Gara-gara Akik, Cucu Aniaya Kakek Sampai Terluka Parah

jelang persidangan putusan kasus cucu aniaya kakek gara-gara akik di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

jelang persidangan putusan kasus cucu aniaya kakek gara-gara akik di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pamor akik ternyata tak selalu membawa keuntungan. Justru di Jepara ini, hanya gara-gara akik, seorang pemuda tega menganiaya kakeknya sendiri hingga terluka parah.

Dia adalah Rifan suudi (24), warga desa Beringin Rt 5, Rw 3, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Rifan tega menganiaya kakeknya sendiri bernama Kaskmuni (75).

Penganiayaan tersebut dilakukan pada minggu 14 Juni 2015 lalu, sekitar pukul 16.30 WIB di kediaman korban. Kasus tersebut telah dilaporkan ibu kandung pelaku sendiri ke pihak kepolisian.

Saat ini kasus tersebut sudah melalui beberapa persidangan, dan hari ini dijadwalkan sidang putusan terhadap terdakwa.

Jaksa Penuntut Umum pada kasus ini, Basuki Eko Y mengatakan, pelaku atau terdakwa memang melakukan kekerasan kepada kakeknya sendiri lantaran tak diberi akik oleh kakeknya.

“Kronologinya, korban duduk di rumah, kemudian datang terdakwa. Terdakwa merebut akik milik korban dengan mengancam milih mati atau milih hidup dengan menyerahkan akik. Namun korban menolak kemudian terjadi tarik menarik dan pemukulan dengan tangan kosong dan dengan pecahan genteng hingga korban terluka berat,” kata Basuki.

Sampai saat ini, proses persidangan baru akan dimulai. Terdakwa dituntut sekitar enam bulan penjara dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga, yakni pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2014. Sesuai jadwal, persidangan ini akan dipimpin hakim Kun Triharyanto. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Hati-hati, Ada Penjual Misterius Tawarkan Batu Akik Kebal Santet, Uang Jutaan Rupiah Melayang

Aktivitas jual beli batu akik di kawasan Alun-alun Pati. Popularitas batu akik kini dimanfaatkan oknum yang menipu pembeli. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ilustrasi transaksi batu akik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sejumlah penjual batu akik misterius yang membawa mobil hitam di kawasan Kecamatan Tambakromo mengejutkan warga. Sekali buka lapak, mereka berhasil menjual batu akik yang katanya bisa menolak teluh, santet, dan maling kepada 35 warga.

Sarto, warga Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo kepada MuriaNewsCom, Kamis (1/10/2015) mengaku bukan penggila akik. Namun, ia tiba-tiba bisa tertarik dan merogoh kocek hingga Rp 800 ribu.

”Kamis kemarin, ada segerombolan orang, saya kira ada kecelakaan. Ternyata ada orang bertelanjang dada dengan muka dicoret warna putih tengah bersila di tengah-tengah tali tampar plastik. Warga yang menonton diminta menginjak tampar. Setelah itu depan tampar disiram air secara melingkar,” curhat Sarto.

Selanjutnya, kata dia, setiap warga diberikan batu akik dan diminta untuk menggenggam. Salah satu warga dipotong rambutnya menggunakan pisau dan putus.

”Warga diminta membuka tangan dan penjual meneteskan air warna hijau pada batu akik. Setelah itu, salah satu rambut warga dipotong lagi dan tidak mempan. Lantas, warga percaya bahwa batu akik bercampur air warna hijau itu mengandung tuah,” cerocosnya.

Penjual juga mengatakan, batu akik yang ia jual bisa melindungi pemakai dari teluh, sihir, guna-guna, santet maupun maling. Di tengah pengaruh hipnotis, warga mematuhi setiap perkataan penjual.

Tanpa ragu, semua uang yang dibawa warga diserahkan penjual akik. ”Saya sendiri bayar batu akik itu senilai Rp 800 ribu, ada juga yang memberi Rp 1,5 juta. Ada sekitar 35 warga yang tertipu. Orangnya membawa mobil hitam dan kabur entah ke mana,” imbuhnya.

Ia berharap agar warga segera melapor ke pihak kepolisian jika ada peristiwa serupa. ”Saya bingung mau lapor polisi. Pelakunya tidak kenal, identitasnya apa lagi,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Penjual Akik Gadungan Gendam Banyak Warga Tambakromo Pati

Sarto, warga Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Sarto, warga Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Ada cerita di balik secangkir kopi milik Sarto, kakek tua asal Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo, Pati. Wajahnya nampak masih lesu, setelah uang Rp 800 ribu miliknya raib ditipu penjual akik gadungan beberapa hari yang lalu.

Tak hanya Sarto, sedikitnya 34 warga lainnya juga merasakan hal yang sama, yaitu uang ratusan bahkan jutaan rupiah raib untuk membeli akik palsu. “Tiba-tiba saya mengikuti perintah penjual akik yang digelar di lapak pinggir jalan. Semua uang saya keluarkan, sekitar Rp 2 juta. Penjual akik mengambilnya Rp 800 ribu,” tutur Sarto sembari menyeruput kopi di warung depan Kantor Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/10/2015).

Ia mengatakan, ada 35 warga yang juga mengalami hal serupa. Diminta menggenggam batu akik dan dipanggil satu per satu dekat mobil milik penjual, lalu diminta menyerahkan uang. Parahnya, mereka mengikuti instruksi penjual akik.

“Saya sadar betul kalau semua uang saya dihitung penjual akik itu. Saya ingin meminta kembali dan melarangnya, tapi mulut ini mau bicara rasanya sulit dan terkunci. Akhirnya, saya hanya mengikuti perintahnya,” imbuhnya.

Sarto kembali sadar, setelah sampai di rumah. “Setelah tiba di rumah, saya sadar dan batu akik itu saya lempar seketika. Baru sadar, saya dan orang-orang yang berada di sana tertipu,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)