Akhwan Tak Akan Daftarkan Diri jadi Bakal Calon Bupati Kudus Lewat PKB

Salah satu bakal calon Bupati Kudus, Akhwan, saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal calon Bupati Kudus Akhwan mengaku enggan mendaftarkan diri melalui DPC PKB Kudus. Alasannya, dia optimistis mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik yang didaftarnya.

Akhwan diketahui telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Termasuk, dia juga telah berkomunikasi dengan partai yang tidak membuka penjaringan bakal calon sekalipun, seperti Demokrat dan PAN.

Diketahui, DPC PKB Kudus akan membuka penjaringan bakal calon bupati, mulai 27 Agustus hingga 11 September 2017.  Partai berlambang Bintang Sembilan itu bisa mengusung calon bupati, dengan syarat harus berkoalisi dengan partai politik lain. Guna memenuhi kursi sebanyak 9.

“Saya tidak akan daftar ke PKB.  Karena sudah cukup (kursi) dari partai yang saya jalin komunikasi. Sudah cukup sebagai syarat daftar bupati,” kata Akhwan saat dihubungi MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (26/8/2017).

PKB saat ini mengantongi 6 kursi di DPRD Kudus. Jumlah kursi itu lebih banyak dibandingkan dengan yang dikantongi Partai Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Diketahui, Partai Nasdem mengantongi 4 kursi, Golkar 4 kursi, PPP 3 kursi, dan Hanura 3 kursi. “Kan sudah cukup kursinya. Kursi dari partai yang saya ajak komunikasi itu,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu tetap menjalin hubungan baik dengan partai yang juga membuka penjaringan calon bupati. Seperti PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Editor : Akrom Hazami

Akhwan Kembalikan Berkas Formulir  Bakal Calon Bupati ke Partai Hanura 

Akhwan saat mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Akhwan Sukandar atau yang biasa disapa Mas Akhwan, telah mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Kudus ke DPC Partai Hanura, Rabu (16/8/2017) sore. Mas Akhwan merupakan bakal calon keempat yang  mengembalikan formulir bakal calon bupati Kudus.

Sutriyono Ketua Penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura mengatakan, Akhwan merupakan bakal calon keempat yang meminang Hanura. Sebelumnya, nama lain yang mengembalikan berkas adalah Umar Ali pengusaha, Sri Hartini dari Gerindra dan DPRD Jateng, dan Djoni Raharjo seorang pensiunan PNS

“Hari ini ada dua nama yang mengembalikan, yaitu Mas Akhwan dan Pak Djoni. Dengan demikian keempat calon sudah mengumpulkan berkas pendaftaran,” katanya usai pengembalian berkas Akhwan di kantor DPC Hanura.

Pihaknya mendoakan agar Akhwan dapat rekomendasi dan maju dalam pencalonan bupati Kudus, hingga akhirnya memenangkannya. Namun semuanya harus melalui mekanisme pendaftaran dan seleksi yang dilaksanakan oleh tim.

 Akhwan menyebutkan pihaknya mengajak Hanura bersama-sama maju dalam memajukan Kudus. Bersama dengan penyampaian visi dan misinya yang disampaikan secara singkat, pihaknya menjelaskan rencana jika jadi bupati Kudus.

“Visi kami adalah  Kudus makmur bermaktabat. Sementara, untuk misi Dandani, Ngayomi dan Ngayemi,” katanya saat sambutan.

Dandani adalah mempertahankan progam yang sudah dilakukan bermanfaat. Sementara yang  tidak bermanfaat bakal diubah. Sedang Ngayomi tetap memperhatikan nasib masyarakat,  menekan angka kemiskinan dan banyak membuat peluang lapangan kerja. Dengan demikian masyarakat dapat nyaman.

Editor : Akrom Hazami 

DPRD Kudus Perlu Persiapan untuk Pemilihan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Di sisi lain, anggota DPRD Kudus asal PKB Nur Khabsyin mengatakan jika mekanisme pemilihan wabup sesuai undang-undang,  dilakukan oleh DPRD. Calon yang akan dipilih merupakan usulan dari parpol pengusung, yang disampaikan ke DPRD oleh bupati.

”DPRD Kudus sendiri perlu melakukan persiapan untuk keperluan ini. Seperti mengubah tata tertib, dengan menambah aturan mekanisme pemilihan wabup,” katanya.

Akhwan sendiri menegaskan, dirinya siap untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Apalagi, dirinya juga sudah mendapat perintah dari partai.

”Saya siap mundur dari jabatan saya sebagai anggota dewan provinsi, jika memang nantinya dipilih jadi wabup,” katanya.

Namun Akhwan juga harus melihat realita bahwa pengisian kekosongan jabatan itu, sepenuhnya berada di tangan bupati Kudus. ”Kalau bupati memberi jalan, saya siap menjalankannya. Tapi kalau itu, ya tidak apa-apa. Itu terserah bupati. Kita serahkan semuanya ke bupati,” imbuhnya. (MERIE)

Parpol Pendukung Isyaratkan Dukung Akhwan Wabup

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus selepas meninggalnya Wabup H Abdul Hamid, dinilai sudah saatnya harus diisi. Apalagi sudah lebih setengah tahun, jabatan tersebut kosong.

Nama yang disebut-sebut layak menduduki jabatan tersebut, adalah Ketua DPD Partai Nasdem Kudus H Akhwan Sukandar. Dan tampaknya, partai politik (parpol) pendukung kemenangan pasangan H Musthofa-H Abdul Hamid pada pemilukada 2013 lalu, mendukung jika Akhwan maju sebagai wakil bupati.

Itu terlihat dari kehadiran sejumlah pentolan parpol pendukung, pada acara halal bihalal sekaligus reses, yang diadakan Akhwan di kediamannya, Minggu (26/7/2015).

Bukan hanya pimpinan dan kader Partai Nasdem saja yang hadir. Terlihat sejumlah anggota DPRD Kudus seperti Ulwan Hakim (PPP), Rochim Sutopo (PAN), Nur Khabsyin (PKB), serta Ketua PKS Setyo Budi Wibowo ikut hadir dalam acara tersebut. Sebagaimana diketahui, PPP, PAN, dan PKS tak lain partai pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Musthofa-Abdul Hamid.

Ulwan Hakim anggota DPRD Kudus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ulwan Hakim mengatakan, jabatan wabup yang kosong sejak Januari lalu mendesak untuk segera diisi.
Menurut Ulwan, dalam menunjang kinerja bupati, posisi wabup dinilai cukup penting.

”Karenanya, kami sebagai partai pengusung pasangan pemenang pilkada lalu, sedang menimbang sejumlah nama untuk diajukan sebagai calon wakil bupati,” terangnya di sela-sela acara. (MERIE)

Akhwan Siap Jadi Wakil Bupati Kudus

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

H Akhwan Sukandar anggota komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus mengaku siap jadi wakil bupati Kudus. (MuriaNewsCom).

KUDUS – Kosongnya jabatan wakil bupati Kudus yang terjadi sekarang ini, dinilai perlu untuk segera diisi, setelah ditinggalkan Wabup H Abdul Hamid yang meninggal dunia setengah tahun lalu itu. Sejumlah nama sebenarnya sudah diwacanakan untuk bisa mengisi kekosongan tersebut. Hanya saja, Bupati Kudus H Musthofa masih memilih untuk membiarkan jabatan itu kosong hingga sekarang.

Salah satu nama yang belakangan sering disebut pantas mengisi kekosongan jabatan itu adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H Akhwan Sukandar. Beberapa partai juga belakangan menyebut namanya, sebagai salah satu orang yang pantas mengisi kekosongan jabatan wabup itu.

Ditemui saat menggelar halal bihalal di kediamannya, Minggu (26/7/2015), Akhwan mengatakan bahwa dirinya memang sudah mendapat perintah partai, untuk maju mengisi posisi wakil bupati Kudus yang kosong.

”Ini adalah perintah partai. Mau tidak mau, saya memang harus menjalankannya,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/7/2015).

Menurut Akhwan, dirinya masih merasa nyaman dengan jabatannya sebagai anggota dewan provinsi. Dia tercatat sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, dan ketua DPD Partai Nasdem Kudus. Namun, jika nantinya memang ditunjuk sebagai wakil bupati, Akhwan mengaku siap untuk mundur dari jabatannya tersebut.

”Itu adalah konsekuensi. Kalau memang nanti akhirnya ditunjuk jadi wakil bupati, saya siap mundur,” tegasnya.

Namun, Akhwan juga menegaskan keputusan agar posisi wakil bupati diisi atau tidak, sepenuhnya ada di tangan Bupati Kudus H Musthofa. Semuanya tergantung apakah bupati ingin jabatan itu diisi atau tidak.

”Kalau bupati mau membuka jalan agar jabatan itu diisi, saya siap kalau ditunjuk. Tapi kalau tidak, ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung bupati,” terangnya. (MERIE)