Kurang Perawatan, Rumput di Lapangan Alun-alun Purwodadi Terancam Mati

Kondisi rumput di lapangan alun-alun Purwodadi terlihat menguning dan terancam mati akibat kurangnya perawatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan terhadap proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang menelan dana Rp 10,3 miliar kembali muncul. Kali ini yang menjadi sorotan adalah rumput yang ada di lapangan Alun-alun.

Saat ini kondiri rumput sebagian besar mengering dan hanya di beberapa titik saja yang terlihat masih menghijau. Kondisi rumput yang terancam mati itu diduga akibat kurangnya perawatan.

Informasi yang didapat menyebutkan, di dalam lapangan sebenarnya sudah terpasang alat sprinkler yang berfungsi untuk menyiram rumput secara otomatis. Namun, sejak proyek ini selesai akhir tahun 2016, springkler tersebut jarang terlihat menyentorkan air.

Dari pengecekan di lokasi, memang terdapat beberapa alat springkler. Namun melihat sepintas, alat ini tampak jarang difungsikan. Sebab, sebagian tertutup tanah dan rumput.

Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo menyatakan, sejak awal, pelaksanaan mega proyek itu memang sudah sering mendapat sorotan. Sebab, pelaksanaannya dinilai kurang profesional.

Termasuk juga masalah rumput yang ditanam di lapangan. Informasi yang sempat diterima, rumput yang ditanam itu jenisnya campuran. Akibatnya, tidak lama setelah proyek selesai, sempat tumbuh banyak rumput liar di dalam lapangan.

“Perawatan rumputnya saya lihat juga tidak maksimal. Hal itu bisa dilihat dengan kondisi rumput saat ini yang menguning meski masih terkena hujan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Nugroho Agus Prastowo menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan inventarisir lapangan untuk menemukan apa saja yang perlu dibenahi. Hal itu diperlukan karena hasil proyek itu baru saja diserahkan pada DLH dari dinas sebelumnya yang menangani pekerjaan revitalisasi tersebut.

“Penyerahan alun-alun untuk ditangani DLH baru saja dilakukan. Jadi, kami perlu inventarisir dulu kondisi di lapangan,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Nah…Sekarang Mobil Sudah Tak Bisa Lagi Keluyuran di Lapangan Alun-alun Purwodadi

Dua pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup Grobogan sedang memperkuat tiang penyangga portal di pintu masuk Alun-alun Purwodadi sisi utara. (MuriaNewsCom/Dhani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan- Sorotan terhadap banyaknya kendaraan bermotor yang masuk ke dalam lapangan Alun-alun Purwodadi langsung disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan.

Guna mencegah masuknya kendaraan, pihak DLH akhirnya membuatkan portal permanen di pintu masuk sebelah utara.

Kendaraan yang masuk ke dalam kawasan alun-alun itu semuanya lewat pintu utara yang ada di seberang kantor DPRD Grobogan. Sebelumnya, di pintu ini sudah ada portal, tetapi posisinya tidak permanen alias bisa digeser.

Pada tiga pintu masuk alun-alun lainnya, kendaraan tidak bisa lewat. Sebab, konstruksi pintu masuknya dibuat seperti anak tangga.

Dari pantauan di lapangan, terlihat masih ada dua orang yang sedang memperkuat tiang penyangga portal dengan semen. Portal yang dipasang terbuat dari pipa besi.

Di atas pipa besi yang posisinya melintang diberi gerigi cukup tajam. Gerigi tajam ini dipasang supaya pipa besi tidak dipakai duduk orang.

Sekretaris DLH Nugroho Agus Prastowo ketika dimintai komentarnya menyatakan, pemasangan portal dilakukan supaya sepeda motor maupun mobil tidak masuk ke dalam alun-alun. Sebab, masuknya kendaraan bermotor atau mobil bisa merusak lantai maupun lapangan.

“Akses masuk ke dalam alun-alun lewatnya pintu utara. Akhirnya, kita pasang portal supaya kendaraan tidak bisa masuk,” jelasnya, Selasa (22/8/2017).

Baca juga : Anggota Dewan Grobogan Geregetan Lihat Mobil Bebas Masuk Lapangan Alun-alun

Sebelumnya, banyaknya kendaraan yang bebas keluar masuk alun-alun sempat mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Grobogan. Anggota dewan meminta agar hal itu segera disikapi dengan tegas, karena semua kendaraan bermotor sudah disiapkan lahan parkir di sekeliling alun-alun.

Editor : Ali Muntoha

Anggota Dewan Grobogan Geregetan Lihat Mobil Bebas Masuk Lapangan Alun-alun

Kendaraan roda empat yang masuk ke dalam kawasan Alun-alun Purwodadi mendapat sorotan anggota DPRD Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah anggota DPRD Grobogan menyoroti makin bebasnya kendaraan keluar masuk ke dalam kawasan Alun-alun Purwodadi. Sorotan itu dilontarkan karena sebelumnya sudah ditegaskan kalau bagian dalam alun-alun termasuk lapangan harus steril dari kendaraan.

Bahkan, sepeda motor pun dilarang masuk ke alun-alun. Kebijakan itu dilakukan supaya tidak merusak konstruksi bangunan dan lapangan.

“Akhir-akhir ini, ada keluhan kalau motor, mobil, bahkan truk masuk ke dalam alun-alun. Harusnya ini tidak boleh,” tegas Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo, Jumat (11/8/2017).

Senada dengan Budi, anggota Komisi A Sukanto juga mempertanyakan bebasnya beragam jenis kendaraan masuk ke dalam alun-alun. Jika hal itu tidak segera disikapi dengan tegas, maka kendaraan yang masuk ke dalam alun-alun pasti makin banyak.

“Semua kendaraan bermotor harus parkir di sekeliling alun-alun yang lokasinya sudah disiapkan. Nanti, saya akan minta penjelasan dari dinas terkait yang menangani alun-alun,” cetusnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, kendaraan yang masuk ke dalam kawasan alun-alun itu semuanya lewat pintu utara di seberang kantor DPRD Grobogan. Di pintu ini sebenarnya sudah ada portal, tetapi posisinya tidak permanen alias bisa digeser.

Pada tiga pintu masuk alun-alun lainnya, kendaraan tidak bisa lewat. Sebab, konstruksi pintu masuknya dibuat seperti anak tangga.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief  saat dimintai tanggapannya menyatakan, kendaraan bermotor memang tidak diperbolehkan masuk ke dalam alun-alun. Sebab, masuknya kendaraan bermotor atau mobil bisa merusak lantai maupun lapangan.

“Saat ini pengelolaan alun-alun sudah ada pada Dinas Linkungan Hidup. Nanti, akan kita koordinasikan supaya memasang portal permanen di pintu utara agar kendaraan tidak bisa masuk,” jelasnya.

 Editor : Ali Muntoha

Kontraktor Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Terancam Masuk Daftar Hitam

Sejumlah pekerja melakukan perbaikan Alun-alun Purwodadi pada masa pemeliharaan lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rekanan penggaran proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Grobogan, terancam masuk dalam daftar hitam atau black list. Sebab, hingga berakhirnya enam bulan masa perawatan pekerjaan dalam kurun waktu Januari-Juni 2017, masih ada beberapa paket yang belum dikerjakan.

“Masih ada beberapa paket yang belum dikerjakan. Di antaranya, inlet drainase yang belum semuanya digeser ke posisi yang tepat. Kemudian, tanaman palem yang masih mati meski sudah diganti serta tanaman pucuk merah,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Joni Sarjono.

Hingga saat ini, pihak rekanan yakni PT Aditya Mulya Pratama belum mengajukan final hand over (FHO) atau serah terima pekerjaan. Kalaupun mengajukan, pihaknya belum bisa menerima karena masih ada pekerjaan pemeliharaan yang belum dilaksanakan dengan baik.

Joni menegaskan, belum adanya pengajuan FHO tersebut masa pemeliharaan meski sudah melewati batas waktu. Sesuai kontrak, masa pemeliharaan berlangsung selama enam bulan setelah proyek selesai.

Proyek revitalisasi alun-alun senilai Rp 10,3 miliar itu selesainya akhir tahun 2016 lalu. Sehingga batas masa pemeliharaan pada akhir bulan Juni.

“Kalau rekanan tidak melaksanakan pemeliharaan proyek dengan baik maka ada konsekuensinya. Yakni, uang retensi senilai 5 persen dari nilai proyek tidak kita cairkan dulu,” tegasnya.

Joni menambahkan, terkait dengan kondisi tersebut pihaknya merencanakan akan berkonsultasi dengan beberapa instansi terkait. Antara lain, Bagian Hukum, Inspektorat dan TP4D Kejari Grobogan terkait kemungkinan memutus kontrak akibat buruknya hasil perbaikan selama masa perawatan. 

“Kalau kena pemutusan kontrak dampak bagi rekanan bisa kena black list. Tapi saya konsultasikan dulu masalah ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Tinggal Sebulan Lagi, Begini Penampakan Terkini Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Sejumlah pekerja terlihat masih sibuk menyelesaikan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang waktu pelaksanaannya tinggal satu bulan lagi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja terlihat masih sibuk menyelesaikan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi yang waktu pelaksanaannya tinggal satu bulan lagi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 MuriaNewsCom,Grobogan – Sejumlah pihak sampai saat ini ternyata masih ada yang pesimis dengan penyelesaian proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sesuatu batas waktu yang ditentukan. Kekhawatiran itu didasarkan pada kondisi terbaru dari proyek revitalisasi senilai Rp 10,3 miliar tersebut.

Selain itu, rasa pesimis itu juga didasari waktu pelaksanaan proyek yang tinggal satu bulan lagi. Sesuai kontraknya, proyek itu sudah harus selesai pada 22 Desember mendatang.

“Waktunya cukup mepet, sementara pekerjaannya masih banyak yang belum rampung. Makanya, dengan melihat kondisi sekarang, saya merasa pesimis kalau proyek ini bisa selesai tepat waktu. Mudah-mudahan, prediksi saya ini salah,” kata Bagus Hutomo, salah seorang warga yang kebetulan sedang mengamatai proyek revitalisasi alun-alun, Selasa (22/11/2016).

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan M Chanief ketika dimintai tanggapannya masih menyatakan rasa optimis kalau proyek tersebut bakal rampung sesuai waktu yang ditentukan. Menurutnya, saat ini progres pelaksanaan pekerjaan sudah mencapai 70 persen.

“Kita optimislah proyek alun-alun selesai sesuai schedule. Saat ini sudah 70 persen progresnya dan waktu pelaksanaan masih sebulan lagi. Pihak rekanan juga berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni juga sempat mengkhawatirkan selesainya proyek tersebut sesuai batas waktu. Bahkan, untuk memastikan langsung, Sri Sumarni didampingi Ketua DPRD Agus Siwanto sempat melangsungkan sidak, usai rapat Paripurna, Sabtu (12/11/2016). Saat sidak saat itu, progres proyek masih berkisar 60 persen.

Mengingat waktunya sudah cukup mepet, Sri Sumarni sempat meminta pihak rekanan melakukan upaya lebih. Seperti menambah tenaga kerja dan peralatan. Bahkan, bila perlu, pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan malam hari.

“Terus terang saya sedikit khawatir kalau proyek ini tidak bisa selesai tepat waktu. Makanya, saya datang kesini untuk memastikan komitemen pihak rekanan,” katanya saat sidak itu.

 Editor : Kholistiono

Bupati Sri Sumarni Sidak Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siwanto dan sejumlah pejabat saat melangsungkan sidak proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Sabtu (12/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siwanto dan sejumlah pejabat saat melangsungkan sidak proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, Sabtu (12/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Ketua DPRD Agus Siwanto mendatangi Alun-alun Purwodadi untuk melihat perkembangan proyek revitalisasi yang masih dalam proses pengerjaan, Sabtu (12/11/2016). Kunjungan mendadak Sri Sumarni itu dilangsungkan usai mengikuti rapat paripurna.

Ikut mendampingi, Sekda Grobogan Sugiyanto, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan M Chanief, Kabag Humas Ayong Muctarom. Terlihat pula Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso.

Dari Gedung DPRD, rombongan ini berjalan kaki menuju alun-alun yang letaknya hanya berseberangan. Sri Sumarni yang sudah mengenakan sepatu boot langsung berkeliling untuk melihat kondisi lapangan.

Usai keliling lokasi, Sri Sumarni menanyakan sudah seberapa progres pekerjaan yang dilakukan sampai saat ini pada M Chanief.“Dari laporan terakhir, progresnya sudah berkisar 60 persen,” jawab Chanief.

Mendengar jawaban ini, Sri Sumarni terlihat sedikit khawatir dengan selesainya pekerjaan revitalisasi alun-alun sesuai tenggat waktu. Soalnya, proyek senilai Rp 10,3 miliar sudah harus selesai 22 Desember.“Waktu pelaksanaan tinggal sekitar 40 hari lagi. Ini progresnya kok baru 60 persen,” tegasnya.

Sri Sumarni kemudian meminta penjelasan dari petugas lapangan PT Aditya Mulya Pratama selaku rekanan pelaksana proyek revitalisasi alun-alun tersebut. Pada petugas ini, Sri langsung menegaskan supaya pihak rekanan harus bisa mematuhi komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.“Terus terang saya sedikit khawatir kalau proyek ini tidak bisa selesai tepat waktu. Makanya, saya datang ke sini untuk memastikan komitemen pihak rekanan,” katanya.

Mengingat waktunya cukup mepet, Sri minta supaya pihak rekanan melakukan upaya lebih. Seperti menambah tenaga kerja dan peralatan. Bahkan, bila perlu, pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan malam hari.

“Siap, Bu. Proyek ini akan kita selesaikan tepat waktu. Saat ini, kami sudah mengerahkan 80 tenaga kerja dan akan kita tambah lagi sesuai kebutuhan,” janji Probo, perwakilan dari rekanan yang ada di lokasi pekerjaan pada Sri Sumarni.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Siswanto menyatakan, pada prinsipnya, anggota dewan sangat mendukung agar proyek revitalisasi alun-alun bisa selesai pada tahun ini. Namun, dalam pelaksanaannya harus memperhatikan tiga aspek utama. Yakni, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi.

”Perlu diperhatikan, proyek revitalisasi alun-alun ini jadi salah satu perhatian publik. Oleh sebab itu, banyak masukan yang datang dari masyarakat terkait pengerjaan proyek ini. Kami berharap, agar tahun ini, proyek ini bisa rampung seperti harapan kita semua,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Tinggal 2 Bulan, Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Baru Dikerjakan 40 Persen

Sejumlah pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sedang mengerjakan pembuatan lantai dasar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sedang mengerjakan pembuatan lantai dasar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sejumlah pihak kembali menyoroti pelaksanaan proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi. Sorotan itu dilontarkan terkait pelaksanaan pekerjaan yang dinilai lamban. Hingga pertengahan masa pekerjaan, perkembangan proyek revitalisasi itu belum terlihat signifikan.

“Saya nilai pekerjaan revitalisasi alun-alun ini pelaksanaannya kurang maksimal. Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan lagi, ditambah faktor cuaca yang sering hujan, saya khawatir pekerjaannya tidak akan rampung tepat waktu,” kata beberapa warga yang sempat melihat kondisi alun-alun usai Jumatan di Masjid Baitul Makmur, Jumat (28/10/2016).

Sementara itu, Kabid Tata Ruang Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya menegaskan, sampai saat ini progres proyek revitalisasi alun-alun itu sudah berkisar 40 persen. Proyek dengan dana Rp 10,3 miliar itu harus selesai dikerjakan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember.

“Waktu yang tersisa memang tinggal sekitar 2 bulan lagi. Kami sudah meminta PT Aditya Mulya Pratama selaku rekanan supaya bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka kita minta untuk menambah tenaga dan peralatan kerja biar pekerjaan cepat selesai,” katanya.

Joni memaklumi jika ada beberapa pihak yang menyatakan pelaksanaan pekerjaan dinilai lamban. Hal itu disebabkan, banyak pekerjaan yang tidak bisa langsung digarap. Soalnya, masih menunggu proses pengurukan kawasan alun-alun selesai. Seperti pembuatan lantai dan pemasangan tiang untuk tempat jualan para PKL.

Dikatakan, proses pengurukan itu butuh waktu dan material yang banyak. Sebab, volumenya mencapai 12.000 meter kubik. Setelah proses pengurukan selesai maka progres pekerjaan dipastikan akan naik signifikan.

“Saat ini proses pengurukan sudah hampir selesai. Sehingga beberapa pekerjaan sudah bisa dilakukan. Sekarang ini, pembuatan lantai dasar sudah mulai digarap dan tiang untuk PKL juga sudah berdiri,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Komisi C Bakal Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan Penggarap Proyek Alun-alun Purwodadi

 Sejumlah pekerja terlihat masih mengerjakan pemasangan pondasi talud sekeliling alun-alun (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Sejumlah pekerja terlihat masih mengerjakan pemasangan pondasi talud sekeliling alun-alun (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menidaklanjuti sidak yang dilakukan beberapa hari lalu, Komisi C DPRD Grobogan akan mengundang rekanan yang mengerjakan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi. Tujuannya untuk melangsungkan rapat dengar pendapat dengan rekanan, pengawas, serta dinas terkait lainnya.

“Jadwal rapat dengar pendapat ini kita agendakan Sabtu (20/8/2016) besok, sekitar pukul 11.00 WIB. Selain rekanan, beberapa pihak yang berkompeten dengan proyek ini, kita hadirkan juga,” tegas Ketua Komisi C Eko Budi Santoso, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, dalam sidak sebelumnya, ada beberapa hal yang sempat jadi sorotan. Seperti, proses pengadukan material yang dilakukan manual, kualitas pasir, dan asal –usul tanah uruk yang ditengari bukan dari galian legal.

Melalui rapat dengar pendapat nanti, pihaknya ingin mendapatkan jawaban yang lengkap dari rekanan dan pihak terkait lainnya. Dengan demikian, jika ternyata ada kendala maka akan bisa segera dicarikan solusinya.

Sebab, pada prinsipnya, komisi C sangat mendukung agar proyek revitalisasi alun-alun bisa selesai pada tahun ini. Meski demikian, dalam pengerjaannya harus memperhatikan tiga aspek utama. Yakni, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi.

”Perlu diperhatikan, proyek revitalisasi alun-alun ini jadi salah satu perhatian publik.  Oleh sebab itu, banyak masukan yang datang dari masyarakat terkait pengerjaan proyek ini. Kami berharap, agar tahun ini, proyek ini bisa rampung seperti harapan kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, meski sempat ada sorotan keras dari anggota dewan, pelaksanaan proyek revitalisasi alun-alun masih tetap berlanjut. Dari pantauan di lapangan, puluhan pekerja masih terlihat mengerjakan pondasi talud sekeliling alun-alun.

Terlihat pula, satu unit backhoe tengah menurunkan saluran air dari beton yang nantinya akan dipasang di kawasan tersebut. Meski demikian, tidak terlihat aktivitas truk yang membongkar tanah uruk seperti beberapa hari lalu.

Editor : Kholistiono

 

Komisi C DPRD Grobogan Soroti Pengerjaan Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Anggota Komisi C DPRD Grobogan saat melangsungkan sidak proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Komisi C DPRD Grobogan saat melangsungkan sidak proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rekanan yang mengerjakan proyek revilatisasi Alun-alun Purwodadi diminta lebih serius dan profesional. Hal itu ditegaskan Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso saat melangsungkan sidak proyek senilai Rp 10,6 bersama anggotanya, Senin (15/8/2016).

Menurutnya, sejak awal, pihaknya sudah meminta rekanan dan dinas teknis supaya memperhatikan tiga hal dalam pengerjaan proyek. Yakni, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat administrasi.

Namun, dari sidak tersebut ada beberapa hal yang jadi sorotan komisi C. Antara lain, proses pengadukan semen dan pasir yang dilakukan secara manual, tidak menggunakan molen atau mesin pengaduk.

“Peralatan pendukung pekerjaan ini perlu dilengkapi dan diperbanyak. Masak, ngaduknya manual seperti ini. Kalau caranya seperti ini kualitasnya patut dipertanyakan. Tolong, hal ini diperhatikan,” cetus Eko pada Kabid Tata Ruang Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan Joni Sarjono yang kebetulan sudah ada di situ sebelum anggota komisi C melangsungkan sidak.

Setelah mendapat teguran komisi C, proses pengadukan material untuk pelapis pondasi secara manual kemudian dihentikan. Menariknya, tidak lama kemudian, terdengar suara mesin molen yang sebenarnya sudah berada di situ. Namun sejak pagi mesin ini tidak dinyalakan.

Selain itu, sorotan lain yang dilontarkan adalah bahan baku pasir yang digunakan. Di mana, pasir tersebut ditengarai bukan berasal dari Merapi seperti standar yang sudah ditentukan.

Selanjutnya, tanah yang dipakai untuk menguruk lapangan juga sempat dipertanyakan. Yakni, dari mana tanah uruk didapatkan pihak rekanan. Sebab, ada kabar yang menyatakan jika tanah uruknya bukan berasal dari galian legal.

“Perlu diperhatikan, proyek revitalisasi alun-alun ini jadi salah satu perhatian publik.  Oleh sebab itu, banyak masukan yang datang dari masyarakat terkait pengerjaan proyek ini. Kami berharap, agar tahun ini, proyek ini bisa jadi seperti harapan kita semua,” imbuh Eko didampingi Wakil Ketua DPRD Anang Prasetyo yang ikut dalam sidak tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan M Chanif yang dimintai komentarnya menyatakan, masukan dari anggota komisi C itu akan ditindaklanjuti. Terutama, dari segi pengawasan supaya melakukan tugasnya lebih maksimal mumpung pengerjaan proyek yang dilakukan oleh PT Aditya Mulya Pratama tersebut masih dalam tahap awal.“Progres proyek revitalisasi alun-alun ini baru berkisar 5 persen. Batas akhir pekerjaan sampai 22 Desember mendatang,” katanya.

Editor : Kholistiono

Asyik, Pascadirenovasi, Alun-alun Purwodadi Masih Bisa Dipakai ‘Bal-balan’

 Kawasan alun-alun mulai dipenuhi tanah galian karena lokasi itu bakal ditinggikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Kawasan alun-alun mulai dipenuhi tanah galian karena lokasi itu bakal ditinggikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah proyek revitalisasi setelesai, kawasan Alun-alun Purwodadi nantinya masih bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat seperti biasanya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif.

“Setelah proyeknya selesai, fungsi alun-alun nanti akan dikembalikan seperti semula. Termasuk dipakai buat anak-anak bermain sepak bola pakai bola plastik, seperti biasanya,” katanya.

Selain itu, fungsi alun-alun juga masih dimungkinkan untuk menggelar pentas hiburan. Kemudian, kegiatan upacara juga nantinya bisa dilakukan di situ. Sebab, fungsi alun-alun selama ini memang sebagai sarana aktivitas publik.

Di samping itu, keberadaan PKL juga masih akan terlihat di situ pasca revitalisasi. Hanya saja, nantinya PKL akan ditempatkan dalam lokasi khusus yang ada di sisi timur alun-alun.

Chanif menjelaskan, proyek revitalisasi alun-alun itu disediakan anggaran senilai Rp 10,6 miliar. Sesuai kontrak, pelaksanaan proyek revitalisasi itu harus diselesaikan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember mendatang.”Pelaksanaan proyek ini sudah berjalan sesuai rencana. Kita harapkan rekanan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” katanya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, aktvitas pekerjaan di kawasan alun-alun terlihat makin meningkat setelah pagar pengaman terpasang di sekeliling lokasi proyek yang dikerjakan rekanan asal Wonosobo itu. Selain pekerjanya makin banyak, kendaraan truk pengangkut tanah yang keluar masuk lokasi makin meningkat.

Saat ini, hampir semua lapangan sudah ditimbun tanah urug. Terlihat pula ada kendaraan berat jenis backhoe dan buldoser yang ada di lokasi proyek. “Lapangan lama nanti akan ditinggikan sekitar 40 cm. Demikian juga trotoar sekeliling alun-alun nanti juga ikut ditinggikan. Saat ini masih proses pengurukan dan perataan,” imbuh Kabid Cipta Karya Joni Sarjono.

Editor : Kholistiono

Banyak Orang Bingung Ketika Lewat Alun-alun Purwodadi, Ini Sebabnya

 

Pagar pengaman setinggi dua meter sudah terpasang di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pagar pengaman setinggi dua meter sudah terpasang di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sudah dimulainya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata membuat bingung banyak orang. Yakni, mereka yang kebetulan melintasi kawasan paling ramai di Kota Purwodadi tersebut.

Kebingungan ini terjadi lantaran mulai Jumat (5/8/2016) ini, kawasan alun-alun ‘menghilang’ dari pandangan mata. Hal ini terjadi lantaran sekeliling alun-alun sudah dipasang pagar seng setinggi 2 meter.

“Terus terang tadi saya kaget ketika berhenti dilampu merah. Soalnya, alun-alunnya tidak kelihatan lagi. Saya tidak tahu kalau kawasan alun-alun sedang direnovasi,” cetus Sugeng Riyadi, warga Ngaringan yang hendak menemui temannya di Kantor Setda Grobogan.

Beberapa orang lainnya juga melontarkan komentar yang hampir senada. Bahkan, ada yang mengira jika di alun-alun tersebut bakal ada konser musik lantaran sekelilingnya dipasang pagar.

“Saya kira tadi mau dipakai hiburan karena ditutup pagar seng. Biasanya, kalau ada pertunjukkan di situ, sekeliling alun-alun memang dipagari,” cetus Yunita, gadis asal Klambu.

Sementara itu, Kepala DCTK M Chanif menjelaskan, pemasangan pagar itu dilakukan sebagai langkah pengamanan yang dilakukan pihak rekanan penggarap proyek senilai Rp 10,6 miliar tersebut. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan proyek tidak terganggu akses dari pihak yang tidak berkepentingan.

“Karena untuk pengamanan maka sekeliling alun-alun dipagari. Dalam minggu ini, memang seluruh kawasan alun-alun dijadwalkan sudah harus tertutup pagar. Untuk akses keluar masuk pekerja dan kendaraan proyek melalui pintu pagar di sebelah utara,” katanya.

Menurutnya, sesuai kontrak, pelaksanaan proyek revitalisasi itu harus diselesaikan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember mendatang.

 Editor : Kholistiono

 

Bupati Grobogan Mendadak Datangi Proyek Revitalisasi Alun-alun

Bupati Grobogan Sri Sumarni meninjau proyek revitalisasi alun-alun (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni meninjau proyek revitalisasi alun-alun (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar pihak rekanan yang memenangkan lelang proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi bisa melaksanakan pekerjaan sesuai rencana. Hal itu disampaikan Sri saat melakukan sidak ke lokasi proyek revitalisasi, Rabu (3/8/2016). “Saya minta agar proyek ini bisa selesai tepat waktu. Hasilnya juga harus sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi dalam kunjungan lokasi tersebut. Antara lain, Kapolres AKBP Agusman Gurning, Kajari Abdullah, Ketua DPRD Agus Siswanto dan Sekda Sugiyanto. Terlihat pula, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) M Chanif dan Kabag Humas Ayong Muhtarom.

Kunjungan bupati dan sejumlah pimpinan FKPD itu dilakukan usai menghadiri acara sidang paripurna. Kebetulan lokasi proyek hanya berseberangan dengan Kantor DPRD Grobogan. “Sengaja saya dan pimpinan FKPD menyempatkan waktu untuk melihat pelaksanaan revitalisasi alun-alun. Kebetulan tadi kita sama-sama menghadiri acara sidang paripurna dan setelah selesai langsung meninjau ke sini,” imbuh Sri.

Ia mengatakan, proyek revitalisasi ini memang menjadi salah satu perhatian utama. Sebab, proyek ini sudah dinantikan oleh masyarakat. Selain itu, pelaksanaan revitalisasi alun-alun ini juga sempat tertunda dua tahun. Hal ini terjadi lantaran proyek ini sempat gagal dilelangkan dalam tahun anggaran sebelumnya.

Sementara itu, Kepala DCTK M Chanif menjelaskan, sesuai kontrak, pelaksanaan proyek revitalisasi itu harus diselesaikan dalam waktu 160 hari kalender. Terhitung, sejak 16 Juli sampai 22 Desember ,mendatang. “Pelaksanaan proyek ini sudah berjalan sesuai rencana. Kita harapkan penyelesaiannya bisa tepat waktu,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini Kekhawatiran Warga Terkait Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Meski ada proyek revitalisasi alun-alun, warga berharap keberadaan pohon raksasa tetap dilestarikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Meski ada proyek revitalisasi alun-alun, warga berharap keberadaan pohon raksasa tetap dilestarikan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata tidak hanya dinantikan warga saja. Sebagian pihak lainnya ternyata ada yang khawatir dengan adanya proyek revitalisasi senilai Rp 10,6 miliar itu.

Kekhawatiran ini terkait dengan keberadaan sejumlah pohon trembesi berukuran sangat besar yang ada di kawasan alun-alun. Sejumlah pihak ini khawatir jika pohon yang sudah berusia lebih seabad itu ikut ditebang.

“Soal proyek perbaikan alun-alun memang saya setuju dilakukan. Soalnya, kondisinya memang sudah banyak yang rusak. Tetapi, keberadaan pohon itu yang belum dapat kejelasan,” kata Supar, warga yang tinggal di sekitar alun-alun.

Dia berharap agar keberadaan pohon itu perlu dilestarikan. Sebab, keberadaan pohon sebesar itu di kawasan kota sudah sangat sulit dijumpai. Selain itu, pohon raksasa tersebut sudah jadi ikon tersendiri di kawasan alun-alun.

“Banyak yang punya kenangan dengan adanya pohon raksasa itu. Dulu, di atas pohon itu sempat ada rumah-rumahannya dan saya sering tiduran di atas. Tetapi, rumah-rumahan dari kayu itu sudah hilang lantaran rusak terkena angin dan sampai sekarang tidak dibikin lagi,” cetus Setiadi, warga lainnya.

Sementara itu, Kabid Cipta Karya Joni Sarjono ketika dimintai tanggapannya memahami kekhawatiran warga soal keberadaan pohon besar tersebut. Sebab, pohon itu termasuk langka lantaran usianya diperkirakan sudah lebih dari 100 tahun.

Dijelaskan, dalam grand desain yang sudah dibuat, keberadaan pohon besar yang letaknya di tengah trotoar itu akan tetap dipertahankan. Namun, beberapa pohon peneduh lainnya yang berukuran lebih kecil dan ada di pinggir lapangan akan ditebang. “Pohon yang ukurannya besar ini ada enam jumlahnya. Semuanya akan tetap dipertahankan,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Baru Ada 3 PKL yang Jualan di Tempat Relokasi

 

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat relokasi PKL kawasan Alun-alun Purwodadi ternyata belum sepenuhnya digunakan untuk berjualan. Indikasinya, pada hari pertama, Senin (2/8/2016) tempat relokasi di jalan depan Pegadaian hingga SDN 4 Purwodadi masih terlihat lengang, dari sore hingga malam.

Dari pantauan di lapangan, baru ada tiga PKL yang jualan di tempat relokasi sementara itu. Dua PKL jualan di depan SDN 4 dan satunya lagi di depan Rumah Dinas Ketua DPRD Grobogan.”Hari pertama belum banyak yang buka. Mungkin dua atau tiga hari lagi mulai ramai yang jualan,” kata Rini, salah satu PKL yang sudah buka di tempat relokasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Nur Wakhid menyatakan,  ada beberapa kendala yang dihadapi ketika harus berjualan di lokasi baru. Yakni, kaveling yang relatif sempit, karena ukurannya hanya 3,5 x 4 meter. Dengan kondisi ini, sebagian PKL harus membuat tenda baru yang disesuaikan dengan lokasi.”Tempat jualan lama di alun-alun, ukurannya lebih luas. Makanya, kami perlu menyiapkan tenda dulu yang ukurannya disesuaikan dengan lokasi sekarang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mencari solusi guna mendapatkan suplai listrik ke tenda PKL. Sebelumnya, masalah listrik tidak jadi kendala ketika masih jualan di tempat lama.

Editor : Kholistiono

 

Hari Ini Semua PKL Alun-alun Purwodadi Harus Pindah ke Tempat Relokasi

 

Sejumlah pekerja tengah sibuk memasang pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja tengah sibuk memasang pagar pengaman di sekeliling Alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,6 miliar tampaknya akan dikerjakan lebih intensif mulai minggu ini. Hal ini terlihat dengan sudah dipagarnya sekeliling alun-alun mulai Senin (1/8/2016).

Dari pantauan di lapangan, seharian ini sudah lebih banyak pekerja yang ada di alun-alun dibandingkan beberapa hari lalu. Sebagian pekerja ada yang memasang pagar seng setinggi dua meter. Pemasangan pagar ini dimulai dari sisi sebelah barat.

Sebagian pekerja lainnya tampak melakukan penggalian tempat pembuatan pondasi. Penggalian ini juga dilakukan dari sisi barat alun-alun. Sementara pada pagi harinya, sejumlah truk juga terlihat masuk lokasi alun-alun untuk menurunkan material.

Kepala Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, mulai awal Agustus ini pihak rekanan memang sudah diberi lampu hijau untuk melakukan pemagaran sekeliling lokasi pekerjaan. Hal ini seiring sudah rampungnya rencana penataan PKL di situ yang akan dipindah ke tempat relokasi sementara. Yakni, di pinggir jalan depan Pegadaian hingga depan SDN 4 Purwodadi.

“Sebenarnya, pihak rekanan bermaksud memasang pagar pengaman pada Minggu lalu. Namun, kami meminta agar pemagaran ditunda dulu sampai PKL yang ada di situ menempati lahan relokasi sementara,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wakhid menyatakan, sesuai kesepakatan sebelumnya, mulai hari ini, semua PKL sudah tidak berjualan lagi di kawasan alun-alun. Mereka nantinya akan pindah ke tempat relokasi yang sudah disiapkan.“Toleransi jualan di sini sampai hari Minggu kemarin. Jadi mulai hari ini, tempat jualan pindah ke lokasi sementara,” katanya.

Meski demikian, pada hari pertama pindah ini belum semua PKL akan berjualan di tempat relokasi. Sebab, masih ada beberapa persiapan yang harus dilakukan.

Seperti membuat tenda jualan yang disesuaikan dengan kapling yang disediakan seluas 3,5 x 4 meter. Kemudian, masalah saluran listrik ke tenda PKL juga sedang dicarikan solusinya.

 Editor : Kholistiono

Ini Aktivitas Perdana Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Sejumlah pekerja tengah memasang patok kayu di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja tengah memasang patok kayu di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah mendapat sorotan, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi akhirnya mulai dikerjakan. Hal ini, terlihat dengan adanya belasan pekerja yang mulai melakukan kegiatan di seputar kawasan alun-alun, Jumat (29/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, belasan pekerja tersebut melakukan pemasangan patok kayu di sekeliling alun-alun. Tepatnya, beberapa meter di belakang trotoar yang ada saat ini. Patok tersebut merupakan tanda untuk lokasi penggalian pondasi trotoar yang baru.

Informasi yang didapat, dalam waktu dekat, pihak rekanan akan memasang pagar penutup di lokasi pekerjaan. Tepatnya, di sisi luar trotoar atau di pinggir jalan sekeliling alun-alun. Penutupan ini dilakukan untuk pengamanan material dan peralatan kerja yang akan segera ditempatkan di situ.

Kepala Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, sebenarnya, pihak rekanan bermaksud memasang pagar pengaman lebih dulu sebelum melakukan kegiatan. Namun, pihaknya meminta agar pemagaran ditunda dulu sampai PKL yang ada di situ menempati lahan relokasi sementara.

“Dalam akhir pekan ini, para PKL kita toleransi masih boleh jualan di alun-alun. Minggu depan, mereka sudah harus pindah ke tempat relokasi yang sudah kita siapkan. Jadi, pekan depan kemungkinan akan dilakukan pemagaran,” ujar Chanif melalui Kabid Cipta Karya Joni Sarjono.

Menurutnya, sesuai kontrak, proyek revitalisasi alun-alun itu sudah harus rampung dalam waktu 160 hari terhitung sejak 16 Juli lalu. Batas akhir penyelesaian proyek senilai Rp 10,6 miliar ini sampai dengan 22 Desember mendatang.

 Editor : Kholistiono

PKL di Alun-alun Purwodadi Sepakat Direlokasi

 

Para PKL alun-alun dan warga sekitar mengikuti acara sosialisai soal relokasi sementara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para PKL alun-alun dan warga sekitar mengikuti acara sosialisai soal relokasi sementara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di kawasan Alun-alun Purwodadi mendukung langkah Pemkab Grobogan untuk merelokasi mereka ke tempat sementara. Hal itu terungkap dalam acara sosialisasi relokasi sementara PKL yang dilangsungkan di Aula Kantor Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan, Kamis (28/7/2017).

“Seperti kita tahu, dalam waktu dekat, kawasan alun-alun akan direhab. Maka kami juga manut saja ketika diminta pindah sementara ke lokasi baru. Yakni, di pinggir jalan depan Pegadaian hingga depan SDN 4 Purwodadi. Jumlah PKL keseluruhan yang terdata ada 54 orang,” kata Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wakhid.

Selain paguyuban dan para PKL, acara sosialisasi juga dihadiri perwakilan warga yang ada di sekitar kawasan alun-alun. Kemudian, hadir pula dari Satpol PP, Polsek Purwodadi, Dishubkominfo, Pegadaian, Kelurahan Purwodadi, dan Diperindagtamben.

Dalam acara tersebut, perwakilan warga juga menyatakan tidak keberatan adanya relokasi di situ. Hanya saja, para PKL diminta untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Satu hal lagi, para PKL juga diminta untuk berjualan setelah jam kantor selesai. Mereka diminta untuk membongkar tenda jika sudah selesai jualan.

“Kami tidak masalah jika relokasi dilakukan di depan kantor, karena ini sifatnya hanya sementara. Hanya saja, kami minta PKL selalu menjaga kebersihan,” kata Pimpinan Cabang Pegadaian Purwodadi Amran yang ikut dalam sosialisasi tersebut.

Kabid Cipta Karya Joni Sarjono yang memimpin sosialisasi tersebut mengungkapkan, jalan yang dipakai relokasi nantinya akan dikapling jadi 54 unit. Hal itu disesuaikan dengan banyaknya PKL yang sudah terdata. Masing-masing kapling berukuran 3,5 x 4 meter.

“Denah lokasi relokasi sudah kita siapkan. Besok, rencananya kita lakukan pengukuran dan pengaplingan di lapangan. Untuk teknis pembagiannya nanti dilotre dan itu kita serahkan pada paguyuban PKL,” jelas Joni.

Menurut Joni, dipilihnya tempat relokasi disitu sudah melalui banyak pertimbangan. Dari sekian lokasi hanya disitulah yang dinilai memenuhi persyaratan.

Editor : Kholistiono

 

Belum Ada Aktivitas, Wakil Ketua Dewan Soroti Pelaksanaan Proyek Revitalisasi Alun-alun

 

Meski sudah ada kotrak kerja namun sejauh ini proyek revitalisasi alun-alun belum kunjung dimulai (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Meski sudah ada kotrak kerja namun sejauh ini proyek revitalisasi alun-alun belum kunjung dimulai (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski kontrak proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sudah dilakukan 16 Juli lalu, namun sampai Kamis (28/7/2016) belum terlihat ada aktivitas yang dilakukan di lokasi pekerjaan. Tak ayal, kondisi ini mendapat sorotan dari beberapa pihak. Salah satunya datang dari Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

Nurwibowo meminta dinas terkait agar segera mengambil sikap. Yakni, meminta rekanan yang memenangkan lelang agar mulai melakukan pekerjaan. Hal itu perlu dilakukan supaya proyek dengan dana Rp 10,6 miliar itu bisa diselesaikan tepat waktu.

“Sejak penandatanganan kontrak sampai sekarang sudah berlalu 10 hari. Tetapi, sampai kini belum ada kegiatan yang terlihat. Kalau tidak segera dimulai, maka saya khawatir kalau proyek nanti tidak bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.

Menurutnya, sorotan terhadap proyek revitalisasi alun-alun itu memang cukup beralasan. Sebab, proyek ini menjadi perhatian dan dinantikan masyarakat. Selain itu, proyek revitalisasi alun-alun sudah direncanakan cukup lama. Yakni, sejak tahun 2014 lalu. Tetapi, dalam dua tahun sebelumnya gagal dikerjakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, sesuai kontrak, proyek revitalisasi alun-alun itu sudah harus rampung dalam waktu 160 hari. Batas akhir penyelesaian pekerjaan ini sampai 22 Desember 2016.

Pada pekan lalu, sudah ada kegiatan yang dilakukan, yakni uitzet atau peninjauan lapangan. Kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan pengukuran lokasi. “Pada minggu ini, kita jadwalkan akan dilakukan pengedropan material. Pihak rekanan sudah kita minta untuk melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, supaya pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Alun-alun Purwodadi Bakal Dibongkar, Puluhan PKL Akan Dipindahkan

Para PKL di kawasan Alun-alun Purwodadi akan dipindahkan sementara karena tempat itu akan direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para PKL di kawasan Alun-alun Purwodadi akan dipindahkan sementara karena tempat itu akan direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan adanya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, dalam waktu dekat, para PKL yang berjualan di situ akan dikumpulkan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan (DCTK). Hal itu disampaikan Kepala DCTK Grobogan M Chanif.“Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, dalam minggu ini akan dimulai. Rencananya, para PKL akan kita kumpulkan Kamis 28 Juli,” katanya.

Menurut Chanif, ada beberapa hal penting yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Antara lain, soal keberadaan PKL yang harus dipindahkan lokasi jualannya. Rencananya, para PKL akan ditempatkan sementara di pinggir jalan depan Pegadaian hingga depan SDN 4 Purwodadi.

Dengan adanya pemindahan tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu dibahas bersama. Seperti, waktu pindahnya, kapling jualan, dan beberapa persiapan teknis lainnya. Nantinya, pihak DCTK akan berkoordinasi dengan Disperindagtamben yang selama ini menangani masalah PKL. “Selain pengurus paguyuban PKL alun-alun, pihak  Disperindagtamben juga kita hadirkan dalam pertemuan nanti,” sambungnya.

Sementara itu, pihak Asosiasi pedagang kaki lima (APKLI) Grobogan ternyata tidak dilibatkan dalam penataan PKL yang ada di seputar alun-alun tersebut. “Sejauh ini, kami dari APKLI belum diajak komunikasi. Kemungkinan, hanya dari paguyuban PKL alun-alun saja yang dilibatkan,” ujar Ketua APKLI Grobogan Adi Sucipto.

Dia menegaskan, pada dasarnya APKLI mendukung langkah pemkab setempat untuk merombak alun-alun agar nampak lebih menawan dan bersih. Namun, pemkab perlu mempertimbangkan keberadaan PKL yang sudah lama berjualan di situ. Mereka itu harus dipikirkan pula kelangsungan usahanya.

“Kami tidak ingin proyek renovasi alun-alun itu mengorbankan kepentingan PKL di situ. Para PKLitu harus dapat kejelasan mau diapakan dan dikemanakan nantinya,” tegas pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu.

Yanto meminta agar pemkab menjalin komunikasi lebih intensif dengan para PKL  di alun-alun sehingga akan mencapai titik temu. Dia berharap, kasus penataan hutan kota di Jl Gajah Mada tidak terulang lagi. Yakni, dalam penataan hutan kota itu dinilai telah mengorbankan hajat hidup banyak PKL.

 Editor : Kholistiono

Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Dikasih Waktu 160 Hari

f-alun-alun

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam waktu dekat, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,6 miliar diharapkan sudah bisa dimulai. Hal ini seiring sudah adanya penandatanganan kontrak kerja yang dilakukan pengguna anggaran dan rekanan yang memenangkan tender.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, penandatanganan kontrak kerja sudah dilangsungkan Sabtu (16/7/2016). Adapun pelaksana pekerjaan akan dilakukan oleh PT Aditya Mulya Pratama selaku pemenang lelang.

Dijelaskan, dalam pekan ini, dijadwalkan akan dilakukan uitzet atau peninjauan lapangan. Kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan pengukuran lokasi. “Kegiatan uitzet ini kita agendakan minggu ini, kemungkinan besok atau lusa. Target kita, pekan depan sudah ada dropping material di lokasi pekerjaan,” kata Chanif melalui Kabid Cipta Karya Joni Sarjono.

Pihak rekanan diminta untuk melaksanakan kegiatan sesuai jadwal supaya pekerjaan itu bisa selesai tepat waktu. Sebab, dalam proyek revitalisasi alun-alun itu sudah harus rampung dalam waktu 160 hari.

“Batas akhir penyelesaian pekerjaan ini sampai 22 Desember 2016. Jadi, pada tahun baru 2017 alun-alun sudah bisa dipakai untuk menggelar kegiatan pergantian tahun,” jelasnya.

Ditambahkan, pelaksanaan proyek revitalisasi alun-alun nanti ada konsultan pengawasnya. Keberadaan konsultan ini diperlukan karena item pekerjaan revitalisasi alun-alun itu cukup banyak. Antara lain ada pembuatan taman, talud, penataan lapangan, penanaman rumput, pembuatan silter dan tenda PKL.

 

Editor : Kholistiono

Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Diprediksi Mulus, Ini Alasannya

Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi diprediksi akan berjalan mulus (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi diprediksi akan berjalan mulus (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi senilai Rp 10,6 miliar diperkirakan bisa berjalan sesuai rencana. Hal ini terkait belum adanya rekanan yang melakukan sanggahan terhadap proses lelang yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Lelang proyek tersebut dimenangkan PT Aditya Mulya Pratama yang berasal dari Wonosobo.

Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto menyatakan, setelah diumumkan pemenangnya pada Jumat (1/7/2016) lalu, tahapan selanjutnya adalah masa sanggah. Durasi waktu untuk melakukan sanggah lelang selama lima hari sejak diumumkan pemenangnya.

Namun, karena ada libur Lebaran, maka masa sanggah diberikan toleransi sampai hari Senin (11/7/2016). “Sampai siang kemarin, belum ada rekanan lainnya yang melakukan sanggahan atas proses lelang yang sudah dilakukan. Batas sanggah ini dilewatkan melalui layanan pengadaan barang dan jasa secara elektronik (LPSE),” jelasnya.

Menurutnya, jika tidak ada sanggahan, maka pemenang lelang akan ditetapkan secara resmi. Setelah itu, maksimal 14 hari berikutnya, sudah harus dikeluarkan surat perintah kerja (SPK) pada pemenang lelang. Kalau tidak ada sanggahan, maka pada awal Agustus nanti diharapkan proyek revitalisasi alun-alun sudah bisa dimulai.

Siswanto menambahkan, dalam proses lelang proyek tersebut, secara keseluruhan ada 80 rekanan yang mendaftar. Tetapi hingga batas akhir pengajuan penawaran, hanya ada 9 rekanan saja yang memasukkan berkas penawaran lelang. Salah satunya adalah PT Aditya Mulya Pratama tersebut.

 

Editor : Kholistiono

 

Tender Proyek Alun-alun Purwodadi Akhirnya Diumumkan, Ini Pemenang Lelangnya

lelang

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah sempat tertunda beberapa hari, tahapan akhir proses lelang proyek revitalisasi kawasan alun-alun Purwodadi, berupa pengumuman pemenang tender akhirnya dilakukan Jumat (1/7/2016).

Sebagai pemenangnya adalah PT Aditya Mulya Pratama. Rekanan yang berasal dari Wonosobo ini berhasil menyisihkan delapan rekanan lainnya yang juga memasukkan berkas penawaran.

Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto menyatakan, setelah diumumkan pemenangnya tahapan selanjutnya adalah masa sanggah. Durasi waktu untuk melakukan sanggah lelang selama lima hari sejak diumumkan pemenangnya.

Namun, karena ada libur hari raya maka masa sanggah akan diberikan toleransi sampai beberapa hari pasca lebaran.

“Semula pengumuman pemenang lelang akan dilangsungkan 22 Juni kemarin. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena ada beberapa proses yang masih dilakukan. Setelah semuanya selesai, hari ini kita umumkan pemenangnya,” jelasnya.

Menurutnya, mundurnya pengumuman pemenang itu disebabkan tim yang menangani lelang butuh waktu untuk melakukan klarifikasi pada rekanan yang mengajukan penawaran proyek revitalisasi alun-alun tersebut.

Jumlah rekanan yang perlu diklarifikasi ada sembilan dan kesemuanya beralamat di luar kota. Beberapa diantaranya ada yang di luar Provinsi Jawa Tengah.

“Proses klarifikasi ini kita harus datang ke lokasi atau alamat rekanan. Jadi, butuh waktu cukup lama terutama untuk rekanan yang jauh. Proses klarifikasi ini harus dilakukan dengan cermat agar tahu persis kondisi rekanan tersebut. Kalau rekanan yang menawar cuma satu atau dua saja, maka proses klarifikasinya bisa lebih cepat. Tetapi, ini ada sembilan sehingga waktu klarifikasinya agak lama,” jelasnya.

Siswanto menambahkan, dalam proses lelang proyek senilai Rp 10,6 miliar tersebut secara keseluruhan ada 80 rekanan yang mendaftar. Tetapi hingga batas akhir pengajuan penawaran, hanya ada sembilan rekanan saja yang memasukkan berkas penawaran lelang.

Masih dikatakan Siswanto, sebelum lelang proyek fisik, terlebih dulu ada satu kegiatan yang dilelangkan pada Sabtu (21/5/2016) lalu. Yakni, jasa konsultasi pengawasan revitalisasi alun-alun tersebut.

“Jadi pelaksanaan proyek revitalisasi alun-alun nanti ada konsultan pengawasnya. Keberadaan konsultan ini diperlukan karena item pekerjaan revitalisasi alun-alun itu cukup banyak. Antara lain ada pembuatan taman, talud, penataan lapangan, penanaman rumput, pembuatan silter dan tenda PKL,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Renovasi Alun-alun Purwodadi Segera Dimulai

Alun-alun Purwodadi Grobogan siap direnovasi. (MuriaNewsCom)

Alun-alun Purwodadi Grobogan siap direnovasi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Akitivitas berbeda dari biasanya terlihat di Alun-alun Purwodadi sejak beberapa hari ini. Yang mana, ada beberapa pekerja yang sibuk memindahkan sejumlah pot bunga berukuran besar di kawasan tersebut.

Dari pantauan di lapangan, ada sekitar lima orang yang mengangkut pot besar untuk dinaikkan dalam truk milik Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan. Para pekerja terlihat ekstra hati-hati untuk menaikkan pot yang beratnya ada hampir 100 kg ke truk.

Beberapa warga yang melihat aktivitas itu menduga jika pemindahan pot itu ada kaitanya dengan bakal direnovasinya kawasan Alun-alun Purwodadi. Kemungkinan, renovasi itu sudah akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Wah, bisa jadi proyek alun-alun bakal segera dimulai. Soalnya, pot-pot bunganya mulai disingkirkan,” ujar Harun, warga yang biasa jualan di kawasan alun-alun.

Kabid Pertamanan DCTK Grobogan Budi Prihantoro ketika dimintai komentarnya mengakui jika pemindahan pot itu berkaitan dengan bakal direnovasinya alun-alun. Sebelum proyek dimulai maka pot yang masih bagus kondisinya akan dipindah ke taman lain di kawasan kota.

“Ada beberapa taman kota yang kita kelola selama ini. Sebelum proyeknya dimulai, pot yang masih bisa dipakai kita manfaatkan ke taman lainnya. Kalau soal kapan dimulainya proyek saya kurang tahu karena bukan bidang saya yang menangani. Coba, langsung konfirmasi pada bidang terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Tata Ruang DCTK Joni Sarjono ketika bertemu wartawan usai mengikuti rapat evaluasi PATEN, Selasa (17/5/2016) menyatakan, soal proyek renovasi alun-alun dalam waktu dekat akan segera dilelangkan. Semua dokumen sudah siap dan dikirimkan ke unit layanan pengadaan (ULP).

“Berkas proyek renovasi alun-alun sudah kita kirimkan ke ULP melalui lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE). Soal kapan dilelangkan nanti dari ULP yang menjadwalkan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami