Polisi Cantik Polres Grobogan Salurkan Bantuan Air Bersih

Sejumlah polwan dari Polres Grobogan memberikan bantuan air bersih di salah satu desa di Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan polwan Polres Grobogan menyalurkan bantuan air bersih ke desa di Kecamatan Karangrayung, Sabtu (26/8/2017).

Mereka memberikan bantuan kepada warga yang mengalami musibah kekeringan. Bantuan air bersih dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke 69 polwan yang jatuh1 September.

“Penyaluran bantuan air bersih di daerah bencana kekeringan merupakan rangkaian acara memperingati HUT Polwan. Kegiatan sosial penyaluran bantuan air bersih ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih,” ungkap Aiptu Sri Lestari yang memimpin kegiatan distribusi air bersih tersebut.

Bantuan air bersih yang disalurkan sepanjang hari ini disalurkan ke tiga desa. Masing-masing, Desa Karangsono Cekel dan Telawah. Dia berharap bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban warga yang terkena musibah kekeringan.

Warga menyambut gembira saat bantuan datang. Begitu mobil tangki datang, puluhan warga langsung berduyun-duyun membawa wadah untuk mengambil jatah air.

“Saya senang sekali ada bantuan air bersih. Saat kekeringan seperti in, kami harus ambil air cukup jauh atau membeli,” kata Suminah, salah seorang warga Desa Cekel.

Editor : Akrom Hazami

Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Minta Paguyuban Pasang Instalasi PDAM

 

Paguyuban pedagang pasar pagi Purwodadi membeli tandon air untuk tambahan persediaan air, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pedagang Pasar Pagi Purwodadi meminta pihak paguyuban mencari upaya alternatif guna mendapatkan persediaan air. Salah satu caranya, dengan memasang jaringan instalasi air PDAM.

Hal itu dilontarkan seiring terhentinya pasokan air di kawasan pasar akibat mesin pompa terbakar. Selain itu, upaya yang dilakukan pihak paguyuban dengan membuat sumur bor juga belum berhasil mendapatkan sumber air. Padahal, pengeboran sudah dikerjakan di tiga titik.

“Saat ini, pasokan air memang sudah lancar lagi setelah mesin pompanya diganti. Tetapi, untuk antisipasi ke depan, ada baiknya kalau dipasang jaringan air PDAM di sini. Jadi, kalau sewaktu-waktu mesin rusak atau listrik padam tidak ada kendala soal air lagi,” kata Kasno, salah seorang pedagang pasar pagi.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Riyanto menyatakan, usulan untuk memasang jaringan PDAM dinilai cukup baik. Sebab, itu merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan persediaan air bagi pedagang dan pembeli.

Menurutnya, kebutuhan air tiap hari dinilai cukup besar, sekitar 4.000 liter. Saat ini, jaringan instalasi air sudah terpasang di dalam pasar. Instalasi air dengan kran sebanyak 120 ini digunakan untuk menyalurkan air dari tandon penampungan.

“Soal pemasangan jaringan PDAM di pasar memang bagus untuk mengantisipasi kalau terjadi kendala seperti kemarin. Nanti, akan kita bicarakan dulu dengan pengurus paguyuban dan UPTD pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono menyatakan, pihaknya siap untuk menyediakan pemasangan jaringan air di Pasar Pagi. Ia mewacanakan untuk memasang hidran air umum yang bisa digunakan bersama untuk pedagang.

“Model ini lebih mudah dan murah karena cukup pasang satu meteran saja. Air dipakai bersama dan nanti pihak paguyuban yang menangani pengelolaannya. Jadi, pada prinsipnya kami siap membantu pedagang untuk menyediakan air disini,” jelasnya saat menyerahkan bantuan air bersih di Pasar Pagi, Jumat (24/2/2017).

Selain itu, bisa juga tiap pedagang memasang sambungan sendiri. Khususnya, untuk pedagang yang menempati kios.

Editor : Akrom Hazami

3 Titik Pengeboran Sumur di Pasar Pagi Purwodadi Gagal Keluarkan Sumber Airnya

Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono (kaos putih) menyalami Kepala UPTD Pasar Pagi Purwodadi Paiman saat menyerahkan bantuan air bersih. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya pihak Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Purwodadi untuk mendapatkan air dengan mendatangkan tukang sumur bor gagal membuahkan hasil. Meski sudah melakukan pengeboran di tiga titik, namun sumber air yang diharapkan tidak kunjung keluar.

Kepala UPTD Pasar Pagi Purwodadi Paiman menyatakan, pengeboran tanah yang dilakukan itu lokasinya berbeda-beda. Satu titik pengeboran di halaman pasar sebelah selatan dan dua titik lagi di dalam pasar.

“Tiga-tiganya tidak keluar air. Padahal, pengeboran sudah dilakukan cukup dalam,” Paiman didampingi Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Riyanto, Jumat (24/2/2017).

Pembuatan sumur bor dilakukan dengan sistim borongan. Setelah keluar sumber air baru dibayar penuh sesuai kesepakatan. Namun, kalau gagal hanya dikenakan biaya untuk tukang saja.

Meski pembuatan sumur tidak berhasil, namun pedagang pasar sudah tidak kesulitan lagi mendapatkan pasokan air. Soalnya, pompa air yang selama beberapa hari lalu rusak sudah diganti oleh pihak rekanan.

Selain itu, pihak PDAM Grobogan juga menyalurkan bantuan air bersih  di Pasar Pagi. Dari pantauan di lokasi, ada satu unit mobil tangki milik PDAM yang sedang menyalurkan air ke tendon penampungan berkapasitas 3.000 liter yang ditempatkan di selatan bangunan los basahan.

“Menyimak berita media tentang kesulitan pedagang pasar pagi mencari air membuat kami merasa prihatin. Sebagai bentuk kepedulian, kami menyalurkan bantuan air gratis lewat mobil tangki,” kata Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono yang ikut hadir menyerahkan bantuan air bersih di Pasar Pagi.

Editor : Akrom Hazami

Mesin Pompa Air Rusak, Pedagang Pasar Pagi Grobogan Terpaksa Beli Air

Pedagang mengambil air bersih di Pasar Pagi Purwodadi Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persoalan di Pasar Pagi Purwodadi, Grobogan, yang baru dua minggu lalu diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, kembali muncul. Kali ini, masalah disebabkan mesin pompa air yang ada di kompleks pasar mengalami kerusakan. Informasi yang didapat menyebutkan, kerusakan mesin pompa air terjadi Senin (20/2/2017) siang.

Akibat rusaknya mesin ini, praktis tidak ada persediaan air di dalam pasar. Kondisi ini membuat repot para pedagang. Khususnya, pedagang daging di los basahan yang ada di sisi selatan.

Sebab, mereka butuh air bersih untuk mencuci lapak dari bau amis pascaberjualan dan membersihkan peralatan kerja. Sebagian pedagang terpaksa membeli air bersih seharga Rp 2.000 per termos besar.

Sebagian lagi ada yang membawa air bersih dari rumah. Beberapa pedagang terpaksa menggunakan air sisa rendaman tahu dan air kelapa untuk membersihkan lapak dan peralatan.

“Kebetulan rumah saya dekat. Jadi ketika tahu tidak ada air, saya ngambil saja di rumah. Rekan-rekan lain memang ada yang beli air bersih. Ada juga yang pakai air tahu dan air kelapa,” kata Marsih, salah seorang pedagang.

Rusaknya mesin pompa air juga bikin repot orang yang ada di pasar. Terutama, bagi mereka yang butuh ke toilet. Sebab, gara-gara mesin pompa rusak, kamar kecil yang ada di bagian belakang terpaksa ditutup sementara.

Mereka yang ingin ke toilet terpaksa harus pergi di Pasar Agro yang letaknya di seberang Pasar Pagi.  Hanya saja jaraknya memang cukup jauh karena letak kamar kecil di Pasar Agro berada di ujung barat.“Saya tadi terpaksa numpang ke toilet Pasar Agro. Soalnya, toilet di sini tutup karena tidak ada airnya,” cetus Kriswanto, pedagang lainnya.

Tidak adanya air juga bikin susah bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah sholat. Sebab, persediaan air di musala pasar untuk berwudu juga kosong.

 

Editor : Akrom Hazami

PDAM Kudus Pasang Alat Ajaib Ini, Hasilnya Air yang Muncrat jadi Luar Biasa

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – PDAM Kudus memasang alat ajaib Variable Speed. Hal itu merupakan solusi banyaknya laporan tentang aliran air yang kecil. Bahkan masyarakat banyak yang menganggap pelayanan PDAM kurang memuaskan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa. Dia menjawab persoalan pelanggan yakni dengan memasang alat yang disebut Variable Speed, di tiga jaringan miliknya. “Alat itu berfungsi mengendalikan tekanan air, jika pengguna banyak, maka alat akan mengucurkan air dengan banyak. Tapi kalau sedikit, maka air juga mengalir sedikit. Jadi menyesuaikan kebutuhan air,” katanya kepada MuriaNewsCom  di Kudus, Rabu (18/1/2017).

Menurutnya, alat tersebut cocok digunakan untuk daerah dataran tinggi atau kawasan yang bergelombang. Sebab daerah itu membutuhkan dorongan yang kuat agar air mampu sampai ke pelanggan dengan baik.

Untuk itulah dipilih tiga lokasi pemasangan alat, yakni kawasan Terban Jekulo, kawasan Dawe serta Desa Glagahwaru Undaan. Ketiga lokasi membutuhkan perlakuan lebih dalam pendistribusian air bersih.

Dikatakan Ahmadi, satu unit Variable Speed seharga Rp 50 juta. Jumlah yang dikeluarkan dianggap tak masalah lantaran kenyamanan pelanggan menjadi hal yang diutamakan. Dikatakan, alat tersebut masih dalam uji coba. Jika nantinya dianggap bagus, maka PDAM akan menambahnya sesuai kebutuhan.

“Dulu pipa kami sering pecah. Sebab kencangnya aliran air tak sebanding dengan penggunaan air. Namun saat pengguna banyak juga pernah aliran biasa saja. Untuk itulah dibutuhkan alat tersebut,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

PDAM Kudus Targetkan Kebutuhan Air Bersih Warga Tercukupi

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa mengatakan, saat ini sekitar 50 sumur produksi sudah dimiliki PDAM. Namun itu masih kurang jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kudus.

“Saat ini debet air di angka 2 juta kubik per tahun. Kami harus mengejar angka 5 ribu kubik per tahun untuk memenuhi Masyarakat Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (12/1/2017). 

Menurutnya, untuk mengejar 5 kubik setahun, pihaknya akan membuat beberapa sumur produksi lainnya. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk menambah sumber air baru untuk kebutuhan pelanggan.

Selain itu, pada 2018 mendatang Logung direncanakan sudah jadi. Airnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Kudus melalui jaringan PDAM. Sambil menunggu Logung rampung, PDAM juga bakal membuat sejumlah embung-embung kecil di kawasan Dawe. “Targetnya 2018 mulai start. Sehingga mudah-mudahan sebelum akhir tahun selesai dan dapat dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Kudus,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada tahun ini juga pihaknya akan menambah jaringan perluasan pelanggan. Jika di 2016 lebih mengutamakan kawasan selatan seperti Jati dan Undaan, maka di 2017 ini jaringan baru bakal dibuat untuk kawasan barat.

Editor : Akrom Hazami