6 Polwan Ajak Warga Juwana Pati Lakukan Ini 

Jaksa di Grobogan Dapat Bocoran Bahaya Narkoba

Kegiatan penyuluhan masalah narkoba pada pegawai Kejaksaan Negeri Purwodadi, Rabu (6/4/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kegiatan penyuluhan masalah narkoba pada pegawai Kejaksaan Negeri Purwodadi, Rabu (6/4/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan  – Banyak efek negatif yang muncul dari perbuatan mengonsumsi narkoba. Sebab, zat yang terkandung di dalamnya bisa menimbulkan gangguan daya pikir.

Hal itu disampaikan Psikiater RSUD dr R Soedjati Purwodadi Tarno saat menyampaikan penyuluhan masalah narkoba pada pegawai Kejaksaan Negeri Purwodadi, Rabu (6/4/2016).

Menurutnya, secara ringkas, narkoba adalah zat yang bisa mempengaruhi alam pikiran atau perilaku (jiwa). Yang mana, orang yang kena pengaruh narkoba akan berani melakukan tindakan yang tidak baik tanpa bisa dikendalikan. Seperti, mencuri, melanggar disiplin dan aturan, bolos, hingga meninggalkan ibadah.

“Pengaruh narkoba ini memang sangat bahaya. Untuk itu, jauhi penggunaan narkoba ini karena banyak efek negatifnya,” ungkap lulusan Fakultas Kedokteran Undip Semarang itu.

Dijelaskan, dari hasil penelitian, penyalahguna narkoba itu adalah generasi muda. Adapun latar belakangnya antara lain disebabkan oleh faktor psikopat, depresi, gangguan kecemasan dan disfungsi keluarga.

Penyalahguna narkoba juga bisa disebabkan oleh faktor reaktif. Yakni, rasa ingin tahu, lingkungan, bujukan teman atau jebakan.

“Bisa juga penyalahguna ini disebabkan karena gejala tipe kepribadian seseorang. Ada orang yang memang sengaja ingin melakukan sesuatu yang dilarang,” katanya.

Editor : Akrom Hazami