Pohon Palem Mati Lagi, Rekanan Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Didenda

Salah satu pohon palem di kawasan alun-alun Purwodadi kondisinya terlihat mengering. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski aktivitas yang dilakukan dalam masa pemeliharaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sudah berakhir, namun sorotan warga kembali muncul. Yakni, terkait matinya lagi pohon palem di sekeliling alun-alun yang dipermak dengan dana Rp 10,3 miliar itu.

Saat proyek berakhir di penghujung tahun 2016 lalu, pohon palem yang ditanam diketahui mati. Kemudian, pada masa enam bulan pemeliharaan, tanaman yang mati diganti baru. Namun, tanaman yang baru ini juga tidak bagus kondisinya.

Matinya pohon palem di alun-alun itu sebelumnya sudah diprediksi banyak warga. Sebab, proses penanaman pohon dinilai kurang tepat. Terutama, tidak dibukanya karung penutup di bagian akar pohon.

Saat pekerja melakukan penanaman ulang, beberapa warga yang kebetulan ada di alun-alun, sempat mengingatkan agar karungnya dibuka atau dilubangi. Namun, peringatan itu tidak diindahkan dan pohon itu tetap ditanam dengan kondisi akar tertutup karung rapat.

“Kalau ditanam sama karungnya maka tidak lama lagi tanaman palem yang baru ini akan segera layu. Soalnya, akarnya tidak bisa berkembang menembus tanah. Dulu, saya sempat mengingatkan pekerjanya waktu melakukan penananam. Kebetulan, saya waktu itu pas olahraga di alun-alun,” jelas Yogi, warga Purwodadi.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Revitalisasi alun-alun Joni Sarjono menyatakan, pohon palem yang mati di alun-alun tidak dapat disulam kembali. Dengan kondisi itu, pihak kontraktor dikenai biaya pengganti sebesar Rp 18,7 juta. Hal ini merupakan hasil pengawasan dari Inspektorat Grobogan dan sudah disetujui oleh kontraktornya.

Dijelaskan, saat ini rekanan telah mengajukan serah terima pekerjaan atau final hand over (FHO). Namun, pihaknya belum menyetujui karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat.

Editor : Akrom Hazami

 

Kajari Grobogan Mendadak Lihat Tenda Jualan di  Alun-alun, Ada Apa?

Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Edi Handojo (kanan) dan Kasi Pidum Rully Trie Prasetyo saat melihat tenda PKL di kawasan alun-alun yang robek. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pengendara yang melintas di kawasan Alun-alun Purwodadi sempat dibikin kaget dengan adanya tiga orang berseragam dari kejaksaan yang terlihat sedang mengamati sesuatu di bawah tenda tempat berjualan para PKL. Lokasi yang diamati ketiga orang ini kebetulan berada persis di seberang kantor Kejaksaan Negeri Grobogan.

Sebagian pengendara mengira jika pegawai kejaksaan sedang melakukan pemeriksaan proyek revitalisasi alun-alun senilai Rp 10,3 miliar yang selama ini jadi sorotan masyarakat tersebut. Dugaan pengendara yang melintas di kawasan alun-alun itu barangkali cukup beralasan. Sebab, ketiga orang itu ternyata adalah unsur pimpinan di instansi kejaksaan setempat.

Yakni, Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Edi Handojo. Dua orang lainnya, adalah Kasi Pidum Rully Trie Prasetyo dan Kasi Intelijen Sri Wishnu Respati. Tak hanya pengendara, keberadaan pejabat kejaksaan di lokasi itu juga menyebabkan beberapa wartawan yang kebetulan melintas langsung merapat. Saat ditanya apa ada kegiatan pemeriksaan proyek alun-alun, Edi Handojo terlihat tersenyum. “Nggak, kok. Kita di sini lagi lihat tenda jualan PKL yang robek,” katanya.

Edi menceritakan, sebelum melihat tenda PKL, sebelumnya ia sempat dibikin penasaran saat ngobrol dengan anak buahnya di depan kantornya ketika jam istirahat. Dari kejauhan ia melihat ada sesuatu benda yang berkibar-kibar tertiup angin.

“Karena pingin tahu, saya ajak Pak Rully dan Pak Wishnu kesini. Kebetulan, lokasinya persis berseberangan dari kantor. Ternyata, benda yang berkibar-kibar itu tenda PKL yang robek,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, memang ada tenda PKL yang robek cukup lebar. Tepatnya, di tenda PKL nomor 25. Dari 56 tenda PKL, hanya ada satu titik saja yang robek sejak beberapa hari lalu akibat tiupan angin.

“Kami berharap tenda yang rusak segera diperbaiki. Kasihan kalau hujan pedagangnya pasti gak bisa jualan,” imbuh Edi.

Editor : Akrom Hazami

Banyak Genangan Air, Proyek Revitalisasi Alun-alun jadi Sorotan 

PNS tampak melakukan upacara di atas lapangan yang tergenang air di Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan terhadap pekerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang menelan dana Rp 10,3 miliar kembali muncul. Kali ini terkait banyaknya genangan air yang terlihat di kawasan alun-alun. Terutama, di areal lapangan rumput.

Adanya genangan sisa air hujan itu bahkan sempat bikin repot sebagian peserta upacara HUT ke-291 Kabupaten Grobogan, Sabtu (4/3/2017). Yakni, peserta yang dapat tempat di sisi timur. Adanya genangan air itu menyebabkan peserta upacara harus berhati-hati karena khawatir sepatunya kemasukan air.

“Penataan lapangan alun-alun tampaknya tidak dilengkapi resapan yang bagus. Makanya, sisa air hujan tidak bisa hilang semua dan menimbulkan genangan. Adanya genangan cukup mengganggu kalau lapangan dipakai kegiatan,” kata Maryono, salah seorang warga yang menyaksikan upacara hari jadi tersebut.

Selain di lapangan, genangan air juga masih terlihat di pinggiran jalan. Tepatnya, di seberang kantor Kejaksaan Negeri dan Setda Grobogan. Genangan air yang sudah terlihat mulai malam hari itu disebabkan lantaran sisa air hujan tidak bisa lancar masuk saluran drainase.

Editor : Akrom Hazami

Alun-alun Purwodadi Mulai Disediakan Banyak Tempat Sampah

Kasi Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman menunjukkan tempat sampah model lima pilah yang disediakan di kawasan Alun-alun Purwodadi, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada barang baru di kawasan Alun-alun Purwodadi sejak Selasa (21/2/2017) sore. Yakni, keberadaan tempat sampah baru yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan.

Dari pantauan di lokasi, jumlah tempat sampah yang disediakan ada 8 unit. Masing-masing unit berisi lima tempat sampah. Tempat sampah ini bentuknya mirip rak yang disekat lima bagian. Tiang-tiangnya dibuat dari besi. Sedangkan tempat untuk membuang sampah berbahan plastik yang dilengkapi tutupnya.

“Tempat sampah yang kita sediakan di alun-alun model lima pilah. Masing-masing tempat sudah ada tulisan peruntukkannya. Yakni, untuk sampah organik, non organik, kertas, residu dan bahan berbahaya. Model lima pilah ini bisa juga jadi sarana edukasi buat masyarakat kalau membuang sampah agar dimasukkan pada tempat yang ditentukan sesuai jenis sampahnya,” kata Kasi

Penanganan Sampah DLH Grobogan Noer Rochman saat ditemui di alun-alun. Dijelaskan, dari delapan unit tempat sampah tersebut, sebanyak 4 unit ditempatkan disisi timur. Yakni, di depan tenda jualan para PKL. Kemudian, sisanya ditaruh di sisi utara dan selatan.

“Konsentrasi sampah ada di sisi timur karena ada tempat jualan PKL. Makanya, di sana kita kasih empat unit tempat sampah. Tempat sampah untuk di sisi barat nanti menyusul. Soalnya, tidak jadi pusat aktivitas sehingga volume sampah bisa ditangani petugas kebersihan harian,” jelasnya.

Noer Rochman menambahkan, awalnya pengadaan tempat sampah dikira sudah jadi bagian dalam proyek revitalisasi alun-alun. Namun, ternyata tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan tempat sampah. Seperti diberitakan, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang menelan dana Rp 10,3 miliar sempat mendapat sorotan. Hal ini terkait tidak adanya keberadaan tempat sampah di kawasan itu.

Padahal keberadaan sarana yang dianggap sepele ini cukup penting untuk menunjang kebersihan alun-alun. Terutama, untuk kebersihan di sekitar tenda PKL di sisi timur yang sudah ditempati sejak Sabtu (11/2/2017) malam lalu. Akibat tidak adanya tempat sampah tersebut, banyak orang terpaksa membuang sampah sembarangan

Editor : Akrom Hazami

Pindah ke Lokasi Baru, Omzet PKL Alun-alun Purwodadi Meningkat

Omzet PKL alun-alun Purwodadi mulai meningkat setelah menempati lokasi baru , beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penempatan PKL di lokasi baru di sisi timur Alun-alun Purwodadi ternyata mulai membawa dampak positif.  Omzet jualan yang didapat mulai membaik dibandingkan saat berada di tempat relokasi sementara atau ketika alun-alun masih direnovasi.

“Alhamdulillah, setelah pindah sini pembeli lumayan ramai dan pelanggan lama juga mulai berdatangan lagi. Dibandingkan di tempat relokasi sementara, omzet jualan sekarang ada sedikit peningkatan,” ungkap Ketua Paguyuban PKL alun-alun Nur Wakhid, Rabu (14/2/2017) malam.

Mulai ramainya pembeli disebabkan lokasi jualan baru memiliki lahan parkir yang memadai. Baik untuk kendaraan roda empat maupun sepeda motor. Di samping itu, lokasi baru kondisinya relatif bersih dan pembeli bisa bersantai dan berjalan-jalan sebelum atau sesudah jajan.

“Di relokasi sementara di depan Kantor Pegadaian lokasi parkirnya terbatas karena ruas jalannya juga sempit. Hal itu membuat orang agak malas datang kesana. Selama alun-alun diperbaiki saya tidak jualan di tempat relokasi tetapi sewa lahan di sebelah utara Masjid Baitul Makmur,” imbuh Sekretaris Paguyuban Heru Santosa.

Para PKL menempati tempat baru mulai Sabtu (11/2/2017) malam lalu. Proses peresmian penggunaan tempat baru bagi PKL yang dimeriahkan orkes keroncong itu dilakukan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto dan dihadiri sejumlah pejabat terkait lainnya.

Jumlah PKL yang berjualan di kawasan alun-alun ada 56 orang. Mereka sudah mendapat jatah tempat jualan dibawah tenda yang tersedia sesuai jumlah PKL. Meski demikian, belum semua pedagang berjualan di lokasi baru. Beberapa tenda masih terlihat kosong dan dipakai pedagang menggelar tikar di dekatnya.

“Saat peresmian pindahan pada malam Minggu kemarin, semua pedagang sudah jualan. Tetapi hari ini ada beberapa rekan yang libur karena ada acara keluarga,” imbuh Heru.

Editor : Akrom Hazami

Duh, Alun-alun Purwodadi Belum Dilengkapi Tempat Sampah

Kawasan alun-alun di sekitar tenda PKL perlu disediakan tempat sampah karena sudah mulai ramai pembeli. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang menelan dana Rp 10,3 miliar ternyata tidak ada alokasi untuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang. Salah satunya, keberadaan tempat sampah.

Padahal keberadaan sarana yang dianggap sepele ini cukup penting untuk menunjang kebersihan alun-alun. Terutama, untuk kebersihan di sekitar tenda PKL di sisi timur yang sudah ditempati sejak Sabtu (11/2/2017) malam lalu.

“Saya dari tadi cari tempat sampah untuk buang gelas plastik bekas minuman tetapi tidak ketemu. Akhirnya, saya taruh saja di bawah pohon besar ini,” kata Lastri, salah seorang pengunjung alun-alun, Rabu (14/2/2017) malam.

Ketua Paguyuban PKL alun-alun Nur Wakhid membenarkan jika saat ini belum ada sarana tempat sampah sampai saat ini. Padahal, keberadaannya sangat dibutuhkan para PKL untuk membuang sampah. Diketathui saat ini volume sampah cukup banyak.

“Untuk sementara, sampah kita kumpulkan dan dibuang di tempat sampah seberang jalan. Kami berharap, keberadaan tempat sampah segera ditempatkan di sekitar sini. Khususnya, di sekitar lokasi PKL yang potensi sampahnya cukup banyak. Selama ini, kami berupaya lokasi ini tetap bersih setelah PKL selesai jualan,” jelas pedagang nasi soto itu.

Sementara itu, Kasi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Grobogan Noer Rochman saat dikonformasi menyatakan, awalnya pengadaan tempat sampah dikira sudah jadi bagian dalam proyek revitalisasi alun-alun. Namun, ternyata tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan tempat sampah.

“Saat ini, kami sudah menyiapkan tempat sampah untuk ditaruh di kawasan alun-alun. Barangnya lagi diproses bikin dan dalam waktu dekat sudah jadi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PKL Alun-alun Purwodadi akan Menempati Lokasi Jualan Baru

Perwakilan dari BRI Cabang Purwodadi Siswati menyerahkan bantuan banner pada Ketua Paguyuban PKL alun-alun Purwodadi Nur Wakhid. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Perwakilan dari BRI Cabang Purwodadi Siswati menyerahkan bantuan banner pada Ketua Paguyuban PKL alun-alun Purwodadi Nur Wakhid. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kepastian kapan PKL alun-alun Purwodadi direlokasi ke tempat baru akhirnya mendapat kepastian. Berdasarkan keterangan Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto, proses relokasi akan dilangsungkan Sabtu, (11/2/2017).

“Jadwal relokasi sudah disepakati Sabtu malam atau malam Minggu nanti. Saat ini, kita masih melakukan serangkaian persiapan untuk menempati tempat jualan baru di sisi timur alun-alun,” ungkap pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu, usai acara pembagian banner papan nama dan kaos bagi pedagang di gedung Riptaloka, Senin (6/2/2017).

Menurut Yanto, acara pindahan akan dikemas secara sederhana. Selain syukuran dan potong tumpeng, ada hiburan keroncong yang akan digelar dalam acara pindahan.

“Acara pindahannya sederhana saja. Syukuran dan nanggap keroncong,” jelasnya.

Yanto menjelaskan, proses relokasi bisa dijadwalkan menyusul sudah selesainya pembagian jatah tempat jualan bagi para pedagang sebanyak 56 orang. Proses pembagian tidak dilakukan dengan cara undian tetapi dibagi sesuai jenis dagangan biar terlihat lebih rapi dan menarik.

“Untuk pembagian tempat diserahkan pada paguyuban dan sudah disepakati bersama. Hasilnya juga sudah kita laporkan pada dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, supaya papan nama tempat jualan bisa seragam, para pedagang mendapat bantuan banner dan kaos dari pihak perbankan. Yakni, dari BRI dan BKK Purwodadi.

Banner dari BRI akan ditempatkan di sisi timur dan sumbangan BKK dipasang di tempat jualan sisi barat. Penyerahan bantuan dari BKK diserahkan langsung Direkturnya Kusnanto. Sedangkan dari BRI diserahkan Siswati.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bambang Panji yang hadir dalam kesempatan itu sempat menyampaikan sedikit arahan pada para PKL. Antara lain, para PKL diminta ikut membantu menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan.

“Selain itu, para PKL harus mematuhi jam tayang yang sudah ditentukan. Satu hal lagi, semua peralatan jualan harus dibawa pulang setelah selesai berdagang,” kata Bambang seperti disampaikan Kasi Binwaslu Agus Sumarsono.

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Sarang Nyamuk Ada di Alun-alun Purwodadi

Sejumlah anak bermain di kotak yang dipenuhi jentik nyamuk di Alun-alun Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan masyarakat setelah proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi diresmikan kembali muncul. Kali ini, soal munculnya genangan air yang jadi sarang nyamuk di seputar alun-alun.

Tempat sarang nyamuk ini berada pada kotak permanen di sekeliling alun-alun. Tepatnya, sekeliling lapangan rumput. “Hampir semua kotak permanen terdapat genangan air. Kalau dibiarkan saja, bisa jadi sarang nyamuk,” kata Sabrina, warga yang ditemui di alun-alun Purwodadi, Jumat (3/2/2017).

Dari pantauan di lapangan, sorotan yang dilontarkan warga memang ada benarnya. Hampir semua kotak permanen memang terdapat genangan air yang ketinggiannya sekitar 20 cm. Sebagian besar kotak permanen yang ada airnya, sudah terlihat jentik-jentik nyamuk. Jumlah kotak permanen berukuran satu meter persegi ini ada 60 unit dan berada di tiga sisi lapangan. Di sisi timur dan barat, jumlah kotaknya ada 38. Masing-masing sisi ada 19 kotak. Sedangkan di sisi utara ada 22 kotak.

Rencananya, kotak permanen ini disiapkan untuk ditanami tanaman hias. Hal ini terlihat dengan adanya timbunan tanah di dalam kotak tersebut. “Harusnya, timbunan tanahnya sampai rata bagian atas. Kalau tertutup tanah semua maka tidak dipakai jadi sarang nyamuk,” kata Irma, warga lainnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Peemukiman Grobogan M Chanief menyatakan, kotak permanen di sekeliling lapangan rumput rencananya disiapkan untuk ditanami pohon-pohon peneduh. Pelaksanaan penanaman dijadwalkan pada tahap kedua revitalisasi Alun-alun Purwodadi. “Kotak permanen di pinggir lapangan rumput akan kita tanami pohon peneduh. Dalam waktu dekat, akan kita lakukan penanamannya,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pintu Masuk Alun-alun Purwodadi Sekarang Dipasangi Portal, Ada Apa?

Pintu masuk Alun-alun Purwodadi di sisi utara dipasang portal agar kendaraan bermotor tidak bisa masuk. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pintu masuk Alun-alun Purwodadi di sisi utara dipasang portal agar kendaraan bermotor tidak bisa masuk. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pintu masuk Alun-alun Purwodadi saat ini diberi portal untuk mencegah masuknya kendaraan ke dalam pusat publik yang baru dua hari lalu diresmikan Bupati Grobogan tersebut. Dari empat pintu masuk alun-alun, semuanya dipasangi portal.

Tetapi paling banyak ada di pintu utara yang berada di seberang pintu masuk kantor DPRD Grobogan. Masalahnya, di pintu masuk ini paling memungkinkan dilalui kendaraan bermotor maupun mobil. Sedangkan di tiga pintu masuk lainnya, kendaraan kesulitan masuk karena konstruksinya dibuat seperti anak tangga.

Informasi yang didapat menyebutkan, pemasangan portal itu dilakukan Rabu (1/2/2017) sore. Pemasangan portal dilakukan karena banyak kendaraan masuk ke alun-alun, pasca diresmikan.

“Penghalang masuk kendaraan itu dipasangnya kemarin sore. Ada beberapa petugas yang masang,” kata Parjianto, warga yang kebetulan melintas di kawasan alun-alun saat ada petugas memasang portal tersebut.

Dari pantauan di lokasi, pemasangan portal berkaitan dengan banyaknya kendaraan yang masuk kawasan alun-alun itu memang ada benarnya. Sebab, di lapangan rumput terdapat bekas jejak roda kendaraan. Selain motor, ada juga bekas jejak kendaraan roda empat dari arah utara dan berbelok ke sisi barat.

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dimintai tanggapannya menyatakan, kendaraan bermotor memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam alun-alun. Sebab, masuknya kendaraan bermotor atau mobil bisa merusak lantai maupun lapangan.

“Kalau hanya sepeda masih dibolehkan. Oleh sebab itu, antisipasi mencegah masuknya kendaraan adalah memasangi portal,” katanya.  

Editor : Akrom Hazami

Seribuan Orang Senam Bareng saat Peresmian Alun-alun Purwodadi

Ramai! Seribuan Orang Ikuti Senam Bareng dalam peresmian Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ramai! Seribuan Orang Ikuti Senam Bareng dalam peresmian Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi dengan dana Rp 10,3 miliar akhirnya diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Selasa (31/1/2017). Acara ditandai dengan kata peresmian dan penandatanganan prasasti oleh bupati. Setelah itu dilanjutkan dengan acara senam bersama bupati, pimpinan FKPD dan para kepala SKPD.  Sekitar seribu orang terlibat dalam acara senam bersama yang mendatangkan tiga instruktur tersebut.

Selain PNS dan karyawan BUMD, para pegawai yang kantornya disekitar kawasan alun-alun juga ikut berpartisipasi dalam senam bareng. Seperti dari Perhutani KPH Purwodadi, BPS, BPN, Kemenag, dan PT Pos. Terlihat juga anggota Kwarcab Grobogan dan siswa sekolah yang ada di sekitar Alun-alun Purwodadi. “Hari ini, hasil proyek revitalisasi alun-alun saya resmikan. Semoga, keberadaan alun-alun yang baru bisa membawa manfaat buat masyarakat,” ungkap Sri.

Saat berkeliling alun-alun, Sri sempat menyoroti banyaknya pohon peneduh jenis palem yang kondisinya layu. Dia meminta agar pohon itu segera diganti baru biar suasana terlihat lebih indah. “Pohon yang mati harus segera diganti. Tidak harus jenis palem tetapi bisa pohon peneduh lainnya. Kalau banyak pohon, suasana juga kelihatan lebih rindang dan asri,” cetusnya.

Usai senam dan berkeliling lokasi, Sri Sumarni bersama jajaran FKPD berbaur dengan peserta senam untuk sarapan bersama dengan menu nasi pecel di bawah tenda tempat jualan para PKL. Sementara itu, usai acara senam bareng, suasana alun-alun juga terlihat meriah. Ini menyusul banyaknya anak sekolah yang berolah raga di tempat itu. Beberapa anak tampak membawa bola plastik dan bermain sepak bola di lapangan alun-alun.

“Hore sekarang bisa main bola lagi di alun-alun,” cetus bocah-bocah itu dengan nada riang.

Editor : Akrom Hazami

Mau Masuk Alun-alun Purwodadi, Jangan Lupa Pakai Alas Kaki, Ini Sebabnya?

Inilah kondisi lantai sekeliling Alun-alun Purwodadi hasil revitalisasi yang dinilai cukup membahayakan pejalan kaki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah kondisi lantai sekeliling Alun-alun Purwodadi hasil revitalisasi yang dinilai cukup membahayakan pejalan kaki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga yang mulai berdatangan ke kawasan Alun-alun Purwodadi melontarkan saran unik. Yakni, bagi yang mau masuk ke lokasi alun-alun untuk melihat hasil proyek revitalisasi senilai Rp 10,3 miliar disarankan untuk memakai alas kaki. Baik sandal atau sepatu.

“Lantai sekeliling alun-alun ini ternyata cukup tajam karena potongannya tidak rata. Kalau kena kaki telanjang bisa tersayat. Makanya, kalau mau jalan-jalan sebaiknya pakai alas kaki biar aman,” saran Arnita, salah seorang warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi, Senin (30/1/2017).

Dari pantauan di lokasi, saran yang dilontarkan warga ini memang ada benarnya. Di sekeliling alun-alun memang terpasang lantai yang terbuat dari batu pualam berwarna hitam. Kondisi batu yang dijadikan lantai ini memang tidak halus permukaannya.

Banyak di antara batu yang terpasang ini kondisinya runcing dan tajam. Selain itu, pemasangan batu-batu ini juga banyak yang tidak simetris dan rata. Kondisi ini bisa menyebabkan pejalan kaki tersandung jika tidak hati-hati.

“Setahu saya, batu pualam model begini biasanya dipasang untuk dinding sebuah taman. Kalau dipasang untuk lantai cukup membahayakan karena bentuknya agak tajam. Seharusnya, jika dipakai untuk lantai, batu pualamnya dihaluskan dulu biar kelihatan rapi ketika dipasang,” ujar Sasmito, warga lainnya yang sedang bersantai bersama anak istrinya di alun-alun.  

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dimintai tanggapannya menyatakan, pemasangan batu pualam untuk lantai sekeliling alun-alun memang sudah sesuai dengan spek yang ditentukan.

 “Spek lantainya memang sudah sesuai desainnya. Soal pemasangan lantai yang dinilai kurang simetris nanti kita minta dibetulkan oleh pihak rekanan. Proyek ini, masih dalam masa pemeliharaan rekanan selama enam bulan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Besok Alun-alun Purwodadi Bakal Diresmikan Bupati Grobogan

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Kabar bakal diresmikannya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata benar adanya. Rencananya, proyek yang dibiayai dengan dana Rp 10,3 miliar itu bakal diresmikan Selasa (31/1/2017).

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dikonfirmasi membenarkan bakal diresmikannya proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi tersebut. “Ya benar. Besok pagi rencana ada peresmian. Nanti ibu bupati yang akan meresmikan langsung,” kata Chanief yang ditemui saat memantau persiapan peresmian di kawasan alun-alun, Senin (30/1/2017).

Dijelaskan, peresmian alun-alun akan digelar sederhana. Agenda sementara yang disiapkan, peresmian akan dirangkai dengan acara senam bersama bupati dan jajaran FKPD, pejabat, PNS serta masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata peresmian serta sarapan bareng. “Acara kita mulai jam 06.30 WIB. Masyarakat umum boleh hadir dalam peresmian besok dan ikut senam bersama,” katanya.

Terkait dengan bakal diresmikannya proyek yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, seluruh pagar seng sekeliling alun-alun mulai dibongkar sejumlah pekerja. Selain itu, belasan petugas kebersihan juga diterjunkan untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan tersebut. Acara bersih-bersih sempat terhenti sejenak menyusul hujan deras yang mengguyur kota Purwodadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hujan deras ini tidak berlangsung lama. Setelah reda, para pekerja kembali melanjutkan aktivitasnya.

 “Kemarin, pagar baru kita buka dititik masuk alun-alun saja. Hari ini, pagar pengaman harus bersih semua. Kemudian, sisa-sisa material dan sampah juga kita bersihkan,” imbuh Chanief.

 Editor : Akrom Hazami

 

Alun-alun Purwodadi jadi Spot Foto Selfie saat Pagar Pengaman Dibuka

Warga memanfaatkan lokasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, untuk berswafoto (selfie), Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga memanfaatkan lokasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, untuk berswafoto (selfie), Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan warga untuk menyaksikan hasil proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar akhirnya bisa terwujud. Hal ini setelah sebagian pagar pengaman sekeliling alun-alun dibuka, Sabtu (28/1/2017).

“Wah, begini to kondisi alun-alun sekarang. Beda jauh dengan kondisi sebelum direnovasi,” ujar Citra, salah seorang warga yang merasa puas karena akhirnya bisa masuk ke dalam alun-alun.

Dari pantauan di lapangan, pagar pengaman dari seng setinggi 2 meter belum dibuka semuanya. Tetapi baru dibuka di empat titik. Yakni, di titik masuk alun-alun dari sisi barat, timur, utara, dan selatan. Masing-masing titik masuk ini lebarnya sekitar 4 meter.

Beberapa warga yang kebetulan melintas di situ langsung berhenti dan memarkirkan kendaraan di tepi jalan. Selanjutnya, mereka masuk ke dalam lokasi untuk melihat. Banyak juga di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan dibukanya pagar pengaman buat ber-selfie ria di kawasan alun-alun.

Di kawasan alun-alun juga terlihat kesibukan yang dilakukan belasan pekerja. Ada petugas yang membersihkan sampah reruntuhan daun-daun di sekeliling pagar pengaman. Ada juga pekerja yang menata material untuk mengaspal jalan di titik masuk sebelah barat atau di seberang Masjid Baitul Makmur. “Di depan titik masuk nanti akan kita aspal semuanya. Ini, kita mulai dari sisi barat dulu,” kata beberapa pekerja.

Selain itu, terlihat pula beberapa orang yang membawa mesin pemotong rumput untuk menata lapangan. Beberapa orang petugas kebersihan juga turut membantu mengumpulkan rumput yang sudah terpotong dan memasukkan dalam karung.

Informasi yang didapat menyebutkan, adanya kesibukan di alun-alun saat hari libur ini ternyata ada kaitannya dengan sebuah agenda yang sudah disiapkan. Yakni, peresmian alun-alun yang kabarnya bakal dilangsungkan dalam waktu dekat. “Rencananya, beberapa hari lagi alun-alun mau diresmikan bupati. Makanya, kita diminta mempersiapkan lokasi,” ungkap informan yang enggan dikutip namanya itu.

Sebelumnya, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Joni Sarjono ketika menyatakan, pihaknya memang meminta PT Aditya Mulya Pratama supaya membuka pagar seng pengaman, meski tidak dibuka total. Tetapi hanya di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Kami memang minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada pekerjaan cornya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Selesai Hampir  Sebulan, Pagar Pengaman Proyek Alun-alun Purwodadi Tak  juga Dibongkar

Warga melintas di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang masih ditutipi pagar seng, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melintas di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang masih ditutipi pagar seng, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keinginan berbagai pihak untuk menyaksikan hasil proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, belum juga bisa terwujud. Karena sampai Jumat (17/1/2017), pagar pengaman proyek alun-alun belum juga dibuka.

Dari pantauan di lapangan, di sekeliling alun-alun masih terpasang pagar seng setinggi 2 meter yang sebelumnya dipakai untuk mengamankan proyek senilai Rp 10,3 miliar tersebut. Beberapa warga yang ingin melihat kondisi alun-alun pascarevitalisasi terpaksa melongok dari celah pagar seng.

“Sejak beberapa hari lalu, saya merasa penasaran ingin lihat kondisi alun-alun sekarang seperti apa. Tetapi, pagar seng tidak kunjung dibongkar. Terpaksa ngintip dari celah pagar,” kata Budiyono, warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi.

Belum dibukanya pagar pengaman memang mengundang banyak pertanyaan. Sebab, proyek revitalisasi alun-alun sudah selesai akhir tahun 2016 lalu.

Semula pihak rekanan diberi toleransi untuk tetap memasang pagar hingga sekitar tanggal 21 Januari 2017. Kebijakan ini dilakukan karena beton untuk beberapa kantong parkir belum kering.

Oleh sebab itu, pagar sekeliling tetap dipasang sampai umur beton memenuhi persyaratan. Namun pada kenyataannya, pagar pengaman masih tetap terpasang sampai lewat batas toleransinya.

“Terus terang, kami berharap agar pagar pengaman bisa segera dibuka. Soalnya, kami juga butuh persiapan untuk pindahan ke lokasi jualan baru bagi PKL di sisi timur yang sudah selesai dibangun,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejak beberapa hari lalu pihaknya sudah meminta PT Aditya Mulya Pratama supaya membuka pagar seng pengaman, meski tidak dibuka total. Tetapi hanya di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Kami sebenarnya sudah minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada pekerjaan cornya. Nanti, akan kita koordinasikan lagi dengan rekanan supaya segera membuka pagar pengaman,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kurang Perawatan, Belasan Pohon Peneduh di Alun-alun Purwodadi Mengering

 

Sejumlah pohon peneduh jenis palem yang belum lama ditanam di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, sudah terlihat kering daunnya, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pohon peneduh jenis palem yang belum lama ditanam di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, sudah terlihat kering daunnya, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Warga mengeluhkan kondisi pohon peneduh yang berada di sekeliling Alun-alun Purwodadi. Sebab, pohon jenis palem tersebut sudah mengering, padahal baru saja ditanam.

“Dari luar pagar sekeliling alun-alun bisa terlihat pucuk pohon banyak yang kering. Kayaknya, pohon-pohon itu kurang perawatan,” kata warga bernama Prasetyo ketika ditemui saat sedang melihat lokasi alun-alun dari luar pagar seng.

Dari pantauan di lokasi, di sela-sela pagar terlihat ada banyak pohon peneduh yang sudah ditanam. Pohon peneduh yang tingginya sekitar dua meter ini jumlahnya sekitar 30 batang. Pohon ini ditanam di areal trotoar dan diberi kotak dari adukan pasir dan semen di sekelilingnya. Letak penanaman pohon peneduh ini di antara pot besar yang ditanami pohon pucuk merah.

Dari puluhan tanaman peneduh ini, ada belasan pohon yang batang dan daunnya sudah terlihat kering. Sebagian lagi baru sebagian daunnya yang terlihat berwarna cokelat. Sedangkan beberapa pohon masih terlihat hijau tetapi kondisinya terlihat kurang segar.

Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya pohon penduh yang kondisinya mengering tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi.

“Beberapa warga sudah menyampaikan laporan dan sudah kita cek ke lapangan. Pihak rekanan sudah kita minta untuk mengganti tanaman yang mati,” kata Joni.

Menurutnya, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan. Masa pemeliharaannya selama enam bulan ke depan. Dalam masa pemeliharaan ini, kalau terjadi kerusakan masih jadi tanggung jawab pihak rekanan.

“Kalau ada kerusakan dari proyek masih jadi tanggungan rekanan. Enam bulan masa pemeliharaannya,” katanya.

Disinggung kapan pagar sekeliling alun-alun dibongkar, Joni menegaskan, sebenarnya pihak rekanan diminta untuk membuka akhir pekan ini meski tidak dibuka total. Tetapi di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Hari ini, sebenarnya kita minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada cornya. Namun, rekanan minta waktu tambahan satu pekan lagi untuk membuka pagar sekeliling,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Minta Tempat Jualan Baru Tanpa Undian

Sejumlah anggota PKL Alun-alun Purwodadi sedang melihat tempat jualan baru disisi timur Alun-alun Purwodadi yang sudah jadi dari luar pagar pengaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah anggota PKL Alun-alun Purwodadi sedang melihat tempat jualan baru disisi timur Alun-alun Purwodadi yang sudah jadi dari luar pagar pengaman. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski rencana pemindahan ke lokasi baru belum ada kejelasan, namun para PKL alun-alun Purwodadi sudah menyatakan sikap. Para PKL berharap agar dalam penempatan ke lokasi baru nanti tidak dilakukan secara undian.

Alasannya, jika dilakukan dengan undian maka dinilai akan mengurangi keseragaman tempat jualan baru. Misalnya, urutan tenda jualan akan bercampun antara jenis makanan dan minuman.

Para pedagang menghendaki agar pemindahan disesuaikan dengan posisi jualan yang lama sebelum alun-alun direnovasi. Yakni, pedagang di sisi barat yang kebanyakan jualan kuliner dijadikan satu deretan. Kemudian, pedagang di sisi timur yang sebagian besar jualan minuman juga ditaruh pada satu deretan.

“Kalau dengan cara ini maka di lokasi jualan baru nanti akan kelihatan serasi. Jika diundi maka dalam satu deret akan campur jenis jualannya. Ada kuliner serta minuman dalam satu deretan dan ini akan sedikit mengurangi estetika,” kata Ketua Asosisasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Grobogan Adi Sucipto didampingi Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wakhid, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, anggota paguyuban sebelumnya sudah duduk bersama untuk membahas persiapan relokasi ke lokasi baru yang berada di sisi timur alun-alun. Di situ sudah terbangun 56 tenda. Dari jumlah ini, ada 54 tenda yang jadi jatah PKL sesuai jumlah anggota paguyuban. Sedangkan dua tenda tersisa akan dipakai untuk kegiatan promosi Pemkab Grobogan.

Di samping itu, persiapan lainnya yang dilakukan adalah menyeragamkan papan nama di tiap-tiap tenda jualan. Dengan keseragaman papan nama akan membuat pemandangan lebih menarik dan terkesan rapi.

“Kami juga sudah meminta para pedagang untuk menyiapkan daftar menu berikut harganya. Jadi, pada prinsipnya kami sudah melakukan kesepakatan internal. Dengan demikian, jika sewaktu-waktu diminta pindah dari tempat jualan sementara, sudah punya bahan pembicaraan dengan instansi terkait,” jelas Adi atau lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu.

Sementara itu, Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki menyatakan, soal penataan PKL alun-alun nantinya tetap akan ditangani dinas terkait. Soal masukan dari paguyuban tetap diterima dengan baik. “Masukan-masukan ini akan kita tampung dan nanti dibahas bersama. Yakni, antara dinas terkait dan paguyuban,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Atap Tenda PKL Alun-alun Purwodadi yang Jebol Diterjang Angin Akhirnya Diperbaiki

atap-teda-2

Pekerja melakukan perbaikan atap tenda PKL di Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Atap tenda PKL Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, yang sebelumnya jebol akhirnya mulai ditangani. Beberapa bagian atas tenda yang sempat terlihat berlubang sudah tertutup semuanya.

Dari pantauan di lapangan, ada dua pekerja yang menangani kerusakan atap yang terbuat dari bahan membrane tersebut. Selain mengatasi atap yang jebol, pekerja juga tampak mengencangkan baut di ujung tenda.

“Atap yang robek sudah kita perbaiki. Atap lain yang terlihat kendor juga sudah kita kencangkan,” kata salah seorang pekerja yang berada di atap tempat jualan PKL itu, Sabtu (7/1/2017).

Seperti diberitakan, beberapa atap tenda PKL sempat robek saat ada angin kencang, Rabu (3/1/2017) lalu. Angin kencang yang datang tiba-tiba itu melanda sekitar kawasan alun-alun saat cuaca cerah.

Selain tenda yang jebol, hembusan angin kencang juga menyebabkan pagar pengaman sekeliling alun-alun kocar-kacir. Robohnya pagar pengaman dari seng setinggi dua meter itu bahkan sempat menimpa kendaraan yang tengah melintas. Saat ini, pagar pengaman yang sebelumnya roboh juga sudah dirapikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman yang sebelumnya bernama Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan M Chanief ketika menyatakan, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan.

Masa pemeliharaannya selama enam bulan kedepan. Dalam masa pemeliharaan ini, kalau terjadi kerusakan masih jadi tanggung jawab pihak rekanan. “Kalau ada kerusakan dari proyek masih jadi tanggungan rekanan. Masa pemeliharaannya enam bulan,” katanya.

Menurut Chanif, proyek revitalisasi alun-alun terhitung akhir Desember 2016 sudah rampung 100 persen. Meski begitu, pihak rekanan tetap terkena denda akibat keterlambatan menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditentukan.

“Sesuai kontrak proyek harus selesai 22 Desember. Tetapi karena pada batas waktu yang ditentukan belum selesai maka pihak rekanan terkena denda. Nilai denda sekitar Rp 10 juta per hari,” katanya.

Soal masih dipasangnya pagar pengaman, terang Chanif, hal itu dilakukan karena beton untuk beberapa kantong parkir belum kering. Oleh sebab itu, pagar sekeliling tetap dipasang sampai umur beton memenuhi persyaratan. “Jadi pagar pengaman masih akan terpasang sekitar 20 hari, sampai beton kantong parkir kering. Sebelum akhir bulan Januari, pagar pengaman kita targetkan sudah dibuka,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Parah! Belum Digunakan, Atap Tenda Tempat Jualan PKL Alun-alun Purwodadi Robek

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto menunjukkan atap tenda yang robek. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto menunjukkan atap tenda yang robek. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar mendapat sorotan warga. Kali ini, sorotan ditujukan pada kualitas pengerjaannya.

Sorotan itu dilontarkan terkait sudah robeknya atap tenda yang rencananya akan dipakai untuk berjualan PKL alun-alun.

“Saya tadi sempat ngecek lokasi untuk jualan rekan-rekan. Ternyata ada beberapa atap tenda yang sudah robek,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Grobogan Adi Sucipto saat ditemui di lokasi, Rabu (3/1/2017).

Pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu menyatakan, adanya atap tenda yang robek itu diketahui secara kebetulan. Ceritanya, siang tadi, dia bersama beberapa pengurus paguyuban PKL alun-alun sedang membahas persiapan relokasi ke tempat jualan yang baru jadi tersebut.

Rapat kecil nonformal itu dilangsungkan lesehan di trotoar depan kantor Perhutani KPH Purwodadi atau seberang timur tenda tempat tenda PKL.

“Saat ngobrol-ngobrol tiba-tiba pagar seng pengaman ada yang roboh saat ada angin kencang tadi. Selanjutnya, saya dan teman-teman masuk kesana untuk melihat lokasi PKL dari dekat, lewat pagar seng yang roboh tadi. Sebelumnya kami sempat mau masuk tetapi tidak bisa karena ada pagar dan pintu masuk di sebelah utara terkunci rapat,” katanya.

Saat melihat lokasi itulah, Yanto dan beberapa PKL sempat dibikin kaget. Soalnya, mereka mendapati atas tenda jualan PKL yang terbuat dari sejenis bahan digital printing, ada yang sudah robek. Bahkan, di salah satu atas tenda, robeknya cukup lebar.

“Saya tidak tahu, robeknya atap ini ada hubungannya dengan angin kencang tadi atau memang sudah rusak sebelumnya. Soalnya, saya juga baru kali ini lihat dari dekat lokasi jualan PKL ini,” katanya.

Yanto berharap supaya robeknya atap tenda segera ditangani. Sebab, robeknya atap akan mengganggu pedagang yang akan jualan di bawahnya. Soalnya, jika hujan air langsung masuk ke lokasi jualan.

Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman yang sebelumnya bernama Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan M Chanief ketika dimintai komentarnya menyatakan, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan.

Masa pemeliharaannya selama enam bulan ke depan. Dalam masa pemeliharaan ini, kalau terjadi kerusakan masih jadi tanggung jawab pihak rekanan.

Menurut Chanif, proyek revitalisasi alun-alun terhitung akhir Desember 2016 sudah rampung 100 persen. Meski begitu, pihak rekanan tetap terkena denda akibat keterlambatan menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditentukan.

“Sesuai kontrak proyek harus selesai 22 Desember. Tetapi karena pada batas waktu yang ditentukan belum selesai maka pihak rekanan terkena denda. Nilai denda sekitar Rp 10 juta per hari,” katanya.

Soal masih dipasangnya pagar pengaman, terang Chanif, hal itu dilakukan karena beton untuk beberapa kantong parkir belum kering. Oleh sebab itu, pagar sekeliling tetap dipasang sampai umur beton memenuhi persyaratan.

“Jadi pagar pengaman masih akan terpasang sekitar 20 hari, sampai beton kantong parkir kering. Sebelum akhir bulan Januari, pagar pengaman kita targetkan sudah dibuka,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Braakk! Angin Kencang Robohkan Pagar Pengaman Sekeliling Alun-alun Purwodadi

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pengendara yang melintasi kawasan Alun-alun Purwodadi, Rabu (3/1/2017) siang sempat dibikin kaget. Penyebabnya, ada banyak pagar seng pengaman proyek alun-alun yang mendadak roboh saat mereka sedang melintas. Beberapa kendaraan bahkan sempat terkena pagar seng yang roboh ke arah jalan raya tersebut.

“Tidak apa-apa. Untung tadi hanya kena ujung pagar seng saja. Saya tadi kebetulan mengambil jalur agak di tengah jadi sempat nyenggol dikit. Kalau tadi ambil jalur mepet kanan pasti kena lebih parah,” kata pengendara yang mengaku bernama Citra itu.

Dari pantauan di lokasi, pagar seng yang roboh ada beberapa titik. Yakni, di sebelah timur di depan kantor BRI cabang Purwodadi ada dua titik pagar yang roboh.

Kemudian, sisi selatan di depan kantor Setda Grobogan. Sementara di depan Masjid Baitul Makmur atau dis ebelah barat ada dua titik.

Robohnya pagar pengaman setinggi 2 meter itu disebabkan ada hembusan angin kencang, sekitar pukul 13.30 WIB. Saat angin berhembus, kondisi cuaca sebenarnya cukup cerah. Di atas langit kota Purwodadi saat itu hanya terlihat mendung tipis.

Ambruknya pagar pengaman proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi itu tidak hanya mengagetkan pengendara yang melintas. Sejumlah warga yang sedang makan di warung PKL sekitar alun-alun juga sempat dibikin terkejut. Pasalnya, robohnya pagar itu sempat menimbulkan suara cukup keras.

“Suaranya keras banget tadi. Semula saya kira ada kendaraan yang tabrakan. Ternyata pagar seng ambruk kena angin,” kata Robi, salah seorang warga yang saat itu tengah makan siang di warung PKL di sebelah utara alun-alun. 

Editor : Akrom Hazami

Proyek Pengerjaan Alun-alun Purwodadi  Rampung, tapi Pagar Pengaman Belum Dibongkar, Ada Apa?

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman dari seng di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengguna jalan melintas di dekat pagar pengaman dari seng di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan proyek Alun-alun Purwodadi, Grobogan, kembali jadi sorotan sejumlah pihak di awal tahun 2017. Hal ini terkait dengan masih terpasangnya pagar pengaman dari seng di sekeliling alun-alun hingga saat ini. Padahal, proyek dengan alokasi anggaran Rp 10,3 miliar yang digarap PT Aditya Mulya Pratama tersebut dikabarkan sudah rampung akhir tahun 2016 lalu.

Dari pantauan di lapangan, pagar seng yang terlihat di sekeliling alun-alun saat ini kondisinya cukup rapat. Sebelumnya, saat proyek masih berjalan, beberapa pagar seng ini sempat terbuka di sejumlah titik.

Meski pagarnya terpasang rapat, tidak ada aktivitas kegiatan yang terlihat dari celah pagar seng setinggi 2 meter itu. Pintu gerbang pagar keliling yang ada di sebelah utara juga terlihat terkunci rapat.

“Sejak tanggal 1 Januari kemarin sudah tidak ada pekerja lagi. Kabarnya proyeknya sudah rampung,” ujar Triyono, pedagang keliling yang biasa mangkal di lokasi proyek revitalisasi alun-alun itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman yang sebelumnya bernama Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan M Chanief ketika dimintai komentarnya menyatakan, proyek revitalisasi alun-alun terhitung akhir Desember 2016 sudah rampung. Meski begitu, pihak rekanan tetap terkena denda keterlambatan.

“Sesuai kontrak proyek harus selesai 22 Desember. Tetapi karena pada batas waktu yang ditentukan belum selesai maka pihak rekanan terkena denda. Nilai denda sekitar Rp 10 juta per hari,” katanya.

Soal masih dipasangnya pagar pengaman, terang Chanif, hal itu dilakukan karena beton untuk beberapa kantong parkir belum kering. Oleh sebab itu, pagar sekeliling tetap dipasang sampai umur beton memenuhi persyaratan.

“Jadi pagar pengaman masih akan terpasang sekitar 20 hari, sampai beton kantong parkir kering. Sebelum akhir bulan Januari, pagar pengaman kita targetkan sudah dibuka,” katanya.

Chanif menambahkan, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan. Masa pemeliharaannya selama enam bulan ke depan.

Editor : Akrom Hazami

Proyek Belum Rampung, Lapangan Alun-alun Purwodadi Dipenuhi Suket Teki

Beberapa pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, sedang menyiangi rumput liar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, sedang menyiangi rumput liar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu pekerjaan di luar kontrak terpaksa dilakukan rekanan pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi. Yakni, menyiangi rumput liar yang mulai bermunculan di tengah lapangan.

“Setelah hujan sering turun, banyak tumbuh rumput liar terutama jenis suket teki. Rumput liar ini kami cabuti karena posisinya sudah cukup tinggi,” kata beberapa pekerja di lokasi, Selasa (27/12/2016).

Dari pantauan  di lokasi, sedikitnya ada lima pekerja yang bertugas mencabuti rumput liar. Pekerjaan menyiangi rumput liar sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Pembuangan rumput liar ini diperkirakan butuh waktu beberapa hari karena lapangan yang ditanami rumput arealnya cukup luas.

“Kami sudah minta agar rumput liar yang muncul ini dibersihkan semua. Soalnya, keberadaan rumput liar ini sudah menutup rumput Jepang yang sudah ditanam sebelumnya,” kata Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono, Selasa (27/12/2016).

Munculnya rumput liar itu kemungkinan disebabkan terbawa dalam media tanam yang dihamparkan di situ sebelum ditanami rumput Jepang. Atau bisa juga benihnya terbawa dalam tanah urukan.

Disinggung soal kapan selesainya proyek senilai Rp 10,3 miliar yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, Joni menyatakan, targetnya pada Kamis (29/12/2016) lusa. Meski demikian, pihak rekanan masih diberikan kesempatan merampungkan garapan hingga akhir bulan Desember ini.

Tetapi jika dirampungkan akhir bulan atau 31 Desember, ada konsekuensi yang diterima pihak rekanan. Yakni, pembayaran pekerjaan baru bisa dicairkan tahun 2017 sekitar bulan Februari. Hal itu berdasarkan konsultasi dengan pihak DPPKAD setempat.

“Untuk sanksi denda tetap diberlakukan mulai 23 Desember sampai pekerjaan selesai. Kita minta supaya pihak rekanan bisa merampungkan pekerjaan Kamis lusa,” jelasnya.

Seperti diketahui, proyek revitalisasi alun-alun sesuai kontrak harus selesai dikerjakan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember lalu. Sampai batas akhir penyelesaian, progresnya masih berkisar 95 persen.

“Kalau saat ini progres pekerjaan hampir mencapai 98 persen. Jadi hanya tinggal sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan,” imbuh Joni.

Editor : Akrom Hazami

Janji Kontraktor Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Gagal Ditepati

img_20161222_185522_989

Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang belum bisa selesai tepat waktu. (MuriaNewsCom /DaniAgus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kemegahan Alun-alun Purwodadi, gagal di nikmati, hari ini. Sebab, janji menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak yang dilontarkan rekanan pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata hanya omong kosong. Buktinya, sampai batas akhir pengerjaan pada Kamis (22/12/2016), proyek tersebut belum rampung 100 persen.

Sebelumnya, pihak PT Aditya Mulya Pratama selaku rekanan sudah menjanjikan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Seperti ketika didatangi anggota Komisi C DPRD Grobogan dan dilanjutkan rapat dengan pendapat beberapa waktu lalu.

Kemudian, janji menyelesaikan pekerjaan juga disampaikan pada Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melakukan sidak proyek tersebut. Tidak hanya sekali, orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu bahkan sempat dua kali menyambangi lokasi proyek bersama jajaran FKPD.

Dari pantauan di lapangan, menjelang sore tadi, masih banyak pekerja yang melakukan aktivitasnya seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan, hingga menjelang magrib, sejumlah pekerja masih ada yang membereskan lokasi proyek yang belum selesai dikerjakan.

Indikasi tidak rampungnya proyek senilai Rp 10,3 miliar itu juga bisa dilihat dengan masih terpasangnya pagar pengamanan sekeliling alun-alun dari seng. Biasanya, jika satu proyek sudah rampung maka pagar sekeliling sudah dibongkar pada hari terakhir batas waktu penyelesaian pekerjaan.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya menyatakan, proyek revitalisasi alun-alun sampai batas akhir kontrak tidak bisa rampung 100 persen. Progres terakhir, pelaksanaan pekerjaan baru mencapai angka 95 persen.

“Sesuai kontrak proyek ini harus selesai dikerjakan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai hari ini, 22 Desember 2016. Saat ini, progres terakhirnya masih 95 persen,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi ini, pihak rekanan masih dikasih kesempatan menyelesaikan pekerjaan hingga mendekati akhir tahun. Namun, rekanan akan dikenakan denda sesuai ketentuan.

“Pekan depan perkembangan pelaksanaan proyek ini akan kita rapatkan dengan semua tim. Nanti, akan kita ambil keputusan lebih lanjut dalam rapat itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami 

 

Kurang Sehari, Dewan Grobogan Pesimistis Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Kelar

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Rabu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski belum melewati batas akhir, namun banyak pihak meyakini kalau proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi tidak akan selesai tepat waktu. Salah satunya datang dari anggota DPRD Grobogan.

“Selasa kemarin saya kebetulan sempat memantau langsung ke lokasi pekerjaan. Melihat kondisinya, saya memang tidak yakin kalau proyek ini bisa selesai tepat waktu,” tegas Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, dari pengamatan yang dilakukan di lapangan masih banyak pekerjaan belum diselesaikan pihak rekanan. Dengan batas waktu pengerjaan yang berakhir Kamis (22/12/2016) besok, sangat kecil bisa merampungnya semua pekerjaan tersisa.

“Sesuai kontrak, pekerjaan harus selesai 22 Desember. Dengan sisa waktu yang tinggal sehari besok, kayaknya mustahil bisa selesai,” cetusnya.

Bowo menegaskan, sejak beberapa waktu lalu, dia memang sudah pesimistis jika proyek senilai Rp 10,3 miliar bisa rampung tepat waktu. Alasannya, ada beberapa faktor.

Antara lain, tenaga kerja yang dipakai dinilai kurang banyak dibandingkan dengan volume pekerjaan yang luas. Kemudian, peralatan pendukungnya juga sangat minim, misalnya mesin molen untuk mengaduk bahan material.

Faktor lainnya, manajemen rekanan dinilai kurang profesionalnya. Yakni, untuk mengatur ritme kerja untuk mencapai target pekerjaan yang sudah ditentukan.

“Kalau rekanan profesional ritme kerja bisa diatur dengan baik. Seandainya target pekerjaan belum tercapai maka ada upaya yang dilakukan. Misalnya, tambah tenaga kerjanya atau ada jam lembur,” kata Ketua DPC PKB Grobogan itu.

Satu hal lagi yang menjadikan proyek itu tidak bisa berjalan cepat adalah soal cuaca. Yakni, banyaknya curah hujan pada siang hari pada beberapa waktu terakhir. Namun, soal cuaca dinilai bukan jadi faktor utama yang mengganggu aktivitas pekerjaan.

Sikap pesimistis terhadap penyelesaian proyek alun-alun tepat waktu juga dilontarkan Ketua Komisi B Budi Susilo. Wakil rakyat dari Partai Golkar itu juga memprediksi kalau proyek alun-alun tidak bakal rampung sesuai batas waktu yang sudah ditentukan dalam kontrak kerja.

“Memang masih ada waktu pengerjaan sampai besok sore. Tapi, dengan melihat kondisi riil kayaknya berat untuk bisa merampungkan sisa pekerjaan hanya dalam waktu sehari. Untuk pastinya kita lihat saja besok, rampung apa tidak,” ungkapnya.

Terkait kondisi itu, Budi meminta agar dinas terkait yang mengelola anggaran untuk mempersiapkan langkah sesuai ketentuan jika proyek itu benar-benar tidak bisa rampung sesuai batas akhirnya. Misalnya, menjatuhkan sangsi denda keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.

“Untuk kasus proyek yang terlambat diselesaikan sudah pasti ada aturannya. Nah, saya minta dinas terkait menerapkan sesuai ketentuan saja,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Grobogan Ancam Rekanan yang Tak Tepat Waktu Kerjakan Proyek

Pekerjaan revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar terus dikebut karena sudah mendekati batas akhir pekerjaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pekerjaan revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,3 miliar terus dikebut karena sudah mendekati batas akhir pekerjaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih adanya sejumlah proyek yang dikerjakan melebihi waktu yang ditentukan, ternyata membuat geram Bupati Grobogan Sri Sumarni. Kepada wartawan, Sri menegaskan agar para kepala dinas turun ke lapangan memantau perkembangan proyek ini.

“Sebelum akhir tahun, semua proyek harus sudah rampung. Kalau ada rekanan yang bandel jangan ragu untuk mengingatkan atau menjatuhkan denda sesuai ketentuan,” tegasnya di Grobogan, Jumat (16/12/2016).

Ia menyatakan, sejauh ini memang ada beberapa proyek yang belum selesai dikerjakan tetapi batas waktunya sudah lewat. Pihak rekanan masih diberikan kesempatan atau tambahan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tetapi dikenakan sanksi denda.

“Kalau tidak salah, ada satu proyek pembangunan puskesmas yang belum selesai. Saya sudah minta agar secepatnya diselesaikan karena keberadaan puskesmas itu sangat diperlukan masyarakat,” katanya.

Kalau menjelang akhir tahun ternyata tidak rampung, maka kontraknya diputus saja dan pembangunannya dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Bagi rekanan yang sampai terkena putus kontrak agar dimasukkan dalam daftar hitam. Masalah pemutusan kontrak telah diatur di dalam perjanjian kerja.

“Kami mengingatkan para rekanan agar tepat mutu, tepat administrasi dan tepat waktu dalam mengerjakan proyek tersebut. Kalau ada yang tidak tertib ya diputus saja kontraknya dan di-blacklist,” kata mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Disinggung soal proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Sri menyatakan, proyek tersebut batas waktunya berakhir 22 Desember mendatang. Pihak rekanan, masih punya waktu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Untuk proyek alun-alun belum melewati deadline. Masih ada waktu beberapa hari lagi dan pihak rekanan sudah komitmen bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Johari Angkasa ketika dimintai komentarnya, tahun 2016 ini ada 19 puskesmas yang direnovasi. Total dana untuk perbaikan gedung puskesmas mencapai Rp 28 miliar. Dari dana ini, sebanyak Rp 22 miliar berasal dari pusat melalui dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan, Rp 6 miliar dari Pemprov Jateng.

“Untuk tahun ini, dari 30 puskesmas yang dimiliki, ada 19 yang direnovasi. Adapun besarnya alokasi dana renovasi tiap puskesmas bervariasi. Mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 2,6 miliar yang disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan lahan yang ada di tiap-tiap puskesmas,” katanya.

Dijelaskan, dari proyek di 19 puskesmas, hanya tinggal satu saja yang belum rampung. Yakni, proyek renovasi Puskesmas Tanggungharjo. Sedangkan, 18 proyek lainnya sudah selesai kendati ada beberapa yang kena denda karena penyelesaiannya melewati batas waktu.

“Untuk puskesmas Tanggungharjo batas akhir pekerjaan pada 27 November dan sudah kita beri perpanjangan waktu. Informasi terbaru, Sabtu besok proyek di sana sudah rampung dikerjakan. Besok saya akan kesana untuk mengecek lapangan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

80 Rekanan Daftar Lelang Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

alun

Kondisi Alun-alun Purwodadi saat ini. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengumuman lelang mega proyek revitalisasi kawasan Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,6 miliar resmi ditutup Minggu (5/6/2016) pukul 23.59 WIB. Hingga masa penutupan, totalnya ada 80 rekanan yang mendaftar.

“Sampai hari terakhir masa lelang ada 80 rekanan yang mendaftar. Proyek revitalisasi kawasan Alun-alun Purwodadi ini mulai dilelangkan Sabtu (28/5/2016) melalui layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (LPSE),” ungkap Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto pada wartawan.

Setelah masa pendaftaran ada tahapan lagi yang dilakukan. Yakni, penawaran dari rekanan yang sebelumnya sudah mendaftar mengikuti lelang. Penawaran rekanan ini akan dibuka hingga Senin (6/6/2016) sampai pukul 23.59 WIB.

Dijelaskan, dari rekanan yang sudah mendaftar, mereka akan mendapatkan dokumen pekerjaan untuk dipelajari. Setelah itu, bagi rekanan yang berminat akan mengajukan penawaran.

Masih dikatakan Siswanto, sebelum lelang proyek fisik, terlebih dulu ada satu kegiatan yang dilelangkan pada Sabtu (21/5/2016) lalu. Yakni, jasa konsultasi pengawasan revitalisasi alun-alun tersebut.
“Jadi pelaksanaan proyek revitalisasi alun-alun nanti ada konsultan pengawasnya. Keberadaan konsultan ini diperlukan karena item pekerjaan revitalisasi alun-alun itu cukup banyak. Antara lain ada pembuatan taman, talud, penataan lapangan, penanaman rumput, pembuatan silter dan tenda PKL,” katanya.

Sementara itu, proyek revitalisasi alun-alun ini mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Sri bahkan mewanti-wanti pada Kabag Pengendalian Pembangunan Siswanto agar proyek alun-alun harus bisa terlaksana tahun 2016 ini.

“Revitalisasi alun-alun itu sudah dirancang sejak tahun 2014 lalu. Namun, hingga akhir 2015 belum juga terlaksana karena beberapa kendala. Makanya, saya minta jangan sampai gagal lagi tahun ini. Soalnya, proyek ini hasilnya sangat dinantikan masyarakat,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami