Video – Kena Razia Satpol PP, 3 Anak Jalanan di Kudus Dihukum Jalan Sambil Jongkok

 

MuriaNewsCom, Kudus – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) kembali mengamankan tiga anak jalanan saat melakukan giat operasi PGOT, Jumat (13/5/2016), pagi tadi. Ketiga anak jalanan yang tertangkap, dihukum petugas dengan cara disuruh jalan sambil jongkok.

Supriyadi, petugas Satpol PP yang melakukan razia mengatakan, ketiga anak jalanan diberikan hukuman bukanlah tanpa sebab. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera agar anak jalanan kapok.

”Memang kami berikan hukuman agar dapat berubah. Jadi supaya mereka kapok sehingga tidak lagi menjadi anak jalanan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menyebutkan, ketiga anak jalanan ditangkap di jalan Ahmad Yani, sekitar pabrik Djarum. Ketiga anak jalanan yang ditangkap itu, terdiri dari dua anak laki laki dan satu perempuan.

Ketiga anak jalanan tersebut, adalah MAC (17) warga Puri, Kabupaten Pati. AS (16) perempuan asal Grobogan, dan DIR (14) asal Grobogan. Mereka mengaku menjadi anak jalanan dengan tujuan mau ke Jepara.

“Jadi saat patroli rutin pagi tadi, malah menjumpai mereka, akhirnya kami menangkap mereka karena meresahkan masyarkat. Laporan terkait urat juga sering muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, DIR anak jalanan paling kecil mengaku memilih menjadi anak jalanan setelah dibujuk AS. ”Saya dibujuk AS, katanya dengan menjadi anak jalanan bisa mudah kemana saja,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Wow, Peserta Pelatihan untuk Anak Jalanan di Kudus Membludak

Para peserta pelatihan diberikan pengarahan sebelum mengikuti pelatihan yang digelar Dinsosnakertrans Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para peserta pelatihan diberikan pengarahan sebelum mengikuti pelatihan yang digelar Dinsosnakertrans Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Antusias anak jalanan dan para janda untuk mengikuti pelatihan ketrampilan dari Dinsosnakertrans Kudus terbilang cukup tinggi. Buktinya, para pendaftar yang ada mencapai 150an, sedangkan kapasitas pelatihan hanya 95 orang.

Kabid Sosial S Trimo Mengungkapkan, pada pelatihan tahun ini banyak yang daftar. Bahkan puluhan pendaftar terpaksa dipangkas lewat jalur seleksi.

”Yang daftar sangat banyak, hampir dua kali lipat. Maka dari itu seleksi dilakukan untuk mendapatkan yang benar benar sangat membutuhkan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Seleksi dilakukan dengan cara melihat data. Apakah anak jalanan dan janda benar-benar sangat membutuhkan atau tidak. Hanya, khusus anak jalanan, dinas sudah mengantongi nama-nama yang diikutkan pelatihan.

”Kami berharap  dengan pelatihan maka dapat memberikan ketrampilan yang berbuah ekonomi. Sehingga mereka tidak meminta minta lagi,” harapnya.

Dia mencontohkan, seperti halnya peserta pelatihan tahun sebelumnya, yang sudah merintis usaha makanan ringan di GOR. Hal lain juga mampu mengurangi pengangguran di Kudus.

Kegiatan itu, kata dia adalah kegiatan rutin tahunan. Sehingga pada tahun lalu juga sempat dilaksanakannya. Begitupun tahun depan, juga ada kegiatan semacam itu.

Editor: Supriyadi