Peserta Kampanye Terbuka Diminta Tak Labrak Aturan

Massa dari salah satu pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara. KPU berharap, peserta kampanye terbuka nantinya tidak melabrak aturan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Massa dari salah satu pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara. KPU berharap, peserta kampanye terbuka nantinya tidak melabrak aturan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Kampanye terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara bakal digelar pada pekan ini. Untuk pasangan urut nomor 2 Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi dijadwalkan pada Jumat (10/2/2017) mendatang di Lapangan Ngabul,Kecamatan Tahunan.

“Semula untuk pasangan nomor urut 2 akan melakukan kampanye pada hari ini, Rabu (8/2/2017). Namun, mereka memundurkan jadwal pada Jumat mendatang. Pengajuan perubahan jadwal ini sudah diberitahukan secara resmi ke KPU dan kami juga sudah mengubah SK soal pelaksanaan kampanye terbuka itu,” ujar Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri, Rabu (8/2/2017).

Kemudian, untuk pasangan nomor urut 1 Subroto-Nur Yahman bakal dilaksanakan pada Sabtu (11/2/2017) mendatang, di Alun-alun II Jepara.

Terkait dengan pelaksanaan kampanye terbuka ini, pihaknya mewanti-wanti kepada peserta kampanye untuk tidak melanggar aturan. Beberapa peraturan yang harus ditaati peserta kampanye di antaranya, pelaksanaan kampanye harus memiliki surat tanda terima pemberitahuan (STTP).

Kemudian, tim sukses juga diminta untuk menyampaikan titik kumpul massa. Konvoi besar-besaran yang diikuti semua peserta tidak diperbolehkan dan semua peserta harus mengikuti aturan-aturan lalu lintas.“Pihak kepolisian juga akan melakukan razia untuk memastikan para peserta tidak mengonsumsi minuman keras,” kata Subchan.

Yang tak kalah penting, katanya, pejabat yang ikut kampanye seperti halnya anggota DPR, DPRD, DPD, gubernur/wakil gubernur, walikota/wakil walikota dan bupati/wakil bupati harus memiliki izin untuk mengikuti kampanye.  Pejabat yang hadir, juga harus dipastikan tidak menggunakan fasilitas negara.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kabagops Kompol Slamet Riyadi menyatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 130 personel yang akan diterjunkan ke lapangan untuk mengamankan  kegiatan kampanye terbuka.

“Kami berharap tim kampanye bisa memberi arahan kepada semua peserta agar taat aturan lalu lintas. Razia minuman keras akan kita lakukan saat kampanye berlangsung, untuk memastikan kegiatan kampanye aman dan lancar,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Alokasi Rp 25,5 Miliar untuk Pilkada Disebut Belum Ideal, KPU Jepara Bakal Kurangi Jumlah TPS

 

 pilkada

 MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyetujui anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jepara 2017 mendatang sebesar Rp 25,5 miliar lebih. Hanya saja, jumlah anggaran tersebut dinilai masih kurang, lantaran jauh di bawah pengajuan yang mencapai Rp 32 miliar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara.

Akibatnya, KPU Jepara harus merasionalisasi anggaran tersebut. Salah satunya dengan cara mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari gambaran awal saat pengajuan dana sebesar Rp 32 miliar lalu.

“Karena anggaran pelaksanaan pilkada yang kami ajukan tidak sepenuhnya dipenuhi, maka kami melakukan rasionalisasi. Salah satunya melakukan pengurangan jumlah TPS,” ujar Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri kepada MuriaNewsCom, Senin (25/4/2016).

Menurut dia, pada pilkada serentak Februari 2017 mendatang, KPU Kabupaten Jepara semula merencanakan ada 1.860 TPS. Tapi, dari Rp 32 miliar yang diajukan hanya disetujui Rp25,5 miliar. Sehingga,  jumlah TPS akan dikurangi menjadi 1.820. “Pengurangan TPS ini menyesuaikan dengan anggran yang disetujui pemda,” kata Haidar.

Ditambahkan Haidar, anggaran pelaksanaan pilkda Rp 25,5 miliar tersebut, dicairkan dalam tiga tahapan. Tahap pertama menggunakan dana APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp10 miliar. Tahap kedua menggunakan dana APBD Perubahan 2016 sebesar Rp 6 miliar. “Sisanya dicairkan lewat APBD 2017,” imbuh Haidar.

Editor : Kholistiono