Berminat Gabung Klub Aeromodelling Kudus? Ini Syaratnya

Atlet aeromodelling sedang melakukan latihan di Lapangan Megawon (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Atlet aeromodelling sedang melakukan latihan di Lapangan Megawon (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Bagi sebagian orang, olahraga aeromodelling merupakan olahraga yang mahal. Namun, hal itu dibantah oeh Ketua Kudus Aeromodelling Club (KAC) Yoedho Soetrisno.

“Olahraga aeromodelling itu bukan mahal. Apalagi mereka yang berkeinginan untuk bergabung dengan kita, syaratnya cukup mudah. Yakni berani berpanas-panasan dan mau belajar serta berjuang dengan keras,” katanya.

Karena menurutnya, untuk latihan, biasanya dilakukan di lapangan dan dalam kondisi panas. Sehingga, atlet harus berani turun ke lapangan dalam kondisi yang panas seperti itu.

Untuk latihan, katanya, bukan hanya belajar bagaimana cara menerbangkan pesawat, namun, atlet juga harus mau berlarian mengejar pesawat yang diterbangkan tersebut, ketika menjauh dari lokasi.

“Kemudian, atlet juga harus mau bekerja keras, jangan cepat bosan. Sebab mejadi atlet aeromodelling ini latihannya sekitar 2 hingga 5tahun. Namun, kalau sekadar untuk bisa menerbangkan saja sih memerlukan 3bulan saja. Dan untuk fasilitas kita sediakan,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Aeromodelling Semakin Intens Dikenalkan ke Masyarakat Kudus

Aeromodelling Semakin Intens Dikenalkan ke Masyarakat Kudus

Aeromodelling Semakin Intens Dikenalkan ke Masyarakat Kudus

 

KUDUS – Meski kini Pemerintah Kabupaten Kudus telah memfasilitasi sarana bagi atlet aeoromodelling untuk latihan, namun, hal itu tidak menjadi patokan bagi atlet. Karena, untuk latihan, biasanya berpindah-pindah, seperti halnya yang dilakukan pagi tadi. Beberapa atlet terlihat melakukan latihan penerbangan di Lapangan Megawon.

Hal ini, menurut Ketua Kudus Aeromodelling Club (KAC) Yoedho Soetrisno, merupakan salah satu cara untuk menguji kemampuan atlet, yang diharapkan bisa menguasai segala medan.

Di samping itu, dengan latihan di beberapa tempat yang berbeda, diharapkan olahraga aeromoelling juga semakin dikenal masyarakat, dan diharapkan anggota di Kudus juga bertambah.

“Memang harus diakui bahwa olahraga ini sering dianggapsebagai olahraga mahal. Sehingga masyarakat enggan memilihnya dibandingolahraga lainya.Untuk keanggotaan kita sekarang sudah ada 18 orang. 3 di antaranya adalah anggota baru,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, secara rutin pihaknya mengadakan latihan fisik terhadap anggotanya. Hal ini, agar kondisi atlet tetap bugar.

“Secara perlahan memang alhamdulillah olahraga ini bisa dikenal lah. Makanya, untuk latihan kita tidak fokus hanya di satu tempat saja, tapi berpindah-pindah, agar olahraga ini juga semakin populer,” ungkapnya.

Foto : Atlet aeromodelling saat latihan penerbangan di Lapangan Megawon (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Arena Aeromodelling di Waduk Gunungrowo Diklaim Spektakuler

Suasana arena aeromodelling yang akan digunakan untuk kejuaraan nasional pada 1-2 Agustus 2015 di Waduk Gunungrowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana arena aeromodelling yang akan digunakan untuk kejuaraan nasional pada 1-2 Agustus 2015 di Waduk Gunungrowo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Arena aeromodelling yang digunakan untuk kejuaraan nasional aeromodelling bertajuk “Liga Free Flight I dan Liga Pylon Racing I” di Waduk Gunungrowo pada 1-2 Agustus mendatang, diklaim spektakuler. Lanjutkan membaca

Atlet Mancanegara Bakal Ramaikan Kejurnas Aeromodelling di Pati

Atlet Aeromodelling asal Pati Purnomo Widyo Saputro menunjukkan pesawatnya seusai latihan di Gunungrowo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Atlet Aeromodelling asal Pati Purnomo Widyo Saputro menunjukkan pesawatnya seusai latihan di Gunungrowo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Kejuaraan nasional (kejurnas) aeromodelling bertajuk “Liga Free Flight I dan Liga Pylon Racing I” yang akan digelar di kawasan Waduk Gunungrowo Pati pada 1 hingga 2 Agustus mendatang, rencananya akan diikuti atlet dari mancanegara. Salah satunya, atlet dari Thailand.  Lanjutkan membaca