Arus Balik di Blora-Rembang Lancar

arus balik

Petugas menata arus lalu lintas di Blora arah Rembang. (Dok GP Ansor Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pada arus balik Lebaran hari ini, Rabu (13/7/2016), lalu lintas di Blora arah Rembang saat ini terpantau ramai lancar.

Tidak terlihat kepadatan kendaraan seperti pada arus balik biasanya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, tidak sedikit pengemudi yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Para pengemudi tersebut lebih memilih memarkirkan kendaraannya di bahu jalan ketimbang beristirahat di rest area.

Sebaiknya para pengemudi yang melintas di sekitar lokasi mewaspadai hal ini. Karena itu menghambat arus lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemudik Waspadalah, Jalur Rembang-Blora Bisa Bikin Celaka

jalur

Kendaraan melintas di jalur Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jalur yang menghubungkan Rembang-Blora, rupanya sudah hampir 23 tahun tak tersentuh pembangunan.

Kondisi permukaan jalur itu, aspalnya telah mengelupas,  jalannya berlubang dan bergelombang. Jalur nasional itu amat memprihatinkan.

Seperti di ruas jalur Sulang dan Bulu di beberapa titik masih banyak ruas yang bergelombang. Bahkan, aspal di jalur tersebut pada retak.

Suratno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rembang Batas Jatim Bina Marga Jawa Tengah, Suratno mengatakan jalur tersebut belum pernah tersentuh peningkatan jalan sejak 1993.

“Kami menyelidiki jalan tersebut terakhir ditingkatkan pada tahun 1993,” ujar Suratno kepada MuriaNewsCom (30/6/2016).

Panjang ruas Rembang sampai batas Blora sekitar 15 kilometer. “Memang ada beberapa yang sudah bagus karena dibangun awal tahun kemarin. Namun, yang masih belum bagus juga banyak. Seperti di ruas Sulang,” katanya.

Bina Marga hanya bisa melakukan perawatan terhadap jalur nasional yang menjadi tanggung jawabnya, yakni pantura timur dan Jawa Tengah dan Blora-Cepu.

Sedangkan, untuk peningkatan jalan, ia memastikan tahun tidak bisa dilakukan karena memang terbentur anggaran. “Kami hanya dialokasikan dana dari APBN sekitar 21 miliar pada tahun 2016,” tambahnya.

Sedang, menurutnya anggaran sebanyak itu masih belum bisa untuk melakukan peningkatan jalur nasional Rembang-Blora. “Uang sebanyak itu kami gunakan untuk perawatan jalan. Cukup tidak cukup, ya dicukup-cukupkan,” ungkap Suratno.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemudik Lintasi Kudus, Waspadai 4 Titik Kemacetan Ini

lalu lintas

Arus lalu lintas terlihat padat di jalan Johar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki H-7 Lebaran, kepadatan arus lalu lintas di Kudus mulai tampak. Hal itu terlihat di beberapa jalan protokol kota. Kondisi ini menimbulkan jalur penting kota menjadi padat merayap.

Pantauan MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016). Kepadatan tampak di Jalan Jenderal Sudirman. Tepatnya di area Pasar Kliwon Kudus. Di jalur penghubung Alun-alun Kudus dengan jalur pantura Ngembal itu, beberapa kali mengalami macet.

Karenanya, para pemudik yang melintasi titik itu, hendaknya bersabar. Atau supaya perjalanan mudik lebih lancar, bisa menghindari jalur tersebut.

Kepadatan juga tampak di Jalan M Basuno Ploso Jati Kudus atau di wilayah Pasar Bitingan dan pusat perbelanjaan Matahari. Banyak angkutan umum jurusan Kudus-Jetak atau juga becak yang bebas mengangkut dan menurunkan penumpang secara bebas.

Selanjutnya di Jalan Sunan Muria atau juga Alun-alun Kudus hingga Poroliman Barongan. Banyaknya mobil yang parkir di kompleks pertokoan, kerap membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Termasuk juga di jalur Jalan Johar Kudus. Ada beberapa aktivitas pertokoa yang kerap berbuntut ketersendatan arus lalu lintas. Banyak warga berburu kebutuhan Lebaran di sejumlah pertokoan.

Ada juga di Jalan Kudus-Jepara. Tepatnya di depan ADA Swalayan Kudus. Para pengguna jalan harus berhati-hati. Banyak mobil atau kendaraan roda dua yang keluar-masuk ke lokasi perbelanjaan itu.

Editor : Akrom Hazami

Pemudik Bisa Terancam Macet saat Melintas di Pasar Tumpah Jekulo

Salah satu jalur alternatif yang berada di Mejobo untuk bisa menghindari kemacetan akibat pasar tumpah Jekulo Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Salah satu jalur alternatif yang berada di Mejobo untuk bisa menghindari kemacetan akibat pasar tumpah Jekulo Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Aktivitas pasar tumpah menjelang Lebaran yaitu di Pasar Jekulo Kudus, bisa menjadi penghalang pemudik.

Hal itu diungkapkaan Kabid LLAJ Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro. Dia mengatakan bahwa saat ini pekerjaan jalan yang ada di Kudus sudah berjalan lancar.

“Namun yang harus diwaspadai saat mudik yakni pasar tumpah. Sebab pasar tumpah itu bisa membuat kemecetan,” ujarnya.

Dalam pantauannya, aktivitas pasar tumpah yang ada di jalur pantura hanya di wilayah Pasar Jekulo.

“Selain itu, jalur pantura yang memang dikhawatirkan di saat mudik yakni keramaian di wilayah Bulusan. Sebab tradisi Syawalan itu juga bisa ramai hingga jalur Kudus-Pati,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam penanganan kemacetan itu, nantinya pihak dishub akan selalu berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk mengurai permasalahan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Kudus Diklaim Siap Dilalui Pemudik

Kepala BPESDM Kudus Samani Intakoris memantau perbaikan jalan di Jalan Ahmad Yani Kudus. (MurianewsCom/ Edy Sutriyono)

Kepala BPESDM Kudus Samani Intakoris memantau perbaikan jalan di Jalan Ahmad Yani Kudus. (MurianewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Dengan dikebutnya perbaikan jalan di beberapa titik di Kudus membuat Kota Kretek siap dilalui para pemudik.

Kepala Dinas Bina Marga, Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jalur Kudus ini sudah siap dilalui oleh pemudik.”Sebab perbaikan-perbaikan jalan yang ada di Kudus juga sebentar lagi sudah selesai,” kata Sam’ani.

Sementara itu, disinggung mengenai jalur lingkar Kudus Ngembal yang memang dilewati pemudik antar kota antar provinsi, pihaknya mengutarakan bahwa jalan itu tidak ada kendala.

“Jalur lingkar tenggara (Ngembal) sampai saat ini masih baik. Para pemudik juga akan bisa nyaman dan tidak mecet. Sebab tidak ada pekerjaan jalan,” ujarnya.

Dia menambahkan, intinya fasilitas pemudik, baik itu jalan atau yang lainnya akan selalu dipantau.”Kami terus pantau fasilitas jalan. Biar pemudik bisa sampai tujuan dan selamat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Perbaikan Jalur Mudik Alternatif Bareng-Cengkalsewu Dikebut

jalur 2 e

Sebuah kendaraan mobil plat H tengah melintas di jalur mudik alternatif Bareng-Cengkalsewu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah kerusakan jalan yang berlubang pada jalur mudik alternatif Bareng-Cengkalsewu yang menghubungkan Pati dan Kudus saat ini tengah diperbaiki. Jalur tersebut dipastikan sudah baik, sepuluh hari sebelum Lebaran.

“Kami sudah memperbaiki beberapa lubang di jalur alternatif Bareng-Cengkalsewu. Namun, memang masih ada sejumlah lubang yang belum diperbaiki. Kami targetkan jalur itu sudah bisa dilalui pemudik dengan lancar tanpa lubang, sepuluh hari sebelum Lebaran,” ungkap Kepala DPU Pati Suharyono.

Pemudik pantura yang mengambil jalur ini harus sedikit lega, karena sepanjang jalan ini terbilang cukup bagus. Namun, pemudik pantura harus berhadapan dengan Jalan Pati-Purwodadi, Kecamatan Kayen yang saat ini tengah dalam perbaikan.

Kendati itu, Suharyono menuturkan, proyek jalan provinsi tersebut ditargetkan rampung H-10 Lebaran. Bila tidak selesai, maka pengerjaan jalan harus dihentikan dan dilanjutkan setelah Lebaran.

“Kalau pemudik asal Sukolilo mungkin bisa bernapas lega melalui Jalur Bareng-Cengkalsewu. Tapi, pemudik pantura harus berhadapan dengan perbaikan jalan di wilayah Kayen yang berpotensi macet. Hal itu tidak menjadi masalah bila perbaikan bisa selesai 10 hari sebelum Lebaran,” kata Nugraha, pengendara asal Pati Kota.

Ia berharap, jalur Bareng-Cengkalsewu dan Pati-Purwodadi bisa dikebut secepat mungkin, sehingga pemudik yang memilih jalur ini bisa nyaman saat berkendara. Bila tidak, kemacetan jalur mudik di Pati akan terjadi.

Editor : Akrom Hazami

 

Jalur Alternatif Bareng (Kudus)-Cengkalsewu (Pati) Bisa Dilalui Pemudik

jalur e

Sejumlah lubang kecil masih ditemukan di jalur mudik alternatif Bareng-Cengkalsewu pada Senin (20/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jalur alternatif Bareng (Kudus)-Cengkalsewu (Pati) sudah bisa dilalui pemudik. Namun, pemudik mesti berhati-hati, lantaran luas jalan jalur alternatif ini tidak terlalu lebar.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, Senin (20/6/2016), sejumlah lubang pada jalan ini sudah banyak yang diperbaiki. Kendati begitu, beberapa lubang kecil yang dalam masih ditemukan sehingga cukup berbahaya.

Terlebih, jalur ini tidak dilengkapi dengan penerangan sehingga gelap pada malam hari. Penerangan dari solar cell hanya ada di jalur yang masih masuk wilayah Kudus.

Sementara, jalur yang masuk wilayah Pati tidak ada penerangan. Pada sore hari, banyak petani yang menjajakan beragam buah hasil panen seperti semangka dan melon.

Karena itu, pemudik diharapkan tidak mengebut di jalanan pada sore hari lantaran sejumlah pembeli biasanya memparkirkan kendaraan di pinggiran jalan. Begitu juga pada malam hari, pemudik juga mesti berhati-hati karena minim penerangan saat memasuki wilayah Pati.

“Jalannya cukup nyaman dan mulus. Tapi, masih ada sedikit lubang kecil pada jalan. Namun, beberapa lubang sudah ditutup sehingga dimungkinkan lubang kecil yang lain juga akan ditutup dalam waktu dekat,” kata Nugraha, pengendara asal Pati Kota.

Editor : Akrom Hazami

 

Titik Rawan Kecelakaan di Kudus Bisa Ancam Pemudik

lantas e

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian saat mengkroscek laka lantas di jalur lingkar Payaman, Mejobo, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian mengimbau pemudik supaya bisa berhati-hati di area rawan kecelakan lalu lintas.

Hal itu diungkapkan lantaran wilayah Kudus mempunyai jalur rawan kecelakan yang sering menimpa pengguna jalan. Khususnya di daerah jalur lingkar di Payaman, Mejobo.

Aron mengatakan, memang dari pantauan polisi lalu lintas, tiitik rawan laka lantas di jalur lingkar Payaman.”Terlebih di daerah itu ada tikungan tajam yang sering menimbulkan kecelakaan. Baik kecelakaan tunggal maupun lainnya,” katanya.

Dia melanjutkan, saat ini yang menjadi fokus pemantauan adalah dari Terminal Induk Jati hingga Gondoarum atau perbatasan Kudus-Pati.

Jalur itu adalah wilayah lalu lintas antarkota antarprovinsi, yang termasuk juga rute pantura Jateng bagian timur penghubung Semarang-Surabaya.

Di sepanjang jalur itu, pemudik hendaknya lebih berhati-hati. Termasuk, mewaspadai pula adanya pasar tumpah di Pasar Jekulo, dan pusat keramaian lain.

Editor : Akrom Hazami

 

Senjata Laras Panjang Sampai Pelontar Gas Air Mata Disiapkan Demi Amankan Lebaran di Pati

Petugas Polda Jawa Tengah memeriksa kondisi kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan pada Lebaran yang kurang dua pekan lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polda Jawa Tengah memeriksa kondisi kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan pada Lebaran yang kurang dua pekan lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo bersama dengan Kasubbag Peralatan Khusus (alsus) Kompol Sukarman mendatangi Mapolres Pati, Jumat (17/6/2016). Keduanya datang untuk memastikan peralatan khusus yang dimiliki Polres Pati siap pakai untuk mengamankan Lebaran di Pati.

Sejumlah alsus yang diperiksa, antara lain handy talky (HT), rompi antipeluru, perlengkapan dalmas, senjata laras panjang, pelontar gas air mata, tongkat dan tenda Polri, perlengkapan penanganan kecelakaan lalu lintas, perlengkapan penanganan kemacetan, traffic cone, lampu hazard, dan sebagainya.

Sebelum Lebaran, semua alsus harus dalam keadaan baik dan siap pakai untuk pengamanan kondisi Lebaran. “Setelah kami lakukan pengecekan, semua alsus di Polres Pati kondisinya baik dan siap digunakan untuk pengamanan jelang Lebaran hingga selesai,” ujar Kompol Sukarman.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku sudah menyiapkan alsus jauh hari sebelum Ramadan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemungkinan sejumlah alsus yang mengalami kerusakan pada saat pengamanan Lebaran.

“Sebelum diperiksa dari Polda Jawa Tengah, kami memang sudah melakukan pengecekan terlabih dahulu pada semua alsus yang digunakan untuk pengamanan Lebaran. Pengecekan tersebut, termasuk semua kendaraan dinas Polres Pati,” kata AriWibowo.

Karena itu, pihaknya saat ini menyatakan siap mengamankan Lebaran secara penuh, termasuk optimalisasi fungsi intelijen. “Kami siap mengamankan wilayah Pati. Meski begitu, kami mengimbau kepada semua warga untuk bersama-sama mengamankan Pati secara penuh,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kendaraan Dinas Polres Pati Diperiksa untuk Pengamanan Lebaran

polisi e

Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo memeriksa kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan Lebaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan dinas jajaran Polres Pati diperiksa di Mapolres Pati, Jumat (17/6/2016) pagi. Kegiatan yang dipimpin Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo tersebut untuk memastikan kondisi kendaraan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Sedikitnya ada 171 unit kendaraan roda dua, 68 unit roda empat, dan 15 unit roda enam yang diperiksa. Tak hanya itu, sejumlah peralatan khusus (alsus) untuk pengamanan juga diperiksa, seperti tameng dalmas, rompi antipeluru, senjata laras panjang, pelontar gas air mata, tongkat T, dan sebagainya.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah persiapan perlu dilakukan untuk mengamankan Lebaran yang kurang dua pekan lagi. Pengamanan akan disebar di seluruh titik di 21 kecamatan di Kabupaten Pati.

“Untuk pengamanan, semua peralatan harus siap, mulai dari kendaraan operasional hingga alsus untuk kegiatan pengamanan personel. Karena itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi apakah kendaraan dan alsus masih laik atau tidak untuk mengamankan Lebaran nanti,” imbuh Ari.

Dari hasil pemeriksaan, semua kendaraan dan alsus Polres Pati yang akan digunakan untuk pengamanan Lebaran dinyatakan dalam kondisi baik dan siap pakai. “Semua kendaraan dinas dan peralatan khusus dalam keadaan baik dan siap untuk dipakai pengamanan di wilayah Pati pada Lebaran nanti,” tukas Kombes Rise Sutarjo.

Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah perwira dari Polda Jateng dan Polres Pati juga hadir. Salah satunya, Kasubbag Alsus Polda Jateng Kompol Sukarman, Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago, Ksb Sarpras Polres Pati AKP Rio Budiman dan Kasi Propam Polres Pati Iptu Agus Pranowo.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Maling di Pasar, Jangan Macam-Macam, Polisi Kudus Mengincarmu

cek 2 e

Kendaraan polisi yang ada di tingkat polsek diperiksa kesiapannya, di lapangan Rendeng, Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Selain akan meningkatkan pengamanan saat arus mudik nanti, polisi juga akan menyebar anggotanya ke seluruh pasar di Kudus.

Tujuannya adalah, agar aktivitas pasar bebas dari kejahatan. Terutama, kasus pencurian, dan sejenisnya.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya akan terus menggelar patroli. Termasuk di antaranya, dialogis terhadap masyarakat.

“Patroli dialogis itu tentunya bisa memberikan rasa aman. Karena akan diisi pengarahan, imbauan, ataupun binaan ke masyarakat. Supaya bisa selalu berhati-hati menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Dia menilai, patroli dialogis itu akan bisa lebih mendekatkan pihak kepolisian dengan masyarakat. Sehingga kepolisian dan masyarakat bisa saling bersinergi meningkatkan rasa aman pada momen Lebaran.

Andy juga berharap masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan setiap kali mengunjungi tempat ramai. “Hati-hati adalah awal dari kondisi aman bisa tercipta,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kapolres Kudus Emoh Kendaraan Polisi Jelek saat Pantau Mudik

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Sebanyak 354 kendaraan polisi, baik roda dua dan empat, diperiksa Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai di lapangan Rendeng, Rabu (15/6/2016).

Tujuannya adalah untuk melakukan persiapan penjagaan dan pengawasan kegiatan arus mudik tahun 2016. Supaya, kegiatan arus mudik bisa terpantau dengan baik.

Andy mengatakan, kegiatan pemeriksaan ini untuk menyambut arus mudik mendatang. “Bila pemeriksaan kendaraan ini, ada yang kurang normal, maka akan kita evaluasi, dan benahi secara cepat,” kata Andy.

Pantauan MuriaNewsCom, pengecekan tersebut meliputi lampu, lampu sein, klakson, mesin, ban dan lainnya.

“Dengan pengecekan ini nantinya bisa membuat kinerja maksimal. Karena kita ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan ini seluruh kendaran polisi baik mulai dari tingkatan polsek hingga kepolisian yang ada di polres dicek. “Sehingga nantinya semua polisi yang ada di Kudus bisa bersinergi,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PGOT di Kudus Akan Ditertibkan Jauh Hari Jelang Mudik

Jpeg

Kasi Tibum Tranmas Satpol Pp Kudus Sukrin Subiyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satpol PP Kudus gerah dengan keberadaan Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT).

Apalagi untuk mempersiapkan diri terkait arus mudik nanti, Satpol PP berharap PGOT tidak ada. Atau Kudus bersih dari keberadaan PGOT. Seperti yang biasa berkeliaran di terminal, pasar, maupun perempatan.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Tibum Tranmas Satpol PP Sukrin Subiyanto mengatakan, saat ini pihaknya gencar merazia penyakit masyarakat itu.”PGOT itu kan termasuk penyakit masyarakat,” kata Halil.

Dia menilai, bila PGOT tidak dirazia , ditakutkan bisa menggangu para pemudik. Terlebih di saat yang berada di terminal. Sebab razia ini juga didasari dengan Perda Nomor 10 tahun 1996 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban.

Selain di terminal, pihaknya juga akan mengintensifkan razia PGOT di pasar. Sehingga masyarakat bisa lebih nyaman untuk berbelanja menjelang hari raya mendatang.

“Sasaran kita memang itu. Yakni terminal dan pasar pasar yang ada di Kudus. Sehingga dengan adanya intensifnya razia itu, para pemudik yang ada di terminal bisa nyaman, dan bagi warga yang ingin berbelanja di pasar juga bisa enak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Lonjakan Penumpang di Stasiun Cepu Besar Naik 20 Persen

Sejumlah penumpang yag berdatangan di stasiun cepu.saat ini sudah ada peningkatan 20persen penumpang yang turun di stasiun cepu

Sejumlah penumpang yag berdatangan di stasiun cepu.saat ini sudah ada peningkatan 20persen penumpang yang turun di stasiun cepu (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Memasuki H-2 lebaran arus mudik di Stasiun Besar Cepu mulai terasa. Berdasarkan catatan petugas, lonjakan penumpang sudah mencapai 20 persen. Ini dibuktikan dengan banyaknya kereta yang datang ke Blora daripada pergi ke luar kota.

”Untuk pemudik yang datang di Cepu sudah ada kenaikan sekitar 20 persen. Namun, untuk keberangkatan dari Cepu masih relatif normal,” kata Kepala Stasiun Besar Cepu Nurtain, Rabu (15/7/2015).

Ia menyebutkan, meski tak ada peningkatan penumpang, jadwal pemberangkatan dan kedatangan tidak mengalami perubahan. Hanya, ada tambahan dua rangkaian kereta api untuk angkutan Lebaran.

”Jadwal kereta api tetap seperti biasa. Hanya saja ada kereta api tambahan Lebaran yang tiketnya sudah bisa direservasi bulan Mei 2015 kemarin. Reservasi tiket di stasiun besar cepu mulai jam 09.00 – 16.00 setiap hari,”ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, Kereta api angkutan barang tambahan yang melewati jalur Cepu ada dua rangkaian, yaitu Kerete Api Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta dan Kereta Api Gumarang Jurusan Surabaya-Jakarta.

”Harapannya dengan tambahan dua kereta api, arus mudik dan balik khususnya penumpang yang menggunakan jalur kereta api bisa nyaman dan lancar,” tandasnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

H-2 Lebaran, Pusat Oleh-oleh di Kudus Banjir Pembeli

Toko Jenang Karomah sudah dijubeli pembeli sejak toko dibuka pukul 08.30 WIB. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Toko Jenang Karomah sudah dijubeli pembeli sejak toko dibuka pukul 08.30 WIB. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Dua hari menjelang Lebaran dimanfaatkan oleh pemudik untuk belanja oleh-oleh. Di sentra oleh-oleh Jenang Karomah di jalan Kaliputu 263 misalnya. Sejak dibuka pukul 08.00 tadi, konsumen datang bergantian. Rata-rata mereka membeli jenang dan madu mongso untuk oleh-oleh di kampung halamannya nanti.

“Selama menjelang lebaran ini, terjadi peningkatan konsumen. Jumlahnya meningkat, produksi jenang pun juga meningkat dari hari biasanya,” kata pemilik Jenang Karomah Zainal Arifin, saat ditemui MuriaNewsCom.

Zainal mengatakan produksi jenang menjelang Lebaran tahun ini meningkat hingga satu ton lebih. Hal tersebut belum termasuk madu mongso dan dodol tape yang juga diproduksinya.

Mengenai harga, Zainal mengaku kenaikan harga bahan pokok menjelang lebaran ini juga mempengaruhi finansial produksi jenang tersebut. Namun, pihaknya tidak terpikir untuk menaikkan harga jenang, dodol tape, dan madu mongso yang dijual di tokonya.

”Harganya masih sama seperti biasanya. Jenang yang kami buat pun sudah memiliki banyak varian, seperti kacang hijau, kacang tanah, ketan hitam, kedelai. Rencananya, kami juga akan buat jenang rasa rumput laut, yang berbeda dengan jenang-jenang lain yang ada di Kudus ini,” ungkap Zainal.

Untuk harga jenang yang dijualnya pun bervariasi, mulai dari sepuluh ribuan. Untuk jenang kombinasi setengah kilogramnya dihargai Rp 12.500. Sedangkan untuk jenang rasa tertentu seperti kacang tanah, per setengah kilogramnya dibanderol mulai Rp 15 ribuan. Sedangkan madu mongso per setengah kilogram dijual dengan harga Rp 21 ribu.

Harga jual yang masih standar ini dijadikan jujukan para pemudik. Hal itu yang dijadikan alasan pemudik membeli jenang di toko jenang Karomah ini. Seperti Widiyani, yang akan mudik ke kampung halamannya. Ia memilih membeli jenang Karomah ini karena harga yang masih standar dan rasa jenang yang alami cocok untuk oleh-oleh nanti.

”Pada H+1 lebaran kami akan tutup, sementara buka lagi H+2 nanti toko kami buka seperti biasa. Harapan kami, semoga pemudik yang melintasi jalur Kudus dapat kami layani saat membeli oleh-oleh di toko kami,” pungkas Zainal. (HANA RATRI/SUPRIYADI)

Lebaran Makin Dekat, Petugas Pospam Diminta Lebih Waspada

Kapolres Grobogan Pantau Pospam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Pantau Pospam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Kapolres Grobogan AKBP Indra Dharmawan Iriyanto meminta para petugas yang berada di pos pengamanan Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan. Hal itu diperlukan mengingat situasi jalanan sudah makin ramai seiring banyaknya pemudik yang berdatangan dari berbagai daerah.

“Situasi mendekati hari H ini harus kita cermati dan antisipasi dengan baik. Tujuannya, agar masyarakat tidak ada rasa khawatir akan gangguan keamanan dan ketertiban,” jelas kapolres saat mengecek pospam lebaran di beberapa lokasi, siang tadi.

Dalam kesempatan itu, Indra juga memberikan arahan dan petunjuk tentang pelaksanaan tugas jaga di Pospam Lebaran kepada anggota yang sedang piket. Para anggota kembali diingatkan supaya benar-benar siaga sehingga keberadaan polisi dapat dirasakan dan diandalkan masyarakat dalam melindungi, mengayomi, dan melayani.

Ditambahkan, sebanyak 180 personel Polres Grobogan disiapkan guna pengamanan lebaran 2015. Selain anggota polisi, pengamanan lebaran juga dilakukan dengan petugas lainya. Yakni, dari TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya. (DANI AGUS/SUWOKO)

Bus Antar Kota Sepi Penumpang

Bus antar-kota di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bus antar-kota di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski mendekati momen lebaran namun jumlah pengguna kendaraan umum antar kota akhir-akhir ini cenderung menurun dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dengan tidak penuhnya penumpang dikendaraan umum, baik bus antar kota maupun angkot. Kondisi seperti ini jelas menyebabkan para awak kendaraan umum meradang.

“Ya, kendaraan umum sekarang ini sudah tidak diminati lagi kayaknya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini,” kata Hartono, awak bus antar kota ketika ditemui di Terminal Purwodadi.

Dikatakan, dari pengamatannya sendiri, turunnya pengguna kendaraan umum dimulai ketika ada kenaikan BBM. Naiknya BBM menjadikan tarif kendaraan umum ikut menyesuaikan. Kondisi ini menyebabkan banyak orang lebih suka bepergian naik sepeda motor karena dirasa lebih hemat biaya. Sebagian lagi, memilih pakai jasa rental mobil yang saat ini juga menjamur.

Sementara itu, Kepala Terminal Purwodadi Suparna saat dimintai tanggapannya mengakui jika kondisi penumpang bus antar kota dalam provinsi memang sedang sepi. Dikatakan, saat ini, penumpang per hari hanya berkisar 1.000 orang. Padahal, beberapa tahun sebelumnya bisa berkisar sampai 3.000 orang per hari.

“Memang ada penurunan penumpang cukup signifikan. Kondisi ini membuat jumlah armada yang beroperasi juga berkurang hingga 40 persen,” katanya. (DANI AGUS/SUWOKO)

Keberadaan Pos Pengamanan Harus Bisa Maksimalkan Kepolisian Ciptakan Suasana Kondusip Selama Lebaran

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak (MuriaNewsCom/FAISOL HADI)

KUDUS – Selain untuk memaksimalkan pengaturan arus mudik dan balik selama lebaran, keberadaan pos pengamanan yang dibuat Polres Kudus dan tim diharapkan bisa membantu memaksimalkan petugas kepolisian dalam menjaga suasana yang kondusif selama lebaran.

Hal itu disampaikan Wakapolda Jateng Brigjen Pol Musyafak kepada MuriaNewsCom Jumat (10/7/2015). Menurutnya pos pam tersebut dibuat agar masyarakat tetap nyaman dan tidak ada masyarakat yang dirugikan.

”Hal yang perlu diwaspadai adalah seperti petasan, perkelahian dan uang palsu. Kejadian semacam itu seringkali meningkat ketika menjelang lebaran dan sesudahnya,” katanya saat mengunjungi Mapolres Kudus.

Menurutnya, semua pos pam di Jateng sudah selesai dibangun. Sehingga pelaksanaan pengamanan arus mudik sudah mulai difungsikan sebagaimana mestinya.

”Kami juga mendapatkan bantuan kendaraan sejumlah 100 unit dari Mabes Polri. Dengan jumlah kendaraan yang banyak itu diharapkan dapat mengurai kemacetan dan dapat membantu masyarakat. Hanya kendaraan itu tidak kami taruh di Semarang atau Kudus. Sebab daerah ini masih aman dan kondusif,” ujarnya.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengatakan, lima pos pam yang ada di beberapa tempat di Kudus sudah mulai difungsikan. Berbagai petugas dari Polres Kudus, TNI, Satpol PP dan pramuka juga sudah menjalankan kegiatannya di masing-masing pos.

”Hingga kini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Jadi masih dapat diatasi, mungkin puncak pemudik nanti pada H – 4,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Amankan Pemudik, Polres Grobogan Siapkan Sembilan Pospam

f-pospam (e)

Salah satu pospam yang didirikan Polres Grobogan untuk mengamankan arus mudik (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Sembilan pos pengamanan (pospam) bakal disiapkan Polres Grobogan untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik lebaran mendatang. Hal ini ditegaskan Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto pada awak media. Lanjutkan membaca

Amankan Arus Mudik, Polres Blora Gelar Apel Operasi Ketupat Candi

f-apel (e)

Personil gabungan saat mengikuti apel pasukan Operasi Ketupat di halaman Mapolres Blora (MuriaNewsCom/PRIYO)

BLORA- Ratusan personil Polri, TNI dan instansi terkait mengikuti apel pasukan Operasi Ketupat Candi 2015 di halaman Mapolres Blora. Kegiatan ini untuk mempersiapkan pengamanan arus mudik lebaran. Lanjutkan membaca

Prioritaskan Keselamatan Pemudik, DPPKKI Gelar Operasi Armada Bus Layak Jalan

Sejumlah petugas DPPKKI dan Satlantas Polres Blora saat melakukan pengecekan armada bus di Terminal Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah petugas DPPKKI dan Satlantas Polres Blora saat melakukan pengecekan armada bus di Terminal Cepu. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Menjelang hari raya Idhul Fitri, Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Blora melakukan kegiatan pemeriksaan persyaratan teknis dan layak jalan angkutan umum di Terminal Bus Cepu. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum.

”Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi pengendara saat mudik Lebaran 2015. Sehingga pemeriksaan armada dan pemeriksaan kesehatan pada awak bus untuk memastikan bahwa pengemudi dalam kondisi stamina prima saat menjalankan aktifitasnya,” kata Kepala DPPKKI Kab Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ignatius Ary Susanto, Selasa (7/7/2015)

Ia menyebutkan, dalam pemeriksaan tersebut dilakukan pemeriksaan fisik kendaraan, alat keselamatan, dan surat-surat kendaraan. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan, para sopir dilakukan tes urine untuk memastikan bahwa para awak angkutan mudik siap dalam menjalankan tugasnya mengantarkan para pemudik sampai tujuan.

”Kami ingin pastikan selama perjalanan para pemudik tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena, ini menyangkut nyawa para penumpang,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya berharap dengan adanya peeriksaan armada dan awak bus bisa memperlancar arus mudik dan arus balik lebaran 2015. Sehingga para pemudik juga bisa selamat sampai tujuan. (PRIYO/SUPRIYADI)

Nyimpang dari Trayek, Tujuh Armada Ditilang

Nyimpang dari Trayek (e)BLORA – Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi, dan Informatika (DPPKKI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Satuan Lalulintas Polres Blora melaksanakan pemeriksaan kesehatan pengemudi dan persyaratan teknis serta layak jalan angkutan umum di Terminal Cepu.

”Hasil operasi, persyaratan teknis dan layak jalan angkutan umum tersebut ditemukan tujuh bus yang melanggar tayek dalam perjalanan,” kata Kepala DPPKKI Kab Blora Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ignatius Ary Susanto, Selasa (7/7/2015)

Ia menyebutkan tujuh bus yang melanggar trayek yang dimaksud adalah melebihi jalur yang tertera pada surat jalanya. Rata-rata yang ditemui dalam operasi tersebut adalah banyakanya pelanggaran trayek jalan. Sementara, untuk fisik kendaraan semua sudah memenuhi syarat.

”Dengan adanya temuan seperti ini akan kami lakukan tindakan penilangan. Sehingga armada tersebut harus memenuhi syarat terlebih dahulu baru bisa melakukan operasi kembali,” ujarnya.

Sementara itu dari hasil tes urine awak bus tidak ditemukan para pengemudi yang mengkonsumsi alkohol dan mengkonsumsi narkoba. Semua dinyatakan negatif.

”Dari 20 awak bus yang diperiksa tidak ada yang terbukti mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Namun kami tetap berharap mereka tetap menjaga kesehatanya,” pintanya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Hadapi Arus Mudik, Satlantas Blora Siapkan 7 Pos Pengamanan

Hadapi Arus Mudik (e)

Sejumlah pekerja saat melakukan pengerjaan pembuatan pos yang didirikan di dekat Pasar Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA- Satuan Polisi Lalu lintas (Satlantas) Polres Blora tengah menyiapkan tujuh pos pengamanan untuk menghadapi persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran di wilayah tersebut. Langkah itu guna memberikan kenyamanan kepada para pemudik. Lanjutkan membaca