SMKN 1 Rembang Miliki Class Axioo Program

Bupati Rembang Abdul Hafidz ikut mengamati siswa dalam praktik mengotak atik komputer di SMKN 1 Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz ikut mengamati siswa dalam praktik mengotak atik komputer di SMKN 1 Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – SMKN 1 Rembang terus melakukan upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Setelah sebelumnya melakukan kerja sama dengan PT Astra Honda Motor, kini SMKN 1 Rembang menggandeng perusahaan Axioo, dengan melaunching Class Axioo Program.

Kepala SMKN 1 Rembang,Singgih Darjanto mengatakan, SMK tidak dapat dipisahkan dari dunia industri. Dirinya mengibaratkan, jika SMK dan dunia industry seperti mur dan baut. “Untuk itu, kami akan terus berupaya menggandeng perusahaan dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan siswa. Salah satunya yakni Axioo, untuk pengembangan jurusan teknik komputer dan jaringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rembang,H.Abdul Hafidz mengapreasi kerja sama antara SMKN 1 Rembang dengan Axioo. “Harapannya, nantinya semakin banyak SMK yang mengikuti jejak  SMKN 1 Rembang ini. Sehingga anak didik atau siswanya tidak sekadar lulus tetapi memiliki skill yang mumpuni dan langsung diterima di dunia kerja,” harapnya.

Menurutnya, ke depan kompetisi akan semakin berat. Pun demikian, presiden telah menyampaikan negara Indonesia masih berada di urutan antara sembilan atau sepuluh dari bawah tentang prestasi pendidikan. Salah satu penyebabnya yakni masalah komunikasi, dalam hal ini IT.

Katanya, IT merupakan sebuah sarana yang mampu untuk menjawab tantangan zaman. Suatu bangsa kemajuannya bisa diketahui dan diukur dari kemajuan IT-nya. “Pemkab dalam memajukan pendidikan yakni siswa berprestasi akan kami back up pembiayaannya sampai ke perguruan tinggi. Sepanjang di Indonesia, kuliahnya akan kami biayai. Dengan program tersebut, harapannya banyak siswa yang terpacu untuk giat belajar,”ujarnya.

Sementara itu Direktur Axioo Class Program, Timmy Theopelus mengungkapkan, kenapa perusahaannya menjalin kerja sama dengan SMK, karena dengan mendidik  melalui kurikulum yang disinkronkan dengan kebutuhan Axioo, maka Axioo akan lebih mudah mendapatkan karyawan saat ada lulusam dari SMK.

Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa selama ini masih sulit mencari tenaga kerja yang berkompeten sesuai kebutuhan. “Sebab  selama ini kurikulum sekolah jauh berbeda dengan yang dibutuhkan Axioo atau kita. Oleh sebab itu, kita saling bekerja sama dengan sekolah kejuruan,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui kerjasama ini perusahaan berbasis teknologi ini juga bisa menghemat pengeluaran. Terlebih dibandingkan dengan perusahaan mengikuti bursa kerja dengam cara memasang iklan loker di media maupun merekrut karyawan yang belum memiliki keahlian, keterampilan dan lainnya. “Sehingga, ketika penerimaan karyawan baru, perusahan itu harus melatih berbulan-bulan dengan risiko, setelah pintar mereka akan  pindah ke perusahaan lain,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kelas Axioo di SMK Rembang Ini Benar-Benar Mengagumkan

SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang dan  SMKN 5 Surakarta studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang dan SMKN 5 Surakarta studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Kelas Axioo di SMK Rembang ini benar-benar mengagumkan. Ya, itulah yang membaut SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang studi banding ke SMK Muhamadiyah Rembang, Kamis (7/1/2016). Kedatangan rombongan dari Semarang itu bermaksud untuk belajar program Axioo di SMK Muhamadiyah Rembang.

SMK Muhamadiyah Rembang dipercaya sebagai mentor atau pembimbing sekolah yang akan menjadi rintisan program kelas Axioo. Oleh karena itu, beberapa bulan terakhir sekolah tersebut sibuk menerima kunjungan studi banding dari 15 sekolah dari berbagai daerah di Jateng dan DIY.

Kepala SMK Muhamadiyah Rembang, Parno menjelaskan, sekolahnya saat ini memang telah ditunjuk sebagai mentor untuk sekolah yang akan menjadi rintisan Axioo di Jateng dan DIY. “Selain dari SMK Islamic Center Baiturrahman Semarang, tadi juga ada rombongan dari SMKN 5 Surakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, sekolah yang datang belajar program Axioo di Rembang biasanya menanyakan soal persiapan sebelum menjadi sekolah rintisan Axioo. Selain itu, mereka juga menanyakan tentang konsekuensi dari status mereka menjadi sekolah rintisan Axioo.

“Memang sesuai dengan petunjuk Axioo, sekolah yang akan menjadi rintisan harus belajar terlebih dahulu dengan sekolah yang sudah ditunjuk, seperti kami. Jadi, kami hanya memfasilitasi dan membantu mereka,” katanya.

Dijelaskan olehnya, jika sekolah sudah berstatus sebagai rintisan program Axioo, maka kurikulum yang dijalankan juga harus menyesuaikan dengan Axioo. “Soal apakah kelas Axioo harus digelar setiap hari atau tidak, hal itu bergantung pada tingkatan kelas,” jelasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)