Hindari Narkoba, PNS dan Kades di Kudus Akan Dites Urine

demo 2

Unjuk rasa dilakukan HMI Kudus di depan kantor bupati setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aksi demonstrasi menuntut tes urine bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Kudus, oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kudus, mendapat respons. Diketahui, tes urine bertujuan untuk menghindari PNS dan kades pakai narkoba.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekda Kudus Noor Yasin. Menurutnya, tes narkoba bakal diadakan secara rutin, agar seluruh pejabat dapat diketahui apakah menggunakan narkoba atau tidak.

“Kami sedang menganggarkan untuk tes narkoba. Mudah-mudahan nantinya bakal dapat dilakukan tes secara rutin, agar pejabat dapat terpantau,” katanya saat audiensi, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya, upaya itu dilakukan, agar menciptakan pemerintahan yang bersih dari narkoba. Langkah itu, sudah diawali dengan dilakukannya tes urinr kepada ratusan pejabat pemerintahan pada April lalu. Hanya lantaran jumlah PNS sangat banyak, sehingga tes belum dapat dilakukan semua.

“Ke depan kades juga diupayakan untuk tes. Namun mengenai biayanya masih dipikirkan dari mana,” ujarnya.

Sedangkan, untuk tes narkoba sejauh ini baru tes urine saja. Sebab penentu tes langsung dilakukan oleh BNN. Yang jelas, pemkab sudah mengajukan untuk dilakukan tes.

“Untuk tes rambut atau tes lainnya, kan dari BNN. Kami di pemkab hanya mengusulkan saja, selebihnya dari mereka, apakah perlu tes macam apa,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Kudus Tuntut Pejabat Tes Narkoba 

 

Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Kudus Tuntut Pejabat Tes Narkoba

demo e

Pendemo dari HMI Kudus melakukan unjuk rasa di depan kantor bupati setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah masa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kudus, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Kudus, Selasa (9/8/2016) siang ini. Massa melakukan aksi, dengan menyuarakan agar seluruh pejabat pemerintah kabupaten dilakukan tes narkoba.

Wafi Bahrudin, salah seorang peserta aksi mengungkapkan tuntutan itu dalam orasinya. Mereka menginginkan agar pejabat jalani tes berbagai jenis. Tujuannya untuk memastikan agar aman dari narkoba.

“Tidak hanya tes urine, dapat juga dilakukan dengan tes rambut. Bahkan kalau perlu juga dilakukan tes DNA sekaligus,” katanya dalam aksi itu.

Menurutnya, sebagai pejabat harusnya dapat memberikan contoh yang bagus tentang sikap. Termasuk dengan tidak mengkonsumsi narkoba jenis apapun.

Dia berharap, tes dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. Agar masyarakat kembali percaya kepada pemerintah dan memastikan tidak ada pemegang kebijakan yang mengkonsumsi barang haram tersebut.

Dalam demonstrasi itu, massa melakukan aksi tebar tepung, sebagai simbol membuang narkoba jenis sabu. Berbagai tulisan tentang perlawanan dan penolakan kepada sabu juga dibawa oleh peserta aksi.
“Ini adalah keinginan rakyat, jangan sampai pejabat melukai hati rakyat dengan mengkonsumsi narkoba,” imbuhnya.

Aksi mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat. Hal ini menimbulkan kepadatan arus lalu lintas. Terutama saat jam kerja.

Hal ini berkaitan dengan adanya anggota DPRD Kudus Agus Imakudin yang ditangkap BNN Provinsi Jawa Tengah. Karena terbukti membawa narkoba, beberapa pekan lalu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Rapat Komisi C DPRD Kudus Tetap Jalan Meski Ketuanya Terbelit Narkoba

rapat Komisi C

Rapat Komisi C DPRD Kudus yang dipimpin Wakil Ketua Komisi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ditangkapnya anggota DPRD Kudus Agus Imakuddin atau AI, karena sabu, ternyata tidak mengurangi kinerja komisi.

Sebab meski AI ditangkap, rapat komisi masih terus berjalan. Seperti yang tampak di DPRD Kudus, Rabu (27/7/2016).

Tanpa kegaduhan Ketua Komisi C AI, rapat berjalan. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi C Edi Kurniawan.

“Meski ketua komisi absen, namun kinerja harus tetap berjalan. Makanya dipimpin oleh wakil ketua sebagai pengganti,” kata Edi.

Hari ini, komisi C memiliki dua agenda rapat komisi. Yakni pertama yang dimulai pukul 11.00 WIB dengan KLH dan Dalbang. Kemudian berikutnya adalah rapat dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan Dishubkominfo yang dimulai Rabu malam nanti.

Editor : Akrom Hazami

 

Stres dan Sakit Perut Bikin Agus Imakudin Tak Dihadirkan di Gelar Kasus

gelar 2

Suasana gelar kasus Agus Imakudin yang berlangsung di kantor BNNP Jateng Semarang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin alias AI tidak dihadirkan dalam gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Barat, Rabu (27/7) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut tidak dihadirkan lantaran kondisi kesehatannya bermasalah. “Dia (Agus) lagi sakit perut jadi tidak bisa dihadirkan,” katanya.

Selain alasan tersebut, lanjut dia, Agus diduga juga mengalami tekanan kejiwaan atau stres lantaran penangkapan tersebut. “Dia masih tertekan,” jelasnya.

Untuk itu dalam gelar perkara tersebut pihaknya hanya menghadirkan dua tersangka yakni Nur Ade Erwansyah (31), pengedar, dan Farasanti (28), pemasok sabu Agus.

Sebagaimana diketahui, BNNP menangkap Agus Imakudin di kawasan Puri Anjasmoro Semarang, Senin (25/7/2016) sore. Dari penangkapan itu, BNNP menemukan barang sabu sekitar 1 gram.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Gara-gara Kasus Agus Imakudin, Anggota DPRD Kudus Segera Tes Urine 

urine

Anggota DPRD Kudus Nor Khabin melakukan rapat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam menyikapi Agus Imakudin yang tertangkap BNNP Jateng, DPRD Kudus mengambil langkah. Seperti halnya melakukan tes urine bagi semua anggota, agar jelas kebenarannya.

Hal itu diusulkan anggota DPRD Kudus, Nor Khabsin. Menurutnya tes urine harus segera dilakukan. Sebab, citra buruk sebagai perwakilan rakyat dapat tercoreng gara gara hal itu.

“Dalam pemberitaan menyebutkan, kalau AI adalah ketua komisi C DPRD Kudus. Jadi nama DPRD sudah dibawa dalam hal ini,” katanya.

Pihaknya meminta ketua DPRD agar bersifat tegas, supaya kasus tersebut segera diselesaikan. Bahkan kalau perlu tes urine dilakukan hari ini juga, Selasa (26/7/2016).

“Jangan sampai masyarakat tidak mempercayai kita lagi. Jadi dewan harus mengambil tindakan,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua BK Setya Budi Wibowo. Dia menuturkan kalau tes urine sifatnya sangat mendesak. Hal itu juga yang harus dilakukan supaya masyarakat tahu tentang pemimpin mereka.

“Kalau dia, dalam kinerja bagus,,aktif. Sebagai ketua komisi juga rajin. Jadi dalam bertugas sudah bagus,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

 

Demi Tes Urine, Dewan Kudus Akan Potong Gaji

tes urine urunan

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, oleh BNNP Jateng akibat narkoba, memberi dampak.

Di antaranya, para wakil rakyat ingin membuktikan bahwa anggota DPRD lainnya tidak mengonsumsi narkoba. Mereka sepakat melakukan tes urine, serempak. Bahkan, mereka siap dipotong gajinya agar tes bisa dilakukan.

Hal itu merupakan kesepakatan dari usulan sejumlah anggota dewan. Karenanya, kegiatan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ketua DPRD Kudus Mas’an saat memimpin sidang paripurna mengatakan, tes urine untuk semua anggota dewan akan segera dilaksanakan. Untuk biaya tes urin, akan dipotong melalui gaji anggota dewan.

“Biaya tes urine akan diambilkan dari gaji anggota,” katanya sambil menggedok palu dalam rapat paripurna, Selasa (26/7/2016).

Sebelum digedok, DPRD sebenarnya mendukung tes urine. Namun, kendala biaya menjadi sebab tes tidak dapat dilaksanakan sampai sekarang.

Namun dengan bersedianya anggota dipotong gaji, maka tes urine bisa segera diagendakan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Istri Agus Imakudin: Saya Tahu Perempuan Itu, Tapi Keluarga Kami Baik-baik Saja

istrinya lag ei

Istri Agus Imakudin hanya bisa pasrah.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Novi Okta Fitria, istri Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, mencurahkan isi hatinya, saat dihubungi MuriaNewsCom, terkait dengan penangkapan suaminya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah karena diduga menyimpan sabu-sabu. Apalagi saat ditangkap, suaminya bersama dengan perempuan lain.

Agus ”Udin” Imakudin ditangkap BNNP Jateng bersama dengan seorang perempuan berinisial VR, di salah satu ruas jalan di kompleks Perumahan Puri Anjasmoro, pada Senin (25/7/2016) sore kemarin. Saat diperiksa, ditemukan satu paket sabu-sabu seberat kurang lebih 1 gram, yang disembunyikan di sikat gigi.

Sang istri, Novi, masih berada di kantor BNNP Jateng untuk mendampingi suaminya menjalani pemeriksaan hingga Selasa (26/7/2016). Menurutnya, dia mengetahui perempuan yang ditangkap bersama suaminya itu. ”Kalau teman perempuannya yang VR itu, saya sudah tahu lama. Sejak setahun lalu,” jelasnya.

Menurut Novi, sejauh yang dia ketahui, VR adalah orang Cirebon. Namun, hanya sejauh itu yang diketahuinya mengenai VR tersebut, hingga akhirnya dirinya mendapat kabar jika suaminya tertangkap dengan perempuan tersebut.

Hanya saja, Novi menegaskan jika keluarganya baik-baik saja mengenai kabar tersebut. Meski memang dirinya kecewa dengan kejadian tersebut. ”Saya memang kecewa, marah. Namun saya tetap support Bapak (Agus Imakudin, red). Dan keluarga kami masih baik-baik saja,” tegasnya.

Menurut Novi, saat diperiksa BNN, sudah ada pengacara yang mendampingi suaminya tersebut. Pengacara itu adalah pengacara yang ditunjuk BNN, dalam pemeriksaan yang dilakukan. ”Namun pengacaranya siapa, saya lupa. Yang jelas, saya belum mau ngomong banyak. Saya tunggu pemeriksaan dahulu,” katanya.

Editor: Merie

 

Agus Imakudin Ditangkap BNN, Istri Setia Dampingi Pemeriksaan

Novi Okta Fitria berfoto bersama suaminya, Agus Imakudin.

Novi Okta Fitria berfoto bersama suaminya, Agus Imakudin.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menangkap Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, Senin (25/7/2016) sore, terkait dugaan kepemilikan sabu-sabu seberat 1 gram.

Meski begitu, istri pria yang akrab disapa Udin itu, rupanya setia mendampingi suaminya yang saat ini masih diperiksa intensif di markas BNNP Jateng. Sang istri yang bernama Novi Okta Fitria itu, mengaku dirinya memang kecewa dengan kejadian yang menimpa suaminya.

”Saya memang ditelepon BNN pada Senin sore. Tidak lama setelah suami saya ditangkap. Saya langsung meluncur ke Semarang untuk mengecek kondisi suami saya,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016).

Menanggapi  penangkapan suaminya,  Novi berupaya tenang.  Dirinya juga masih terus mendampingi suaminya itu, di kantor BNNP Jateng, Madukoro, Semarang. Novi telah berada di kantor BNNP sejak Senin malam, didampingi sejumlah kerabat dekatnya.

Novi mengaku jika dirinya tidak ingin berkomentar apa-apa saat ini. Pasalnya, dia harus menenangkan dirinya, sambil terus memberikan semangat kepada suaminya yang saat ini tengah tertimpa masalah. ”Saya benar-benar belum bisa memberikan komentar apa-apa. Belum mau ngomong banyak. Ini masih diperiksa. Masih diselidiki. Tunggu saja nanti kalau memang waktunya sudah pas,” jelasnya.

Namun, Novi mengatakan jika dirinya memang kecewa mengetahui jika suaminya tertangkap karena diduga membawa sabu-sabu. Apalagi, tertangkapnya dengan seorang perempuan. ”Ya, terus terang saya kecewa. Tapi mau bagaimana lagi. Yang penting saya harus terus mendampingi bapak,” tegasnya.

Bahkan, Novi sempat mengatakan jika suaminya itu bakal segera menggelar jumpa pers, terkait dengan kasus yang dihadapinya tersebut. Namun dia belum memastikan kapan waktunya untuk itu. ”Yang jelas sekarang masih diperiksa, masih diselidiki. Nanti bapak (Agus Imakudin, red) akan menggelar jumpa pers,” imbuhnya.

Editor: Akrom Hazami/Merie

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna