Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus yang Kena Kasus Narkoba Dicopot dari Jabatannya

Anggota DPRD Kudus Agus Imakudin beserta salah satu barang bukti yang diamankan BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Anggota DPRD Kudus Agus Imakudin beserta salah satu barang bukti yang diamankan BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ini kabar terbaru tentang anggota DPRD Kudus yang terjerat kasus narkoba, Agus Imakudin (AI). Yakni, AI harus dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi C DPRD Kudus. Meski demikian, AI tetap berstatus sebagai wakil rakyat.

Pencopotan AI dibacakan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus pada rapat paripurna laporan Pansus Perubahan Tata Tertib DPRD Kudus, Kamis (3/11/2016) malam. Sebab dari bukti yang dikantongi BK DPRD Kudus, AI positif terjerat narkoba.

Ketua BK DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mengatakan, pihaknya hanya melakukan apa yang menjadi kewenangan BK. Karena kewenangan BK hanya sebatas pada pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Adapun pemberhentian seorang anggota DPRD sebagai anggota legislatif merupakan kewenangan pimpinan DPRD.

“Hasil penyelidikan, verifikasi, klarifikasi dan konfirmasi pihak terkait, saudara AI terbukti melanggar kode etik, tata tertib, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. BK menjatuhkan sanksi pemberhentian AI dari pimpinan alat kelengkapan DPRD Kudus,” ujar Bowo pada rapat paripurna tersebut.

Bowo menguraikan laporan setebal delapan halaman, di antaranya proses dimulainya penyelidikan dugaan penyalahgunaan narkotika AI. Kemudian, BK memulai penyelidikan setelah mendapat aduan dari warga. Tepatnya 26 Juli 2016. Diketahui, aduan berdasarkan informasi tertangkapnya AI di tangan BNN Provinsi Jateng, (25/7/2016). Tidak hanya itu, BK membuktikannya pula dengan mendengarkan keterangan lisan teradu (AI) secara langsung.

BK juga menempuh cara dengan meminta keterangan secara langsung dua kali ke BNN Provinsi Jateng. Tepatnya pada 1 Agustus dan 13 September 2016. BK akhirnya menerima surat keterangan dari BNN atas bukti-bukti kasus yang menjerat AI. Tidak hanya itu, BK juga mempertimbangkan putusan pengadilan AI.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pihaknya tidak ingin ada anggota DPRD yang terjerat kasus narkoba. Sebab, anggota DPRD wajib menaati kode etik dan tata tertib DPRD Kudus, termasuk menaati kewajiban dan larangan, serta memberikan teladan. “BK telah bekerja dengan baik. Penyelidikan dan dijatuhkannya sanksi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja anggota DPRD Kudus,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Agus Imakudin Jalani Rehabilitasi Narkoba 3 Bulan

ai-narkoba-rehab-e

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, dinyatakan harus menjalani rehabilitasi. Ini terkait perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Demikian yang diputuskan majelis hakim pemeriksa perkara Agus dalam putusannya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. “Terdakwa dinyatakan direhabilitasi,” kata Faturohman, ketua majelis hakim pemeriksa perkara Agus kepada wartawan ditemui di PN Semarang, Jumat (28/10/2016).

Dalam putusannya, Agus dinyatakan terbukti bersalah memakai sabu. Oleh karena itu, Agus akan rehabilitasi selama tiga bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Penyalahgunaan Napza Mandiri Semarang.

Hakim juga menetapkan barang bukti yang dirampas untuk dimusnahkan. Di antaranya, sebuah tempat pasta gigi berisi pasta gigi, sebuah sikat gigi lipat yang di dalamnya berisi satu plastik satu paket sabu kristal putih sabu-sabu seberat 0,758 gram. Dua buah Hp, sebuah pipet dan sebatang pembersih telinga serta empat korek gas.

“Urine terdakwa Agus Imakudin dalam tube hasil uji laboratorium forensik untuk dirampas dan dimusnahkan. Satu unit mobil Grand Vitara H 7291 TW atas nama Helena Aida Ryanti dikembalikan ke saksi. Membebankan biaya perkara sebesar Rp 2.500.

Sidang pemeriksaan terdakwa politisi PDIP itu diketahui paling cepat dan berlangsung tiga kali. Pertama, tanggal 4 dengan acara dakwaan, tanggal 11 saksi-saksi dan tanggal 18 tuntutan dilanjutkan putusan.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng menyatakan terdakwa Agus Imakudin bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35/2009 tentang narkotika. “Menuntut agar terdakwa dipidana 4 bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Penyalahgunaan Napza Mandiri Semarang,” kata Efrita, JPU yang menyidangkan.

Dua terdakwa lain yang disidangkan, Nur Ade Erwansyah (31) pengedar dan Farasanti alias Mami (28), pemasok sabu. Perkaranya masih diproses sidang.

Agus, suami Novi Okta Fitria itu ditangkap BNNP Jateng di kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Senin (26/7/2016) lalu. Saat ditangkap, petugas mengamankan terdakwa dan teman wanitanya berinisial NN atau VR (saksi). Dari pengembangan, kemudian ditangkap Nur Ade Erwansyah, warga Kudus dan Mami. Nur ditangkap di Graha Padma, Mami di hotel Kudus. Agus ditangkap saat mengendarai mobil Grand Vitara usai rapat paripurna pandangan fraksi terhadap RAPBD Perubahan Kudus 2016 di DPRD Kudus. Dari Farasanti, Agus diketahui mendapat empat paket sabu seberat 3,9 gram.

Panji Sudrajat, JPU yang menyidangkan perkara Farasansi mengaku, perkaranya masih diproses. “Selasa (18/10/2016) lalu baru mulai disidang. Terdakwa (Farasanti- bukan pemilik hotel, tapi pengelola hotel yang diketahui milik adiknya,” kata dia.

Agus juga dikabarkan pernah ditangkap Polda Jateng terkait narkoba. Bersama seorang wanita simpanannya bernama Vero, ia ditangkap di Perumahan Tamansari, Majapahit Pedurungan Semarang, Sabtu (4/6/2016).

Editor : Akrom Hazami