Dokumen Proyek Alun-alun Purwodadi Masih Diselesaikan

Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi belum juga selesai hingga saat ini. Alasannya karena tidak ada rekanan yang memenuhi syarat untuk menggarapnya.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi belum juga selesai hingga saat ini. Alasannya karena tidak ada rekanan yang memenuhi syarat untuk menggarapnya.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek renovasi alun-alun itu sudah mulai disiapkan sejak 2014 lalu, memang belum selesai sampai sekarang. Dinas terkait rupanya masih menyelesaikan dokumen terkait proyek tersebut.

Kepala Dinas Ciptakarya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan Moh Chanif saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyesuaian dokumen lelang proyek renovasi Alun-alun Purwodadi.

Yang dilakukannya, menurut Chanif, adalah mereview berkas tahun lalu untuk mengubah beberapa hal. Seperti perubahan harga beberapa bahan yang mengalami kenaikan.

”Selain itu, ada beberapa masukan detail gambar yang sebelumnya tidak direncanakan. Nah, inilah yang kemudian perlu diubah untuk penyesuaian,” jelasnya.

Perubahan beberapa item dokumen untuk penyesuaian itu, menurut Chanif, diharapkan rekanan akan tertarik untuk menggarap proyek Alun-alun Purwodadi itu.
”Setelah selesai, secepatnya kami targetkan untuk proses lelangnya. Sehingga proyeknya akan cepat selesai,” katanya.

Sikap tegas sendiri dilontarkan Bupati Grobogan Sri Sumarni terkait proyek alun-alun. Hal itu ditegaskannya saat menggelar rapat perdana dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Senin (4/4/2016).

Di mana dalam rapat tersebut, Sri Sumarni langsung menekankan agar proyek renovasi Alun-alun Purwodadi bisa dituntaskan pada tahun 2016 ini juga.

”Tadi dalam rapat memang bupati meminta agar proyek alun-alun bisa terselesaikan. Soalnya, proyek ini sudah tertunda hampir tiga tahun,” kata Sri Sumarni, seperti disampaikan Kabag Humas Ayong Muhtarom, pada wartawan.

Proyek renovasi alun-alun itu sudah mulai disiapkan sejak 2014 ketika masih era Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Bahkan pada tahun 2015 lalu, anggaran untuk mempercantik pusat keramaian Kota Purwodadi ditambah hingga Rp 8 miliar.

Alasan belum selesainya lelang adalah karena tidak ada peserta lelang yang memenuhi persyaratan. Bahkan pada tahun ini, dananya untuk renovasi ditambah hingga jadi Rp 11 miliar.

Editor: Merie

Bupati Warning Proyek Renovasi Alun-alun Harus Kelar

Kondisi Alun-alun Purwodadi sudah mengalami kerusakan di beberapa titik dan butuh sentuhan perbaikan. Proyek ini tidak selesai juga meski sudah tiga tahun berlalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kondisi Alun-alun Purwodadi sudah mengalami kerusakan di beberapa titik dan butuh sentuhan perbaikan. Proyek ini tidak selesai juga meski sudah tiga tahun berlalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sikap tegas dilontarkan Bupati Grobogan Sri Sumarni, saat menggelar rapat perdana dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Senin (4/4/2016).

Di mana dalam rapat tersebut, Sri Sumarni langsung menekankan agar proyek renovasi Alun-alun Purwodadi bisa dituntaskan pada tahun 2016 ini juga.

”Tadi dalam rapat memang bupati meminta agar proyek alun-alun bisa terselesaikan. Soalnya, proyek ini sudah tertunda hampir tiga tahun,” kata Sri Sumarni, seperti disampaikan Kabag Humas Ayong Muhtarom, pada wartawan.

Proyek renovasi alun-alun itu sudah mulai disiapkan sejak 2014 ketika masih era Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Bahkan pada tahun 2015 lalu, anggaran untuk mempercantik pusat keramaian Kota Purwodadi ditambah hingga Rp 8 miliar.

Dana ini sebagian juga berasal dari Pemprov Jateng. Namun pada tahun lalu, proyek besar ini juga tidak bisa dilaksanakan. Alasannya, tidak ada peserta lelang yang memenuhi persyaratan.

”Pada tahun 2016 ini, dana untuk renovasi alun-alun bahkan sudah ditambah lagi jadi Rp 11 miliar. Jika ada kendala, maka harus segera dilaporkan dan nanti kita bahas bersama untuk mendapatkan solusi terbaik,” katanya.

Editor: Merie

Cak Nun Puji Warga yang Hadiri Pengajian di Purwodadi Meski Hujan

Cak Nun saat mengisi kegiatan Sinau Bareng Meretas Korupsi di Alun-alun Purwodadi, Kamis (11/2/2016) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Cak Nun saat mengisi kegiatan Sinau Bareng Meretas Korupsi di Alun-alun Purwodadi, Kamis (11/2/2016) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Budayawan kondang Emha Ainun Najib atau lebih populer dengan sebutan Cak Nun sempat melontarkan pujian pada warga Grobogan yang hadir dalam acara Sinau Bareng Meretas Korupsi di Alun-alun Purwodadi, Kamis (11/2/2016) malam.

Pujian itu dilontarkan lantaran ribuan warga itu tetap bersedia menghadiri pengajian kendati hujan terus mengguyur Kota Purwodadi sejak sore hingga acara dimulai.
“Kalian semua yang datang ke acara ini merupakan orang-orang pilihan. Soalnya, kondisi ini membuktikan jika  kalian ini punya tekat kuat untuk sinau bareng di sini. Hujan ini merupakan rahmat dan ujian buat kita semua,” kata Cak Nun.

Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga mengajak semua yang hadir untuk selalu belajar. Untuk belajar harus dimulai dari yang dekat dilanjutkan ke level tinggi dan selanjutnya kembali lagi ke level dekat. Satu hal lagi, dalam belajar yang paling penting adalah bisa mendatangkan manfaat dan menambah keimanan kita pada Allah SWT.

Selain ribuan warga, acara sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng juga dihadiri Bupati Grobogan Bambang Pudjiono berserta para pimpinan FKPD setempat. Hadir pula, calon Bupati Grobogan terpilih Sri Sumarni dan wakilnya Edy Maryono.

“Acara yang digelar malam ini sangat positif dan perlu kita dukung. Kita berharap, semua yang hadir bisa memetik pelajaran berharga dari acara sinau bareng meretas korupsi bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng,” ungkap Bambang Pudjiono saat menyampaikan sambutan.

Acara malam itu, juga digunakan Bambang untuk menyampaikan kata pamitan. Sebab, sebulan lagi, ia bakal mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Grobogan periode 2011-2016.

“Dalam kesempatan ini, perkenankan saya meminta maaf atas kesalahan baik secara pribadi maupun saat menjabat sebagai bupati. Demikian pula saya juga memohonkan maaf buat istri dan semua anggota keluarga,” kata Bambang.

Editor : Akrom Hazami

Disayangkan! Masih Ada Kendaraan Bermotor Masuk Arena CFD Purwodadi

CFD (e)

Beberapa kendaraan bermotor masih nekat masuk arena car free day. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski suasana Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap hari Minggu di sepanjang Jalan R Suprapto Purwodadi tetap ramai, namun masih ada sebagian pihak yang belum begitu peduli dengan kondisi ini. Indikasinya, masih adanya sejumlah orang yang masuk dalam arena CFD menggunakan kendaraan bermotor. Baik roda empat maupun roda dua.

”Pelaksanaan CFD ini sudah dilakukan dua tahun lebih. Jadi sudah banyak orang yang tahu kalau tiap Minggu, Jalan R Suprapto ditutup buat kendaraan bermotor dari jam 06.00 sampai 09.00 WIB. Harusnya pengendara kendaraan bermotor itu sadar dengan sendirinya untuk tidak masuk lokasi CFD, tidak perlu diingatkan lagi oleh petugas maupun warga lainnya,” kata Catur, salah seorang warga yang hadir dalam CFD, Minggu (29/11/2015).

Terlepas dari masih adanya kendaraan bermotor yang nyelonong, pelaksanaan CFD hari ini terlihat cukup semarak. Beragam kegiatan dilakukan di sepanjang jalan utama di Kota Purwodadi tersebut. Antara lain, senam bareng yang digelar KPU Grobogan dalam rangka sosialisasi Pilkada 9 Desember mendatang.

Kemudian, ada pula kegiatan sosialisasi masalah HIV/AIDS di depan SMAN 1 Purwodadi. Acara yang melibatkan berbagai pihak ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia tanggal 1 Desember besok.

Selain itu, sejumlah UKM yang ada di Grobogan juga ikut meramaikan acara CFD dengan memasarkan produknya. Selain produk makanan dan minuman, ada pula produk kerajinan yang dipasarkan di lokasi tersebut.

”Saya baru sekali ini bawa produk di arena CFD dan hasilnya lumayan. Produk makanan dan minuman dari bahan kedelai varietas Grobogan yang saya bawa laku cukup banyak. Mulai CFD minggu depan, saya dan kawan-kawan dari UKM rencananya akan rutin buka stan di pinggiran jalan ini,” kata Agus Triyono, warga Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. (DANI AGUS/TITIS W)

Bupati Grobogan Kecewa Tak Bisa Lihat Alun-alun Purwodadi Menjadi “Cantik” Di Masa Kepemimpinannya

lun-alun Purwodadi yang gagal direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

lun-alun Purwodadi yang gagal direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Gagalnya renovasi Alun-alun Purwodadi membuat kecewa banyak pihak. Sebab, renovasi itu sudah diharapkan oleh masyarakat. Soalnya, kondisi alun-alun memang sudah waktunya diperbaiki, karena banyak kerusakan di sejumlah titik, terutama trotoar.

Salah satu pihak yang menyesalkan kegagalan proyek besar itu adalah Bupati Grobogan Bambang Pudjiono. Hal ini tidak berlebihan, mengingat sejak lama bupati ingin menjadikan renovasi alun-alun itu sebagai kenang-kenangan sebelum mengakhiri masa jabatannya Maret 2016 mendatang.

”Memang sebelum mengakhiri tugas, saya ingin agar alun-alun itu berubah wujud menjadi lebih indah dan bisa jadi tempat warga melakukan beragam aktivitas. Namun, renovasi alun-alun ini tidak bisa dilakukan karena gagal dalam pelelangan,” kata Bambang.

Menurutnya, sebenarnya proyek renovasi alun-alun itu sudah dipersiapkan sejak tahun 2014 lalu. Namun, tahun kemarin juga tidak bisa terlaksana karena alokasi anggarannya kurang.

”Untuk tahun ini, alokasi anggarannya kita siapkan cukup besar, yakni sekitar Rp 8 miliar tetapi ada kendala pada pelelangan. Oleh sebab itu, proyek ini nantinya akan dilelangkan lagi tahun depan ,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Meski Renovasi Alun-alun Gagal, Bupati Grobogan Minta Anggaran dari Provinsi Masih Dikucurkan Tahun Depan

lun-alun Purwodadi yang gagal direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

lun-alun Purwodadi yang gagal direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Terkait gagalnya proyek renovasi alun-alun Purwodadi, Bupati Grobogan Bambang Pudjiono melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selain mengabarkan gagalnya renovasi, dalam surat itu bupati juga meminta agar alokasi dana bantuan dari Pemprov senilai Rp 2,5 miliar supaya bisa dikucurkan lagi pada tahun anggaran 2016 untuk kegiatan yang sama.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Moh Chanif mengatakan, alokasi proyek renovasi alun-alun itu disediakan Rp 8 miliar. Dari dana sebesar ini, ada bantuan dari Pemprov Jateng sebesar Rp 2,5 miliar. Tetapi dana itu masih ada di kas pemprov dan baru bisa dikucurkan jika proyek tersebut sudah ada penandatanganan kontrak kerja.

“Jadi dana Rp 2,5 miliar dari provinsi itu belum masuk kesini karena proyeknya tidak bisa dikerjakan tahun ini. Makanya, bupati mengirimkan surat pada Gubernur agar dana tersebut bisa dianggarkan lagi untuk kegiatan yang sama tahun depan,” katanya.

Chanif menjelaskan, meski sudah dua kali dilelangkan namun proyek renovasi pusat keramaian di Kota Purwodadi itu gagal menghasilkan pemenang. Sebab, rekanan yang mendaftar tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

”Sebenarnya kita akan merencanakan untuk melelangkan lagi proyek ini untuk ketiga kalinya. Namun, mengingat waktunya mepet, akhirnya kita tunda lelangnya pada tahun 2016,” imbuhnya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Trotoar Alun-alun Purwodadi Tahun Ini Masih Rusak, Anggaran Rp 8 Miliar Tak Jadi Dikucurkan untuk Renovasi

Salah seorang warga sedang berjalan di Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

Salah seorang warga sedang berjalan di Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski sudah dilelangkan, proyek renovasi Alun-alun Purwodadi dengan alokasi dana Rp 8 miliar akhirnya gagal diwujudkan pada tahun 2015 ini. Hal itu terjadi karena dalam proses lelang yang dilakukan, tidak ada rekanan pendaftar yang memenuhi kualifikasi.

”Masalah renovasi alun-alun tidak bisa dikerjakan tahun ini. Padahal, proses lelang itu sempat dilakukan dua kali tetapi tidak ada pendaftar yang memenuhi ketentuan,” terang Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto.

Menurutnya, sesuai rencana, pengerjaan renovasi alun-alun itu butuh waktu 120 hari atau sekitar empat bulan. Dengan sisa waktu yang ada, tidak memungkinkan untuk menyelesaikan pekerjaan hingga akhir tahun. Melihat kondisi ini, renovasi alun-alun kemungkinan akan dilakukan tahun 2016.

Gagalnya renovasi alun-alun itu memang cukup mengejutkan. Karena, proyek tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2014. Bahkan, dari Pemprov Jateng juga sudah menyalurkan dana Rp 2,5 miliar untuk mendukung kegiatan renovasi pusat keramaian publik tersebut.

“Sayang sekali kalau alun-alun ini akhirnya tidak jadi diperbaiki. Soalnya, renovasi ini sudah waktunya dibutuhkan, mengingat banyak titik yang rusak parah, terutama trotoar,” ungkap Juwarto, salah seorang warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)