Traffic Light Portable, ‘Jurus’ Polisi Grobogan Atasi Kemacetan saat Arus Balik Lebaran

Petugas lalu lintas membantu mengamankan arus balik Lebaran di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesibukan personel keamanan di Grobogan makin meningkat pasca lebaran. Hal ini seiring naiknya kendaraan arus balik yang melewati wilayah tersebut dan berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas.Guna mengatasi kemacetan, ada upaya lain yang dilakukan jajaran kepolisian disamping menyiagakan personil di lapangan. Yakni, menggunakan traffic light portable.

Alat ini ditempatkan di pertigaan dan perempatan jalur utama yang belum ada traffic light permanen dan berpotensi macet. Khususnya di jalur Purwodadi menuju Semarang yang tingkat kepadatan arusnya cukup tinggi.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, cara kerja alat itu sama dengan traffic light di perempatan jalan. Namun konsepnya dibuat sederhana dengan desain portabel. Tujuannya, agar bisa dipindah-pindah dan mudah penggunaannya.

“Adanya alat ini sangat membantu untuk mengurai kemacetan. Selain mudah dibawa ke mana-mana dan ditempatkan sesuai kebutuhan, alat ini juga tahan terhadap cuaca panas dan hujan. Sebab, program di lampu tersebut mudah di-setting kembali dan lebih awet penggunaannya,” jelasnya, Rabu (28/6/2017).

Cara kerja lampu portable ini persis dengan traffic light permanen. Tiga lampu yang berwarna hijau, kuning dan merah bergantian menyala sesuai durasi waktu tertentu.

Alat ini ukurannya mini. Tingginya sekitar 1,5 meter. Bentuknya masih sederhana. “Alat ini kita pasang di beberapa titik di jalur utama,” imbuh Satria.

Editor: Supriyadi

Arus Balik di Blora-Rembang Lancar

arus balik

Petugas menata arus lalu lintas di Blora arah Rembang. (Dok GP Ansor Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pada arus balik Lebaran hari ini, Rabu (13/7/2016), lalu lintas di Blora arah Rembang saat ini terpantau ramai lancar.

Tidak terlihat kepadatan kendaraan seperti pada arus balik biasanya.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, tidak sedikit pengemudi yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Para pengemudi tersebut lebih memilih memarkirkan kendaraannya di bahu jalan ketimbang beristirahat di rest area.

Sebaiknya para pengemudi yang melintas di sekitar lokasi mewaspadai hal ini. Karena itu menghambat arus lalu lintas.

Editor : Akrom Hazami

 

Ribuan Pemudik Asal Grobogan Kembali ke Jakarta

Ribuan Pemudik (e)

Suasana di terminal Purwodadi nampak ramai di puncak arus balik Sabtu (25/7/2015), diperkirakan ada seribuan orang lagi yang balik hingga malam ini. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Prediksi hari ini jadi puncak arus balik tampaknya cukup tepat. Sebab, pada sore hingga petang tadi jumlah penumpang arus balik yang akan kembali ke Jakarta dan kota besar lainnya jauh lebih banyak dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Lanjutkan membaca

Waspada! Kecelakaan Mengintai, Hati-hati Saat Arus Balik

Mobil sedan bernopol B 5990 JA ringseng akibat kecelakaan di jalan pantura turut Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (24/7/2015) sore. Kasatlantas Pati mengimbau untuk hati-hati berkendara saat arus balik. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Mobil sedan bernopol B 5990 JA ringseng akibat kecelakaan di jalan pantura turut Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (24/7/2015) sore. Kasatlantas Pati mengimbau untuk hati-hati berkendara saat arus balik. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

PATI – Satlantas Polres Pati mengimbau kepada setiap pengguna jalan yang melintasi di jalur pantura Pati saat arus balik untuk berhati-hati. Karena, banyak kecelakaan terjadi mulai dari arus mudik hingga arus balik.

Terakhir, kecelakaan beruntun terjadi di jalan pantura Pati turut Desa Trimulyo, Kecamatan Juwana, Jumat (24/7/2015) kemarin. Kecelakaan tersebut melibatkan bus pahala kencana bernopol K 1603 B, mobil sedan bernopol B 5990 JA, dan sepeda motor bernopol K 2330 CD.

Akibatnya, satu pengendara motor tewas dan anak serta istrinya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Peristiwa tersebut sempat membuat jalan macet panjang.

Karena itu, Kasatlantas Pati Samsu W mengimbau kepada pengguna jalan untuk hati-hati, sabar, dan fokus dalam berkendara. “Dalam beberapa hari terakhir, arus balik memang membuat jalan pantura padat. Tapi, jangan sampai kepadatan jalan membuat pengguna jalan menjadi tidak fokus,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (25/7/2015).

Salah satu penyebab kecelakaan, kata dia, antara lain adanya sikap tidak sabar untuk menyalip dengan kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Selain itu, ngantuk juga jadi penyebab utama.

“Kalau ngantuk, segera istirahat. Jangan dilanjutkan, bahaya. Banyak kecelakaan diakibatkan pengendara mengantuk. Sikap sabar dan jeli dalam menyalip pengendara lain dalam kondisi jalan yang tidak memungkinkan juga sering menjadi penyebab kecelakaan,” imbuhnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Puncak Arus Balik di Grobogan Diprediksi Terjadi Besok

Agen tiket di terminal Purwodadi yang kondisinya masih cukup sepi dari pembeli tiket (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

Agen tiket di terminal Purwodadi yang kondisinya masih cukup sepi dari pembeli tiket (MuriaNewsCom/DANI AGUS)

GROBOGAN – Meski sudah banyak pemudik yang kembali ke Jakarta atau kota besar lainnya, namun Sabtu (25/7) besok diperkirakan jadi puncak arus balik lebaran. Hal itu diungkapkan Kepala Terminal Induk Purwodadi Suparna. Lanjutkan membaca

Arus Balik Jalur Cepu-Bojonegoro Didominasi Kendaraan Lokal

Kondisi lalulintas di Ketapang Cepu sejak H+6 Lebaran di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur ini sudah terlihat sepi.(MuriaNewsCom/Priyo)

Kondisi lalulintas di Ketapang Cepu sejak H+6 Lebaran di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur ini sudah terlihat sepi.(MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Memasuki H+7 Idul Fitri, kondisi lalulintas di jalur Cepu-Bojonegoro sudah terlihat sepi. Hasil pantauan di perbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur ini, tidak terlihat adanya kepadatan arus kendaraan, baik dari arah timur (Bojonegoro) maupun barat (Cepu).

”Arus lalu lintas menuju arah Bojonegoro dan sebaliknya sudah didominasi kendaraan lokal. Ini karena libur dan cuti hari raya Idul Fitri hanya berlangsung satu minggu. Sehingga, arus balik berlangsung lebih awal,” kata Kanit Lalulintas Polsek Cepu Ipda Les Pujianto, Jumat(24/7/2015).

Menurutnya penurunan volume kendaraan yang melintas di jalur perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur sudah terjadi sejak H+4 hingga H+6 Lebaran. Namun meskipun sudah mulai berkurang volume kedaraan pihaknya tetap siaga mengingat hari ini perayaan lebaran ketupat dan bersamaan dengan berakhirnya pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2015.

”Bisa saja nanti arus ramai kembali sebab hari ini nanti perayaan lebaran ketupat biasanya banyak dari warga berpergian di tempat wisata untuk merayakan bersama keluarga” ungkapnya

Pihaknya menjelaskan selama arus mudik dan arus balik berlangsung, jalur Ketapang menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah timur (Solo, Ngawi dan Bojonegoro) dan arah barat (Semarang, Blora dan Purwodadi).
”Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laka maupun kejadian lain yang menonjol,” terangnya. (PRIYO/SUPRIYADI)