Punya Prospek Bagus, Usaha Agrowisata Kebun Belimbing di Grobogan Kian Diminati

Petugas tempat usaha agro mengecek tanaman di Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah agrowisata baru berupa kebun belimbing muncul di Dusun Trembes, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. Kebun belimbing seluas 0,5 hektare ini mulai dibuka untuk umum, Minggu (30/7/2017).

Sebelumnya, kebun belimbing sudah ada lebih dulu di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. Pada awalnya, hanya satu orang yang membuka kebun belimbing. Namun, dalam dua tahun terakhir, warga sekitar mulai ikut membuat usaha serupa.

Kebun belimbing di Desa Sidorejo yang diberi label ‘Mekar Sari’ ini dikelola tiga orang. Yakni Suqci (28), Suwigo (40) dan Darto (36), warga setempat.

Pada agrowisata ini terdapat sekitar 150 pohon belimbing. Sebagian besar pohonnya sudah berbuah rimbun. Di lokasi ini memang disiapkan bagi pengunjung yang ingin memetik langsung belimbing dari pohon.

Tidak jauh dari lokasi ini, ada satu areal kebun belimbing dengan luasan yang hampir sama. Namun, jumlah pohon yang ditanam jauh lebih banyak, hampir dua kali lipat.

“Memang ada dua kebun belimbing yang kita buat. Satu kebun lainnya berfungsi untuk penyangga atau persediaan. Belimbing yang kita tanam jenis Bangkok Merah,” jelas Suqci, salah satu pengelola.

Meski baru dibuka, sudah banyak pengunjung yang datang ke lokasi agrowisata baru tersebut. Kebanyakan pengunjung adalah warga sekitar Desa Sidorejo. Namun, ada pula beberapa pengunjung yang datang dari Purwodadi.

Di lokasi kebun ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan pohon belimbing. Selain itu, pengunjung juga bisa berfoto ria di lokasi kebun belimbing itu.

Bagi yang ingin mencicipi belimbing bisa langsung petik di pohon. Harga belimbing dibanderol Rp 12 ribu per kilogram (kg) untuk buah yang dipetik langsung. Sedangkan belimbing yang sudah dipetik, harganya lebih murah. Yakni, Rp 10 ribu sekilonya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

51 Ribu Orang Kunjungi Agro Ekspo Grobogan

Pelaksanaan Agro Ekspo Dinas Pertanian Grobogan yang digelar selama sepekan ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah pengunjung acara Agro Ekspo yang digelar Dinas Pertanian Grobogan dari 25-30 Maret melebihi perkiraan. Dari rekap sampai hari terakhir, jumlah pengunjung pameran yang dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu tercatat menembus angka 51 ribu orang.

“Pengunjung Agro Ekspo 2017 luar biasa. Jumlahnya jauh dari yang kita prediksikan sebelumnya. Selain masyarakat umum, pengunjung juga datang dari kelompok tani di Grobogan dan berbagai kabupaten di Jawa Tengah,” jelas Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto, di Grobogan, Jumat (31/3/2017).

Menurut Edhie, pada pelaksanaan Agro Ekspo edisi sebelumnya tahun 2014, jumlah pengunjung hanya berkisar 22 ribu orang. Namun, pada perhelatan kali ini, jumlah pengunjungnya naik lebih dari 100 persen dari sebelumnya.

“Untuk Agro Ekspo 2017, jumlah pengunjung kita targetkan sekita 30 ribuan. Tetapi, realisasinya jauh melebihi target. Saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” katanya.

Pameran pertanian seperti ini sudah digelar enam kali. Jadwalnya, tiap tiga tahun sekali di lokasi yang sama. Yakni, di kompleks kantor Dinas Pertanian Grobogan di jalan Diponegoro Purwodadi.

Menurut Edhie, Agro Ekspo itu memang dibuka untuk umum dan pengunjungnya tidak dipungut biasa. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat produk pertanian yang ada di tempat itu. Selain tanaman pangan, ada pula beragam jenis palawija, sayuran dan buah-buahan.

”Harapan selanjutnya, masyarakat nantinya akan tertarik untuk mencoba menanam tanaman yang disukai. Dan, dari arena ini, masyarakat bisa tahu langsung kelebihan dari masing-masing produk serta melakukan konsultasi masalah pertanian,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami