Jadwal Verifikasi Adipura untuk Kabupaten Rembang Masih Belum Jelas

Pasar hewan di Kampung Baru, Desa Sumberejo, Kecamatan Rembang yang akan menjadi salah satu tempat tempat penilaian verifikasi dari Kementrian Lingkungan Hidup. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang masih dibingungkan dengan jadwal verifikasi Adipura yang akan dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Peningakatan Kapasitas pada Dinas LH Rembang Andreas Edy G mengatakan, sejatinya verfikasi bakal dilakukan pada pekan ini. Namun demikian, hingga sekarang, pihaknya masih belum mendapatkan informasi terkait kepastian tersebut.

“Sampai sekarang kok belum ada informasi lebih lanjut. Apakah jadi pekan ini atau tidak. Untuk daerah lain seperti Kabupaten Pati dan Jepara, malah saya dengar sudah diverifikasi pekan lalu,” katanya.

Ketika ditanyakan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, katanya, juga tidak tahu, karena dari Kementerian Lingkungan Hidup belum menginformasikan hal itu. Hal ini, membuat tanda tanya apakah Rembang masuk nominasi ikut diverifikasi atau tidak.

“Yang akan diverikasi oleh tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup itu, kita juga tak tahu urutan berapa hingga berapa. Yang jelas, dalam pemantauan pertama pada Oktober 2016 lalu, kita menempati urutan ke 6 se -Jawa Tengah dalam kriteria kota kecil,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Pekan Depan, Rembang Siap Diverifikasi Tim Penilai Adipura

Pasar hewan Sumberrojo Rembang yang menjadi salah tempat titik pantau yang akan diverifikasi oleh tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup pada pekan depan (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Pekan depan, Rembang siap diverifikasi tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan akademisi. Verifikasi itu, nantinya akan menyasar di sejumlah titik. Di antaranya, pusat kota, yang terdiri dari alun-alun, kantor organisasi perangkat daerah (OPD), hutan kota, ruang terbuka hijau, jalan protokol dan pasar hewan Sumberrejo. Kemudian, tempat pembuangan akhir (TPA) Landoh, Kecamatan Sulang.

Dalam persiapannya, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang sudah membentuk tim untuk menemani tim penilai tersebut.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas LH Rembang Andreas Edy G mengatakan, tim yang terbentuk tersebut, terdiri dari 12 orang. “Nantinya setiap titik pantau yang akan dikunjungi tim penilai akan ditempati dua orang. Tugasnya yakni untuk menyambut tim penilai ketika mendatangi titik pantau itu,” katanya.

Hanya saja, sampai saat ini, pihak LH juga belum tahu, titik mana saja yang akan disambangi oleh tim penilai Adipura tersebut, karena sifatnya cepat dan diam-diam. Namun demikian, pihaknya tetap mempersiapkan tim.

Kemudian, terkait hasil, pihaknya tetap optimis jika Rembang mampu meraih Adipura. Sebab, pantauan pertama yang dilakukan tim penilai pada Oktober 2016 lalu, menghasilkan poin 75,45 di bidang pantauan kota dan poin 71.04 di bidang pantauan TPA.

“Ya, optimis. Sebab poin itu sudah kita dapatkan. Tinggal menunggu verifikasi akhir saja. Terlebih pada pemantauan pertama kita bisa masuk ke nomor 6 dalam kriteria kota kecil se-Jateng. Mudah-mudahan bisa berhasil. Sebab 3 tahun berturut-turut, kita belum bisa meraih prestasi Adipura,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Gara-gara TPA, Dinas LH Was-was Rembang Tak Bisa Raih Adipura

Beberapa petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang sedang memantau pengerukan air resapan sampah di TPA Landoh. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan poin penilaian Adipura (Edy Sutriyono/MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang masih was-was jika pada 2017 ini, Rembang tak bisa meraih piala Adipura. Hal ini terkait dengan keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang.

Dari hasil pemantauan pertama (P1) oleh tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan akademisi pada Oktober 2016 silam, TPA Landoh mendapatkan poin 71.04. Hal itu dinilai masih kurang maksimal.

“Sebenarnya poin akumulatif yang ditentukan oleh kementerian supaya dapat penghargaan Adipura itu sekitar 73 poin. Dari hasil P1 TPA Landoh dapat 71,04 poin, kemudian pemantauan di pusat kota, baik jalan protokol, ruang terbuka hijau dan sejenisnya dapat 75.45 poin,” ujar Andreas Edy G, Kabid Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas pada DLH Rembang.

Dengan kondisi ini, nantinya, saat verifikasi dari tim akan ditingkatkan lagi kebersihannya. Meski masih was-was, pihaknya masih optimis jika nantinya Rembang bisa masuk nominasi penyabet penghargaan Adipura dan masuk urutan 6 se-Jawa Tengah dengan kriteria kota kecil.

Dia menambahkan, untuk penilaian Adipura, tahun ini dengan sebelumnya itu sangat berbeda. Yakni, bila di tahun sebelumnya ada pemantauan pertama dan kedua, tahun ini hanya ada pemantauan pertama saja.

“Setelah itu, hasil pemantauan pertama tadi dijadikan bahan verifikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Nah, setelah mendapatkan nominasi, maka pihak Pemkab Rembang akan dipanggil kementerian untuk memaparkan poin-poin yang sudah dinilai tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono